
"Hari ini Putri kembali," kata Pengawal yang beritahukan kepada dia jika Putri Meriana.
sesuai dengan petunjuk dari sang raja Jika dia disuruh untuk membuka jalan jika ada naga yang menyerang saat Putri Meriana kembali ke kerajaan.
Di perbatasan memang sangat mencekam, semua pengawal sudah bersiap. biasanya Jika ada yang melewati perbatasan hal itu pasti akan membuat salah satu tenaga keluar untuk menghalangi mereka. hal itulah mengapa para pengawal pun bersiap bersama dengan dia juga sebagai seorang ksatria tentunya ia berada di paling depan untuk menghalau sang naga.
Diaz was-was ikan naga yang akan dia hadapi adalah temannya sendiri, karena sesuai dengan pengalaman agar tidak bisa naik ke permukaan, ia masih tersegel dan tidak bisa keluar dari gua titik tapi setiap kali ada yang melewati perbatasan pasti salah satu naga dari dunia naga turun untuk menghalangi manusia dan itu semua adalah perintah dari naga Larion yang bisa dengan bebas menguasai para naga di dunia naga karena dia merupakan pimpinan para naga.
"Baiklah aku akan bersiap," kata Diaz udah bersiap dengan pedangnya di barisan bareng depan menghadang naga. Ia tidak ingin jika situasi makin buruk maka dia sebisa mengenal untuk bisa menghalau mereka lebih dulu karena itu merupakan tugas dari seorang ksatria.
Putri Meriana sudah berjalan mendekati perbatasan angin bertiup kencang titik tiba-tiba Ke bulan asap putih pun membumbung tinggi naga keluar dari sana dan benar ternyata naga tersebut sudah mulai menyerang para pengawal dan dia juga Mulai melawannya Diaz.
Sang Putri yang bisa beladiri tentunya pun langsung membantu para pengawal untuk melumpuhkan naga.
Diaz yang sibuk melawan sang laga juga mencoba untuk mengamati siapa sebenarnya naga itu. ia tidak ingin jika dunia yang merupakan temannya tersebutlah yang ada di perbatasan karena hal itu akan sangat membuatnya merasa bersalah.
"Kenapa gerakanmu lambat sekali baru ditinggal beberapa hari saja kau sudah bermalas-malasan,' tegur Putri meriana yang melihat Diaz ragu-ragu dia harus melambat.
Diaz takut mengenai temannya sendiri dia tidak ingin jika apa yang ia lakukan berakibat fatal karena selama ia berada di dunia naga dia dibantu oleh Joni tentunya. Hal itu membuat dia tidak bisa melakukan semua naga sama karena dia tahu naga mana yang menjadi musuhnya.
"Tenang saja Putri aku tidak kehilangan kekuatanku hanya saja Aku sedang mengatur tempo agar tidak terlalu cepat mengalahkannya," jawab Diaz yang tidak mau dianggap lemah oleh Putri Diaz pun memang melakukan itu bukan karena ingin tapi karena dia tidak ingin melukai temannya yang ada di hadapannya tersebut. Tentunya dia juga tidak ingin membunuh naga tersebut terjadi sebesar mungkin Diaz hanya mencoba untuk melumpuhkannya saja.
"Jangan sok jagoan jika kau bisa mengalahkan dengan cepat Kenapa tidak kau langsung teman nebasnya saja," ucap Pitri Meriana yang tidak suka dengan apa yang dilakukan oleh Dias. dia tidak suka melihat seorang ksatria yang lemah. maka dari itu semua yang dilakukan oleh dia terus dikomentari oleh Putri.
Diaz bisa menjadi seorang ksatria kerajaan karena kemampuannya tersebut Putri Mariana tentunya ingin melihat bagaimana dia menggunakan pedangnya itu dengan benar seperti saat dia pertama kali mengarahkan naga.
Tapi kali ini sepertinya sangat berbeda jauh dari pertama kali dia bertarung dengan naga dan kali ini semua itu jelas membuat Mariana tidak suka dengan apa yang dilakukan oleh Diaz karena sepertinya bermain-main, padahal sebelumnya dia tidak pernah melakukan hal itu.
"Nanti akan ada rumor baru tentang aku mengalahkan naga dengan sekali tebasan Aku tidak ingin semua itu terjadi," jawab Diaz tidak lagi ingin mendengar rumor baru tentang dirinya. dia benar-benar berusaha sebisa mungkin untuk bisa menjadi orang biasa dan tidak ingin diandalkan seperti itu.
Karena semakin dia diandalkan dan semakin ia dianggap sebagai seorang ksatria, kerajaan semakin memberikan tugasnya berat dan juga banyak beban untuknya.
Bukan sebagai orang yang bebas malah akan semakin membuat dia terus berada dalam situasi yang sulit untuk bisa memilih apa yang ia inginkan.
