
Saat Reza menghampiri seorang arsitek wanita yang sedang mengobrol dengan salah satu mandor di lokasi itu, Fadil pun langsung gelagapan, seorang arsitek itu pun menatap Fadil dengan tatapan yang sangat akrab.
"Selamat siang presdir Reza Gunawan" sapa Arsitek itu.
"Selamat siang kembali arsitek Gita"
"Ada masalah apa ya, sehingga presdir secara langsung datang ke lokasi?" tanya Gita kemudian melirik ke arah Fadil kembali.
"Saya cuma mau mengantar seorang desainer interior untuk melihat lokasi secara langsung, apakah arsitek Gita tidak keberatan?"
Gita pun terdiam dan melirik ke arah Fadil kembali, melihat Fadil yang salah tingkah, Zoya pun merasa ada yang aneh dengan suami nya itu.
"Tuan Fadil perkenalkan ini adalah arsitek Gita, kedepannya kalian akan sering bertemu dan saling bekerja sama satu sama lain"
Fadil pun bersalaman dengan Gita, namun karena mereka sudah saling mengenal Gita pun menggoda Fadil lewat jari nya yang menggelitik di tangan Fadil, sontak Fadil langsung gelagapan saat mendapat perlakuan dari Gita yang mencoba menggoda nya, ia pun segera menarik tangan nya kembali, karena takut jika Zoya memperhatikannya.
"Senang bisa bekerja sama dengan tuan Fadil, selamat bergabung kedepannya jika ada sesuatu yang tidak bisa di selesaikan sendiri maka bisa mencari saya dan kami siap membantu anda"
Fadil hanya tersenyum canggung, ia tak bisa menahan diri dan sangat memperlihatkan sikap nya yang sedang gugup , Zoya pun semakin penasaran mengapa suami nya bisa bersikap seperti itu.
Setelah selesai pertemuan, mereka pun memutuskan untuk kembali ke perusahaan, akan tetapi Fadil berpamitan untuk langsung pulang, dan Zoya pun akhirnya pergi ke perusahaan bersama Reza, saat Fadil mau melangkahkan kaki nya, tiba tiba Gita memanggil nama nya dan meminta izin untuk memberinya tumpangan karena ia beralasan jika mobil nya masih berada di bengkel, Fadil pun melirik ke arah Zoya untuk meminta konfirmasi, Zoya pun menganggukkan kepala nya, ia merasa bahwa Gita memang sedang membutuhkan tumpangan.
"Ya sudah kalau gitu kita duluan ya" ucap Reza pada Fadil dan Gita.
Saat tiba di kantor Zoya kembali ke ruangannya, ia pun kembali memikirkan tentang sikap Fadil yang aneh saat berada di lokasi proyek.
"Fadil tadi kenapa ya, ko sikap nya jadi aneh apa karena bertemu dengan wanita cantik tadi, ah tapi aku jauh lebih cantik deh perasaan" batin Zoya kemudian meraih cermin yang ia letakkan di atas meja nya.
"Tuh kan bener aku lebih cantik dari arsitek tadi" ucap Zoya sambil memegangi pipi nya.
Karena sudah tidak ada pekerjaan lagi Zoya pun pergi ke ruangan Reza, seperti biasa jika Zoya sudah tidak ada pekerjaan ia akan mendatangi Reza dan sekedar mengajak nya mengobrol.
"Reza apakah kamu masih sibuk" tanya Zoya sambil membuka pintu ruangan presdir.
"Em kebetulan udah enggak, kenapa?" Reza pun meletakkan kembali berkas yang sedang ia baca ke dalam laci.
Zoya pun berjalan ke arah sofa dan membaringkan tubuh nya ke atas sofa tersebut, Reza pun mengerutkan dahi nya kemudian ia berjalan menghampiri Zoya yang sedang berbaring di atas sofa panjang itu.
"Kalau mau istirahat masuk aja ke dalam kamar" ucap Reza sambil menunjuk ke arah pintu yang tak jauh dari sofa tersebut.
