
Karena tidak dapat menemukan Fadil, Zoya pun memutuskan untuk kembali ke dalam restoran, ia pun langsung menghampiri Reza yang masih duduk di tempat yang sama.
Setelah jam pulang kerja Reza mengantarkan Zoya pulang, namun Zoya memintanya agar mengantar sampai halte saja, agar mertua dan suami nya tidak salah paham padanya.
Saat Zoya masuk ke dalam rumah ia sudah di sambut oleh suami dan mertuanya dengan tatapan sengit, Zoya pun menyapa mereka namun Fadil langsung menarik tangan Zoya dengan kasar.
"Enak ya kerja sambil pacaran!" pekik Fadil setelah menampar pipi Zoya dengan sangat keras.
Zoya pun terkejut saat menerima perlakuan kasar seperti itu dari Fadil.
"Maksud kamu apa? aku gak ngerti Fadil" ucap Zoya sambil menyentuh pipi yang sudah terkena tamparan dari Fadil.
"Tadi siang aku liat kamu sedang berduaan sama laki laki, pake ngasih senyum pula sama pria itu, gatel banget jadi perempuan" ketus Fadil sambil membuang ludah di hadapan Zoya.
"Dia bos aku, wajar aja dong kalau bos ngajak karyawannya makan bareng memangnya ada yang salah, lagi pula seharusnya aku yang tanya sama kamu, tadi siang kamu ngapain sama wanita itu, pake mesra banget di depan umum, kenapa lari saat aku ngejar kamu" pekik Zoya, ia mulai tak sabar menghadapi sikap Fadil yang sangat keterlaluan padanya.
Mendengar Zoya mulai melawan pada Fadil, bu Rita langsung menghampiri Zoya dan menamparnya, kemudian memaki Zoya dengan kata kata yang sangat kasar, sehingga membuat tangis Zoya pecah.
"Aku kecewa sama kalian yang ternyata hanya berpura-pura baik sama aku" ucap Zoya kemudian pergi meninggalkan mertua dan suaminya.
bu Rita dan Fadil pun saling menatap kemudian tersenyum melihat Zoya menangis.
bu Rita pun berteriak memanggil Zoya agar segera kembali menghampiri nya, akan tetapi Zoya tidak meladeni teriakan ibu mertua nya, ia pun mengunci pintu kamarnya sehingga Fadil tak dapat masuk ke dalam kamar.
"Zoya buka pintunya" teriak Fadil sambil menggedor pintu kamar, agar Zoya mau membukakan pintu untuk nya.
Setelah beberapa saat kemudian Zoya pun membukakan pintu kamar nya, dan Fadil langsung menarik rambut Zoya hingga Zoya meringis kesakitan, Fadil mengabaikan Zoya yang berteriak meminta untuk melepaskan tangannya yang sedang menjambak rambut Zoya.
"Kamu harus di beri pelajaran supaya gak berani ngelawan suami lagi!" ucap Fadil dengan suara penuh emosi.
"Ampun Fadil, aku janji gak akan mengulangi nya lagi, tolong lepasin sakit" tubuh Zoya bergetar saat mendapat perilaku kasar dari Fadil, tak lama kemudian Fadil pun melepaskan nya dan mendorong Zoya hingga tersungkur ke lantai, setelah itu Fadil pun pergi ke kamar mandi dan menutup pintu nya dengan sangat keras.
"Mama, papa, tolong Zoya" batin Zoya sambil menangis seseghukkan.
"Halo guys ini gue mau nawarin barang bagus nih, tenang aja masih original belum pernah di pake sama siapa pun termasuk gue ya" ucap Fadil sambil mengarahkan ponselnya ke arah Zoya.
Karena mendengar Fadil seperti sedang membuat video Zoya pun langsung membalikkan tubuhnya dan betapa terkejutnya ia saat melihat Fadil ternyata sedang merekam nya, sontak Zoya pun langsung merebut ponsel yang sedang di genggam oleh Fadil dan membanting nya karena kesal.
"Kamu gila ya, istri sendiri malah di tawar tawarin ke orang, kamu gila Fadil!" pekik Zoya dengan ekspresi wajah yang sangat marah.
"Kamu yang gila!, cuma di video aja kenapa sampe banting hp aku, kalo rusak gimana!" pekik Fadil, ia tak merasa jika dirinya sedang berbuat kesalahan pada Zoya.
Zoya pun memalingkan wajahnya karena kesal melihat tingkah suami nya yang semakin kurang ajar padanya, setelah itu Zoya pun turun dari ranjangnya dan menurunkan sebuah koper yang berukuran sedang, ia pun langsung memasukkan semua pakaiannya ke dalam koper, melihat Zoya sedang mengemasi barang nya Fadil pun segera mencegah Zoya agar tidak pergi dari rumah itu, ia pun meraih tangan Zoya dan membujuknya dengan cara bersikap lembut lagi dan meminta maaf atas apa yang baru saja ia lakukan, karena Zoya sangat mencintai Fadil, ia pun akhirnya memaafkan Fadil dan menaruh kembali barang-barang nya, Fadil pun tersenyum penuh makna saat melihat Zoya yang termakan oleh rayuannya.
"Terima kasih sayang" Fadil pun mengecup kening Zoya kemudian memeluknya.
Wanita mana yang tak meleleh hati nya saat mendapatkan perlakuan lembut dari pria yang sangat dicintai nya, seketika Zoya langsung melupakan sikap kasar Fadil yang sebelumnya, Fadil pun akhirnya menyuruh Zoya untuk segera tidur karena besok pagi istrinya harus bekerja.
Setelah menikah Fadil hanya menjadi pengangguran dan bergaya seperti orang kaya, agar banyak wanita cantik yang mau menempel pada nya.
alasan Fadil tidak mau meniduri Zoya adalah, ia takut jika Zoya hamil dan bisa beralasan agar tidak bekerja, dan jika Zoya tidak bekerja maka siapa yang akan memberinya uang untuk mencukupi kebutuhan sehari harinya.
Keesokan pagi nya Zoya pergi terburu buru karena kesiangan, sebenarnya ia sudah bangun pagi namun mertua nya menyuruh untuk membersihkan rumah terlebih dahulu sebelum berangkat kerja, Zoya hanya bisa menurutinya tanpa membantah, karena percuma baginya jika mau membantah pasti unung ujungnya dia juga yang akan kalah dan mertuanya semakin memarahinya.
"Fadil sepertinya istri kamu itu malam juga harus kerja deh, ibu gak mau sampe di usir dari rumah ini sama rentenir" usul bu Rita sambil memasang wajah yang memelas.
"Bu kasian dong kalo malam harus kerja juga, kalau terlalu capek nanti dia sakit gimana, siapa yang mau cari uang buat kita" sahut Fadil.
Kedua ibu dan anak itu sangat lah serakah, suka menghamburkan uang namun tidak mau bekerja dan malah memanfaatkan Zoya yang bergelar tinggi itu, Fadil merasa bahwa Zoya tidak akan pernah meninggalkannya karena Zoya sangat mencintainya, padahal dari awal Fadil tidak menyukai Zoya, malah ia suka dengan sahabat Zoya yang sekarang sedang melanjutkan kuliah nya di luar negri.
"Terus gimana kalau sampai rentenir itu datang dan menagih hutang"
"Itu resiko ibu, kenapa harus membuat pesta besar besaran, sekarang ibu sendiri kan yang pusing" Fadil juga merasa kesal pada ibu nya yang selalu mengandalkan hutang.