Knight From The South

Knight From The South
Serangan



Api menyerang bahu Diaz sebagai gantinya.


Naga terkena serangan dan jatuh ke depan.


"Saatnya untuk menjatuhkannya, teman-teman!" kata Diaz berseru memberikan perintah, pada pria paruh baya yang menemaninya untuk mengalahkan Naga.


Tapi, Naga itu tidak berhenti dan menyemburkan api kembali ke arah Diaz dan pria paruh baya yang menemaninya.


Dengan cepat Api menyembur membuat Diaz maju menggunakan perisai untuk melindungi yang lain.


Diaz terpental dan pria paruh baya itu terkana serangan, dia berusaha menahan serangan dari naga Larion untuk membuka jalan, agar Diaz bisa segera pergi dari sana.


"Cepatlah pergi aku tidak bisa menahan naga ini terlalu lama!" kata Pria itu memberikan jalan agar dia bisa pergi dari sana.


Diaz merasa bersalah dia tidak bisa melakukan apa-apa, tapi ia tidak bisa melakukan apa-apa karena kekuatan tidak cukup hebat.


"Lalu bagaimana dengan anda pokoknya anda akan?" kata Diaz tidak terima melihat kejadian di hadapannya.


Bagaimana tidak seorang pria, yang baru saja ia kenal tiba-tiba melindungi dirinya dan juga membukakan jalan untuknya, agar dia bisa pergi dari dunia naga tersebut. Mengetahui kehebatan dari negara larion yang tidak bisa diabaikan sama sekali karena itu adalah naga yang benar-benar buas.


"Cepat pergi, ini akan terjadi kau tidak bisa mengalahkan harga ini sendirian jika kau ingin keluar dari tempat ini maka keluarlah sekarang salah lagi aku masih bisa menahan ya," kata Pria itu yang berusaha untuk menahan Naga larion dia membukakan jalan untuk Dias walau pria itu terluka tapi dia tetap berusaha untuk menahan naga Larion.


"Tapi ini yang aku inginkan aku ingin mendengarkan mengalahkan Naga Larion," kata Diaz yang bahkan tahu kemampuannya sangat minim dan tidak akan mungkin bisa mengalahkan naga itu.


Ia merasa bersalah karena sudah meremehkan naga larion yang begitu hebat, hingga dirinya benar-benar tidak bisa mengalahkan naga tersebut dan malam mengorbankan orang lain.


Di mana hal itu membuat Diaz benar-benar merasa sangat bersalah, sebagai seorang ksatria tentunya itu adalah pengalaman yang paling tidak menyenangkan.


"Kau tidak cukup kuat untuk bisa mengalahkan laga larion jadi jangan sia-siakan nyawamu jika kau ingin pergi," kata Pria itu memberikan jalan keluar untuk Diaz, agar dia bisa selamat dari naga yang mencoba untuk menyerang dengan kekuatan yang begitu luar biasa.


Hingga ia juga kesulitan untuk menahannya tak ingin semua menjadi korban pria itu mengorbankan dirinya sendiri dan mencoba untuk melindungi Diaz.


Ia benar-benar tidak mengerti dengan pengorbanan yang dilakukan oleh pria tersebut, pasalnya mereka baru saja bertemu tapi dia sudah mau mengorbankan nyawanya.


Hal itu membuat dia suka terus menyangkal dan berusaha ingin melawan naga Larion, tapi pria itu terus menghalanginya dan menyuruhnya untuk pergi.


"Jangan buang-buang waktu aku sudah tidak tahan sebaiknya kau menggunakan waktu ini dengan cepat dan pergi dari sini," kata Pria itu jelas membuat Diaz membatu dan tidak bisa memutuskan apapun.


Pikirannya kosong untuk sesaat dia tidak bisa mengambil keputusan dengan benar.


"Tapi—," kata Diaz terhenti dalam kebimbangan.


"Cepatlah!" Teriak Pria itu membuat Diaz makin bimbang untuk membuat keputusan.


Diaz bukan pengecut yang meninggalkan temannya begitu saja, tapi dia sadar kekuatannya tidak cukup hebat untuk bisa mengalahkan naga Larion. Bisa saja ia juga ikut di serang dan mati bersama Pria itu.


"Ayo Diaz, udah tahu dari awal betapa kejamnya negara Lion dan sekarang aku pasti tidak akan selamat mengalahkannya jika kau bersikeras maka aku juga akan kehilangan nyawa mu, dan tidak akan bisa membalas kematian orang baik itu."


Keira tahu jika Diaz sedang bimbang, ia ininya berusaha untuk memberitahu ia sudah membantu dia mengambil keputusan, karena Keira juga tahu kemampuan yang dimiliki oleh Diaz tidak akan mungkin bisa mengalahkan Naga Larion.


"Aku akan pergi Kalau boleh tahu siapa namamu?" kata Diaz yang tidak akan meninggalkan orang yang menolongnya begitu saja, ia pun ingin tahu siapa orang tersebut yang begitu baik hati, memberikan kesempatan untuknya agar dia bisa selamat.


"Aku Zadan, kesatria dari kuil suci sama seperti mu, sampaikan salamku pada Zani," kata Pria itu yang ternyata Zadan yang merupakan kesatria dari kuil suci sama seperti dirinya.


"Baiklah, terima kasih atas bantuannya. aku pasti akan membalaskan dendam mu," kata Diaz yang akhirnya memilih berlari untuk terhindar dari serangan naga Larion, yang begitu mematikan di saat Zadan mengorbankan nyawa nya.


Diaz benar-benar merasa bersalah dengan apa yang ia lakukan, karena dia tidak cukup hebat untuk bisa mengalahkan naga larion. Setelah dia keluar dari gua tersebut ia benar-benar merasa terpukul.


Diaz tersungkur di tahan menahan amarah, sedih dan ketidak berdayaannya melawan Naga Larion.