JULID Girl'S

JULID Girl'S
Julid Girl's (Tamat)



Malam itu mereka tidak melanjutkan tidur mereka dan menunggu pagi hari hingga nampak cahaya silau matahari menerpa pedesaan itu, polisi datang dan membereskan segala hal yang bersangkutan. Bukti yang terkumpul dari kamera pengawas dan sebagainya Mamat berikan pada pengacaranya, meski hanya salinan saja.


Saat pagi itu juga Mama datang bersama seorang pria dan seorang wanita muda dan bocah kecil yang juga di kenali oleh Nuah, Nuah menatap ke arah Wulan yang nampak terkejut melihat kediaman Nuah yang terbakar.


"Mama, kak Wulan." Nuah memeluk keduanya dan menangis sesegukkan, Wulan tahu dengan apa yang di rasakan oleh Nuah dia langsung menepuk nepuk punggung sahabatnya itu. Tidak lama kemudian sebuah mobil datang, Nuah menatap seorang pria yang tidak dia kenal dan wanita berhijab besar.


"Kak Sofie?" Nuah memeluk Sofie dan dari belakang keluar pula sepasang muda mudi yang mengendarai motor bebek, Nuah tersenyum pada keduanya.


"Syahrul sama Kia juga kesini?" Nuah memeluk Kia dan semua pria di sana nampak saling bertatap-an.


"Perkenalkan semuanya nama saya Revi, suami dari Sofie." Revi menangkupkan tangannya di dada, semua orang nampak saling berpandang pandangan.


"Sayang kita kapan?" Kia menyenggol tangan Syahrul hingga pria itu tersenyum lembut dan merangkul tubuh Kia.


"Aku nabung dulu sayang, kita juga harus siap akan banyak hal sebelum menikah." Syahrul yang memang sangat memperhatikan setiap perhitungan hidupnya tidak ingin gegabah.


"Hmmm.. aku tunggu ya calon imam." Kia tersenyum senyum imut membuat semua orang tertawa melihat dua mahluk menggemaskan itu.


"Ini rumahnya mau bagaiamana?" Tanya Rizal melihat sekeliling yang nampak tidak terlalu parah dan masih bisa di perbaiki dengan mengecat ulang rumah itu. Karena atap yang di gunakan rumah itu adalah coran hingga tidak ada yang perlu di ubah.


"Kita tinggal di kota saja ya sayang?" Mama nampak merangkul bahu Nuah dengan lembut, Mamat menggelengkan kepalanya.


"Enggak Ma, aku merasa nyaman di sini. Istriku juga pasti begitu." Mamat tersenyum meyakinkan Mamanya yang nampak kurang setuju dengan permintaan Mamat.


"Baiklah, lalu bagaimana dengan pekerjaan kamu dan kuliahnya Lii?" Mama nampak menemukan celah untuk membawa menantunya.


"Aku dan istriku akan tinggal di apartemen di dekat kampus istriku, jadi saat hari libur kita akan tinggal di sini." Mamat tersenyum penuh arti membuat Mama merasa sebal sendiri dengan anaknya itu.


"Terserah kalian saja kalo begitu, ingat harus ke rumah bila ada waktu." Mama mengingatkan keduanya, Mamat dan Nuah mengangguk.


"Pak Bos, untuk pembangunan di Madrasah bagaimana hari Ini?" Seorang pria nampak datang terpogoh pogoh.


"Kalian lagi bangun Madrasah juga?" Tanya Sofie dengan tatapan yang sangat kagum, Nuah mengangguk dan menghela nafas panjang.


"Bagaiamana bila bagi bagi tugas aja, aku sama suami akan ke tempat pembangunan Madrasah dan kalian di sini buat melakukan renovasi?" Sofie tersenyum menatap sang Suami dan menatap kepada teman temannya yang lain.


"Boleh juga tuh, Kak Syahrul juga hebat dalam membuat efek dan bisa di kolaborasi dengan cat rumah. Itu bisa membantu mempercepat pekerjaan." Kia nampak bersemangat. "Aku akan ngurus tanaman saja!" Teriak lagi Kia penuh semangat.


"Baiklah, ayo kita mulai!" Sofie berteriak mengangkat tangannya.


"Kami juga mau membantu."


"Kami juga!"


Para warga nampak membagi diri mereka ke dua arah yaitu ke tempat pembangunan Madrasah dan ke tempat renovasi rumah Nuah. Mamat memesan beberapa perabotan rumah dan meminta tukang untuk pemasangan benda benda di rumah itu.


Mamat menjadi orang paling aktif di tempat renovasi, dia mengerahkan semua anak buahnya untuk membagi tugas dan menghubungi beberapa teman dekatnya untuk memilihkan barang barang untuk rumah itu. Sedangkan di pembangunan Madrasah Sofie nampak sangat bersemangat dan jadi tim sukses pembangunan Madrasah itu.


