
Camlyn POV
"Ini petunjuknya" kataku sambil membuka kertas petunjuk
"Setelah kau mengerti maksud gambar tersebut, carilah petunjuk tertulis dibalik cahaya. Berarti kita harus memecahkan petunjuk dari gambar ini" kata Elvara
"Sebentarrr,,, kaya ngga asing" kata Jesslyn
"Scorpio...."ucapku melambat "Ya, rasi bintang scorpio, barat, kita harus menuju ke arah barat" kata ku
"Cahaya, kita harus mencari cahaya yang berada di barat" sambung Elvara
"Let's go" ajak Jesslyn
Kita bertiga pun langsung terbang menuju ke arah barat. Sebelah barat adalah pegunungan sehingga kita harus terbang ke arah atas.
Elvan POV
"Pergilah ke arah timur, temukan sumber kehidupan mengalir ikutilah sampai kau menemukan cahaya sibak belakangnya" Kata Savian membaca petunjuk
"Aaaaa" kata Aiden sambil berfikir "Sumber kehidupan??? cahaya, tanah???"
"Stupid! emang tanah mengalir" kata Savian
"Sebentar...." kataku "Sumber kehidupan, mengalir? Mmm.... SUNGAI!!! ya sungai, kita harus menuju sungai arah timur" kataku gembira
"Ok kita ke sungai, cepat" kata Savian
Aku dan Savian pun langsung melesat ke arah timur, sedangkan Aiden tertinggal di belakang.
"Hei tunggu aku!!" kata Aiden tertinggal
Kami berdua tak mempedulikannya, hanya terus menuju timur. Ditengah perjalanan terdapat ribuan kupu-kupu penghisap beracun yang tertidur di pohon untuk menunggu mangsa untuk dimakan. Hal itu membuat kami bertiga terpaksa berjalan agar tidak membangunkan mereka.
"Heii.. Savian~, liat ada banyak kupu-kupu" kata ku lirih agar tidak membangunkan kupu-kupu
"Sssttttt... kau tak ingat aku trauma sama kupu-kupu" kata Savian sambil memegangi bajuku saking takutnya
"Kak~" kata Aiden sambil meraba leher Savian perlahan
"Aidennn jangan memnakuti ku" kataku risih
"Sstt ada yang datang" kataku
Dan... Boommm ada suara dentuman yang menggangu kupu-kupu tersebut hingga terbangun, kupu-kupu itu langsung terbang mengelilingi kami bertiga. Jimin yang melihat kupu-kupu yang begitu banyak mengelilinginya pun langsung pingsan.
"Argh,,, merepotkan" batinku melihat Savian pingsan
"AIDEENNN BUKA JALAN KELUAR!!" kataku berusaha mengalahkan suara kepakan sayap kupu-kupu "KAU TETAP DIBELAKANG KU. HALAU KUPU-KUPU ITU, AGAR TIDAK MENDEKAT"
Aiden langsung mengarahkan jari berpendarnya kearah kupu-kupu tersebut, keluar cahaya seperti laser dari jari Jungkook. Sementara itu aku sibuk mengamankan Savian agar tidak terkena racun kupu-kupu. Kita mengeluarkan sayap agar lebih cepat menghindari gerombolan kupu-kupu. Tetapi juga harus ambil resiko terkena racun kupu-kupu.
"Arrghhh... Sayapku..." kataku kesakitan
"KAKKK!! AKU SAJA YANG DIDEPAN, AKU AKAN MEMBUKAKAN JALANNYA!!"
Tanpa menunggu jawaban dariku Aiden langsung mengambil tempat di depanku.
"Arggggghh,,, sayapku hampir lumpuh"
"Kak bertahanlah sebentar lagi kita akan keluar dari kawanan kupu-kupu ini" kata Aiden
Kami berdua berhasil terbang menjauhi kawanan kupu-kupu tersebut. Tanpa disadari kita bertiga sudah sampai di pinggir sungai.
"Kakak tak apa???" kata Aiden memastikan "Sebentar kuambil kan air, kak airnya dingin" kata Aiden
"Tidak apa" ujarku menahan sakit
Lalu Aiden pun menyiramkan air tersebut ke wajah Jimin.
"Ehh kupu-kupu banjir" kata Jimin terkejut "Elvan tunggu bentar" kata Savian sambil mengeluarkan healing power nya.
