
Saat di restoran Reza hanya terdiam, ia bimbang apakah harus berbicara pada Zoya atau tidak, ia tidak ingin membuat Zoya kecewa untuk yang kesekian kali nya.
Melihat sikap Reza yang tidak seperti biasa nya, Zoya mengerutkan dahi nya kemudian memasang raut wajah penuh tanya pada Reza.
"Kamu kenapa dari tadi diam saja, cerita dong"
Reza menatap wajah Zoya dengan serius lalu menghembuskan nafas secara perlahan.
"Alexa ngajak fitting baju siang ini" ujar Reza dengan suara yang berat.
"Lalu?" Zoya berusaha untuk bersikap biasa saja agar Reza tidak semakin ragu untuk memberitahu yang sebenarnya.
"Aku gak tau harus bagai mana"
"Reza temani saja dia, jangan peduli kan aku. jalani saja apa yang sudah harus kita jalani, lagi pula kita kan masih bisa saling bertemu satu sama lain" ujar Zoya kemudian memberikan senyum semangat pada Reza.
Reza pun tersenyum dan mengelus kepala Zoya dengan lembut, ia merasa bersalah karena sudah menyetujui persyaratan yang di buat oleh Alexa.
Jika Reza tidak memilih menurutinya, dan mencari cara lain agar Alexa mau mengobati penyakitnya tanpa harus Reza yang mengantar langsung ke LA, mungkin saat ini hubungannya dengan Zoya tidak akan menjadi rumit.
"Zoya aku janji jika masalah ini sudah selesai aku akan menikahi kamu"
"Menikahi aku? lalu Alexa dan Fadil"
"Aku dan Alexa sudah membuat kesepakatan jika masalah nya sudah selesai maka kami akan bercerai, kalau Fadil aku sudah merencanakan sesuatu agar kamu bisa terlepas dari nya"
"Rencana apa?" tanya Zoya penasaran.
"Nanti juga kamu tahu sendiri" Reza pun mencubit hidung Zoya dengan manja.
Baru saja Zoya dan Reza mau menyantap makanannya tiba tiba ponsel Reza berbunyi, awalnya Reza mengabaikannya tapi Zoya malah menyuruh Reza agar menerima panggilannya supaya tidak menganggu mereka karena suara ponsel yang terus berdering.
"Siapa? " tanya Reza pada orang yang berada di sebrang telfon.
"Jika kamu masih menginginkan tunangan kamu selamat, datang dan bawa uang dua ratus juta, jangan bawa polisi ataupun orang lain, jangan coba-coba untuk menipu kalau tidak nyawa wanita ini akan berakhir" ancam orang jahat tersebut.
"Kamu kira saya anak kecil?" pekik Reza.
"Reza kamu jangan dengerin mereka, biarin aja aku disini, kamu jangan khawatir" teriak Alexa dari kejauhan.
Saat Reza mau berbicara panggilannya pun terputus, ia pun segera mencari nomor yang baru saja menelfon nya, namun saat Reza mencoba untuk menelfon balik nomor itu sudah tidak aktif lagi.
"Ada apa?" tanya Zoya.
"Alexa sepertinya di culik" ujar Reza.
"Di culik, ko bisa pasti penculiknya minta uang ya" Zoya langsung bisa menebak nya karena hal itu sering terjadi pada dunia perfilman, dari awal Zoya sudah menebak jika sebenarnya Alexa sedang memainkan sebuah trik untuk memisahkan dirinya dengan Reza.
"Iya, penculik itu bilang mereka mau uang dua ratus juta"
"Reza biarkan masalah Alexa aku yang tanganin, kamu hanya perlu berakting panik dan membawa uang itu ke tempat yang mereka inginkan" pinta Zoya.
"Maksud kamu?, Zoya ini bahaya kamu jangan sampai masuk ke dalam perangkap penjahat itu"
"Reza yang penjahat itu adalah Alexa, aku tahu semua rencana dia, dia sebenarnya hanya ingin kita berpisah, dia tau hubungan kita sekarang!" pekik Zoya, ia merasa kesal karena Reza tidak bisa menebak masalah kecil seperti itu yang di buat oleh Alexa.
"Kenapa? kamu masih belum percaya?" ketus Zoya saat melihat Reza yang semakin kebingungan.