Di kediaman Nuah semua kamar di lengkapi dengan alat kedap suara, semuanya di selesaikan dalam waktu satu minggu. mereka semua tinggal di lantai 3 rumah Nuah sebelum semua ruangan selesai di perbaiki, kini rumah Nuah sudah nampak lebih cantik dari sebelumnya berkat dari keterampilan Mamat, Rizal dan Syahrul yang menyatu menyatukan sebuah keindahan memukau.


Semua orang bernafas lega saat pembangunan Madrasah juga nampak sudah mulai masuk tahap pengecoran, Revi menghubungi para santrinya untuk membantu dalam satu hari pengecoran semuanya berjalan baik hingga dalam waktu dua minggu pembangunan juga berjalan lancar.


Acara peresmianpun akhirnya di adakan dengan kedatangan banyak santri dan tamu tamu dari kota, para ketua agama yang terkenal jua datang berkat undangan dari Revi, Nuah sangat senang dan selama dua minggu terakhir mereka tinggal di rumah Nuah.


Semua orang seperti sudah menjadi kebiasaan sendiri melakukan kegiatan mereka yang sangat ramai dan Revi yang tidak begitu tau kehidupan para pebisnis juga mulai belajar dari Mamat dan Rizal. Mereka juga belajar agama dari Revi dan tentu saja mereka juga banyak belajar tentang teknologi mutakhir dari Syahrul.


Acara peresmian akhirnya di lakukan, semua orang merasa bahagia. Kuwu mereka di tangkap dan kini di gantikan oleh seorang pegawai Negri yang memang di tugaskan untuk melanjutkan pemerintahan, mereka semua berjalan damai hingga semua hal yang sudah berlalu di basmi dengan lancar. Termasuk Dani yang sudah di tangkap karena kedapatan kehabisan bensin sebelum sampai ke jalan raya.


6 Tahun kemudian.


Seorang wanita dengan dua bocah tengah bermain di halaman rumahnya, Raisa dan Raina nama bocah itu.


Raina




Dua bocah itu anaknya Othor ahahahahah..


Tiga mobil nampak datang, Raina dan Raisa berlari menyapa Alif dan adiknya serta bayi kecil milik Sofie yang baru berusia satu tahun.


Kia dan Syahrul juga nampak datang dengan sumringah, mereka membawa sebuah amplop untu Nuah yang membuat Nuah langsung tersenyum.


"Kalian akan nikah bulan ini?" Tanya Nuah dengan wajah berseri seri, Kia dan Syahrul mengangguk.


"Selamat." Nuah memeluk Kia, dan nampak seorang pria keluar dari dalam rumah membawa cemilan untuk kedua putrinya.


"Kalian sudah datang?" Mamat tersenyum menyapa mereka dan membuka pintu rumah itu selebar lebarnya.


"Gak nyangka Julid Girl's akan sampai di titik ini." Wulan menggenggam tangan Sofie dan Kia.


"Kita kompak kompak ya semua?" Nuah datang dan memeluk tiga sahabatnya.


"Iya kita Julid Girl's mahluk yang tidak akan pernah ada di dunia kecuali kita, terima kasih semuanya." Kia nampak menangis, termasuk ketiga sahabatnya.


"Kita Julid Girl's!" Teriak Nuah yang berbarengan ketiga sahabatnya yang menertawakan ibu dua anak itu.


"Hehehe.. terlalu semangat." Ucap Nuah menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


...__________TAMAT_________...


Keterangan:


Kostan yang aku maksud aku gambarkan sebagai Mangatoon/Noveltoon yang mempersatukan kita berempat.


Meski banyak hal yang tidak mudah di lalui karena kesibukan kita masing masing tapi aku berharap kita akan tetap jadi Julid Girl's.


Love you all😘😘


@Kia


@Wulan


@Sofie


@Nuah


...Promosi novel baru...



...Gadis Buruk Rupa Untuk Si BUTA...


...___________________________________________...


Yasmin, gadis yang terkenal buruk rupa dan kampungan merupakan seorang anak haram di keluarga terpandang, wajah yang sebenarnya dia miliki sebenarnya sangat cantik bahkan kecantikannya itu membuat sang ibu waswas dan meminta Yasmin untuk menutupinya.


Akibat hutang besar keluarga sang ayah Yasmin harus rela menikah dengan seorang pria buta yang sangat kejam, pernikahan mereka seperti badai dan rumah tempat mereka tinggal seperti neraka.


Sang Suami yang merupakan sosok kejam dan tidak kenal ampun itu menyiksanya hampir setiap hari hingga sebuah fakta di ketahui bila sang suami memiliki cinta di masa lalu.


Penyiksaan yang di rasakan oleh Yasmin seperti sebuah belenggu dalam hidupnya namun dia tidak pernah selangka sedikitpun untuk mundur dari tempatnya sebagai seorang istri.


Siapkan kanebo kering pemirsa karena novel ini akan langsung menguras air garam di mata kalian dan membuat kalian gagal move on.


Jangan lupa baca juga karya Nuah yang lain ya...


Wassalammu'alaikum wr.wb.