
Keesokan pagi nya, Zoya pergi ke dapur untuk memasak sarapan, kali ini ia memasak lebih banyak karena ingin membawakan sarapan untuk Reza, Zoya berpikir bahwa Reza pasti tidak akan sarapan di rumah nya dan langsung pergi ke kantor, saat sedang memasak bu Rita pun datang dan mulai membahas soal Reza.
"Zoya kamu sudah merayu bos kamu itu belum" tanya bu Rita.
"Ibu ko malah nyuruh aku merayu pria lain sih, kalau di dengar Fadil ibu pasti bakal di marahin loh"
"Fadil gak akan marah kalo soal uang, eh Zoya kamu harus cepat merayu bos kamu itu, setelah dia tergoda sama kamu maka kesempatan bagus buat nguras uang nya"
Zoya merasa sangat muak dengan apa yang di katakan oleh mertua nya, ingin sekali ia menumpahkan nasi goreng panas ke wajah mertua nya, setiap hari yang ia bahas selalu uang dan uang, bahkan ia belum pernah menanyakan tentang keadaan menantunya itu atau sekedar basa basi mengajaknya ngobrol.
"Bu aku gak akan pernah merayu siapa pun, soal uang kan gaji aku aja udah besar, ngapain harus merayu atasan segala, udah ya bu Zoya gak suka jika ibu terus menerus membahas soal masalah ini terus" tegas Zoya kemudian mematikan api kompor nya dan kemudian menaruh nasi goreng nya ke dalam kotak makan sisanya ia taruh di mangkok besar tempat biasanya ia mewadahi nasi.
"Kamu gak sarapan di rumah" tanya bu Rita sambil menatap kotak makan yang sedang di pegang oleh Zoya.
"Aku sarapan di kantor aja, ada meeting di kantor aku harus lebih awal datang untuk menyiapkan berkas penting yang akan di bawa" Zoya sengaja membohongi mertua nya, bagai mana mungkin ia bicara jujur pada mertua nya jika dirinya akan makan bersama dengan Reza.
Setelah tiba di kantor Zoya langsung masuk ke dalam ruangan Reza, benar tebakan nya jika Reza sudah berada di kantor, Zoya pun menghampiri Reza yang sedang duduk di kursi kerja nya.
"Reza" panggil Zoya dengan suara yang sedikit di pelan kan.
Reza pun langsung menoleh ke arah Zoya dan tersenyum, mereka pun langsung berpelukan layaknya orang yang sedang melepas rindu, setelah itu Zoya melepaskan pelukannya dan meletakkan kotak makan di atas meja Reza.
"Apa itu?" tanya Reza penasaran.
"Ini nasi goreng, kamu pasti belum sarapan kan"
"Kamu tau aja, pinter banget sih nebak nya" Reza mencubit hidung Zoya yang mancung kemudian mengelus rambut Zoya.
Mereka pun sarapan bersama, saat sedang asing makan tiba-tiba telfon berdering, Reza langsung menerima nya dan ternyata dari resepsionis, mereka memberitahu bahwa di bawah ada Alexa yang memaksa ingin menemui Reza.
"Biarkan saja dia naik" titah Reza kemudian mematikan panggilannya.
"Ada apa?" tanya Zoya.
"Alexa ada di bawah" sahut Reza dengan raut wajah yang tak senang.
"Ya udah kalau gitu aku kembali ke ruangan ku dulu ya, sarapannya kamu habiskan saja" ucap Zoya kemudian mencium kening Reza.
Reza pun tersenyum dan mencium kening Zoya kembali, mereka pun akhirnya berpisah lagi, Zoya tak ingin Alexa tahu tentang hubungan Zoya dan Reza saat ini, jadi ia lebih memilih untuk menghindari nya terlebih dahulu.
Beberapa saat kemudian Alexa pun datang dan menyapa Reza dengan kelembutan suara nya, Alexa menghampiri Reza yang sedang asik mengunyah sarapannya.
"Kamu lagi sarapan ya, tadinya aku mau ajak kamu sarapan bareng di luar" ucap Alexa.
"Kamu apa-apaan sih, gak liat ya orang lagi makan" pekik Reza dengan suara yang keras.
"Makanya kalo orang ngomong itu di dengerin" balas Alexa dengan suara yang keras.
Mereka kembali bertengkar setiap kali bertemu, Reza yang tak suka dengan sikap Alexa yang sangat arogan itu pun langsung mengusir Alexa dari ruangannya, akan tetapi Alexa tidak mendengarkan Reza, dan malah duduk santai di atas sofa.
Reza pun mengabaikan Alexa, dan memanggil Zoya lewat telfon agar segara datang ke ruangannya, tak lama kemudian Zoya pun masuk, dan menghampiri Reza.
"Ada apa?" tanya Zoya kemudian menoleh ke arah Alexa yang tetap duduk santai walaupun Zoya berada di dalam ruangan yang sama.
"Zoya ubah waktu meeting hari ini, aku mau meeting nya di mulai setengah jam lagi" titah Reza dengan raut wajah yang masih kesal, Zoya mengerti dengan maksud Reza, ia pun segera memberitahukan kepada para pegawai yang akan ikut meeting untuk segera bersiap siap.
"Zoya, aku dan Reza sudah bertunangan jadi tolong mulai menjaga jarak dengan nya" ujar Alexa sambil berdiri kemudian menghampiri Zoya.
Zoya hanya diam saja kemudian ia berpamitan untuk keluar, Zoya tahu bahwa Alexa akan membicarakan hal yang penting kepada Reza, ia pun segera pergi tanpa menunggu izin dari Reza.
"Reza ada yang ingin aku bicarakan sama kamu" ucap Alexa serius.
"Katakan"
"Mari bicara di luar" ajak Alexa.
"Disini jauh lebih nyaman dibandingkan bicara di luar, cepat katakan apa yang ingin kamu bicarakan" tegas Reza.
Alexa pun menarik nafasnya dalam dalam kemudian membuang nya secara perlahan.
"Reza tujuan aku datang kesini hanya untuk memberitahu kamu alasan mengapa aku memaksa untuk bertunangan sama kamu, kedua orang tua ku mengancam jika aku tidak bertunangan sama kamu, maka mereka akan menyebarkan penyakit yang ada di tubuh aku ini, aku gak mau semua orang tau tentang penyakit aku, Reza tolong lah bekerja sama dengan aku ya, biarkan kedua orang tua ku percaya jika kita saling mencintai" jelas Alexa sambil mengeluarkan air mata yang sudah ia bendung sejak tadi.
"Alexa lebih baik kamu beritahu aku, apa penyakit yang kamu derita, aku akan membawa kamu ke luar negri untuk melakukan pengobatan, dan jika kamu sembuh maka orang tua kamu tidak akan pernah lagi mau mengancam kamu"
Alexa pun hanya terdiam, ia bimbang apakah harus memberitahu penyakit nya pada Reza atau tidak, jika ia memberitahu takutnya Reza akan bilang pada Zoya.
"Alexa" panggil Reza memecahkan lamunan Alexa.
"Maaf Reza, aku belum siap untuk mengatakannya" Lirih Alexa.
Reza pun mengerti tentang perasaan Alexa saat ini, ia baru tahu jika ternyata Alexa juga terpaksa melakukan pertunangan, kedua nya sama sama demi orang tua.
akan tetapi Reza bingung harus bersikap bagai mana di hadapan kedua orang tua Alexa.