MAGIC ACADEMY

MAGIC ACADEMY
Malachite



"Owwhh lihatlah, ada mahkluk malang disini..." Kata seseorang berjubah hitam dan tinggi


"T-tolongg..." rintih mahkluk tersebut


"Hmmmm,,, baiklah tapi ada satu syarat"


Manusia berjubah tadi berbisik pada makhluk sekarat tersebut. Makhluk itu hanya bisa mengangguk pasrah.


Jari manusia berjubah tadi berpendar, lalu di arahkannya ke makhluk tadi.


syuuu~


Makhluk tadi berubah menjadi seorang gadis dengan mata hijau yang tajam.


...***...


Jesslyn Ravenala panggil saja Jesslyn atau Jess aku seorang siswa akademi sihir. Aku memiliki sepupu yaitu Camlyn Ravenala, kami lahir di tahun, bulan dan tanggal yang sama, namun Camlyn kehilangan ibu nya ketika dia berusia satu bulan dan ayah nya entah menghilang kemana. Camlyn sekarang tinggal dan di besarkan bersamaku. Camlyn sangat cuek kepada orang yang belum dikenalnya, tapi Camlyn memiliki hati yang sangat lembut. Satu lagi kami memiliki odd eye.


...***...


"Jesslynnnnn, Camlynnnn, cepat turun turun sarapan!!" kata ibu ku berteriak dari ruang makan. Ibu orang yang selalu disiplin dan tepat waktu.


"Iyaaa..." kata ku dan Camlyn yang sedang bersiap.


"Cepat dihabiskan nanti kalian terlambat"


"Iyaa..."


Beginilah aktivitas pagi kami, diawali dengan ibu yang berteriak dari lantai bawah, ayah yang sedang membaca koran, dan kami yang kadang terburu-buru bersiap-siap ke sekolah.


"Jess aku pengen pakai portal kamu ikut ga??" kata Camlyn cuek.


"Ikut,,, tapi jangan sampe ketauan sama guru"


"Tenang aku ngebukanya langsung kearah kelas"


Camlyn pun mengarahkan jari berpendarnya ke udara kosong, terbukalah sebuah portal berwarna ungu kehitam-hitaman menuju ruang kelas. Kami berdua berpamitan dengan ibu dan ayah. Beberapa menit kemudian kami berdua tiba di kelas, perjalanan melewati portal juga membutuhkan waktu, tetapi tidak lama.


"Hahh... untung ga telat" kataku menghela nafas.


Seorang gadis memperhatikan kami keluar dari portal "Heii,, kalian berdua nekat ya.. udah dibilang ga boleh pakai portal juga" celetuk Leia


Leia Park dia teman sekelasku dan Camlyn kami berteman baik sejak pertama kali masuk akademi. Dia sedikit urakan, tetapi sekali dia merasa sayang dengan seseorang dia pasti akan sangat peduli pada orang itu.


Keluar dari portal badanku langsung oleng kepalaku sedikit pusing "Hueekk... rasanya mau muntah" "Halah..., biarin aja orang kelas lain juga banyak yang pake portal kan?" Aku segera memegang meja terdekat untuk menopang tubuhku dan berjalan ke mejaku.


Beberapa menit kemudian suara bel berbunyi. Tak berselang lama anak-anak akademi dikumpulkan ke aula.


"Anak-anak berhubung hari ini sudah selesai test hari ini akan saya umumkan yang masuk seleksi untuk ke Akademi Malachite, pertama adalah Camlyn Ravenala, lalu Park Haneul, Nowra Rossler, Jesslyn Ravenala, Leia Park, Alexi Brenda, Do Bong-Cha, Chun-Ae, Aaron Brigit, dan Oh Seojun. Untuk melihat peringkat yang lainnya silahkan lihat di ruang magic golden sand, peringkat kalian semuanya ada disana" kata kepala sekolah didampingi para guru


Siswa berhamburan keluar aula menuju ruang magic golden sand dan sebagai ada yang mengucapkan selamat kepada sepuluh peserta terpilih. Camlyn dan aku terkejut karena kami masuk seleksi untuk ke akademi


"Eh... ngomong-ngomong akademi kita ngirim murid berapa si ?" tanya Camlyn


"Mmm, dua kalo ga salah" sahut Leia mengira-ngira


Setelah melihat papan pengumuman para siswa kembali ke kelas mereka masing-masing. Lorong kelas dipenuhi bisik-bisik siswa yang mengobrol tentang peringkat mereka.


