
Setelah mengamati lama, Jesica sadar melihat bayangan seseorang di balik tembok. Sepertinya itu adalah lorong menuju ke sebuah tempat. Dia pun terus berjalan mendekatinya.
"Hei." panggilnya pelan saat sadar ada gadis lain seusianya yang mengintip mereka.
"Apa kau diculik juga?"
Gadis bertubuh kurus pendek terbalut piyama satin biru itu waspada memandang ke arah ujung anak tangga di atas. Wajahnya cantik terhias mata besar dan hidung mancung, rambutnya tergerai lebat sampai pinggang berwarna kemerahan.
Ia berbisik dengan lirih, "Sebaiknya kalian hati-hati, sebentar lagi malam. Cepatlah cari kamar untuk berlindung."
"Guys! Sepertinya ada orang lagi disini!" seru Jesica meminta perhatian teman-teman barunya.
Riki dan Dinda menghampirinya. Revi takut jika gadis cantik itu adalah hantu, sedangkan Noval masih sibuk mengendus.
"Hei, apa kau diculik juga?" tanya Riki bersikap paling tenang di antara semuanya.
Gadis misterius itu mengangguk, "Disini sebenarnya banyak sekali yang diculik. Daripada kalian memikirkan cara membuka pintu berjeruji tu, lebih baik segera cari kamar di lantai satu atau lantai dua. Orang itu akan datang."
"Orang itu?"
"Yang menculik kalian. Dia akan membunuh kalian kalau kalian tidak masuk ruangan saat matahari tenggelam."
Riki menelan ludahnya, "Tapi.."
Dinda menggeleng, "Tidak. Pasti kami hanya diculik untuk imbalan kan?"
Gadis piyama itu keheranan, "Apa kalian tidak menemukan surat Keselamatan?"
"Apa itu?" tanya Jesica serius.
"Ada aturan saat kalian ada di rumah ini. Kalian itu tamu tidak diundang. Karena tidak diundang, kalian itu seperti tikus pencuri. Setiap malam, sang pemilik rumah akan bangun untuk membersihkan rumahnya. Kamar orang itu ada di lantai tiga."
Riki sangat cemas, "Tunggu, rumah ini dimana? Rumahnya siapa? Kenapa kami disini? Apa ini semacam Jokes?"
"Aku juga tidak tahu," sahut gadis itu menggeleng dengan wajah yang semakin pucat.
"Tapi setiap pagi akan tersedia makanan di meja, untuk para tamu." lalu menunjuk meja dengan lima piring. Semua menoleh sesaat.
Gadis itu menambahkan, "Akan ada makanan untuk kalian besok dan peringatan, setiap pagi akan selalu begitu. Kalian hanya perlu bersembunyi ketika malam."
"Ada berapa lantai disini?"
"Tiga lantai. Sang pemilik rumah ada di kamar paling atas. Dia tuli dan buta, tapi dia selalu tahu kalau ada yang hidup di sekitarnya. Dia orang yang jahat, kalian akan dibunuh jika berkeliaran saat dia membersihkan rumah."
"Aku tidak paham lagi sekarang," Dinda menyerah mendengarkan omong kosong itu. Dia mundur dan bergabung dengan temannya, Revi.
"Hei! Siapa kamu! Apa kamu tidak takut sendirian?!" teriak Riki.
Suara gadis itu terdengar menggema, "Aku punya teman! Semoga kalian selamat!"
"Mantera apa maksudnya tadi?" tanya Jesica penasaran.
"Ini gila! Kita tidak mungkin terjebak dengan psikopat! Sebaiknya kita tunggu sampai Pak Harto, Pak Budi, Bu Siti, atau siapapun menyusul kita!" seru Dinda menidurkan bulu tengkuknya.
Tubuhya gemetar, wajahnya pucat, tatapannya takut melihat apapun yang ada di rumah ini. Terutama saat menyadari kalau semua lukisan abstrak seolah berubah-ubah bentuknya.
"Tidak mungkin, ini jaman modern. Jika dia sudah lama jadi pembunuh, dia seharusnya sudah di penjara." ucapnya menenangkan tangannya yang tidak mau diam. Bahkan telapak tangannya mulai berkeringat deras.
Revi berbisik di telinganya, "Kalau gadis itu hantu gimana? Dia korban pembunuhan?"
"Hantu kok kakinya menyentuh lantai. Pasti banyak banget orang disini. Dan kita orang baru!" sergah Dinda menelan ludah.
"Menurutmu ucapannya benar?"
"Aku berharap kita cuma di prank."
"Ini mengerikan tahu"
"Sudahlah. Bagaimana kalau kita cari jendela saja, mungkin di lantai dua."
"Tidak tidak, dia bilang ada orang gila diatas."
"Kalau disini, cuma ada tembok saja!"
"Guys! Guys! Akhirnya aku tahu sumber darahnya." kata Noval saat melihat ke balik meja. Dia langsung menyingkir dan muntah di lantai.
"Ada apa?"
"Kenapa?" Jesica segera melihat ke balik meja, matanya melotot juga. Tapi dia tidak sampai merasa mual saat melihatnya.
"Astaga." la membatin.
•
•
•
Jangan lupa Like, Vote dan Comment yaw!! 😄 Luv yu!! 😆😍