Karena kerajaan berusaha menguasai dirinya tentunya hal itu bukanlah bisa bukan hal yang bisa disebut sebagai prestasi titik tapi bisa disebut sebagai perbudakan karena setiap apa yang dikatakan oleh raja harus dilakukan oleh ksatrianya.
Dias tidak terikat dengan kerajaan dan jelas bukan seorang ksatria yang mau membela kerajaan Karena Diaz berasal dari Dunia lain tentunya hal itu sangat memberatkan untuk Diaz.
"Kau kan kesatrianya seharusnya kau menunjukkan kemampuanmu bukan menunjukkan hal yang tidak perlu kau tunjukkan kepadaku," kata Putri Mariana yang terus mengatakan hal-hal buruk, hal itu jelas membuat dia semakin kesal dibuatnya.
Ia tidak menyangka sekembalinya dia dari kerajaan lain bukannya bersikap makin lembut tapi bersikap semakin arogan saja, biasa jika dia memiliki kekuatan tapi tidak begitu juga memerintahkan Diaz yang merupakan orang luar harusnya dia paham Jika dia tidak suka diperintah.
Menghembuskan nafas kesal padahal orang-orang tidak tahu apa sebenarnya yang terjadi di dunia naga dan sebenarnya naga yang berada di dunia manusia itu tidak ada yang bersalah sama sekali dan yang menjadi musuhnya adalah naga larian yang harusnya dihabisi oleh Diaz, tapi tentunya ya harus memiliki persiapan yang cukup.
Benar saja Naga mulai menyerang Diaz berusaha menghalangi nya. Serangan demi serangan pun diarahkan ke arah Diaz terus berusaha untuk melawan naga itu sekuat tenaga.
Tentunya tidak akan mudah kalah begitu saja dia berusaha berusaha mungkin untuk melakukan yang terbaik tentunya dengan kekuatan yang dimiliki dengan pedang naga yang ada di tangannya hal itu mempermudah dia sungguh bisa menghalau serangan-serangan, yang mulai membuat dia berusaha untuk bisa menahan serangan itu.
Apalagi Putri Meliana Yang sepertinya semakin tak peduli dengan pertarungan tersebut menimpakan semua kewajiban itu kepada dia untuk bisa mengalahkan naga tersebut. Ia juga tidak bisa berbuat apa-apa dan ia berusaha sebisa mungkin untuk bisa mengalah karena itu dengan kekuatan yang ia miliki tentunya dia juga merasa kesal karena harusnya dia bisa bekerja sama tapi bukannya bekerja sama malah diberi banyak tugas seperti itu.
kekuatan Diaz mulai melemah tapi insang agak juga sudah tak berdaya Hal itu membuat beliau memiliki kesempatan untuk membunuhnya. tapi ia tidak langsung membunuh naga itu karena tahu jika naga itu merupakan naga yang tidak bersalah sama sekali atas yang merupakan pemimpin mereka itu pergi karena jelas dia tidak ingin membunuh naga yang tidak bersalah.
"Tidak. Siapa juga yang membiarkan naga itu kabur Aku melakukan apa yang harus aku lakukan karena raga itu benar-benar sudah tidak berdaya," jawab Diaz mencoba untuk membela diri titik ya memang sengaja membiarkan naga itu lepas. dan dia tahu jika negara itu tidak bersalah mungkin banyak orang yang tidak tahu jika raga itu dibawa perintah pimpinan mereka.
Sama-sama tak berdaya dan juga sama-sama hanya menjalankan tugas dari pimpinan. Tentunya hal itu membuat dia juga melakukan yang terbaik tidak membunuh naga itu sembarangan dan berusaha untuk bisa memanfaatkan situasinya.
Agar Naga itu tidak dibunuh karena jika naga itu terbunuh Iya benar-benar akan merasa bersedih karena dia selalu jika naga itu hanya melakukan perintah dan di peralat selama ini oleh naga Larion.
"Harusnya kau bisa langsung membunuhnya tidak membiarkannya kabur begitu saja," kata Putri Meriana yang benar-benar marah pada dia saat itu karena membiarkan naga itu kabur begitu saja.
Hal itu jelas membuat sang putri benar-benar tidak bisa menerima apa yang dilakukan oleh Diaz, yang sepertinya memberi ampunan kepada naga yang selama ini menjadi musuh besar mereka.
"Putri bilang aku seorang ksatria ksatria tidak melawan musuh yang sudah tidak berdaya," kata Diaz memberikan alasan tepat sebagai seorang ksatria tentunya harus memiliki jiwa ksatria juga.
Jadi tidak baik seorang ksatria juga melawan naga yang sudah tak berdaya.
"Semakin ke sini kok semakin keterlaluan Aku tidak tahu kenapa sikapmu bisa berubah seperti." Putri Meriana segera menaiki kudanya karena dia benar-benar kesal dengan jawaban dari Diaz.
