
Setelah Fadil pergi Zoya pun menceritakan apa yang sudah terjadi padanya, Keny sedikit kecewa pada Zoya karena hal sebesar itu ia tak memberitahukannya pada Keny.
"Jadi sekarang kamu tinggal dimana? apakah mereka memperlakukan kamu dengan baik" tanya Keny dengan penuh rasa kekhawatiran, walaupun ia tak suka dengan apa yang sudah Zoya pilih, namun karena Zoya adalah adik kesayangannya Keny pun tak dapat memarahi nya.
"Saat aku belum menikah sama dia, aku membelikan mereka rumah karena saat itu mereka di usir sama rentenir dan rumah nya disita" jelas Zoya kemudian menundukkan kepala nya karena takut jika Keny akan memarahinya.
Mendengar penjelasan dari Zoya, Reza tak habis pikir mengapa Zoya mau berbuat hal sebesar itu demi seorang pria yang selalu memanfaatkannya, Reza pun menduga jika kehidupan Zoya setelah menikah tidak lah baik baik saja.
"Zoya seharusnya kamu sudah sadar jika mereka hanya memanfaatkan kamu, dimana Zoya yang cerdas dan berani seperti dulu, kenapa sekarang kamu malah jadi budak cinta dan menjadi bodoh" pekik Keny kemudian melotot pada Zoya.
Lagi-lagi Zoya melirik ke arah Reza, ia ingin meminta bantuan pada Reza agar menghentikan Keny untuk selalu bertanya, Reza sebenarnya sudah mengerti apa yang di inginkan oleh Zoya, namun ia sengaja agar Zoya dapat mendengarkan apa yang di katakan oleh kakak nya, karena hanya Keny lah yang dapat Zoya turuti.
"kamu lihat tadi, sikap dia terhadap kamu sangat kasar, di depan umum saja dia berani melakukan perbuatan seperti itu, apalagi jika di rumah, Zoya apakah kamu pernah di perlakukan seperti ini sebelum nya" pertanyaan Keny kali ini sangat membuat Zoya gelagapan, ia bingung harus berkata jujur atau membohongi kakak nya lagi.
Zoya tak ingin membuat kakak nya semakin membenci Fadil, ia pun terpaksa membohongi Keny lagi, di depan Keny Zoya selalu membicarakan Fadil yang baik baik, karena Zoya terlalu berlebihan memuji Fadil, Keny pun semakin tidak mempercayai nya.
"Kak please jangan marah lagi ya, Zoya janji akan menjaga diri baik baik, dan tidak akan membiarkan Fadil melakukan hal itu lagi" Zoya pun memasang wajah memelas agar kakak nya mau menurutinya.
Dengan beberapa pertimbangan Keny pun akhirnya membiarkan Zoya untuk menjalani kehidupan yang ia pilih, namun bukan berarti Keny akan membiarkannya begitu saja, ia akan menyuruh orang untuk memperhatikan Zoya dan selalu menjaga Zoya secara diam diam.
Setelah selesai berbicara mereka pun pergi mengantar Keny ke rumah kediaman pak Rusli, akan tetapi Zoya menolak untuk ikut masuk ke dalam rumah orang tua nya, ia takut membuat papa nya marah jika tetap memaksa untuk masuk.
Akhirnya setelah tiba di rumah pak Rusli, Reza dan Keny masuk mereka sebenarnya tidak tega membiarkan Zoya sendirian di mobil dan tidak ikut masuk ke dalam, karena wy bagaimana pun Zoya tetaplah keluarga bagi Keny.
Saat Reza menekan bel rumah tak butuh waktu lama bu Diana pun langsung membukakan pintu, dan betapa terkejutnya saat ia melihat putra pertama nya sedang berdiri dihadapannya.
"Keny"
"Hay mama" Keny pun langsung memeluk mama nya, walaupun ia selalu tegas dengan siapa pun, tapi disisi lain Keny sangat lah manja pada mama nya, bu Diana pun menangis karena tak menyangka jika dapat bertemu dengan anak yang super sibuk itu.
"Kenapa gak ngabarin mama kalau mau pulang" ucap bu Diana sambil melepaskan pelukannya.
"Maaf ma, kan kejutan"
"Kamu kenapa Reza, ayo masuk kita ngobrol di dalam saja" Ajak bu Diana sekali lagi.
Dengan berat Reza pun berjalan ke dalam dan mengikuti Keny masuk, melihat sikap Reza yang gelisah, Keny pun memberikan peluang agar Reza dapat segera pergi agar Zoya tidak semakin kelamaan menunggu di mobil.
"Reza tadi aku dengar setengah jam lagi kamu mau meeting ya, maaf ya gara-gara jemput aku kamu jadi hampir telat, sekarang kalau kamu mau pergi menemui klien silahkan, aku sudah aman disini" ucap Keny.
Reza langsung paham dengan maksud Keny, ia pun segera berpamitan untuk pergi, awalnya bu Diana sempat melarang Reza pergi, namun Keny meyakinkan mama nya agar membiarkan Reza pergi.
Saat di mobil Reza melihat Zoya yang sedang terlelap, betapa cantiknya Zoya saat tertidur, sesekali Reza melihat ke arah Zoya ia merasa kasihan pada nasib Zoya yang sekarang, Reza sangat ingin membawa pergi Zoya dari kehidupannya yang sekarang, namun karena itu adalah pilihan terbaik bagi Zoya, maka ia hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk wanita yang ia cintai itu.
"Andai dulu aku memiliki keberanian untuk melamar kamu, mungkin nasib kamu tidak akan seperti ini Zoya, maafkan aku" batin Reza, kemudian setelah itu ia segera menyalakan mesin mobil nya dan pergi dari kediaman pak Rusli.
......................
Beberapa minggu kemudian..
Seperti biasa saat dipagi hari sebelum berangkat kerja Zoya selalu disibukkan dengan pekerjaan rumah yang tidak ada habis nya, bu Rita sekarang malah tambah berprilaku buruk pada Zoya, tak jarang Zoya mendapat tamparan dari sang mertua, sedangkan Fadil lebih sering tidak pulang dan selalu menghabiskan uang Zoya, tak jarang Zoya selalu menemukan bekas cap bibir di kemeja putih milik Fadil, selama menikah Zoya belum pernah di tiduri oleh Fadil, Zoya pun heran mengapa suami nya tidak mau menyentuhnya.
Saat Zoya sedang memasak sarapan, tiba tiba bu Rita datang dan meminta uang pada Zoya, namun uang Zoya sudah habis karena semalam Fadil sudah mengambilnya, hari ini adalah hari Zoya gajian, jadi mertua dan suami nya tak habis habis meninta uang pada Zoya.
"Kamu pelit banget ya, udah buruan mana uang nya ibu mau pergi arisan" pekik bu Rita.
"Beneran bu, uang Zoya sudah habis di bawa sama Fadil, ibu minta saja sama Fadil nanti"
"Kamu kan hari ini gajian, mana uang nya"
"Yaampun bu, aku aja belum pergi ke kantor, gimana mau gajiannya" Zoya merasa kesal karena bu Rita selalu mendesaknya jika sedang meminta uang.
Bu Rita pun mendengus kesal karena Zoya tidak memberi nya uang, ia pun langsung pergi begitu saja meninggalkan Zoya.
"Gak mertua, gak suami semua nya sama aja, bisanya cuma minta minta doang" gerutu Zoya sambil mencicipi nasi goreng yang baru saja matang.