
Aku pun langsung menuju ke tengah-tengah mereka berlima. Aku mulai memurnikan mana. Dari atas, aku merasakan ada sesuatu yang akan menyerang ku dari atas.
"Awas!!! Dari atas!!!!" kataku berteriak
"Serahkan padaku" kata Camlyn sambil membuat kubah transparan
"Camlyn jangan lengah!!, dari depan!!!"
Dan benar saja serangan kera itu mengenai bagian pundak Camlyn, kera itu tidak memberi celah untuk menghindar, dia langsung menyerang dagu Camlyn, Camlyn akhirnya tak sadarkan diri. Untungnya mana ku segera terkumpul. Aku langsung membawa Camlyn dan yang lainnya pergi dari kerumunan kera yang mengamuk.
"Berhenti sebentar" kata Jesslyn saat sudah jauh dari kera "Siapa yang memiliki kemampuan healing?" kata Jesslyn sambil mendekap Camlyn
"Aku, kemarikan Camlyn sebentar" kata Savian mengambil alih Camlyn
"Kera itu memasukan racun lewat serangannya tadi" kata Savian sambil mengobati Camlyn "Rancunya sudah ku netralkan, tenanglah, dia hanya pingsan akibat serangan di dagunya tadi, tapi kemungkinan dia akan lumpuh beberapa jam, akibat efek samping racun"
"Kita istirahat sebentar" kataku
Kami akhirnya beristirahat sebentar di tengah perjalanan. Jesslyn tetap setia memeluk Camlyn.
1 jam kemudian
"Bagaimana kalau kita melanjutkan perjalanan" kata Aiden
"Lalu, Camlyn??dia masih belum sadar" kata Jesslyn
"Biar aku yang membawanya" kata Savian menawarkan bantuan
Savian pun membopong Camlyn selama perjalanan.
Camlyn POV
"Akkhh.. kepalaku pusing" batinku sambil berusaha membuka mata "Badanku mati rasa! ngga bisa di gerak-in!"
"Kau sudah sadar rupanya, kau lumpuh sementara" kata Savian
"What!?! lumpuh. Kenapa sih harus lumpuh" batinku kesal
Aku hanya bisa pasrah. Sepanjang perjalanan aku hanya bisa diam. Aku bahkan tidak bisa merasakan tubuhku.
"Berat" kata Savian pelan
"Yaa!!! apa kau bilang?! aku berat!?" kataku kesal "Kalau saja aku tidak lumpuh pasti aku sudah merobek mulutmu" kataku menggerutu
Semua yang menyaksikan hal tersebut tertawa. Setelah beberapa jam akhirnya kami sampai ditempat yang sudah di tentukan oleh peri Jesslyn.
"Makasih, peri kecilku" kata Jesslyn kepada peri-nya. Peri tersebut langsung masuk kembali kedalam magic sign Jesslyn.
Jari-jari tangan ku sudah mulai bisa aku gerakkan begitu pula kepalaku, hal ini berarti aku sudah bisa memindahkan barang menggunakan jari-ku.
"Kak Savian kita pergi mencari makanan dulu" kata Aiden
"Aku ikuttt..." kata Elvara
Aiden, Elvan dan Elvara pun pergi. Tersisa kami bertiga. Savian meminta Jesslyn untuk memegangi ku sebentar. Savian dengan lihai menggerakkan jari berpendarnya untuk menyiapkan perapian dan tempat untuk tidur.
Alteiro POV
"Satu petunjuk lagi kita akan sampai tujuan" kataku
"Enak ya satu tim sama Alteiro, langsung tuntas semua teka-teki nya" kata Aydin
"Kita tinggal santai, Alteiro yang mikir" sambung Matteo
"Hhh... Punya kakak kok pada lucknut" aku memutar mataku malas
"Tidur yok ngantuk" kata Aydin
"Nye nye nye nye nye" kataku kesal
***
Aydin POV
"Aiden lihat ada apel" kata Elvara sambil memetik salah satu buahnya
"Tunggu nona, lihat di bawah pohonnya"
"Banyak ulat yang mati, bahkan masih ada yang bergelantungan di apel, artinya buah ini beracun" jelas Elvan
"Nona, kau payah sekali dalam membedakan antara yang beracun dan tidak" kataku
"Ya maaf aku kan bukan ahlinya" kata Elvara
"Sudahlah kita cari yang lain" kata Elvan
Kami pun melanjutkan percarian.
