
"Zen! Lihat apa yang aku temukan!" Ucap Lisia.
Zen berbalik, dia menghampiri Lisia "Ada apa?" Tanya Zen.
"Lihat, ini anting Putri Selia." Lisia menunjukkan anting Selia pada Zen.
"Sepertinya Putri Selia pernah berada di sini sebelumnya." Ucap Lisia.
Lisia melihat emas itu, entah kenapa firasatnya menyuruhnya untuk memegang emas itu.
Lisia memegang emas itu, sebuah portal muncul di belakangnya.
Portal itu menarik Lisia. Zen yang melihat Lisia ditarik oleh portal mencoba menarik Lisia.
Tetapi, portal itu juga ikut menariknya dan membuat mereka berdua masuk ke portal itu.
***
Selia membuka matanya, dia kini berada di sebuah ruangan yang gelap.
"Dimana ini?" Gumam Selia.
Selia lalu mengingat apa yang terjadi padanya. Lak diculik, lalu dia kabur untuk menyelamatkan Lak dan masuk ke sebuah portal.
'Lak!' Batin Selia.
Selia melihat sekeliling, ada sebuah pintu di ruangan itu. Dia berdiri lalu pergi ke pintu itu.
Selia tidak tahu apa yang berada di balik pintu itu, tapi dia memberanikan dirinya dan membuka pintu itu.
'Tidak dikunci!' Batin Selia.
Selia keluar dari ruangan itu, dia berjalan tanpa arah.
***
Lisia membuka matanya, dia berada di tempat lain yang tidak dikenalinya.
Lisia berdiri dan melihat Zen yang berada di sebelahnya.
"Zen." Panggil Lisia.
Zen membuka matanya, dia berdiri "Di mana ini?" Tanya Zen.
"Aku juga tidak tahu. Tapi sepertinya putri Selia juga masuk ke portal itu dan berada di tempat ini." Ucap Lisia.
"Kalau begitu, kita harus mencari Selia." Ucap Zen dan disetujui oleh Lisia.
Mereka melihat sekeliling dan menemukan jalan keluar. Lisia dan Zen lalu keluar dari ruangan itu.
Mereka mengelilingi tempat yang merupakan markas dari orang berjubah hitam itu. Markas ini sangat luas.
Lisia dan Zen mengeliling markas ini, tapi tak juga menemukan Selia di mana.
***
Selia sedari tadi berjalan, hingga dia tiba di sebuah tempat seperti penjara.
Selia memberanikan dirinya, dia masuk ke tempat itu.
Selia terus berjalan di penjara itu. Tak ada orang di dalam sel penjara yang begitu banyak.
Tempat itu sangat sunyi, sepanjang perjalanan hanya ada suara langkah kaki Selia.
"Tidak ada orang, apa aku cari di tempat lain saja?" Gumam Selia.
Selia berbalik dan akan pergi, tapi dia dihentikan oleh sebuah suara.
"To...long..." Suara itu terdengar sangat lemah.
Selia berhenti, dia berbalik, suara yang dia kenali 'Suara Lak!' Batin Selia.
Selia berlari dan pergi ke asal suara itu, sesampainya di sana dia menemukan Lak yang berada di dalam sel penjara dalam keadaan kaki dan tangannya terikat.
Bukan hanya itu, Lak memiliki banyak luka di tubuhnya. Selia terkejut melihat kondisi Lak.
"Lak!" Ucap Selia.
Lak melihat Selia "Put...ri..."
Selia menggunakan sihirnya dan mencoba menghancurkan sel penjara itu. Tetapi, ada sihir di penjara itu yang menghalanginya dirinya.
Selia tidak menyerah, dia mencoba menghancurkan sihir di penjara itu.
Selia melihat Lak yang sangat lemah saat ini, pandangan Lak perlahan menghilang.
Melihat kondisi Lak, Selia menjadi panik "Lak! Bertahanlah!"
Lak melihat Selia yang terlihat khawatir dan akhirnya kesadarannya menghilang.
Tapi percuma, sihir itu terlalu kuat untuk Selia.
Selia jatuh ke lantai, dia kehilangan banyak kekuatan sihir dan tenaganya.
Sebuah gas memenuhi ruangan itu. Gas itu membuat pandangan Selia menjadi buram dan perlahan menghilang.
