Knight From The South

Knight From The South
Perbatasan



"Benar Raja, dan hamba tersesat tidak tahu jalan pulang," jelas Diaz lagi, tak ingin memperpanjang suasan. Malam makin membuat Raja curiga.


Diaz ingin cepat selesai, tapi keterangan membuat Raja mekin penasar dengan dunia Naga, banyak yang berhasil masuk, tapi tak ada yang bisa kembali dengan selamat.


Mendengar penjelasan Diaz membuat Raja makin penasaran bukannya berhenti Raja malah terus bertanya tentang kebenarannya.


Diaz yang ingin pergi pun jadi tertahan di sana, ia harus bisa menjawab pertanyaan dari Raja. Kali ini ia tak lagi berbohong, pada akhirnya Diaz jujur mengatakan apa adanya.


"Kalau bagaimana kaunbisa kembali, kesatria yang masuk Dunia naga semuanya mati?" Raja yang semakin penasaran dengan ketenangan Diaz, tentu memberikan banyak pertanyaan pada Diaz.


Diaz yang tidak tahu sejarah Dunia Naga, menganggap itu biasa. Tapi tidak bagi Raja, itu merupakan informasi penting, jika ada yang kembali berarti ia bisa keluar masuk dunia Naga.


Seperti yang para naga itu lakukan. Datang untuk menyerang dan pergi setelah terluka. sangat sulit menaklukan para naga itulah yang membuat


"Hamba ditolong oleh salah seorang kesatria," kata Diaz beritahu Raja jika dia ditolong oleh seorang ksatria, sesuai dengan penjelasan dari sedan jika dia selama ini terjebak di dunia naga dan tidak bisa kembali.


Maka dari itu untuk mengalahkan Naga larion membuat Diaz, tidak bisa menghadapinya karena kekuatannya belum cukup dan hal tersebut pun membuat dia bisa ditolong oleh Zadan waktu itu dan dia benar-benar bisa keluar dari dunia naga.


Karena memang pertolongan kesatria tersebut, Ia juga bilang merupakan kesatria dari kuil suci dan hal tersebutlah yang membuat Diaz tahu jika dia ditolong seorang ksatria yang berasal dari kuil suci bernama Zadan, dia juga menitipkan salam pada Zani.


Tapi Diaz tidak memberitahukan jika ksatria itu mengenal seni komayah hanya menceritakan garis besar kenapa dia bisa keluar dan dia juga tidak menceritakan tentang Naga Larion.


"Siapa dia?" tanya raja yang ingin mengetahui seorang ksatria yang membantu Diaz karena raja benar-benar merasa ingin tahu orang yang sudah membantu dia dan juga menolongnya.


Karena memang sudah banyak ksatria yang pergi ke dunia naga untuk menghabisi para naga, seperti apa yang diperintahkan oleh raja. Bahwa dia ingin membunuh semua naga hingga Mereka pun memutuskan untuk pergi ke dunia nega, tapi pada akhirnya tidak ada yang kembali dan para naga pun masih tetap menyerang kerajaan.


"Tidak tahu bagaimana, karena hamba tidak mengenalnya," jawab Diaz tidak ingin mendapatkan masalah dan lebih memilih untuk menutupi identitas Zadan.


Diaz tidak tahu apa maksud Raja sebenarnya menanyakan hal itu jadi sebelum dia tahu dia juga sepenuhnya tidak akan menjawab apapun dari awal memang Diaz tidak pernah suka dengan raja, jadi apapun yang ditanyakan oleh raja biasanya menjawab seadanya saja dan tidak terlalu detail.


"Bisa jadi kesatri terdahulu yang tersesat dan masih hidup, beruntung sekali dirimu. Kalau begitu kali ini Putri akan kembali. kau berjaga di perbatasan," kata sang Raja yang anginnya pun tidak terlalu ingin tahu dengan informasi yang akan dibawa oleh Dias. karena jelas dia tidak tahu apa-apa dan hanya menjawab sesuai dengan keperkiraannya saja jadi raja pun tidak melanjutkan pertanyaannya.


