Knight From The South

Knight From The South
Latihan Malam



“Eh jangan dong nanti kembali jadi lembaran kosong aku bingung jadinya," kata Diaz tidak ingin kehilangan kesempatan untuk bertambah hebat jelas ia tidak ingin mengabaian apa yang bisa ia lakukan di kerajaan itu.


Meski Diaz tak ingat detail kejadian kemarin tapi jelas ia membutuhkan buku itu untuk bisa lebih hebat, tapi tidak menyangka jika buku bisa megahnya mengobrol dengan tulisan yang bisa muncul dan hilang seketika, jika begitu akan membuat Diaz jadi memiliki teman untuk bicara.


Dari pada percaya pada manusia yang akhirnya akan membuat kecewa, lebih baik percaya pada sesuatu yang tidak akan mungkin meninggalkannya jadi jelas Diaz tidak mengabaikan Buku tersebut akan terus melayaninya untuk membantunya latihan.


"Sebenarnya mau itu apa?" Buku itu memberi pertanyaan yang sudah Diaz sampai jika ingin berlatih.


Diaz tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan tersebut, jadi Iya juga berusaha meminta tolong agar dia bisa berlatih dengan bantuan dari buku itu titik iya yang sebelumnya tidak memiliki kekuatan sama sekali, bisa dengan mudah membuat mempelajari buku tersebut.


Maka itu salah satu keahliannya saat dia berpindah dimensi walaupun itu sangat luar biasa juga merasa kesulitan, karena dia tidak bisa langsung menggunakan kekuatan itu sebelumnya mempelajarinya langsung walaupun kelebihannya itu bisa digunakan olehnya.


Tapi tetap saja banyak resiko yang harus ia hadapi sejak awal datang juga dia ambil dibunuh oleh Putri Meriana yang menguji kekuatannya dia memang tidak memiliki kekuatan sama sekali, tapi dengan kemauannya tersebut dia pun bisa dengan mudah mempelajari berbagai macam jenis yang diajarkan oleh buku itu yang benar-benar sangat berguna bagi dia maka dari itu dia tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan tersebut.


“Jelas ingin berlatih, kau sayang bilang sembarangan jadi aku ingin mengumpat,” kata Diaz menjelaskan keinginannya untuk berlatih jurus pedang dari buku itu.


Diaz tidak akan menang jika tidak kuat, apalagi di kerajaan yang jelas memiliki sistem yang berbeda dari dunia tempat tinggal dia sebelum nya, adi hal pertama yang harus ia lakukan jelas jadi kuat.


Karean dengan memiliki kekeutanelas ia kan bisa di percayaan dan mendapatkan apa yang ia inginkan, tak ingin mengabaikan semua dan berusaha untuk bisa bertahan hidup di sana,.


“Baiklah, sesuai perjanjian aku mulai.”


Sekitar lembaran baru muncul tulisan dengan yang menuntun Diaz melakukan urus baru, ia berusaha mengikuti apa yang tertulis di sana, sesuai dengan perjanjian awal, tulisan itu akan langsung menghilang jika sudah dibaca oleh Diaz, jadi tiu merupakan urus rahasia.


Diaz menikmati setiap latihan dan gerakan nya, ia yang semakin biasa menggunakan pedang jelas lebih leluasa dan mudah saja menguasai banyak jurus yang ia pelajari dari buku itu, satu persatu jurus pedang ia kuasai hingga tidak terasa langit di sebelah timur sudah mulai terang menandakan pagi akan datang.


Diaz yang mengakhiri latihannya dan langsung kembali keranjang untuk pura-pura tidur, ia tidak mau ketahuan jika semalaman ia berlatih jadi jelas Diaz menyembunyikan semua itu dari orang-orang yang ada di kuil.