.


.


.


"Eh nanti pulang akademi mau belajar bareng kita ga ??" tawar Camlyn kepada Leia


"Emang boleh?"


"Boleh kok, ibuku ku juga ga keberatan"


"Iya, sekalian diajarin ibu. Ibu kan termasuk lulusan terbaik akademi" timpal Camlyn


Leia berpikir sejenak "Ok lah, terserah kalian" Leia mengembangkan senyum tipis.


Pelajaran berlangsung dengan normal, tidak ada masalah atau hal spesial apapun. Sampai matahari hampir tenggelam bel sekolah berbunyi menandakan selesainya pelajaran.


.


.


.


.


Author POV


Hari yang melelahkan, Camlyn langsung menghempaskan tubuhku ke sofa yang ada di kamar, tanpa mengganti bajuku. Baru beberapa menit memejamkan mata suara bel rumah berbunyi.


"Oh?.. Bibi, Camlyn sama Jesslyn nya ada?" terdengar suara seorang gadis yang tidak asing


"Ohh ada, langsung masuk aja ke kamar"


"Baiklah.. makasih bibi"


Orang itu tidak lain adalah Leia, dia langsung menuju kamar Jesslyn dan Camlyn. Leia mengetuk pintu kamar kami dan langsung membukanya tanpa disuruh.


"Eh,, Leia sini duduk" kata Jess


Camlyn membuka matanya "Aku kebawah dulu bentar"


"Ok" Jawab Jess dan Leia serempak


Camlyn celingak-celinguk di dapur, mencari camilan untuk dimakan "Ibu...ada makanan?"


"Ada tuh di lemari"


"Nih ada star chocolate" Camlyn menaruh nampan di meja. Tanpa berpikir panjang Leia langsung melahap star chocolate.


"Langsung mulai latihan?" Camlyn menawari mereka yang malah asyik makan.


"Caranya?" kata mereka bingung


Camlyn mengambil posisi duduk bersila "Jadiii, kalian tinggal meditasi aja, kalian kosongin pikiran kalian, tenang~. Fokus ngumpulin mana kalian yang tersebar diseluruh tubuh, kalo udah terkumpul di satu titik, kalian murni-kan mana kalian dititik itu"


Seraya Camlyn mengatakan itu Jesslyn dan Leia melaksanakannya dengan serius. Dalam waktu 30 menit mereka hanya dapat mengumpulkan sedikit mana.


Bulir-bulir keringat memenuhi wajah Leia "Ternyata susah juga ya ngumpulin mana"


"Ya susah lah, aku aja butuh berhari-hari"


Jesslyn menatap Camlyn bingung "Emang kapan kau ngumpulinnya?" tanya Jesslyn penasaran


"Waktu kau tidur, aku meditasi" balas Camlyn enteng


"Kok gak ngajak sih" rengek Jess


"Ya kan kamu udah tidur, aku bangunin ga bangun-bangun"


"Hehehe, ya maap abisnya ngantuk"


"Pfftt" Leia menahan tawa


"Ngomong-ngomong, magic sign kalian ko bisa sama padahalkan punya ortu kalian-kan beda?"


Camlyn menunjuk tanda yang ada di lehernya "Ohh ini,, kita dapet ini dari Nenek"


"Katanya sih yang punya magic sign kaya kita itu langka jadi gunanya masih jarang yang tau" sambung Jess


"Makannya dari itu kita pengen ke akademi Malachite"


"Owhh..." respon Leia sambil melahap star chocolate.


.


.


.


.


.


Tiga hari sebelum ujian, mereka berlatih dengan keras. Hingga tiba saatnya ujian. Lima menit sebelum ujian para murid yang mengikuti seleksi dikumpulkan di aula.


"Gak kerasa ya, secepet ini ujian seleksinya" kata Leia


"Iyaa!" sahut Jesslyn semangat


"Anak-anak yang ikut seleksi ujiannya diadakan di aula, silahkan ke aula sekarang" kata Lady Atlia


Mereka bertiga pun berjalan menuju aula. Disusul murid dari kelas lain.


"Semangat!!" mereka bertiga saling menyemangati sebelum ujian


Ujian pun dimulai. Ujian pertama pun dimulai. Camlyn yang selesai pertama kali langsung maju kedepan bersama beberapa ramuan yang dibuatnya sesuai dengan perintah. Lalu disusul oleh Jesslyn dan peserta lainnya.