"Siap yang mulia."


Diaz yang akhirnya tidak bisa pergi ke kuil suci pun mendapat tugas untuk bisa membuka kembali jalan di perbatasan, agar sang Putri bisa kembali ke kerajaan.


Diaz akhirnya undur diri dan kembali ke perbatasan, padahal sebelumnya dia ingin kembali ke kuil suci. Tapi apa boleh buat Ia pun tidak bisa menolak perintah raja dan harus menyanggupinya.


Diaz berjalan dengan sepuluh orang pengawal yang bertugas untuk membantu Diaz saat di perbatasan nanti, padahal kepulangan sang Putri masih dua hari lagi tapi dia sudah disuruh untuk pergi ke perbatasan.


Dengan manaiki kudanya Diaz bersama para pasukan segera kembali ke perbatasan Kerajaan, perbatasan antara Kerajaan Amorta dan Baras.


Kini tidak banyak yang bisa dilakukan oleh Dias karena ia sendiri juga diawasi oleh para pengawal, dia juga tidak bisa melarikan diri yang pada akhirnya pun ia bermalam di perbatasan bersama para pengawal yang diutus oleh raja sampai dan menunggu Putri pulang.


"padahal Putri masih cukup lama untuk pulang tapi kenapa kita sudah disuruh menunggu di perbatasan?" tanya Diaz pada salah seorang penjaga yang sedang berjaga di sana tentunya dia juga ingin mengobrol dengan mereka walaupun tidak mengenal satu persatu orang-orang yang ada di sana.


"Raja memerintahkan begitu, karena kita tidak tahu kapan ada itu akan datang jadi kita harus menjaga dan harus siap siaga," kata Pengawal itu yang mencoba untuk bersiap agar tidak lengah.


"Memang naga itu selalu datang ke dunia manusia bukankah kemarin dia juga sudah datang saat Putri melewati perbatasan?" tanya dia siang sudah mengalahkan naga sewaktu Putri pergi ke kerajaan Baras.


Diaz tak menyangka jika dirinya akan menunggu kepulangan Putri dan menunggu Naga keluar.


"Ada seorang yang melewati perbatasan pasti para naga itu akan keluar dan mencoba untuk menghalanginya," jelas Pengawal kerajaan yang tahu betul dengan apa yang dilakukan oleh para naga.


"Hal itu benar-benar sangat membantu kesal. Padahal aku belum beristirahat sama sekali," kalau Diaz saat itu yang benar-benar merasa sangat lelah setelah perjalanan jauhnya. tentu saja ia ingin istirahat tapi ternyata malah diberi tugas yang berat untuk menjaga perbatasan.


"Istirahatlah jika tuan merasa lelah," kata Pengawal itu membuat dia sehat jika dirinya belum istirahat sama sekali jadi dia pun menyetujui perkataan itu.


sepertinya begitu jadi aku ingin beristirahat terlebih dahulu sebelum besok melawan naga atau pembukaan pintu gerbang untuk Putri," hadiah yang tidak banyak basa-basi dan akhirnya kembali ke tenda.


Diaz ingin tidur dan juga beristirahat setelah perjalanan jauh yang benar ia ingin pergi ke kuil suci pada akhirnya dia tidak bisa kemana-mana dan kembali lagi ke kerajaan.


Hal itu membuat dia senang mendengar kesal karena sebenarnya dia ingin berlatih untuk meningkatkan kekuatannya Tapi dia malah menjadi seorang prajurit dan juga seperti ksatria yang menjaga kerajaan.


Padahal di balik sikap raja yang begitu sampai hanya menjaga perbatasan saja ada negara Larion yang jahat yang akan mengancam kerajaan dengan kekuatan sehebat itu.


