
Nama: Prayugo P. Yunanda
Kelas: XI IPA 6
Buku TUGAS MTK
Begitulah nama yang tertera di buku tulis yang terdapat di dalam ansel rusak itu. Pinggirannya seperti telah terbakar, kertasnya sudah menguning.
Jesica sedikit kaget saat membacanya "Namanya Prayugo ternyata, unik."
Akan tetapi dia kian kaget karena melihat tahun di halaman demi halaman buku catatan tersebut adalah 2004 alias 15 tahun yang lalu. Dalam sekejab dirinya merinding kembali. Dia mulai mengamati sekitar ruangan ini sekaligus pintu.
"Lima.. Lima belas.. Lima belas tahun yang lalu?" ulangnya takut.
"Dia terjebak sejak tahun 2004? Tidak mungkin." ucapnya lirih.
Dia menggeledah dalam tas kembali, hanya ada seragam putih abu-abu yang tampak memang sudah lama sekali. Ada bekas darahnya yang sudah memudar dan sobek sedikit di beberapa bagian. Kain itu membungkus sesuatu yang terasa bagaikan kumpulan batu bagi Jesica.
"Apalagi ini." pikirnya mengeluarkan kain itu beserta isinya yang ketika dibuka ternyata adalah pecahan tengkorak manusia.
Tidak seperti yang sering dia lihat di lab, tengkorak ini benar-benar masih berbau amis sekaligus masih membekas darah. Sangat kotor, mengerikan dan bau.
Jesica menghempaskannya ke lantai ketakutan. Ketika dia menjauh, dia melihat jelas kalau seragam putih itu masih terpasang name tag yang berbunyi Prayugo P. Yunanda
"Tidak mungkin, dia sudah.. Tidak mungkin." kata Jesica masih berusaha berpikir ini orang lain.
Dia menggeledah ransel itu, tapi sudah tidak ada lagi. Saking paniknya, dia menyeret lagi kardus penyimpanan yang ada di kolong ranjang.
"Yugo mati?" herannya gemetaran sambil mencari petunjuk tentang orang yang menolongya sejak kemarin itu.
Sebelumnya dia hanya diperbolehkan membaca buku, tapi dia melihat-lihat foto-foto yang terbakar, lalu memeriksa beberapa sobekan koran lama.
Ada lima koran berasal dari tahun 90'an. Sebagian lagi tidak jelas tahunnya karena sekedar potongan dari sebuah berita.
Seluruh potongan itu membahas tentang hilangnya para remaja yang belum ditemukan, dengan judul berbunyi:
"SISWA SMA KARTINI MALANG HILANG SAAT MENUNGGU BUS DI SAMPING SEKOLAHNYA SISWI"
"PAMIT PERGI KE MINI MARKET, SEORANG REMAJA LAKI-LAKI DINYATAKAN HILANG"
"EMPAT SISWA SMA 10 NOVEMBER MENGHILANG SELAMA SEBULAN DAN DITEMUKAN TEWAS TERMUTILASI DI HUTAN"
Jesica lebih tertarik membaca berita mengenai empat siswa dari SMA yang sama dengannya. Tentu saja karena ada foto Yugo bersama temannya disini. Meskipun rada buram dan berwarna hitam putih, dia tahu kalau orang yang bernama Prayugo P. Yunanda ini adalah
".. Keempat murid tersebut sudah menjadi tulang belulang di sebuah hutan. Hasil otopsi mengatakan kalau mereka dibunuh, lalu dimutilasi.." baca Jesica tidak kuat dan langsung menjerit.
"Aaaahhhh!!" suaranya sungguh memenuhi ruangan ini.
Selangkah demi selangkah mundur sampai nyaris terjungkal ke ranjang.
"Su, sudah mati! Dia mati!" la membatin.
Yugo masuk ke kamar cepat.
"Ada apa!" tanya remaja ini dengan mata sontak terbelalak karena ransel telah dibuka seenaknya.
Dia membentak, "Sudah kubilang biarkan disitu!!"
"Kamu!! Kamu itu, kamu sudah mati!" seru Jesica gemetar.
Tapi Yugo tidak mempedulikan sikap tersebut. Dia hanya fokus memungut pecahan tengkorak yang berserakan di lantai. Kemudian menaruhnya lagi di atas kain seragamnya.
"Jangan menyentuhnya lagi."
"Kamu hantu? Hantu itu tidak.."
Yugo masih diam saat membalut tengkorak itu, lalu memasukkannya ke dalam ransel dengan hati-hati. Dengan wajah sedih, dia kembali menaruh itu ke lemari yang wangi.
"Disini baunya selalu wangi."
"Yugo!"
Yugo mendekatinya, "Dengar, kamu salah paham. Aku harus menceritakan sesuatu padamu, Jesica. Jangan takut, aku tidak akan melukaimu."
Jesica kembali menjerit ketakutan dan pergi keluar kamar, "Jauhi aku!"
Yugo mengejarnya sambil berteriak, "Jesica! Jesica! Aku harus bicara sesuatu padamu! Kamu seharusnya tidak setakut ini padaku! Dengarkan aku! Jesica!!"
•
•
•
Maap Izah baru up. Baru sempet, hehe 😅 Buat bonus, aku nambah 1 Part lagi dah. Okeeyy. Paypay 😁 Jangan lupa Like Comment and Vote yaw!! Bantu Bagikan boleh banget!! 😆