MAGIC ACADEMY

MAGIC ACADEMY
Hari Pertama



Camlyn POV


pagi hari, jam 3


Pagi dini hari aku terbangun entah mengapa. Tanpa pikir panjang aku langsung bersiap untuk pergi ke koperasi, mengambil buku pelajaran, karena kemarin belum sempat. Lorong kerajaan gelap hanya ada penerangan berupa lampu yang ditempel di dinding itupun cahayanya redup. Saat pagi hari lorong kerajaan sepi.


Sampailah aku di koperasi. Aku langsung mengambil buku-ku, Jesslyn dan Elvara. Penjaga koperasi terlihat tua, dia berjenggot putih panjang.


Buku-buku aku bawa menggunakan jari berpendarku, sehingga buku bertumpuk itu melayang dibelakangku. Aku berjalan menuju koperasi akademi untuk mengambil seragam dan beberapa bahan sihir. Lalu kembali menuju asrama.


Bruukk. Seseorang menabrakku dari samping. Sepertinya dia sedang terburu-buru.


"Aww. Kalo jalan liat-liat dong"


Barang yang aku bawa pun menimpa ku dan orang yang menabrakku.


"Maafkan saya nona" kata lelaki yang menabrakku, sambil memunguti barangku


Aku menambahkan mana pada jariku agar cahaya yang keluar lebih terang, karena lorong menuju asrama sedikit gelap.


"Anda pangeran ke-7 kan?" kataku memastikan dan langsung mengubah kosakata ku.


"Benar, nona" balas Aiden


"Kenapa Anda berkeliaran di asrama akademi? seharusnya-kan Anda berada di istana"


"Aah aku hanya sekedar berjalan-jalan pagi, nona sendiri akan kemana?"


"Saya hendak kembali ke asrama"


"Boleh aku temani ?"


"Silahkan" jawab ku singkat


"Nona, tolong jangan terlalu formal, anggap saja aku ini teman dekatmu. Sini biar aku bawakan bukunya"


Aku hanya memberikannya tanpa mengatakan apapun. Hening, tidak ada percakapan diantara aku dan Aiden. Setelah beberapa menit Aiden membuka percakapan.


"Ngomong ngomong nona dari mana asalmu"


"Dari perut ibuku" kataku sambil menahan tawa dalam hati


"Ayolah nona jangan seperti kakak ku" rengek Aiden


"Hahaha, iya iya aku dari Stanton Moor" tawaku pun lepas


"Manis" batin Aiden


Author POV


Camlyn yang memiliki kemampuan mendengar ucapan batin seseorang pun wajahnya memerah. Wajar saja jika wajahnya memerah karena selama ini tidak ada yang mengatakan seperti itu pada Camlyn. Sebelumnya tidak ada laki-laki yang berani mendekati Camlyn karena dia sangat dingin.


"Hey nona kenapa wajahmu memerah, apa kau kedinginan?" kata Aiden sambil memakaikan jasnya pada Camlyn


"Ahh tidak kok" kata Camlyn semakin memerah


.


.


.


.


Sampai didepan asrama Camlyn, dia menyuruh Aiden menunggu diluar.


"Kau tunggu diluar saja" kata Camlyn mengambil buku dari tangan Aiden


Camlyn masuk ke kamarnya dan meletakkan buku-buku yang dibawanya.


"Astagaaaa... mereka belum bangun juga" kata Camlyn menggerutu dan kembali ke luar


"Nona, temenin aku jalan jalan mau nggak?"


"Boleh" jawab Camlyn


Mereka berjalan menyusuri lorong-lorong akademi hingga sampailah mereka di taman belakang kerajaan.


"Nona, aku belum tahu namamu"


"Camlyn, Camlyn Ravenala"


"Nona Camlyn,,. Dari mana orang tuamu berasal?" tanya Aiden tiba-tiba


"Mengapa kau menanyakan hal itu?"


"Maafkan aku telah lancang, Magic sign mu, aku jarang melihatnya"


"Ini ? magic sign ini berasal dari nenek ku. Kalau tidak salah dia berasal dari namanya, distrik Crux, tapi aku jarang mendengar tentang distrik Crux"


"Distrik Crux? Aku tidak pernah mendengarnya"


"Hmm, Akupun. Kurasa itu distrik yang terpencil


Camlyn dan Aiden pun berbincang sangat lama. Hingga tak terasa matahari mulai terbit.


"Nona Camlyn, sebaiknya kau segera kembali ke asrama untuk bersiap, matahari mulai terbit"


"Ah iya tak terasa, aku akan kembali ke asrama" Hwa-Young pun hendak berjalan menuju asrama


"Tunggu nona, biar aku buatkan portal"


"Baiklah,,, Terimakasih"


***


di kamar 731


"Whatt?! Seriously!?! ... belum pada bangun juga?!" kataku kesal


"Hehe,,, bersiaplah...." aku mengarahkan jari berpendarku kepada Jesslyn dan Elvara dan air pun keluar dari jari ku "HEEEEIII!!! BANGUNNNN CEPETANNNN" kata Camlyn sambil berteriak


Jesslyn dan Elvara pun terkejut tapi masih setengah sadar.


"Seragam sama buku kalian ada di meja, buruan mandi, aku lapar pengen sarapan"


"Iya iya, cerewet banget sih" kata Jesslyn mengantuk


Tanpa sepengetahuan Jesslyn, Elvara lebih dulu masuk kamar mandi.


"Heii!!! Elvara aku duluan yang mandi" teriak Jesslyn


Elvara tak menanggapi hal tersebut dan nekat masuk ke kamar mandi.