“Tuan Semua sudah menunggu di ruang makan,” kata Pelayanan yang datang untuk memberitahukan Dias bahwa semuanya sudah siap menunggu Diaz untuk masa depan bersama karena ia salah satu tamu dari kuil suci itu diperhatikan oleh ketua jadi Hal itu membuat dia tidak disia-siakan dan selalu mendapatkan pelayanan yang benar-benar bagus.


“Apakah putri datang lagi?" hanya dia sama membersihkan sesuatu Jika ia Bisa berlatih hari itu, maka dari itu dia pun bertanya tentang Putri karena biasanya Putri yang berlatih bersamanya. meskipun itu tidak berpengaruh banyak kepada kemampuan yang dia harus miliki tapi dia merasa senang jika bisa bertemu dengan Putri hanya saja hal itu akan membuat dia semesrasa kesulitan Jika putri Mariana tidak datang sesuai dengan janjinya tersebut. hal itu berombak dia juga tahu bagaimana Putri Mariana memperlakukan dirinya yang Hanya dianggap sebagai seorang ksatria untuk membantu mengalahkan para Naga.


Sedangkan dia sendiri pun memiliki banyak tugas di kerajaan hingga membuat dia sudah tidak bisa memaksakan dirinya untuk melatih dia yang tidak memiliki kemampuan itu semua dilakukan oleh dia hanya untuk mengetes seberapa jauh keseluruhan Putri Meriana.


karena dia suntuk kali ini benar-benar sangat sulit untuk bisa percaya kepada orang lain lagi, Apalagi setelah Apa yang dilakukan oleh atasannya yang masih saja teringat olehnya bahkan sampai ke dunia lain hal itu jelas membuat Dias pun menjadi lebih waspada kepada orang lain.


Ia lebih menyelidiki terlebih dahulu jika ingin dekat dengan seseorang dan juga ingin tahu tujuan mereka terlebih dahulu. daripada dia secara bodoh mengikuti keinginan orang lain. Padahal mereka hanya ingin memanfaatkannya yang menarik itu membuat dia juga dan akhirnya kejadian itu terulang kedua kalinya maka dari itu kali ini ia lebih waspada untuk tidak terlalu mudah percaya pada orang lain.


“Sepertinya tidak,” jawab pelayan yang memang Putri Mariana tidak ada jadwal ke kuil suci dan juga ketua tidak berkata apa-apa hanya menyuruhnya untuk memanggil Diaz agar bisa makan bersama.


Apalagi sekarang ketua sudah mulai mengakui kemampuan yang dia harus miliki, maka dari itupun perlakuan pada Dias jadi lebih diprioritaskan daripada sebelumnya.


Setelah dia dapat mengalahkan salah satu naga dan menjadi perbincangan banyak orang di kalangan guru Suci ataupun di kerajaan dia benar-benar membuat mereka menjadi tertarik kepadanya Padahal dia sebisa mungkin menutupi kemampuannya tersebut Tapi sayang orang-orang terlalu melebihkan apa yang ia lakukan padahal jelas sekali Dia tidak melakukan apapun.


“Lalu setelah makan aku tidak ada latihan?" tanya lagi yang sadar juga ia tidak memiliki jadwal latihan sama sekali. berarti sehabis makan Diaz tidak memiliki kegiatan apapun.


Yang mana bisa ia gunakan untuk belajar beberapa hal yang berada di kuil Suci, dia juga belum lama berada di sana belum tahu tentang tempat-tempat yang ada di sana.


“Nanti ketua yang akan menjelaskannya,” jawab Pelayan tidak memiliki kewenangan untuk memberitahukan apa kegiatan Dias di sana.


karena semua jadwal yang dilakukan oleh Diaz merupakan kewenangan dari ketua, maka dari itu pelayan itu tidak berani lancang untuk memberitahukan apa yang harus ia harus lakukan selanjutnya.


“Baiklah aku akan segera kesan untuk sarapan, kau boleh pergi,” kata Diaz segera bangun dan bersiap untuk datang ke tempat makan sesuai dengan apa yang disampaikan oleh pelayan.