
Setelah makan malam selesai Reza membawa Zoya ke apartemennya, sebenarnya ia ingin membawa wanita itu ke rumah nya, namun dengan status Zoya yang masih menjadi istri Fadil, Reza mengurungkan kembali niatnya.
"Zoya jadi apakah kamu setuju untuk tinggal bersama kedua orang tua kamu lagi?" tanya Reza ragu ragu.
"Aku mau tinggal disini dulu deh" sahut Zoya sambil membenamkan kepala nya di atas dada bidang Reza.
"Apakah kamu takut jika sudah berada di kediaman tuan Rusli kita gak akan bisa melakukan hal seperti ini dengan bebas" goda Reza sambil membelai rambut panjang milik Zoya.
"Bukan hanya itu, aku gak mau menyusahkan mereka terus, sekarang aku ingin hidup mandiri dan mulai bekerja untuk menghasilkan uang"
Reza pun tersenyum kemudian memeluk tubuh mungil Zoya, ia tak menyangka jika sekarang pikiran Zoya sudah dewasa dan mulai memikirkan orang tua nya.
saat masih berpacaran dengan Fadil Zoya sering melawan dan suka membohongi kedua orang tuanya, bahkan ia selalu meminta uang lebih pada papa nya agar bisa mencukupi kebutuhan Fadil dan juga ibu nya.
Pagi telah menyapa dan sinar mentari menembus jendela kamar di apartemen Reza, Zoya membuka mata nya kemudian beranjak dari tempat tidur, setelah selesai membasuh muka, ia mencium aroma sosis bakar yang sangat menggugah selera, Zoya pun keluar dan melihat Reza sedang memasak di dapur.
"Sudah bangun ya" ucap Reza kemudian mengecup kening Zoya.
"Aroma sosis bakar nya berhasil membuat aku bangun, dan kamu harus bertanggung jawab karena sekarang aku merasa lapar" ucap Zoya dengan suara manja.
Reza hanya tersenyum kemudian meletakkan beberapa sosis yang sudah matang ke dalam piring, tak lupa juga ia meletakkan omelet yang kebetulan matang secara bersamaan dengan sosis bakar nya, Zoya yang tak ingin kalah sibuk dengan Reza, ia membuat susu hangat untuk melengkapi sarapan pagi mereka sebelum pergi ke kantor.
"Siang ini apakah ada meeting?" tanya Reza sambil menyantap sarapannya.
"Sepertinya tidak ada, memang nya kenapa?"
"Kalau gak ada jadwal meeting siang ini kita pergi ke rumah seseorang" ucap Reza yang sengaja ia buat seperti sebuah teka teki untuk Zoya.
"Rumah seseorang, Siapa?" tanya Zoya penasaran.
Reza pun tersenyum karena ia berhasil membuat Zoya penasaran, bukannya menjawab Reza malah selalu memberikan teka teki agar Zoya semakin penasaran, karna merasa dirinya sedang di kerjai Zoya pun mengerucutkan bibir nya kemudian melahap sarapannya dengan sangat cepat, Reza semakin gemas saat melihat Zoya sedang kesal.
"Aku pergi bersiap siap dulu" ketus Zoya tanpa melihat ke arah Reza.
melihat Zoya kesal Reza hanya menggeleng kan kepala nya sambil menahan tawa, padahal teka teki yang Reza berikan sangat lah mudah dan juga Reza sudah memberitahu yang sebenarnya, akan tetapi sepertinya Zoya malah salah paham.
Reza mengatakan bahwa dia akan pergi ke sebuah rumah orang cantik dan punya kemampuan yang hebat, mungkin dalam bayangan Zoya dia adalah wanita cantik dan berkarir tinggi, sehingga membuatnya seperti sedang mendapatkan saingan baru, tak heran jika dirinya merasa kesal karena itu.
Siang pun telah tiba dan benar Reza mengajak Zoya ke sebuah rumah elit yang tak jauh dari kantor nya, wajah Zoya seperti tomat matang, ia menahan kesal beserta dengan penasaran akan seperti apa saingan baru nya itu. Reza menekan bel agar mereka di bukakan pintu oleh pemilik rumah, tak butuh waktu lama pintu pun terbuka.