Memang jawaban itu benar tapi dia ingin melihat naga itu mati, karena gagal Melihat naga itu mati dia jadi melimpahkan semua kemarahannya pada Diaz.
"Ayo pengawal kita kembali ke istana kerajaan!" Putri Meriana memerintahkan para pengawal untuk, segera kembali ke kerajaan karena mereka sudah bisa melewati batasan.
Diaz ditinggalkan begitu saja semua rombongan sudah mulai berjalan menuju istana kerajaan itu bukan masalah besar baginya, karena dia benar-benar tidak ingin kembali ke sana. Tapi, apa boleh buat dia juga harus melaporkan misinya kepada Raja jika tidak ia pasti akan mendapat masalah besar.
"Enggak tahu naga itu siapa?" tanya Keira yang merupakan arwah pedang Diaz dia berusaha untuk berkomunikasi dengan dia setelah mengalahkan naga itu dia merasa bersedih karena dia melawan sang Naga lagi.
Ia tidak ingin melawan Joni maka dari itupun karena menanyakan hal tersebut kepada Dias untuk sekedar memastikannya
"Aku tidak tahu sama sekali aku mengira itu adalah Joni maka dari itu Aku tidak berani membunuhnya," jawab Diaz saat itu memang tidak berani membunuh naga tersebut dia berhasil mengalahkan naga itu, hingga naga itu pun tak berdaya lagi dan kembali ke dunia asalnya tapi ia juga merasa was-was jika itu merupakan Joni yang sudah membantunya di dunia naga
"Dari yang aku lihat dia sepertinya bukan Yuni karena dia berbeda sekali dengan harga yang kemarin kita kalahkan. kau bilang naga yang kemarin kita kalahkan sebelum pergi ke dunia naga itu adalah Joni," kata Keira mencoba memberitahu diasah agar dia tahu jika harga yang disakiti tersebut bukanlah temannya
"Aku bersyukur jika itu bukan Yuni aku benar-benar sudah patah semangat jika itu adalah janin maka aku merasa bersalah kepadanya," kata Diaz yang benar-benar tidak tahu harus berbuat apa karena segala sesuatu yang ia lakukan pasti akan bertentangan dia tidak ingin melawan naga sedangkan kerajaan ingin membunuh semua naga.
Diaz sendiri tidak tahu dia bisa berada di tengah-tengah permusuhan itu, Ali Ali ingin mencari tahu kebenarannya Dia pun akhirnya tahu kebenaran.
Tapi tak memiliki sekutu untuk bisa mengalahkan Naga Larion. karena semua yang dilakukan oleh para naga adalah perintah dari Raja Arion dia Harus berpikir jika harga naga Larion yang sehat itu dikalahkan maka dia tidak lagi bisa memerintahkan para naga untuk menyerang manusia.
Kerajaan sendiri juga terus berusaha untuk bisa mendatangkan kesatria untuk bisa mengalahkan sang Naga. Dari banyak Satria yang sudah mereka panggil dari Dunia lain tentunya hal itu menguntungkan bagi mereka yang bisa saja kesatria itu dipersembahkan untuk para naga ataupun kalah dalam peperangan maka mereka juga tidak perlu merasa bersedih karena bisa memanggil ksatria lain lagi.
Itulah yang sepertinya dilakukan oleh sang raja untuk bisa melawan naga. Karena setiap naga yang datang pasti akan membawa masalah dan itu dibutuhkan kekuatan yang besar untuk bisa mengalahkannya.
"Aku akan kembali ke kerajaan dan melaporkan semua kepada sang raja, bahwa aku sudah menyelesaikan tugasku setelah itu aku ingin kembali ke kuil suci," kata Diaz harus memberikan rencananya kepada kaira agar dia tahu jika dia ingin kembali ke kerajaan setelah itu barulah kembali ke kuil suci di mana dia ingin berlatih pedang naga di Pulau suci agar kekuatannya Bisa bertambah dan juga bisa membalaskan dendamnya kepada Naga larion. dia juga ingin menceritakan tentang Zadan pada Zani
Yang mungkin saja Zani mengetahui tentang Zadan, yang sudah menyelamatkan Diaz, saat berada di dunia Naga. Diaz tidak ingin memiliki hutang Budi yang begitu besar kepada Zadan seorang ksatria yang mengorbankan nyawanya untuk keselamatan Dias.
Diaz sendiri tidak tahu apa hubungan keduanya tapi dari pesan yang terakhir dia menitipkan salam kepada Zani, yang tentunya itu menjadi tugas hias menyampaikan salam tersebut merupakan pemimpin dari pasukan yang berada di klub suci tentunya. Hal itu membuat dia sudah bisa berlatih kembali bersama pasukan dari kuil suci.
Diaz yang berhasil mengalahkan naga itu merasa bersedih ia tidak mau menyakiti siapa pun tapi untung nya dia buka Joni.