Camlyn POV


dikelas E


Setelah masuk ke kelas E aku langsung mencari tempat duduk di tengah. Sambil menunggu pelajaran dimulai aku membuka buku pelajaran.


"Hai, aku Lacerta, nama mu?" tanya seorang gadis bermagic sing mermaid


"Camlyn" jawabku cuek sambil melihatnya sekilas


Bel masuk berbunyi. Semua murid masuk dan mengambil tempat duduknya masing-masing. Sementara sebelahku masih kosong.


"Selamat pagi anak-anak" sapa guru di depan kelas


"Maaf, aku terlambat" kata seorang pria yang tiba-tiba ada didepan pintu


Jimin langsung mengambil tempat di sampingku. Pelajaran pun berlanjut sampai istirahat.


"Hai, Savian" sapanya sambil mengulurkan tangan


"Camlyn" kataku tak menjabat tangannya, karena asyik membaca buku


"Jadi cewe kok cuek banget" batin Savian


"Camlyn Ravenala kan ?" tanya seorang gadis yang tiba-tiba menyela


"Lalisa? anaknya temennya ayah ?"


"Iya" Lisa langsung memelukku


"Wahhh, ngga nyangka benget kalo kita bakalan ketemu disini"


"Ke kantin yuk" ajak Lisa


"Dih, dikacangin" kata Savian menggerutu


"Yaa,,, Pangeran kalo mau ikut, ikut aja" kata Lisa dengan nada mengejek


"Mampir ke kelas A dulu ngga apa-apa kan ya, jemput si Jess" kataku


"Gapapa yok"


"Ikut" kata Savian menyusul


kelas A


"Elvara, Jesslyn mana?" tanyaku


"Katanya tadi ada urusan"


"Aideeennn" teriak Savian


"Ihhh nggak usah teriak kenapa" kataku kesal


"Saviaaann!!!" balas Aiden "Aah, nona, senang bertemu dengan mu lagi"


Aku hanya membalasnya dengan senyuman.


"Yo dah kita aja yang ke kantin" jawab Lisa


"Yo dah yuk"


"IKUTTTT" kata Elvara, Savian, Aiden, Alteiro, dan Putri mahkota. Alhasil teriakan itupun menuai perhatian banyak orang.


"Ssttttt, pelan aja" kata Lisa


Jesslyn POV


Aku dan Elvara masuk ke kelas dan mencari tempat duduk. Murid kelas A mengadakan perkenalan sebelum bel berbunyi


"Hai semua aku Jesslyn Ravenala, dan ini Elvara" sapa ku didepan kelas


"Salam kenal semua" sambung Elvara


"Hai, salken Aletha Bailey dan ini saudaraku, Stella Bailey" kata seorang gadis ber-magic sing Falcon


"Kenalin aku Rhys" kata seorang laki-laki bertubuh kekar


"Halo semuaaa... Aku Fredelle, you can call me Adelle" ucap putri mahkota ramah


"Eyyy yooo... My name is Aiden, the most handsome man in the academy" kata Aiden percaya diri


"That's my boy" teriak pangeran ke empat dari tempat duduknya


Seisi kelas pun tertawa. Karena tingkah mereka kecuali seorang gadis.


"Namaku Lynx" kata gadis yang tidak tertawa tadi


"Hai semua aku Klarybel, salken" kata seorang gadis berbadan gempal


kringggg.... *bel masuk


Selama pelajaran, kelas A dibuat tertawa oleh pangeran ke empat dan pangeran ke tujuh. Tak terasa waktu istirahat pun tiba. Tiba-tiba Youra teringat perkataan putra mahkota, bahwa dia harus menemui putra mahkota sewaktu istirahat.


"Eh Elvara, aku ke kelas sebelah dulu ya, nanti kalo ada yang nyariin bilang aku lagi sibuk, dahh" kataku


"Mmmm okok"


"Permisi" kataku didepan kelas B. Ternyata disana hanya ada beberapa murid dan putra mahkota


"Sini kau Jesslyn, ambilkan buku sejarah sihirku sama ambilin 2 blood milk" suruh Seokjin


"Udah itu aja?" tanyaku memberanikan diri


"Sekalian kue bulan"


"Hihhh ambil sendiri kan bisa" batinku


Aku lantas pergi ke perpustakaan mengambil buku dan langsung kekantin.


"Jesslyn?" sapa seseorang di kantin


"Ehh, Lalisa?"


"Iya!" sambil memelukku


"Udah lama ngga ketemu"


"Kesana yuk lagi rame tuh" sambil menarik tanganku, aku hanya bisa pasrah


"Hai semua aku kombekk...." kata Lisa


"Jesslyn sini, duduk" kata Camlyn, Aku pun duduk disebelah dan langsung mengambil makanannya.


"Putri mahkota," aku memanggilnya


"Menurut Anda putra mahkota itu seperti apa?" tanyaku


"Ya?? Mmm Edzard yaa... dia orangnya pintar meracik ramuan, suka usil, kadang sifatnya kaya anak kecil, yaaa begitu lah, tapi kenapa kau tiba-tiba tanya seperti itu???"


"Ah.. nothing" kataku "Emmm, semuanya aku balik ke kelas dulu ya dah~" kataku terburu-buru


kelas B


"Lama banget sih" kata Edzard


"Tadi ke toilet dulu" jawabku asal


"Nih" kata Edzard sambil menyodorkan blood milk


"Thanks"


Edzard POV


"Magic sign nya langka, kliatannya melebihi kasta bangsawan" batinku


...***...


Tbc.


Jangan lupa like, comment, vote, and share.