"Reza mengapa tidak mengabari aku jika mau kesini" ucap seorang pria berambut panjang dengan tubuh yang lemah gemulai, serta suara yang mendayu-dayu.
Zoya pun memicingkan mata nya serta menggaruk kepala nya yang tak gatal, ia merasa bahwa dirinya sangat lucu karena menganggap pria itu sebagai saingannya, perasaan kesal nya seketika menjadi hilang dan berubah menjadi sebuah hal yang lucu bagi nya.
"Selera kamu seperti ini ternyata" bisik Zoya sambil melirik kan matanya ke arah pria cantik itu.
Reza hanya tersenyum kemudian menganggukkan kepala, sontak membuat Zoya kesal kembali karena pengakuan dari Reza walaupun hanya dengan sebuah anggukan, pria cantik itu memperhatikan Zoya yang sedari tadi hanya terdiam dan sesekali melirik ke arahnya.
"Reza dia siapa?" tanya pria itu sambil menjulurkan jari telunjuk nya ke arah Zoya.
"Dia Zoya calon istri aku" sahut Reza.
Zoya langsung ternganga ketika mendengar pengakuan dari Reza, begitu juga dengan pria cantik itu, ia menatap dalam ke arah Zoya dan memperhatikannya dari atas hingga bawah.
Zoya yang merasa tersipu karena pengakuan dari Reza, hanya mampu menundukkan kepala nya, andai ia bisa melihat ekspresi pria cantik itu saat menatap nya, mungkin mereka akan berkelahi saat itu juga.
"Jadi apakah kedatangan kamu kesini untuk mengundang ku ke acara pernikahan kalian begitu?" tanya pria cantik itu dengan nada sinis.
Reza hanya menggelengkan kepala nya lalu berkata. " Aku ingin kamu yang merancang sebuah gaun pernikahan yang cantik dan sesuai dengan tubuh calon istri ku"
"Apakah kamu pikir aku akan menerima nya?" ketus Pria cantik itu.
"Hey Rasya Aditama, apakah kamu lupa dengan semua kebaikan ku padamu" ucap Reza seolah sedang mengingatkan pria itu dengan apa yang sudah pernah ia lakukan untuk Rasya.
Ya pria cantik itu bernama Rasya Aditama, anak seorang pengusaha besar yang kini di buang oleh keluarga nya karena ia berkarakter seperti wanita, saat Rasya di usir dari rumah nya hanya Reza yang mau menolong nya dan menyekolahkan Rasya ke luar negri agar pria itu bisa melanjutkan mimpinya sebagai seorang desainer terkenal, dan ternyata mimpinya menjadi kenyataan berkat bantuan dari Reza.
"Hem jadi kamu ingin mengungkit kebaikan yang sudah kamu lakukan nih" Rasya pun menatap kembali ke arah Zoya. "Baiklah baiklah aku akan merancang gaun untuk wanita mu ini" lanjut nya lagi.
Rasya menyuruh Zoya untuk ikut kedalam ruangan dimana tempat itu berisikan busana busana cantik nan elegan, ternyata ruangan itu tempat Rasya merancang semua busana yang ia buat.
"Hey nona kamu sangat beruntung bisa di nikahi oleh Reza, jangan pernah khianati dia ya" ucap Rasya seolah sedang mengingatkan Zoya agar tidak menyakiti pria penyelamat nya.
"Kamu jangan khawatir, aku akan selalu ada di samping Reza dan selalu mensuport nya, dan aku doakan juga semoga kamu bisa cepat menyusul nya untuk segera menikah" tandas Zoya serta di iringi dengan senyuman profesional.
Rasya pun melingkarkan alat pengukur ke pinggang dan beberapa tubuh Zoya yang lainnya, ia mulai fokus mencatat semua ukuran, saat mengukur bagian dada nya Rasya menatap Zoya dengan heran.
"Kenapa kamu melihatku seperti itu" ucap Zoya heran.
"Ya ampun Reza gak pinter memilih pasangan ya, wanita berdada kecil begini kenapa dia harus menikahi nya" sindir Rasya sambil kembali mengukur dada Zoya.
mendengar sindiran dari Rasya, Zoya mencubit pinggang Rasya hingga menimbulkan teriakan dari pria cantik itu, dan membuat Reza langsung memasuki ke ruangan tersebut.