
Hari sudah sangat larut, Camlyn pun tertidur di pundak ku dalam pelukan sayap ku.
“Cantik” batinku sambil menatap Camlyn. Aku pun ikut tertidur di sampingnya.
.
.
.
.
.
Author POV
Pagi sebelum matahari terbit
Elvan terbangun lebih awal dari pada yang lain. Elvan langsung mengambil air sungai untuk mencuci wajahnya, dia terkejut melihat Savian dan Camlyn di pinggir sungai. Ia tak menghiraukan Savian dan Camlyn, Elvan lebih memilih mencari makanan disekitar sungai.
Matahari perlahan mulai terbit, Aiden, Jesslyn dan Elvara terbangun dari tidurnya karena silau. Mereka bertiga terheran heran melihat Camlyn dan Savian.
“Pas banget udah pada bangun, nih aku bawa buah sama rusa” kata Elvan
“Sssttt,,, pelan-pelan nanti mereka bangun” kata Elvara sambil menunjuk Camlyn dan Savian
“Kemarikan rusanya mau aku kulitin” kata Jesslyn
Jesslyn langsung mengambil alih rusa yang dibawa oleh Elvan. Aiden membantu Jesslyn untuk menguliti rusa. Elvara sibuk menyiapkan tempat untuk membakar daging rusa. Sedangkan Camlyn masih tidur dalam pelukan sayap Savian, karena begadang semalam. Mereka berempat sibuk membakar daging rusa.
“Uhuk...uhuk..uhuk” Camlyn terbangun karena asap dari belakangnya
Savian ikut terbangun dan memasukan kembali sayapnya kedalam tubuhnya, ia langsung mengambil air untuk mencuci mukanya begitupun dengan Camlyn.
“Udah pada bangun nihh...” kata Elvan dengan nada mengejek
“Apaan sih” kata Savian menghampiri
“Enak ngga tidur di pundak cowok?” tanya Jesslyn menggoda Camlyn
“Nye nye nye nye” ejek Camlyn sambil mengambil sebuah apel
Mereka berenam melanjutkan sarapan dengan tenang.
“Arah selanjutnya kemana???” tanya Jesslyn
“Utara” jawab Camlyn dan Savian kompak
“Kompak nih....” sorak Jesslyn, Elvara dan Aiden
Camlyn dan Savian hanya memutar bola mata mereka. Mereka berenam akhirnya melanjutkan perjalanan ke arah Utara.
Edzard POV
Ruang informasi
“Tunggu kenapa tim Lynx, Jesslyn, dan tim Savian mengarah ke timur semua?” batinku
“Ayah memangnya ada petunjuk yang menunjukkan arah yang sama?” tanyaku
“Ya ada”
“Berapa jumlahnya Ayah”
“Mmm... 2 tim, memang kenapa?”
“Tidak ada...”
Axelle pergi meninggalkan ruang informasi
“Kakak, kemarilah” kata ku memanggil Putri mahkota “Lihatlah ada yang aneh”
“What’s wrong??”
“Seharusnya hanya ada 2 tim saja yang menuju arah timur tapi sepertinya Lynx mengikuti Savian dan Jesslyn”
“Coba kamu cek teman sekamar lainnya”
“Mereka ada di selatan, hanya Lynx yang menuju timur”
“Kita tunggu saja apa yang akan dilakukannya selanjutnya. Jangan lupa mengecek tim lainnya”
“Understood”
Lisa POV
“Kita mau kemana hari ini?” tanyaku
“Tenang kita berdua udah nemuin jawabannya” kata Aletha
“Kita ke arah selatan” sambung Stella
Kami bertiga akhirnya berjalan menuju selatan. Diperjalanan kami mengobrol hal-hal yang menyenangkan, sampai akhirnya indra penciuman Jennie yang tajam tersebut mengendus sesuatu.
“Wait, wait!” kata Stella
“Why??” tanyaku
“Bau darah, sangat pekat” sambung Stella
Kita bertiga langsung berlari menuju sumber bau tersebut. Perlahan-lahan aku mulai mencium bau darah tersebut. Dan benar saja disana ada satu tim tergeletak dan berlumuran darah.
