MAGIC ACADEMY

MAGIC ACADEMY
Laugh?



Papan pengumuman menunjukkan peringkat para murid berdasarkan beberapa kategori.


"Wahhh...kau memang yang terbaik" kata Jesslyn takjub


"Iyalah aku gitu lohh..." balas Camlyn menyombongkan diri


Mereka bertiga puas dengan hasil yang mereka dapatkan.


...***...


Satu hari setelah pengumuman hasil tes, mereka yang berbeda pada peringkat sepuluh besar untuk ranking umum, lima besar untuk ranking healer dan concoction, dipanggil menuju ruang pertemuan kerajaan.


***


"Semoga mereka dapat menerima misi ini" kata Axelle memecah keheningan.


"Semoga saja" balas Gracia


Tak lama kemudian Putri mahkota disusul oleh para Pangeran datang ke ruangan tersebut. Gracia memberi tahu mengapa mereka dipanggil. Setelah mendengar alasan mereka dipanggil, mereka hanya ber-oh sebentar. Beberapa menit kemudian Camlyn, Jesslyn, Elvara, Aletha, Stella, Rosè, Lisa, dan Lacerta, datang keruangan tersebut. Tanpa embel-embel, Axelle langsung menyampaikan tujuannya memanggil mereka.


"Sudah lengkap? Langsung saja to the point, kalian semua akan menjalankan misi, aku tau kalian pasti kaget, ini hal mendadak tahun sebelumnya tidak ada hal seperti ini, kemungkinan kalian akan pergi ke tempat diluar Malachite"


"Tunggu apa kami juga akan ikut?" tanya Elvan sedikit bingung karena ini tidak ada direncana


"Misi? misi apa?" potong Stella


"Ya kalian juga akan ikut, misi penangkapan terhadap tahanan" balas Axelle


Mereka saling bertatapan satu sama lain, tak terkecuali putri mahkota dan para pangeran.


"Tapi mengapa kami yang ditugaskan? mengapa tidak para prajurit atau pasukan khusus?" tanya Lacerta bingung


"Pertanyaan yang bagus, kalian memiliki potensi yang lebih besar dibandingkan pasukan khusus, sehingga kita memilih kalian" jelas Gracia


Pertemuan itu berlangsung tidak sebentar. Berbagai pertanyaan mereka ajukan karena bingung. Bahkan setelah pertemuan mereka semua masih bingung dengan situasi yang terjadi. Akhirnya mereka semua termasuk para pangeran memutuskan untuk pergi ke ruangan khusus pangeran dan putri.


"Mendadak banget sih menurutku, tiba-tiba kita dikasih misi, and misinya ngga gampang?" tanya Lisa masih syok pada yang lain.


"Banget, tapi kalo habis pulang dari misi dikasih makan enak selama sebulan eh nggak, selama setahun, aku okok aja, hehe" balas Rosè nyengir.


"Ngomong-ngomong Putri mahkota sama prince's tau tentang ini kah? tanya Lacerta yang berada dibelakang para pangeran dan putri mahkota.


Matteo mengubah arah tubuhnya, menyebabkan dia berjalan mundur "Sudah sih tapi kita ngga tau kalo kita bakalan ikut misi, yah kukira cuman bantu mikir rencana aja" jawab Matteo


"Tapi kenapa tidak memberi tahu kami?"


"Nanti kami jelaskan, sekarang kita ke private room dulu" Sambung Aydin dingin


"Kenapa ngga di kantin kan bisa sambil makan?" Rosè


"Kau mau makanan? Nanti gampang" Jawab Savian enteng


Mereka akhirnya pergi ke private room. Semua orang sudah masuk ke dalam ruangan dan Savian yang terakhir. Dia berbisik pada penjaga ruangan dan penjaga itu mengangguk mengerti.


.


.


.


"So? Kenapa kita kesini?" tanya Camlyn


Matteo menjentikkan jarinya, dan seketika itu ruangan seperti dilapisi oleh sesuatu.


"Apa itu?" tanya Lisa dan Lacerta bersamaan


Pintu ruangan diketuk pelayan kerajaan membawa semacam appetizer dan dessert, bisa dibilang jumlah banyak. Setelah itu pelayan memberi hormat lalu pergi keluar.


