Is There Love For Me

Is There Love For Me
episode 20



"Fadil!" Pekik Zoya sambil menarik lengan Fadil yang sedang menggenggam tangan Gita.


"Arsitek Gita" ucap Zoya sambil menunjuk ke arah Gita.


"Zoya kamu ngapain disini"


Fadil tak menyangka jika ia akan bertemu dengan Zoya di kota itu, padahal Fadil sudah mengatur tempat yang tidak mungkin Zoya datangi.


Gita pun bingung dengan situasi yang ia lihat sekarang.


"Harusnya aku yang tanya sama kamu Fadil, kamu ngapain disini mana mesra banget sama dia, kalian ada hubungan apa memang nya"


"Zoya sebaiknya kamu pergi dari sini" pekik Fadil.


"Sayang memangnya sekertaris Zoya ini siapa kamu?" tanya Gita penasaran.


"Aku istri nya!" ketus Zoya.


Mendengar pengakuan dari Zoya, Gita merasa seperti tersambar petir, ia tidak menyangka jika Fadil yang ia cintai bisa membohongi nya seperti itu.


"Gita semua nya bisa aku jelasin" ucap Fadil sambil meraih tangan Gita.


Gita hanya terdiam lalu menangis, sesekali ia menepis tangan Fadil yang selalu mencoba meraih tangan nya, Gita pun enggan untuk melihat wajah Fadil yang sudah membohongi nya.


Sedangkan Zoya, ia masih berdiri di dekat meja tempat Fadil dan Gita, Zoya sedang menunggu penjelasan dari Fadil, namun sedari tadi Fadil hanya memperdulikan Gita daripada diri nya.


"Fadil apakah kamu tidak mau menjelaskan apa apa sama aku" tanya Zoya dengan suara yang tegas.


"Apa yang harus aku jelaskan, kamu udah lihat sendiri kan" pekik Fadil.


Zoya pun tersenyum sengit, ia tak menyangka jika Fadil benar benar tidak mencintai nya, bahkan di saat seperti ini pun Fadil tetap memperdulikan orang lain daripada istri nya sendiri.


"Sayang, aku bisa jelasin semua nya sama kamu, kamu jangan salah paham dulu ya" Fadil mencoba agar Gita tidak salah paham pada nya.


Mendengar apa yang Fadil katakan, Zoya merasa jijik ia pun memalingkan wajah nya, beberapa saat kemudian Rio pun datang menghampiri Zoya, karena menurut Rio mungkin kedatangannya dapat membantu Zoya.


"Sayang kenapa kamu lama sekali" ucap Rio sambil mendekat ke arah Zoya.


Sontak Zoya pun terkejut saat melihat sikap Rio yang tiba tiba memanggil nya dengan sebutan sayang.


Rio mengedipkan sebelah mata nya untuk memberi kode pada Zoya jika ia sedang berakting.


Mendengar Rio memanggil Zoya dengan sebutan sayang, Fadil pun langsung tercengang, ia tak menyangka jika ternyata Zoya juga sedang ada main di belakang nya.


"Zoya ini siapa?" tanya Fadil.


"Sayang apakah dia suami yang kamu bilang itu, pantas saja kamu ingin mencari pria lain, dia sangat jauh jika di bandingkan dengan aku" cibir Rio.


Mendapat Cibiran dari Rio, Fadil pun terpancing emosi nya dan menghajar Rio dengan keras, ia tidak terima jika Rio merendahkan diri nya, terlebih lagi jika Zoya yang sudah membicarakannya kepada pria lain.


"Zoya aku gak nyangka jika kamu bisa melakukan hal sekotor ini"


Fadil hanya terdiam, Gita pun bangun dari duduk nya dan kemudian pergi meninggalkan tempat itu, Fadil pun langsung mengejar Gita dan mengabaikan Zoya begitu saja.


"Dasar pria gak tau diri" cibir Zoya.