“T-tunggu i-ini timnya Kyra kan” kataku tak percaya
“Sepertinya mereka diserang oleh sesuatu. Bekas lukanya sangat banyak, seperti.... bekas cakaran” kata Stella
“Tapi apa yang menyerang mereka? Setauku disini tidak ada hewan seperti singa atau beruang, disini hanya ada hewan beracun” kataku heran
“Kepik pelacak, cari itu dibagian baju mereka, jika kita bisa menemukannya kita bisa mengirim mereka ke akademi” perintah Aletha
“Tidak ada, hilang sepertinya diambil oleh seseorang, atau mungkin juga dirusak agar tidak terlacak” jawab Stella
“Huh... Sudah tidak ada harapan lagi, badan mereka sudah dingin, healing power ku takkan mampu menyembuhkan luka secara cepat” kataku
Kami bertiga akhirnya hanya bisa merapikan jasad mereka dan menutupinya dengan daun yang lebar. Kamipun melanjutkan perjalanan ke selatan.
Aiden POV
“Nona Elvara, lihat bunganya cantik” *memetik bunga menggunakan sihir
“Wahhh....” *ingin memegang
“Jangan dipegang, beracun” *menjauhkan bunganya
“Oh ok” *canggung
“Berapa lama lagi kita sampai dibagian Utara ?” tanya Elvan
“Mmm, kita baru seperempat jalan, peri-ku sudah memeriksa jalan menuju utara” jawab Jesslyn
“Heee... kau sudah bisa mengeluarkan peri mu ya.... cepat sekali kau belajar...” goda Camlyn
“Tchh... aku dikacangin” batinku
“Siapa yang ngacangin?” tanya Camlyn padaku tiba-tiba
“Ehh... ngga kok. Mmm nona Camlyn kau bisa mendengar perkataan hati seseorang ya?”
“Yaa.... aku mulai bisa mendengar ucapan batin seseorang saat aku berusia 5 tahun, saat aku tidurpun aku dapat mendengar suara, awalnya aku merasa takut tapi aku mulai terbiasa dengan hal ini”
“Wahhh Hebattt... aku iri padamu Camlyn” sela Elvan
Matahari sudah tepat di atas kepala, kami berhenti untuk mencari makanan disekitar, disepanjang perjalanan kami hanya mengobrol hal-hal ringan. Setelah makan siang kami melanjutkan perjalanan. Tak lama berjalan kami menemukan sebuah beruang yang mati.
“Tunggu kenapa rusa jantan ini bisa mati? Dan kenapa dia terluka, seharusnya dia mati karena racun bukan karena serangan” kataku
Tiba-tiba pohon disekitar kita bergoyang-goyang padahal tidak ada angin.
“Bersiaplah kita akan disambut kurang baik” kata Elvan
Semua akhirnya mengambil posisi kuda-kuda dan benar saja ada sekumpulan kera, ukuran mereka lebih besar dari pada ukuran biasanya, ditambah lagi mereka memiliki mana. Awalnya mereka hanya menyerang dari bawah saja, sehingga kami memilih terbang untuk menghindari serangannya, tetapi para kera tersebut cerdik mereka juga menyerang kami dari atas pohon. Kami ingin terbang lebih tinggi hingga melebihi pohon tetapi itu menyalahi aturan. Tidak ada pilihan lain kecuali menyerang sambil mencari jalan keluar.
“Aakhh...”
“Jesslyn” kataku menghampirinya
Semakin lama semakin banyak kera yang menyerang. Satu tersingkir dua lagi datang begitu seterusnya. Keadaan kami semakin parah karena terpisah satu sama lain.
Elvara POV
Kami terpisah, aku harus mengumpulkan mereka. Aku pun menghilang menjadi kabut tipis dan pergi menuju ketempat Camlyn. Aku memegang tangannya dia ikut menghilang, aku membawanya ketempat Jesslyn. Kemudian ketempat Aiden, lalu Savian dan yang terakhir Elvan. Kami sudah terkumpul di satu titik.
“Arrghhh, seandainya aku bisa menghilang lebih lama aku akan langsung membawa mereka pergi” batinku kesal
“Elvara apakah kau bisa menghilang lebih lama” tanya Savian berusaha mengalahkan suara kera
“Tidak, mana ku tidak cukup, lindungi aku, aku akan memurnikan mana, jika cukup maka aku bisa membawa banyak orang sekaligus”
“Bentuk formasi lingkaran, biarkan Elvara berada dalam perlindungan, jangan sampai ada serangan yang mengenai Elvara” perintah Camlyn
Aku pun langsung menuju ke tengah-tengah mereka berlima. Aku mulai memurnikan mana. Dari atas, aku merasakan ada sesuatu yang akan menyerang ku dari atas.
...~o0o~...
Tbc.
Jangan lupa like, comment, vote, and share.💜