"Itu semacam peredam suara" jawab Matteo


Semua yang berada di ruangan tersebut langsung mengambil makan yang tersedia, kecuali Camlyn dan Namjoon. Namjoon mengotak-atik sesuatu di atas meja, lalu muncullah sebuah layar hologram yang tersusun dari pasir emas. Di dalam layar hologram emas itu terdapat beberapa statistik, dan juga data-data yang hanya diketahui pihak kerajaan, bisa dibilang data-data itu tidak terlalu berbahaya jika orang lain tahu.


Saat Alteiro membuka hologram tiba-tiba Rosè berbicara disela makannya "Sekarang aku tau, why makanannya ngga ditaruh disini hikds"


Layar hologram menampilkan wajah seorang pria. Bibir bagian bawahnya sedikit tebal, rahangnya dan alis yang tegas. Hidung yang sempurna, lehernya jenjang, kulit putih. Itu semua membuatnya tampak sempurna.


Seketika itu para murid perempuan yang ada diruangan itu berkata serempak "Wahhhh,,,, dia sangat tampan..." kecuali Putri mahkota dan Camlyn


"Jangan tertipu" balas Putri mahkota


"Kalian pada ngga liat aku yang tampan ini" kata Elvan yang duduk diseberang mereka


Tak ada balasan apapun, hening.


"Ahh, sudah lupakan, lanjut saja ke topik" sambung Elvan sedikit kecewa


"Shivers Major, bisa dibilang dia penjahat kelas kakap" jelas Alteiro


"Menurut sejarah dia hampir menguasai dunia sihir waktu itu, kurang lebih 30 tahun yang lalu" sambung putri mahkota "Wajahnya sama sekali tidak menua, entah sihir apa yang dia gunakan"


"Apakah lokasinya sudah terlacak?" tanya Camlyn


"Hmm?" gumam Aydin menaikkan satu alisnya "Kelihatannya sudah terlacak, mungkin ratu merahasiakannya sementara"


Percakapan diruangan tersebut berlangsung lama, Aiden, Elvan, Savian, Rosè, Lisa hanya makan saja. Dalam ruangan tersebut yang banyak menjelaskan adalah Namjoon menjelaskan. Setelah membahas tentang Shivers, mereka hanya bercanda dan menghabiskan makanan yang tersedia.


Perlahan-lahan hari mulai gelap, mereka yang berada di dalam ruangan tidak sadar karena disana tidak terdapat jendela.


"Kakk..., jam berapa ini?" bisik Alteiro pada Aydin


"Jam enam, ada apa?" tanya Aydin balik


"Mmm, ngomong-ngomong udah mau malam, gimana kalo dilanjut kapan-kapan lagi?" sela Alteiro di antara ruang yang penuh tawa


"Ahh, iya tidak terasa, kalau begitu kita kembali ke asrama dulu" Kata Aletha diakhiri senyum untuk menanggapi Namjoon. Aletha pun keluar diikuti Stella, Rosè, Lisa, dan Lacerta.


"Kalau begitu kita juga balik ke asrama dulu" kata Camlyn pamit, sambil menggandeng tangan Jesslyn.


"Makasih, buat info sama makanannya" sambung Elvara


"Besok ngobrol-ngobrol lagi ya, terserah mau dimana" putri mahkota melambai kecil


Fredelle POV


"Hahh akhirnya bisa rebahan lagi..." kata Aydin merebahkan tubuhnya ke sofa.


Tok tok, pintu diketuk. Seorang penjaga laki-laki masuk lalu memberi hormat.


"Putri mahkota anda dipanggil untuk pergi ke ruangan Raja besok pagi" kata penjaga itu


"Oh? Ok" jawabku singkat. Pasti tentang itu. Ahh... aku malas datang...


"Kakak..., Kau tak apa?" tanya Matteo khawatir melihat wajahku yang sedikit gelisah


"Hhmm?. Ahh tidak apa-apa" jawabku spontan "Aku kembali keruangan ku dulu"


.


.


.


.


.


.


.


Tbc.


Jangan lupa like, comment, vote, share, add to favorites. 💜


Huhu maap ngga up lama bet,(╥﹏╥) you know lah tugas uda berbaris menunggu dikerjakan ಥ‿ಥ