"Terima kasih CEO sudah mau membantu saya, tapi saya hanya ingin mengingat kan, lain kali CEO tidak perlu repot repot membantu saya, karena mungkin setelah ini masalah yang saya hadapi akan semakin rumit"


Zoya pun langsung pergi meninggalkan Rio, ia segera memanggil taksi dan pergi ke hotel untuk bersiap siap pulang.


Di perjalanan Reza beberapa kali menghubungi Zoya, namun Zoya malah mematikan ponsel nya, saat Reza tiba di rumah sakit ia langsung segera menghampiri mama nya yang sedang menunggu Alexa.


"Mamah, Alexa dimana?" tanya Reza.


"Alexa masih dalam pemeriksaan, sudah satu jam tidak sadarkan diri, mama takut dia kenapa-napa"


"apakah orang tua nya tahu dengan keadaan Alexa sekarang"


bu Widia menggelengkan kepala nya, ia sudah mencoba untuk menghubungi orang tua Alexa, tapi mereka tidak ada yang menerima nya dan mendengar kabar bahwa kedua orang tua Alexa sedang pergi ke luar negri.


Setelah dokter keluar bu Widia dan Reza langsung menghampirinya dan menanyakan keadaan Alexa saat ini, dokter pun menjelaskan apa yang sudah terjadi pada Alexa.


"Maaf untuk saat ini kami belum bisa memberitahu apa penyakit yang di derita nya, jika kalian ingin mengetahui nya lebih baik kalian tunggu pasien sadar dan menanyakan langsung pada nya" saran dokter.


Penyakit yang di derita Alexa memang sangat parah dan langka, dokter pun tidak bisa memberitahu sembarangan pada siapapun, ia tak ingin jika orang tahu mengenai penyakitnya dan membuat pasien menjadi stres dan drop.


setelah pemeriksaan Alexa di pindahkan ke ruangan ICU, sedangkan Reza berusaha untuk menemui dokter yang telah memeriksa Alexa, ia ingin tahu jelas mengenai penyakit yang di derita Alexa.


Saat Reza berhasil menemui dokter, ia pun langsung membujuk dokter itu agar mau memberitahu nya, beberapa saat kemudian dokter itu pun akhirnya memberitahu penyakit yang di derita oleh Alexa, betapa terkejutnya Reza saat mengetahui penyakitnya, ia pun meminta kepada dokter tersebut untuk mencari tahu rumah sakit mana yang bisa menyembuhkan penyakit tersebut.


"Di LA ada rumah sakit khusus untuk menangani penyakit ini, tapi apakah pasien mau jika di rawat di sana, perawatannya membutuhkan waktu minimal tiga tahun untuk memastikan apakah penyakitnya sudah hilang tuntas atau belum" jelas dokter.


"Terima kasih dok, aku akan mencoba membujuknya agar mau di rawat di sana"


Stelah menemui dokter, Reza segera kembali ke bangsal tempat Alexa di rawat, bu Widia menanyakan apa penyakit yang di derita oleh Alexa, namun Reza beralasan jika dokter itu tetap tidak mau memberitahu nya.


Mereka pun menunggu Alexa hingga tersadar, dan saat Alexa tersadar Reza meminta agar bu Widia keluar terlebih dahulu, karena ada hal yang ingin ia katakan pada Alexa.


Saat bu Widia keluar, Reza langsung menghampiri Alexa yang masih terbaring lemah, Alexa pun memalingkan wajah nya dan menutup tubuh nya dengan selimut.


"Alexa mari kita pergi ke LA untuk melakukan pengobatan agar penyakit kamu bisa sembuh"


"Apakah kamu sudah tahu penyakit aku" tanya Alexa ragu-ragu.


"Alexa kenapa kamu tidak mengatakannya sejak awal, apakah kamu sengaja agar menunggu parah dulu dan aku yang akan membawa kamu pergi ke sana" tuduh Reza.


"Bukan seperti itu Reza, aku hanya tidak ingin menyusahkan siapa pun, kamu, dan Zoya aku tidak ingin membuat kalian mencemaskan aku"


"Tapi bukan seperti ini caranya Alexa, ini sama saja kamu ingin membuat kami merasa bersalah, jika sesuatu terjadi sama kamu nanti" pekik Reza.