Keringat bercucuran di wajah Savian. Memang tidak mudah untuk menguasai healing power, hanya beberapa orang yang bisa menguasainya.
"Hah... racunnya benar-benar pekat" kata Savian sambil mengusap keringatnya
"Thanks..." kataku sambil memperlihatkan box smile
"Kak.... Aiden laper..." kata Aiden sambil memegang perutnya
"Aiden ngga bawa makanan"
"Hah... Ya udah terpaksa manual" kataku
Kami bertiga akhirnya memutuskan berpencar untuk mencari buah yang bisa dimakan dan kembali lagi ke tepi sungai.
Sambil berjalan mencari buah aku memikirkan kejadian tadi, bagaimana bisa tiba tiba muncul dentuman dari jarak dekat, dan aku juga merasakan kehadiran seseorang, apa mungkin ada peserta yang memakai jubah invisible, tapi jubah invisible hanya bisa didapatkan di pasar gelap dan jika ingin membeli secara legal harus dapat izin ayah.
***
Rosèanne POV
"Huh... Lynx kemana sih, kan aku lapar" kataku mengeluh
"Halah udah biarin, palingan nyari makanan" sahut Lacerta
Beberapa menit kemudian, Lynx datang kembali sambil membawa beberapa buah.
"Nih buah" kata Lynx memecah keheningan
"Kok kamu pake jubah invisible?" tanyaku heran
"Hhh,,, rahasia, yang penting plan A berhasil" kata Lynx smirk "Sana cari daun ama kayu buat persiapan, udah mau malem"
...***...
Aletha POV
Malam pertama kami bertiga di hutan kami menyiapkan tempat untuk tidur dan api unggun untuk menerangi malam. Kami bertiga berusaha memecahkan petunjuk. Lisa yang kelelahan berfikir akhirnya tertidur lebih awal.
***
Camlyn POV
"Hah... akhirnya sampe juga ada juga lahan terbuka" kataku menghela nafas
"Tapi disini dingin deket sungai" kata Elvara mengeluh
"Jalan lagi, tanahnya belum rata" kata Camlyn dingin
Aku dan Elvara hanya menurutinya. Tak berselang lama kami melihat asap, sepertinya asap api unggun. Elvara yang menyadari langsung berlari sumber api. Semoga saja bukan si Lynx batinku. Untungnya bukan Lynx yang berada di perapian, melainkan para pangeran.
"Nona-nona, kenapa kalian ada di sini?" kata Aiden
"Ini" Camlyn memberikan kertas petunjuk yang dibawanya
"Kita ngga tau cahaya dimana, kita cuman disuruh aja buat ke arah timur" kata Elvara
Aku sibuk menata tempat untuk tidur dan membuat kubah gelembung untuk berjaga-jaga jika ada yang ingin menyerang. Kami berenam langsung mengambil tempat masing-masing, Camlyn menambahkan bintang buatannya diantara dua kubah, dan mematikan api unggun.
Savian POV
"Wah...Kau hebat" kataku takjub
"This is nothing..." balas Camlyn
Tengah malam hampir tiba entah mengapa aku tidak bisa tidur. Begitupun dengan Camlyn aku bisa melihatnya di kubahnya. Camlyn memutuskan untuk duduk di pinggir sungai menikmati aliran air. Aku menyusulnya lalu duduk di sebelahnya, aku merentangkan sayapku guna menyelimuti tubuh Camlyn.
"Thanks" kata Camlyn tanpa melihatku "Menurutmu, selanjutnya pergi ke arah mana?"
"Tidak tau, kan itu tergantung petunjuk"
Beberapa menit hening, Camlyn hanya memandangi ikan bercahaya yang ada di sungai, begitu pun denganku. Tanpa aku sadari seperti ada yang memberi tahuku bahwa arah selanjutnya adalah Utara.
"Utara..." kataku bersama Camlyn
Kamipun tertawa bersama.
"Kau juga akan kearah Utara?" kata ku
"Iya.., seperti ada yang memberi tahuku begitu saja"
Hari sudah sangat larut, Hwa-Young pun tertidur di pundak ku dalam pelukan sayap ku.
"Cantik" batinku sambil menatap Hwa-Young. Aku pun ikut tertidur di sampingnya.
...***...
Tbc.
Jangan lupa like, comment, vote, and share. 💜