"Lihat itu black diamond apple" kata Elvara
"Bagaimana kau tau?" tanya Elvan
"Mmm... aku mengetahuinya dari buku perpustakaan. Tidak banyak informasi tentang apel hitam itu, tapi apel hitam itu dapat dikonsumsi kok, tenang aja" kata Elvara
"Ya sudah tunggu apalagi? langsung petik saja"
Kami pun segera memetik apel hitam tersebut dan bergegas kembali ke tempat berkumpul.
***
Author POV
Camlyn sudah pulih dari lumpuhnya dia rela tidak tidur agar dapat memecahkan petunjuk terakhir dan segera sampai tujuan. Begitupun dengan tim yang lainnya. Alteiro, Aydin dan Matteo sudah sampai tujuan pertama kali. Berbeda dengan Lynx yang malah sibuk untuk melukai tim lain hingga mengakibatkan tim lain kehilangan nyawa. Dua orang temannya yaitu Anne dan Lacerta tidak mengetahui bahwa Lynx pergi bukan untuk menyendiri melainkan melakukan rencana jahatnya.
Ternyata tujuan akhir semua tim sama, bagian start, yaitu bagian tengah hutan. Lynx adalah peserta kedua yang sampai pada tujuan akhir. Tanpa pikir panjang Lynx langsung menyerang Alteiro, Aydin dan Matteo, Lynx tidak mengetahui bahwa yang ia serang adalah para pangeran. Pertarungan tersebut bertahan agak lama karena Lynx dibantu oleh beberapa demon-nya, ukurannya setara dengan lelaki dewasa. Para peserta yang berada di sekitar area tersebut mendengar pertarungan antara Lynx dan pangeran, sehingga mereka penasaran dan menghampiri sumber suara tersebut.
Mereka langsung refleks membantu para pangeran untuk melawan demon Lynx. Namun Lynx semakin kuat karena banyak korban yang meninggal sehingga mana mereka diserap oleh Lynx. Tim Jess dan Savian juga telah berada di sana mereka juga membantu.
Edzard POV
"Kakak, seharusnya para peserta sudah memberikan signal bahwa mereka sudah menemukan bunga Middlemist Camelia tapi entah mengapa mereka malah berkumpul di tengah hutan"
"Buka penglihatan kepik pelacak" perintah Fredelle
"Gawat mereka berperang!"
"Kirim pasukan kesana, amankan yang memberontak, sekarang!" perintah Fredelle
"Ayo kita kesana" ajak ku
Author POV
"YANG MEMILIKI HEALING POWER, SEGERA AMANKAN PARA KORBAN OBATI MEREKA!!!" perintah Savian tegas
"SEMUANYA JIKA ADA YANG MERASA SUDAH TIDAK KUAT JANGAN NEKAT, KALAU KALIAN MATI MAKA DIA SEMAKIN KUAT" perintah Alteiro
Jesslyn mengeluarkan para peri ku untuk membantu mengevakuasi korban.
"Hhh... kasta bangsawan, sangat mudah" kata Lynx mengeluarkan senyum jahatnya "Hoamm... bosan tidak ada lawan"
"Hmmm ada target nih" Lynx mengarahkan jari berpendarnya kepada Jesslyn yang sedang memerintah peri-peri kecilnya dan.... bommmm tembakannya tepat. Jesslyn langsung jatuh pingsan.
"JESSLYNNNNN!!!!" teriak Edzard
"Ow... putra mahkota ternyata" kata Lynx
Edzard langsung membawa Jesslyn ketempat Camlyn untuk diobati. Tetapi Camlyn menyerahkannya kepada orang lain. Dia langsung menuju ketempat Lynx. Seketika dia mengeluarkan aura yang kuat, sayapnya yang biasanya putih kini menghitam dan membesar. Peri yang berada dalam magic sign nya keluar dengan sayap mereka juga ikut hitam mereka juga seukuran dengan demon Lynx.
"Hhh.... ini masih sangat mudah. Hei hei hei... kau seharusnya mengatur emosimu, auramu mengatakan bahwa kau baru pertama kali seperti ini" kata Lynx mengejek "Demon-ku akan menghabisi mu dengan sangat mudah"
Para peri Camlyn dan demon Lynx saling beradu. Camlyn berhadapan langsung dengan doppelganger Lynx. Camlyn berjuang habis-habisan untuk mengalahkan doppelganger Lynx, dia kewalahan menghadapi doppelganger sehingga dia hanya bisa bertahan.
