
Pagi hari dia segera bangun dari tidurnya Setelah dia beristirahat hal itupun benar-benar umatnya merasa segar. Ia segera bergabung dengan rombongan yang sudah siap untuk melakukan perjalanan.
Ia yang datang paling akhir pun membuat Putri Meriana segera menegurnya, padahal biasanya dia tidak bersikap seperti itu dia pasti tepat waktu seperti seorang ksatria yang berasal dari kuil Suci pada umumnya.
Jadi saat dia sedang terlambat hal itu jelas menarik perhatian Sang Putri untuk menegurnya, maka dari itu pun tidak butuh waktu lama dia langsung menanyakan alasan dia terlambat.
"Kenapa kau telat tidak biasanya kau telat seperti ini?" tanya Putri Meriana yang menanyakan keterlambatan Dias karena tidak kebiasa seorang ksatria terlambat seperti itu.
Mereka semua dididik untuk disiplin dan tidak mengabaikan perintah dari Raja, apalagi datang terlambat adalah larangan terbesar hal itu jelas membuat para ksatria tidak ada yang datang terlambatnya saja Dias yang datang paling akhir. hingga Sang Putri pun langsung menegurnya karena hal itu jelas sudah sangat keterlaluan.
Tidak ada seorang putri yang mendukung kedatangan seorang ksatria tapi kali ini benar-benar Putri pun disuruh menunggu hingga membuatnya pun segera melebur Diaz.
Diaz yang menganggap sudah begitu dekat dengan Putri dan bahkan Putri begitu baik Saat dia ingin melatihnya. Tapi sepertinya semua itu hanya sebuah rasa ingin tahu saja karena baru bertemu dengan dia tapi kali ini terlihat begitu Abai dan bahkan tidak terlihat bersahabat.
"Iya aku tidur terlalu malam jadi aku datang telat maaf karena aku," jawab Diaz yang akhirnya meminta maaf dan merasa tidak enak dengan apa yang dikatakan oleh Putri tidak seharusnya ia terlambat tapi mau bagaimana lagi dia sudah datang terlambat atau tidak bisa merubah apapun.
Diaz yang hanya bisa minta maaf pun tidak bisa melakukan apa-apa saat semua orang melihat ke arahnya, jelas mereka semua meremehkan dia karena Putri juga seakan-akan membenci Dan juga meremehkannya bagaimana tidak jika Sang Putri sudah bersikap demikian maka orang lain dan pengawal pasti akan melakukan hal yang sama hingga pasti akan menjadi masalah besar Untuk dia sekali ini diremehkan oleh yang lain saat perjalanan masih sangat membuatnya tidak nyaman.
"Baiklah sepertinya juga sudah siap Mari kita berangkat." Putri Meriana memberikan komando untuk pasukan berangkat.
Setelah mereka siap pun akhirnya mereka mengikuti Putri yang berangkat menuju kerajaan tetangga hal itu benar-benar berangkat sesuai dengan prediksi karena pagi hari mereka harus melakukan perjalanan.
Semua pengawal dan pasukan berkuda sudah siap Putri yang berada di kereta kuda jelas membuat Ia pun lebih nyaman karena tidak harus berkuda hal itu juga membuat dia selalu berada di samping kereta kuda milik Sang Putri untuk berjoga. karena tugas seorang ksatria yang menjamin keselamatan Putri Meriana.
"Perjalanan ini sangat panjang," kata Putri Meriana saat mereka sudah berjalan beberapa langkah dari kerajaan.
Hal itu membuat Putri mengawali perbincangannya dengan Dias yang berada di samping rantau kuda hingga suaranya terdengar membuat dia juga tidak bisa diam dan juga merespon apa yang dikatakan oleh Putri karena ia juga merasa tidak enak membiarkan Putri bicara sendiri maka dari itu dia tahu jika memang perjalanan itu sangat panjang menuju kerajaan tetangga.
"Iya itu menurutmu tapi menurutku tidak seperti itu karena aku hanya sampai di perbatasan," kata Diaz yang mau jawab apa yang dikatakan oleh Putri Mariana bahwa dia tidak sampai ke kerajaan tetangga. dia hanya sampai di perbatasan jadi menurutnya perjalanan itu tidak akan terlalu jauh.
Sesuai dengan rute yang ada perbatasan tidak berjarak jauh dari tempat mereka beranjak hingga membuat mereka pun pasti akan segera sampai di perbatasan mungkin perjalanan menuju kerajaan tetangga itulah yang akan sangat jauh untuk dilalui oleh Putri Meriana.
Diaz juga tidak mengerti Kenapa ia hanya berjaga sampai di perbatasan. Padahal dia dipanggil oleh kerajaan langsung yang seharusnya juga bisa mengawal Putri sampai di kerajaan sebelah, tapi apa boleh buat dia tidak memiliki kewenangan untuk itu.
"Oh iya benar aku melupakan hal itu karena aku tidak sampai ke kerajaan baras," kata Meriana dengan santainya karena itu merupakan permintaan dari sang ayah.
Jelas Sang Putri juga tidak bisa membantah perintah dari Raja, hal itu juga membuat ia benar-benar merasa tenang karena tidak bersama dengan Dias dia bersama dengan pengalaman kerajaan di mana tidak ada pengawal dari posisi yang ikut ke kerajaan tetangga.
Hal itu memang sudah direncanakan oleh raja karena dia memiliki sebuah rencana untuk bekerja sama dengan kerajaan tetangga hingga tidak melibatkan pasukan ataupun pengawal dari Kuil Suci.
"Tidak apa-apa itu tidak masalah bagiku asal aku bisa lebih melindungi kerajaan ini itu adalah tugas seorang ksatria," kata Putri Meliana pun berharap jika dia bisa melindungi kerajaan seperti seorang ksatria.
Jadi dia tidak ikut pergi ke kerajaan baras juga itu tidak masalah bukan masalah besar bagi Putri, karena Putri sudah cukup lega dan tenang saat dia sudah mengantarkannya sampai perbatasan di mana dia selesai akan mengalahkan para naga untuk membuka jalan bagi mereka.
Hal itu membuat Putri juga cukup merasa tenang daripada dia harus melawan para naga itu sendirian dan hal itu juga lah yang dilakukan oleh Putri Mariana sekarang lebih tenang daripada sebelumnya karena kedatangannya si dunia itu apalagi dia yang bisa diandalkan pun membuat komputer tidak selalu diandalkan untuk mengalahkan para naga Jadi ia bisa beristirahat.
"Kau sudah benar-benar seperti seorang ksatria sungguhan," kata Putri yang memuji apa yang dikatakan oleh dia stabil itu pun membuat Dia sedang merasa senang sama sekali karena terlihat jelas perkataannya tidak ikhlas dari dalam hati hingga membuat dia sebenarnya tidak mengerti apa yang dipikirkan oleh Putri Meriana tentang dirinya.
"Benarkah berarti kau selama ini menganggapku apa?" tanya Diaz yang merasa Putri tidak menganggap dirinya sebagai seorang ksatria dan mungkin sampai saat ini pun sang putri juga tidak menganggap yang Kesatria
Terlihat jelas dari perkataannya yang seperti merendahkan dirinya hal itu juga membuat dia benar-benar ingin tahu seberapa semua Putri itu atau ya sama seperti bosnya yang dulu maka dari itu pun dia mengajukan pertanyaan agar semua bisa terlihat jelas.