Hari Kedua Ujian, murid akan diuji seberapa banyak mantra yang dihafalnya. Pencapaian nilai terbaik di ujian kedua ini diraih oleh Alexi, anak laki laki berkacamata itu memang suka menghafal sesuatu jadi wajar saja jika dia dapat nilai terbaik dalam hal menghafal.


Hari ketiga, keempat, dan kelima Ujian, murid diuji seberapa hebat dia dalam bertarung dan bertahan, mereka akan pergi kehutanan selama 3 hari, menghadapi hewan liar di hutan dan mencari bendera yang disembunyikan oleh para guru.


Hari terakhir ujian, murid akan diuji seberapa hebat mereka menguasai magic sing mereka, karena magic sign Camlyn dan Jesslyn masih belum banyak yang tahu mereka pun mendapat nilai buruk dalam hal ini. Lalu tibalah saatnya untuk mengumumkan siapa yang lolos seleksi dan bisa masuk ke Akademi Malachite.


"Baiklah anak-anak ini adalah saat yang kalian tunggu tunggu. Dan yang lolos seleksi adalah... Camlyn Ravenala dan Park Leia.... Selamat untuk kalian. Kalian akan diterima di Akademi Malachite, applause untuk mereka berdua...." kata kepala sekolah


Para murid dan guru pun bertepuk tangan, lain halnya dengan Camlyn dan Jesslyn, mereka berencana ingin masuk akademi Malachite bersama. Hati mereka terasa hancur, karena tidak bisa bersama. Leia yang menyadari hal itu diam diam bertemu kepala sekolah saat hendak pulang.


Leia mengetuk pintu ruangan kepala sekolah, dan masuk setelah diizinkan "Emmm...Pak Kepala, Saya ingin mengajukan undur diri"


"Undur diri untuk apa?" tanya Pak kepala heran.


"Undur diri agar posisi saya untuk mewakilkan akademi digantikan oleh Jesslyn Ravenala, dia lebih pantas untuk bersekolah di sana"


"Mengapa kau bisa berkata seperti itu?"


"Mmm, karena...karena Jesslyn sangat ingin mengetahui kemampuan magic sign-nya bersama saudaranya Camlyn, magic sign mereka berdua langka, jika magic sign mereka berdua ke akademi Malachite mereka akan mengetahui kemampuan mereka, dan jika magic sign mereka memiliki kemampuan yang hebat lalu menjadi lulusan terbaik bukankah itu akan menguntungkan pihak sekolah?" kata Leia membual agar kepala sekolah mempercayainya. "Sebenernya aku ga tega buat misahin mereka" batinnya berkata lain


"Baiklah akan saya pikirkan lagi"


"Tolong jangan katakan apabila saya yang mengundurkan diri"


"Hmm... Baiklah"


"Terimakasih Pak Kepala" Leia sambil membungkukkan badan.


Akhirnya Kepala Sekolah mengadakan rapat mendadak bersama guru guru lain. Dan sehari sebelum pemberangkatan kepala sekolah mengumumkan bahwa ada kekeliruan dalam menghitung nilai ujian seleksi. Yang akan berangkat ke akademi Malachite adalah Camlyn dan Jesslyn.


Hati Camlyn dan Jesslyn senang bukan kepalang, karena mereka bisa berangkat bersama ke Akademi Malachite. Leia pun ikut merasakan senang karena melihat mereka.


...***...


•Ruang magic golden sand : semacam ruangan informasi tetapi bukan menggunakan komputer atau layar melainkan pasir emas ajaib yang akan menyusun kalimat kalima informasi.


•Mana : Dalam bahasa-bahasa Austronesia berarti "kekuatan", "kemujaraban" atau "martabat". "Kekuatan" dalam konteks ini sering kali dianggap sebagai kekuatan gaib.


•Magic Sign : Sebuah tanda yang muncul pada seseorang yang sudah menguasai sihir


Tbc.


Halo, para reader ku.... ~(つˆДˆ)つ。☆, jadi gini.... kayaknya lapak sebelah lebih menarik gimana kalo aku pindah ke lapak sebelah? Titlenya juga aku ganti btw, jadi MEIGA, kalo ngga ketemu cari aja username ku @ilo-moer. Hope you happy (◕ᴗ◕✿)