Diaz di kawal pengawal kerajaan untuk kembali ke perbatasan, ia benar-benar tidak bisa menolak apa yang sudah menjadi keputusan Raja.


"Kau ini masih terikat dengan raja dan belum bisa ke kuil suci," kata Keira melihat jika Diaz masih saja melakukan perintah Raja.


Jelas Diaz terlihat tidak bisa melakukan apapun semaunya sendiri, melihat situasinya juga yang tidak memungkinkan untuk kabur. Membuatnya kesulitan untuk bisa pergi ke kuil suci.


Ada banyak hal yang ingin Diaz sampaikan pada Zani, tapi sepertinya semua itu harus di tunda terlebih dahulu. Yang mana membuat Diaz terlihat tidak senang.


Keira tahu itu, bahkan Diaz berencana ke Kuil suci, dan sekarang malam mendapatkan tugas di perbatasan, suasana juga terlihat tegang saat orang di sana terus mengawasi Diaz.


Bukan Naga yang pasukan kerajaan waspadai, tapi Diaz yang terus di perhatikan. Dengan apa yang dilakukan oleh pengawal jelas sangat mencurigakan.


"Diamlah, mau bagaimana lagi," jawab Diaz kesal tidak bisa melakukan apa yang ia inginkan. Terikat dengan kerajaan adalah hal yang sangat mengesalkan bagi Diaz.


Keira hanya bisa memperhatikan Diaz dan orang-orang yang ada di sana. Mereka bersiap untuk beristirahat karena hari sudah malam sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Diaz karena ia ingin beristirahat maka dari itu dia tidak bisa menjaga pada malam hari.


apalagi mereka masih dua hari untuk bisa menunggu sang Putri pulang dia yang jelas Hal itu membuat dia juga berusaha sebisa mungkin, untuk bisa menjaga emosinya agar tidak marah padahal Ia selama ini sudah berusaha sebisa mungkin untuk tidak melawan Raja.


Tapi sepertinya itu sangat sulit Ia pun akhirnya menuruti semua perintah raja dan tidak kembali ke kuil suci, karena pihak kuil suci juga akan mengikuti apa yang dikatakan oleh sang raja. Ia tahu jika kuil suci tidak membantah apapun yang dikatakan oleh raja, yang mana hal itu membuat dia juga harus melakukan apa yang ditugaskan oleh sang Raja.


Walaupun dia tidak mau dan diberi pengawal yang begitu banyak untuk menjaganya, agar tidak melarikan diri lagi atau hilang lagi itulah yang dilakukan oleh raja dan siasatnya benar-benar membuat dia juga merasa kesulitan untuk pergi dari sana.


"Iya aku tahu kau sedang kesal," kata Keira yang tahu jika dia sedang merasa kesal dengan keputusan raja yang membuat dirinya benar-benar tidak bisa kembali ke khususnya.


Padahal dia sudah bersemangat untuk bisa kembali ke kuil suci dan dia berusaha sebesar mungkin untuk bisa menunjukkan kemampuannya kepada raja, bahwa dia tidak bisa diabaikan begitu saja dan dia bisa melakukan apa yang ia inginkan.


Tapi tetap saja Raja benar-benar menunjukkan kekuasaannya dan masih terus menyuruh dia untuk bisa menjaga perbatasan sesuai dengan perjanjian awal mereka, tak memberikan waktu sedikitpun untuk biaya beristirahat dan bahkan mereka tidak menyambut dia sama sekali memperlakukan dia seperti tawanan bukan seperti seorang ksatria.


"Kalau sudah tahu kenapa masih bicara," kata Diaz siap benar-benar kesal setiap kali Keira bicara selalu saja membicarakan tentang keburukannya.


Padahal dia benar-benar merasakan hasil dengan Raja, yang seharusnya kira bisa menghiburnya dia tidak tahu apa yang menjadi tujuan sama aja. Tapi Hal itu membuat dia juga merasa tidak kenal sama sekali dengan keputusan dari sang raja memaksanya melakukan sesuatu yang tidak ia sukai.


