Knight From The South

Knight From The South
Latihan Malam



Diaz melakukan aktivitas seperti biasa dia berlatih pedang di dalam kamarnya untuk menyelesaikan buku pedang yang diberikan oleh Keira dengan apa yang dikatakan oleh Keira dia memang harus berusaha sesama mungkin dengan sekuat tenaga karena memiliki kemampuan.


Di saat itulah memang terdengar banyak pengawal yang ada di luar Walaupun dia berlatih dengan buku tersebut.


Tapi tidak ada yang membuat mereka penasaran dengan apa yang dilakukan oleh radiasi dia bisa berkuasa untuk berlatih di dalam kamar asal dia tidak berbuat keributan yang parah maka juga tidak akan peduli dengan apa yang dilakukan karena mereka ditugasi untuk mengawasi dia selama dia harus keluar dari kamar tapi jika di dalam kamar mereka tidak pernah memikirkan tentang hal itu.


"Aku benar-benar lelah sepertinya aku akan mengakhiri latihan ini dengan segera beristirahat," kata Diaz saat itu benar-benar kelelahan dan ingin segera beristirahat setelah selesai berlatih karena berlatih memerlukan tenaga yang cukup banyak hingga membuatnya pun harus bisa menyisakan tenaganya untuk besok Karena besok ia akan segera melakukan perjalanan.


Jadi Iya yang segera mengakhiri latihannya dan membersihkan badan tapi tiba-tiba pintu kamarnya diketuk dan Hal itu membuat dia kaget seorang karyawan meminta izin untuk masuk tentunya dia pun dengan cepat merespon agar mereka bisa cepat masuk karena jelas ia tidak pernah mengonsum pintu sama sekali dan tahu siapa pengawal selalu juga di depan kamarnya.


Tidak mengizinkan moal itu masuk Tapi tetap saja pak wali itu akan masuk dalam kamarnya jadi hal itu juga merupakan sudah suatu hal yang pasti dia pun berdiri dengan kaget saat dua orang berawal masuk dengan sendirinya yaitu membuat dia juga tidak apa-apa kesalahannya hingga menarik perhatian pengawal-pengawal tersebut.


"Maaf Tuan Sebelumnya kami mendengar suara keras dari dalam sini mungkin ada apa yang?" tanya Pengawal yang mencurigai Dias karena terdengar suara fisik dari kamar di Asia tidak tahu apa yang sering dilakukan oleh dia sehingga membuat pengawal tersebut pun bertanya.


melihat dia sedang memegang pedang jelas Hal itu pun membuat pengawal makin merasa penasaran Apa yang sedang dilakukan oleh dia dengan pedang di dalam kamarnya dan dalam waktu tengah malam hal itu jelas membuat pengawal juga tidak habis pikir jika dia sedang melakukan suatu hal yang buruk jadi dengan cepat mengolah juga harus menahan dia agar tidak melakukan hal-hal yang tidak diinginkan.


"Tidak ada apa-apa dan tidak ada yang menggangguku kalian tenang saja," kata Diaz karena memang mereka dia sendirian di dalam kamar dan tidak ada yang mengganggunya, jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan oleh para pengawal.


Walaupun di dalam kamar terdengar begitu ramai karena memang dia sendiri tadi sedang berlatih pedang sesuai dengan apa yang dilakukan oleh dirinya karena ia ingin benar-benar menjadi lebih hebat lagi.


"Kalau apa yang sedang tua lakukan dengan memegang begadang itu apa Tuan ingin melarikan diri dari sini?" tanya pengawal yang sebenarnya curiga pada Diaz.


Sehingga dia melarikan diri sama saja dia menyerahkan nyawanya kepada pihak kuil Suci setelah atau tawuran oleh polisi pun pasti dengan cepat khusus menghapuskan perjanjian itu hingga membuat keberadaannya di dunia tersebut menggunakan hilangnya dan dia akan kembali ke dunia asalnya di mana dia sudah tidak menyewa lagi di dunia soalnya karena ulahnya sendiri.


Saat itu jelas membuat dia pun sadar apa yang harus ia lakukan tetap berada di kerajaan sambil berlatih agar bisa menjadi seorang ksatria yang lebih hebat lagi daripada sebelumnya dan tidak dimenangkan oleh orang lain karena dia juga tidak suka mendapat hinaan ataupun diremehkan dia pun terus berlatih agar orang-orang tahu kemampuan yang ia miliki.


"Siapa yang ingin melarikan diri Besok aku harus berangkat jadi aku harus berlatih kau tahu kan maranaga itu begitu," jawab dia saya tidak memiliki tujuan untuk melarikan diri sama sekali dan dia memang sedang berarti pedang dengan membawa pedang jadi dia pun jujur mengakui Apa yang sedang ia lakukan.


Agar para pengawal itu tidak mencurigainya lagi ia benar-benar menunjukkan apa yang sedang ia lakukan tadi karena memang itu adalah tugas dari Dias untuk bisa menjadi lebih hebat lagi tentunya tidak masalah jika ia berlatih.


"Maafkan kami yang sebelumnya sudah lancang karena kami tidak tahu jika telah sedang berarti jika betul latihan kamu bisa mengantar Tuan di tempat latihan," kata pengawal jangan mengantarkan dia ke tempat latihan karena di kerajaan juga ada tempat latihan yang begitu luas.


Hal itu membuat pengawal menawari Dias daripada membuat ribut dan berisik di dalam kamar hingga membuat pengawal itu pun jadi tidak fokus dan merasa ingin tahu apa yang saya lakukan oleh dia sedang dalam kamarnya hingga membuat keributan sebesar itu.


"Tidak enak ke tempat latihan karena hari sudah malam aku juga sudah selesai berlatih dan akan segera beristirahat," kata Diaz yang memang sudah ingin beristirahat karena dia juga sudah selesai berarti budak hanya saja pengamalan itu yang datang secara tiba-tiba membuatnya ia kaget dan malah menghentikan niatnya untuk beristirahat.


Tapi kali ini ia benar-benar ingin beristirahat dan menjelaskan kepada pengawal itu siapa yang sedang ia lakukan setelah itu dia pun akan beristirahat maka dari itu pun dia sedang melihat memegang pedang dan itu semua cukup untuk membuat penjelasan yang masuk akan karena tidak ada kebohongan sedikitpun dalam perkataan dia.


"Selamat istirahat," kata Pak awal itu segera pergi meninggalkan dia sendirian setelah selesai berlatih, Ia benar-benar dicurigai melakukan sesuatu pasalnya saat mengawal itu masuk dengan begitu kagetnya Dia sedang membawa pedang walaupun mereka mengetuk pintu dan minta izin terlebih dahulu tapi cara masuknya yang tiba-tiba narasumber dia juga Sama halnya dengan mereka yang kaget.


Tapi semua itu bisa diatasi oleh Diaz karena dia tidak memiliki niatan untuk kabur sama sekali dan melakukan tugasnya dengan benar jika dia kabur namanya tentunya ada dalam bahaya karena pihak kuil Suci suges sudah mengancamnya itulah yang dilakukan oleh ketua dari kuil suci yang paling sering melarang sama orang lain hingga membuat dia juga tidak bisa berkutik.