Apa lagi di saat Zoya menikah, ia membawa banyak minuman ke dalam kamar nya dan meminum nya hingga mabuk berat, beruntung saat itu Lina masih siaga menunggu di depan pintu ruangan dan mulai curiga saat Reza tidak keluar dari ruangannya hingga larut malam, ia pun memberanikan diri dan masuk ke dalam kamar, dan menemukan Reza yang sedang mabuk berat, Lina pun akhirnya memanggil supir Reza untuk segera membawa nya pulang.
"Memangnya ada kamar?" tanya Zoya.
Reza hanya menganggukkan kepala nya kemudian mengarahkan Zoya agar mau masuk ke dalam kamar tersebut, karena ia benar benar lelah hari itu akhirnya Zoya pun mau beristirahat di kamar Reza.
"Jika kamu haus air minum sudah ada di atas meja" ucap Reza kemudian meninggalkan Zoya sendirian.
Karena Zoya tidak merasakan ada yang aneh, ia pun menghamburkan tubuh nya ke atas kasur, setelah itu ia pun kembali bangun dan meminum air yang sudah ada di dalam gelas, setelah itu Zoya kembali membaringkan tubuh nya.
Beberapa saat kemudian Zoya merasakan panas di seluruh tubuh nya, ia pikir AC di kamar itu kurang tinggi suhu nya, ia pun langsung menaikan volume nya dan masih merasakan panas, akhirnya Zoya melepaskan kardigan nya kemudian mencoba untuk berbaring kembali dan memejamkan mata nya.
Karena tidak tahan gerah, Zoya pun memutuskan untuk memanggil Reza dan meminta tolong agar mau mengipasi nya, setelah Reza masuk Zoya malah memeluk nya dan mendesah di telinga Reza.
"Reza tolong panas" lirih Zoya sambil terus memeluk Reza.
"Maaf Zoya" batin Reza sambil membalas pelukan dari Zoya.
Sebelum Zoya masuk ke dalam ruangan Reza, Reza sudah mencampurkan sesuatu terhadap air yang ia letakkan di atas meja kamar tersebut, Reza sudah menebak jika Zoya akan datang untuk sekedar bersantai karena sudah tidak ada pekerjaan.
"Zoya kamu kenapa" tanya Reza berpura-pura khawatir.
"Gerah sekali, Reza kenapa kamu tidak membuka pakaian" Zoya mulai bersikap aneh dan mencoba untuk menggerayangi tubuh Reza, awalnya Reza masih bisa menahan perasaan nya namun akhirnya Zoya semakin merajalela, dan Reza pun tidak tahan dengan apa yang sedang di lakukan Zoya terhadap nya, mereka pun akhirnya melakukan hubungan intim di dalam kamar tersebut.
Di tempat lain Fadil pun menghentikan mobil nya di depan rumah Gita, saat Fadil menyuruhnya untuk segera turun Gita malah memeluk Fadil dan mengajak nya untuk masuk terlebih dahulu, Fadil pun langsung menuruti ajakan dari Gita.
"Kita memang jodoh, dalam pekerjaan saja kita di pertemukan, Sayang aku benar benar kangen sama kamu" ucap Gita kemudian mengecup bibir Fadil.
"Kenapa kamu gak bilang kalau sudah pulang ke indonesia"
"Kan mau kasih kamu kejutan, terima kasih ya sayang sudah mau membiayai aku kuliah di luar negri, kalau bukan karena kamu mungkin aku gak akan bisa menjadi wanita karir seperti sekarang ini"
Sebenarnya Fadil dan Gita sudah berpacaran sejak SMA, saat lulus Fadil lah yang membiayai Gita untuk belajar ke luar negri, hingga saat orang tua Fadil bangkrut karena ketahuan sudah korupsi di perusahaan tempat ayah nya bekerja, Fadil pun mulai mencari wanita beruang agar bisa ia jadikan mesin atm nya, hingga akhirnya Fadil menemukan Zoya anak seorang crazy rich di kota itu.
Setiap Zoya memberikan uang kepada Fadil, Fadil selalu mengirimkannya pada Gita untuk biaya nya di luar negri, hingga Fadil tega membohongi Zoya dengan cara mengandalkan nama ayah nya yang sedang dalam penjara.
Fadil selalu beralasan pada Zoya jika ayah nya meninggalkan banyak hutang pada rentenir dan bank.