
"Seorang kesatria dari dimensi Lain," Jawab Diaz dengan penuh percaya diri saat buku itu ingin mengetahui siapa dirinya, tak disangka untuk kusir itu bisa menulis pertanyaan untuknya dan bahkan bisa diajak diskusi meski tak ada suara setidaknya tulisan itu bisa hilang dan bahkan timbul dengan berbangai pertanyaan.
kalau bukan karena dia sekutu gimana buku itu merupakan sumber kekuatannya mungkin ia juga tidak ingin meladeni buku tersebut yang sepertinya ia terlihat seperti orang gila bahkan bicara pada buku.
Tapi, Ia bisa bertahan hidup di kerajaan yang mana membuat dia juga tidak tahu siapa yang harus ia bela. Demi kekuatannya dan demi semua itu dia rela bicara dengan buku yang selama ini menjadi pusat kekuatan nya.
"Pantas saja kok berbeda dari pemilikku sebelumnya."
Buku itu benar-benar merasa kagum dengan kehebatan yang dimiliki oleh Diaz, meski semua itu bukan merupakan kekuatan dari kuil suci.
Tapi itu merupakan kekuatan bawaan dan hal itu jelas sangat berbeda daripada orang-orang yang ada di sana jarang ada yang memiliki kekuatan pikiran seperti yang dimiliki oleh Diaz, hanya dengan melihat sekali saja ia langsung bisa mengingat semuanya.
"Jelas aku berbeda dari siapapun yang ada di sini yang hanya memikirkan diri mereka sendiri," keluh Diaz hampir tidak bisa membedakan mana yang benar dan mana yang tidak. ia bahkan bingung untuk berpihak kepada siapa, dari pihak kerajaan dan kue Suci sepertinya juga memiliki pendapat yang berbeda.
Yang yang mana jelas membuat dia benar-benar bingung dan tidak bisa bertindak ke gabah, hanya satu yang bisa ia percaya sebuah buku yang mengajarkannya kekuatan pedang yang luar biasa. Namun buku tersebut sepertinya memiliki banyak rahasia hingga di halaman kosong tersebut, bisa dengan mudah muncul tulisan yang mana seakan-akan mengajak Diaz untuk berbicara.
"Kenapa kau berpikir seperti itu?" tanya Buku itu melihat dia sepertinya sangat penuh pertimbangan dia bahkan belum menentukan pihak mana yang akan ia dukung.
"Jelas saja aku berpikir seperti itu coba pikirkan saja mereka memanfaatkanku untuk mengalahkan naga sedangkan mereka sendiri terlihat sibuk mengurusi masalahnya," kata Diaz maukah semua tindakan mereka yang sepertinya hanya mementingkan kepentingannya sendiri tanpa memikirkan kepentingan orang lain.
Dimana Diaz juga bingung ingin memihak kepada siapa yang mana melihat keduanya sepertinya juga memiliki tujuan masing-masing yang membuatnya jelas harus jeli memilih siapa yang jelas akan membelanya.
Tapi sepertinya melihat dari keduanya tidak akan ada yang membela Dias Jika ia tidak memiliki kekuatan, Diaz dapat pengakuan setelah ia berhasil mengalahkan naga tersebut walaupun ia pun berusaha untuk menunjukkan hal tersebut karena ketidak kerajaan. Tapi tetap saja mereka sadar dengan kekuatan dia sedang sebenarnya.
makan Putri Meriana pun bisa lebih cepat mengenali kekuatan yang dimiliki oleh Dias, hanya mengajari sekali jurus ya Iya miliki tersebut kepada dia sumber dia sudah bisa menguasai semua jurus.
Hal itu membuat Meriana mengakui dia sebagai seorang ksatria karena kehebatannya tersebut. Tapi, lihat sang putri yang putrinya juga sibuk di kerajaan dan bahkan sulit untuk ditemui pun membuat dia tidak begitu percaya kepadanya, pasalnya dia pun mendapatkan latihan saat dia memaksa Sang Putri.
