Is There Love For Me

Is There Love For Me
episode 12



Sejak Reza mengatakan perasaannya untuk Zoya kepada Alexa, sekarang Zoya merasa sangat canggung bila mau bertemu dengan Reza, tak jarang Zoya selalu melamun dan membayangkan kembali apa yang di katakan Reza saat itu.


"Duh Zoya, Fokus dong masa cuma gara-gara itu aja kamu jadi canggung gini sih" batin Zoya sambil menepuk kedua pipi nya.


Baru saja Zoya mau beranjak dari tempat duduk nya, Reza datang menghampiri Zoya dan mengajak nya untuk makan siang bersama, akan tetapi Zoya menolak nya karena ia mengingat bahwa Reza menyukai nya, ia tak ingin membuat Reza terlalu berharap.


"Zoya aku berharap kamu tetap bersikap biasa saja walaupun kamu sudah tahu isi hati aku" ucap Reza sambil mendekat ke arah Zoya.


"Reza setelah makan siang akan ada meeting, jadi aku benar benar gak bisa ikut makan sama kamu, aku harus menyiapkan berkas yang akan di perlukan saat meeting nanti" Zoya berusaha untuk mengalihkan topik pembicaraan.


"Meeting? dengan siapa dan soal apa"


"Kamu lupa ya, kan sebentar lagi proyek yang sudah kamu tanda tangani akan segera di bangun, jadi ini adalah meeting terakhir bersama para investor dan juga para direktur" jelas Zoya.


Reza pun mengingat masalah meeting yang sudah ia tentukan jadwal nya, ia pun seketika mengingat Fadil suami Zoya yang saat kuliah mengambil jurusan desain interior.


"Zoya, bukannya suami kamu saat kuliah ngambil jurusan desain interior ya, gedung yang akan kita bangun ini belum menemukan seorang yang berpengalaman dengan desain, daripada mencari orang lain, gimana kalau suami kamu ajak bergabung saja, jadi dia gak akan nganggur lagi" usul Reza.


Mendengar saran dari Reza, Zoya merasa ada yang aneh, namun ia pun merasa bahwa ide Reza ada baik nya juga, selama Fadil bekerja ia juga bisa sambil mengawasi Fadil yang suka jalan dengan wanita lain.


"Nanti coba aku bicarakan sama dia ya"


Reza menganggukkan kepala nya kemudian tersenyum, akhirnya Zoya mau menyetujui saran nya, awalnya Reza enggan untuk mengajak Fadil masuk ke dalam proyek nya, namun itu juga adalah jalan satu satunya agar Zoya dapat melihat sifat buruk Fadil yang sebenarnya.


"Kalau gitu aku keluar dulu ya" Reza pun keluar dengan suasana hati yang senang.


Saat Reza sudah menghilang dari pandangan Zoya, Zoya pun segera merapikan meja nya dan pergi ke kantin untuk menikmati makan siang nya.


Ketika Zoya sudah sampai di kantin perusahaan, tiba tiba Lina datang dengan wajah sombong nya, Zoya pun mengabaikannya karena sedang malas ribut dengan siapa pun, saat Zoya mau pergi memilih makanan Lina pun menarik tangan Zoya dengan kasar.


"Ada apa manager Lina?" tanya Zoya santai.


"Sekertaris Zoya, saya hanya ingin mengingatkan kamu jika ingin mendapatkan hati presdir maka lebih baik kamu urungkan saja, presdir bukan lah orang yang mudah di rayu, kamu paham!"


"Jadi manager Lina hanya ingin membicarakan hal tidak penting ini"


Karena tak ingin terlalu banyak pikiran Zoya pun melupakan kejadian barusan, dan fokus memilih menu makanan yang akan ia makan.


Setelah Zoya selesai bekerja, ia pun segera bersiap siap untuk pulang, baru saja sampai di pintu Reza datang menghampiri nya dan mengajak pulang bareng, tentu Zoya pasti akan menolak nya karena ia takut jika Fadil akan salah paham lagi.


"Zoya kamu jangan khawatir, aku nganter kamu juga sekalian ingin bicara langsung sama suami kamu soal masalah proyek"


karena Reza mengatakan hal seperti itu maka Zoya pun tak punya pilihan lain selain menuruti Reza, ia pun berjalan tepat di belakang Reza, karena jika Zoya berjalan berdampingan dengan Reza mungkin para mata akan melihat mereka dan berpikir yang tidak tidak.


Saat tiba di rumah Zoya masuk ke rumah duluan, karena Reza sedang menerima telfon terlebih dahulu, beruntung hari itu Fadil sedang ada di rumah jadi Reza bisa bicara langsung pada suami pemalas nya itu.


"Tumben pulang cepet" ucap Fadil sambil berdiri di pintu kamar nya.


Zoya mengabaikan suami nya dan melewati nya begitu saja, ia tak ingin berdebat karena takut Reza akan melihatnya, Zoya pun masuk ke dalam kamar nya dan mengganti pakaian.


karena diabaikan Fadil tidak menerima hal tersebut, dan menarik tangan Zoya dengan kasar, sontak Zoya langsung menampar Fadil dengan keras, ia sangat tak suka jika mendapat perlakuan kasar, dulu Zoya selalu diam karena ia merasa bahwa mungkin Fadil sedang kecewa pada dirinya karena di buang oleh orang tua nya, tapi kini Zoya sudah menyadari bahwa Fadil memang memiliki sifat yang buruk, ia terpaksa mempertahankan pernikahannya karena itu memang adalah pilihannya.


"Kamu kira aku akan diam saja, Fadil lebih baik sekarang kamu sadar diri kamu siapa, jangan pernah berbuat seenaknya lagi sama aku"


"Kenapa? apa karena kamu sekarang sudah memiliki uang dan punya pekerjaan, Zoya ingat orang tua kamu sudah membuang kamu, jika aku pergi ninggalin kamu, siapa yang akan mau bersama dengan orang yang sudah di buang oleh orang tua nya"


"Oh jadi kamu ada niat ingin pergi ninggalin aku, yasudah silahkan lakukan Fadil" Zoya pun menunjuk ke arah pintu luar dan menyuruh Fadil untuk pergi.


Melihat sikap Zoya yang berubah menjadi lebih galak dari nya, Fadil pun tak berani berkata kata lagi, ia takut jika apa yang di katakan oleh Zoya akan sungguhan ia lakukan.


mendengar keributan dari kamar, bu Rita selalu langsung menghampiri mereka dan ikut campur, tapi kali ini Fadil melarang bu Rita untuk berbicara pada Zoya, Zoya pun menyunggingkan senyuman pada suami dan mertua nya, kemudian pergi ke kamar mandi untuk berganti pakaian.


"Kenapa kamu melarang ibu untuk memarahi Zoya"


"Bu dia sekarang udah berubah dan gak sebodoh dulu lagi, jadi demi uang kita harus sedikit lebih lembut lagi sama dia, ibu mau dia gak ngasih uang ke kita lagi"


Bu Rita langsung menggelengkan kepala nya, ia tak bisa membayangkan jika Zoya berhenti untuk membiayai hidup nya, maka dari mana ia akan membayar semua arisan yang sudah ia ikuti.


Setelah Zoya selesai berganti pakaian ia pun segera pergi ke teras depan dan memastikan bahwa Reza sudah selesai menelfon atau belum, saat Zoya membuka pintu ternyata Reza sudah siap mau mengetuk pintu dan akhirnya malah mengetuk kening Zoya.