"Hhh... kau akan menerima ini" doppelganger Lynx mengarahkan tangannya yang mengeluarkan petir biru.
"Arggggghh... percuma aku mengeluarkan kubah transparan, dia memecahkannya berkali-kali"
"CAMLYNNN!!!" teriak Aiden berlari menuju Hwa-Young
Dan.... Blarr.... Perlahan Camlyn membuka matanya ia mendapati Aiden berada didepannya terkena serangan Lynx. Aiden terjatuh kebawah tetapi Camlyn segera menangkapnya dia langsung membawa Aiden ketempat yang aman.
"AIIIDDEENNNN....." teriak Alteiro "TAK AKAN KU MAAFKAN KAU"
Pangeran lain yang melihat Jungkook terluka sampai tak sadarkan diri langsung mengelilingi Lynx. Sayap mereka menghitam, aura membunuh yang sangat pekat terpancar dari wajah mereka. Edzard dengan sigap mengunci sihir Lynx. Aydin dengan kupu-kupunya siap menembakkan peluru beracun, Matteo yang dikelilingi bola api, Alteiro yang sudah mengikat tubuh Lynx dengan semak belukar, Savian dan Elvan yang sudah siap akan serangan mematikannya.
Dannn.... bommmm.... ledakan begitu besar terjadi, Lynx mati secara mengenaskan.
...~o0o~...
Hi guys aku ada sedikit info nih tentang Black Diamond Apple itu bukan sekedar imajinasi ku aja loh tapi itu ada beneran
Nih penjelasannya
👇🏻👇🏻👇🏻
Berwarna ungu gelap bahkan hampir kehitaman?
Melansir Oditty Central, Senin (24/12/2018), The Black Diamond Apple atau biasa disebut ‘Si Berlian Hitam’ adalah apel unik yang warnanya ungu kehitaman. Apel ini termasuk ke dalam jenis Hua Niu, juga dikenal sebagai Chinese Red Delicious. Warna yang diperoleh dari apel ini terjadi karena faktor geografis di Nyingchi, Daerah Otonomi Tibet yang bersuhu rendah.
Perlu diketahui, produksi apel ini pada 2015 di perkebunan Nyingchi milik Dandong Tianluo Sheng Nong E-Commerce Trade Co, Ltd,. yang memiliki luas tanah sekira 50 hektare. Dengan ketinggian 3.100 mdpl di atas permukaan laut, menjadikan tempat ideal bagi pertumbuhan apel ini.
“Apel Black Diamond berwarna ungu, berkilau, dan memiliki tekstur yang bagus. Dari luar, apel hampir terlihat seperti lilin, dan seindah berlian. Itulah kenapa apel unik ini dinamakan demikian, ” kata Yu Wenxin, Direktur Pemasaran perusahaan pemilik kebun apel unik ini.
Perbedaan suhu yang siginifikan antara siang dan malam, membuat tanaman apel ini mendapatkan banyak sinar matahari dan sinar ultraviolet yang menyebabkan kulit mereka berubah dari merah tua yang khas pada apel Hua Niu, menjadi ungu tua.
The Black Diamond Apple si Apel Hitam
Warna unik ‘black diamond’ yang didapat ini tentunya membutuhkan waktu kurang dari 8 tahun. Selain itu, hanya sekira 30 persen dari hasil kebun memenuhi standar kepatuhan warna untuk dijual sebagai black diamond premium.
Karena keunikan warnanya, apel ini hanya dijual di supermarket kelas atas di Beijing, Shanghai, Guangzhou, dan Shenzhen yang harganya dipatok sekitar 50 yuan.
"Karena produksi Cina terbatas, dan biaya distribusi agak tinggi, apel berlian hitam yang harganya sangat tinggi menjadi bagian dari segmen pasar kelas atas," kata Yu Wenxin. “Kami kebanyakan menjualnya dalam paket hadiah 6 atau 8 apel.
Terlepas dari itu, misteri black diamond apple ini sedikit mencurigakan karena minimnya informasi dari internet. Selain itu, beberapa pengguna forum Growing Fruit tidak percaya adanya apel unik ini dan ada juga yang mengklaim jika foto yang beredar online telah ditingkatkan untuk membuat buah lebih gelap daripada aslinya.
sumber : Okezone
***
Tbc.
Like, Comment, vote, and share. 💜