Yang mana seharusnya dia bisa menepati janjinya sendiri untuk datang berlatih, tapi ia tidak datang sama sekali dan malah memiliki waktu untuk melawan para naga yang mana itu bisa membuat Diasz menarik kesimpulan sikap Putri memang tidak ingin melatih dirinya.
Ternyata buku itu lebih tahu semua dari apa yang dia sekira dan hal itu juga membuat dia kaget ke pasalnya Dia sedang mengira jika memang dia sedang melakukan apa-apa dan baru pertama kali menghadapi para naga.
"Tahu dari mana kau?" tanya Diaz yang benar-benar tidak percaya dengan apa yang barusan ia lihat karena buku itu sepertinya tahu semua tentang dirinya.
Padahal baru kali ini dia bicara pada buku tersebut dan memberitahukan apa yang terjadi di kerajaan itu melihat buku itu benar-benar tidak berbohong dan sepertinya juga jujur Ia pun mulai tertarik untuk lebih tahu lagi tentang kerajaan dari buku sihir itu.
"Oh ini bagaimana ya, bukannya kau ke mana-mana selalu membawaku," jelas Buku itu membuat hias paha memang ia selalu membawa buku tersebut.
Karena buku itu merupakan sumber kekuatannya di mana dia Bisa berlatih kekuatan di dalam buku tersebut tapi ia tidak menyangka jika begitu benar-benar bisa berkomunikasi dengan mudahnya pada Dias dan hal itu jelas membuat dia juga tidak bisa mengelak karena memang benar apa adanya yang dikatakan oleh buku tersebut.
"Buku sialan, padahalkan Aku ingin bersikap sok keren sedikit," keluh Diaz yang benar-benar tidak menyangka jika buku itu lebih pintar daripada perkiraannya. dan bahkan perkataannya pun bisa dikalahkan dengan mudah.
Dia pun menunjukkan kebenaran tentang apa yang terjadi akhir-akhir ini, biasanya mengeluh saja dan tidak bertindak sama sekali titik bukannya banyak pertimbangan tapi karena memang ia belum memiliki banyak kekuatan dan juga dukungan.
Hal itulah yang membuat dia selalu bertindak hati-hati dan memang benar jika dia kemana-mana membawa buku tersebut karena selain takut buku itu hilang Ia juga tahu jika buku itu merupakan sumber kekuatan di mana ia bisa berlatih bela diri dari buku tersebut.
Meskipun banyak yang menyia-nyiakan begitu karena lembar selanjutnya setelah jurus yang ia pelajari kosong tapi entah kenapa memang sebuah kebetulan saat buku itu berada di sinar bulan maka memakai kekuatan sihir sehingga membuat buku itu bisa berkomunikasi dengan pemiliknya.
"Kesatria gadungan," umpat Buku itu yang tidak suka saat Diaz menghinanya dan hal itu jelas membuat dia merasa kesal dengan apa yang barusan dikatakan oleh buku tersebut hingga membuatnya pun benar-benar marah kepada ibu itu karena sudah mengatakan hal buruk.
"Diam Kau!" kata Diaz yang benar-benar merasa kesal dengan apa yang barusan dikatakan olehmu itu dengan mengatakan niat kedua padahal memang benar Ia datang ke sana tanpa memiliki kekuatan besar sekali dan jika bukan karena buku itu yang memberikan kekuatan tersebut maka dia juga tidak bisa menggunakan pedang.
"Baiklah, jika kau menginginkanku untuk dia maka aku akan berhenti,"
Ancaman itu membuat hias kalang kabut mana mungkin jika buku itu benar-benar berhenti untuk tidak berkomunikasi dengan ya maka akan kembali ke lembar kosong seperti sebelumnya, Yang mana hal itu pasti akan membuat dia kesulitan untuk berlatih bela diri dan melanjutkan ilmunya.