Diaz berusaha susah mungkin untuk bisa melakukan yang mulia tidak inginkan menjaga perbatasan serta melawan para naga, yang tidak bersalah itu adalah hal yang sangat membuat Diaz kesal, tapi tetap saja dia harus melakukan sesuai dengan perintah kerajaan karena dia sudah terjadi kepada suci untuk bertugas di kerajaan.


"Aku kira kau akan melawan," kata Keira yang mengira jika Diaz akan melawan raja dan hal itu sudah terlihat jelas dari kias yang benar-benar kesal dengan apa yang dikatakan oleh sang raja.


Tapi ternyata tidak terhias mengikuti semua apa yang dikatakan oleh sang raja dan bahkan ikut pergi ke perbatasan, hal itu juga membuat kaira tidak menyangka jika Diaz mampu bekerja dalam tekanan seperti itu.


Di saat dirinya tidak menyukai apa yang diperintahkan oleh sang Raja, tapi kakinya tetap menyerahkan tugas tersebut. Hal itu benar-benar membuat kaira pun terus menyediakan apa yang dilakukan oleh Diaz, semua orang yang tidak sesuai dengan pemikiran dan juga rencananya


"Aku tahu masih belum memiliki kekuatan hanya, dan aku belum mau mati sebelum membalas dendam," kata Diaz yang memberitahukan dia jika dia masih belum memiliki kekuatan.


Hingga belum bisa melawan sang Raja dan dihitung bisa berada di lakukan dengan banyak latihan agar dia menjadi seorang pendekar Pedang yang hebat dan tidak ada yang bisa memerintahkannya.


Diaz bisa melakukan semua tugas dengan semboyan sendiri jika dia sudah menjadi pendekar Pedang yang hebat dan tidak terikat dengan kuil suci yang mana membuat dia juga merasa kesal jika dirinya memiliki perjanjian dengan kuil suci yang tidak bisa dihapus begitu saja.


Di mana Hal itu membuat dia sedih mengikuti semua yang dikatakan oleh kondisi padahal dirinya yang tidak mau menuruti perintah raja.


"Baiklah aku suka dirimu yang sekarang punya ambisi," Kata Keira yang benar-benar bersyukur saat dia memiliki yang bisul untuk bisa memanaskan dendamnya atau jika kejadian di dunia naga benar-benar membuat Diaz merasa kesal.


Karena dia tidak bisa melakukan apapun saat orang lain berusaha untuk mengorbankan nyawanya untuk keselamatan dirinya.


Hal itu membuat dia benar-benar ingin membalaskan dendam kepada Naga Larion, yang sudah membunuh teman seperjuangannya tersebut meskipun mereka tidak saling kenal.


Tapi pengorbanan itu benar-benar tersimpan dalam hati Dias dan juga akan selalu dikenang karena Diaz rasa kesal dengan nagarion dan marah bahkan ia ingin membunuhnya, tapi belum bisa karena belum memiliki jurus yang bisa mengalahkan naga Larion yang jahat dan kuat.


"Iya, kita tinggal berangkat mengikuti pengawal, aku rasa raja tidak akan membiarkan ku sendiri," kata Keira yang tinggal bicara ikut berangkat dengan mereka dan selalu berbicara dengan Dias.


Karena kairat atau jika ia membutuhkan strategi membutuhkan orang yang bisa diajak bicara karena seluruh kerajaan juga tidak ada yang bisa memahami apa yang sedang diinginkan oleh Diaz.


Karena mereka juga tidak bisa ke dunia naga dan orang-orang yang pergi ke dunia naga, tidak pernah kembali sama sekali. Yang mana mereka juga tidak tahu siapa musuh mereka yang sebenarnya, yang bahkan benar-benar terlihat begitu mengerikan.