Hal terakhir yang dilihat Selia adalah dua orang berjubah hitam yang sedang berjalan ke arahnya dan akhirnya dia kehilangan kesadarannya.
***
Lisia dan Zen telah mengelilingi tempat itu selama hampir 1 jam, tetapi mereka tidak juga menemukan Selia.
'Percuma, bila seperti ini kami hanya akan membuang sia-sis tenaga kami.' Pikir Lisia.
'Seandainya kami memiliki peta tempat ini...' Lisia berharap mereka memiliki peta tempat ini agar mereka bisa menemukan Selia dengan mudah.
Lisia dan Zen merasakan sebuah sihir kuat yang menarik perhatiannya, mereka berjalan mendekati asal sihir itu.
Mereka sampai di depan pintu ruangan yang memiliki energi sihir yang sangat kuat.
Bahkan tanpa sihir pelacak sekalipun, mereka bisa merasakan sihirnya karena sihir itu sangat kuat.
Lisia dan Zen saling melihat, lalu mereka mengangguk.
Lisia dan Zen memegang pintu itu, mereka memberanikan dirinya dan kemudian membuka pintu itu.
Zen terkejut melihat banyak orang yang berada di sebuah benda seperti tabung.
Lisia mendekati salah satu tabung itu 'Jadi ini adalah tempat eksperimen manusia.' Pikir Lisia.
Lisia melihat sebuah pintu yang berada di ruangan itu.
Lisia berjalan mendekati pintu itu. Dia membuka pintu itu dan menemukan banyak batu yang berisi sihir dari dalam kaca.
Dari batu itu ada selang panjang yang tersambung dengan tabung-tabung yang berisi manusia.
Lisia mendekati salah satu batu sihir tersebut.
'Batu sihir ini berisi sihir yang sangat kuat, dan selang yang tersambung dengan tabung itu membuat para manusia percobaan itu mendapatkan kekuatan.' Pikir Lisia.
Lisia menyentuh kaca dari batu sihir itu 'Tapi batu sihir ini berisi kekuatan yang sangat kuat. Batu sihir yang sekuat ini hanya bisa didapatkan dengan 2 cara, dan salah satunya adalah mengambil kekuatan seseorang sampai dia mati.'
"Jadi karena itu mereka mengincar Selia." Ucap Lisia.
***
Zen melihat sekitarnya, dan dia tidak melihat Lisia "Lisia?"
Zen melihat sebuah pintu, dia berpikir mungkin saja Lisia berada di sana.
Zen berjalan pergi ke pintu itu, dia terkejut melihat banyak batu sihir yang sangat kuat di balik kaca.
Zen melihat Lisia yang sedang memperhatikan salah satu batu sihir dengan wajah serius.
"Lisia." Panggil Zen.
Lisia tersadar, lalu dia menoleh dan melihat Zen.
Zen menghampiri Lisia "Lisia, batu sihir ini..."
Seakan tahu apa yang dipikirkan Zen, Lisia mengatakan "Ya, kemungkinan besar inilah penyebab mereka mengincar putri Selia." Ucap Lisia.
Zen melihat semua batu sihir yang berada di balik kaca itu.
Lisia melihat Zen "Target mereka adalah orang-orang yang memiliki sihir kuat agar mereka bisa mengambil sihirnya. Setelah kita diberi misi untuk melindungi Selia, kemungkinan besar..." Lisia menghentikan kata-katanya.
Zen terkejut "Target mereka adalah kita bertiga?"
***
Selia berusaha terlepas dari borgol yang saat ini mengikatnya, tampak di depannya 2 orang berjubah hitam.
Selia menatap tajam kedua orang berjubah hitam itu "Apa tujuanmu?! Kenapa kau mengincarku?!"
Bos berjubah hitam mendekat "Putri, kau memiliki kekuatan sihir penyembuh yang sangat besar. Dari pada kekuatan itu disia-siakan, lebih baik aku mengambilnya bukan?" Ucapnya.
"Jadi yang kau incar adalah kekuatanku?" Selia merendahkan suaranya, tetapi dia tetap menatap tajam bos berjubah hitam itu.
"Kenapa? Dan siapa kau?" Tanya Selia.
"Kau ingin tahu siapa aku?" Bos berjubah hitam memegang jubahnya lalu melepasnya.
Selia terkejut melihat wajah orang dihadapannya "Kau..."
Bersambung...