Is There Love For Me

Is There Love For Me
episode 13



"Eh maaf" Reza menarik kembali tangannya setelah mengenai kening Zoya, mereka pun tertawa karena merasa sangat konyol.


"Ayo masuk" ajak Zoya.


Setelah masuk Reza duduk di ruang tamu sedangkan Zoya pergi memanggil Fadil, tak lama kemudian bu Rita datang dan menghampiri Reza, melihat pria tampan di hadapannya bu Rita segera merapikan rambut nya dan berulah seperti anak remaja yang sedang kasmaran.


"Eh ada tamu ya, nyari siapa?" ucap bu Rita dengan suara yang di lembut-lembut kan.


Reza yang sedang memainkan ponsel nya langsung menoleh ke arah bu Rita, ia pun tersenyum ramah karena ia sudah mengira bahwa wanita itu adalah mertua Zoya.


Saat Reza mau berbicara tiba tiba Zoya dan Fadil pun datang, sontak bu Rita langsung memanyunkan bibir nya karena tak senang dengan kedatangan anak dan menantunya yang mengganggu suasana di ruangan itu.


"Ngapain bu" tanya Fadil sambil menaikkan sebelah alis nya.


"Ya ngajak ngobrol tamu lah, masa ada tamu didiemin aja" ketus bu Rita.


Fadil mengamati ibu nya seperti ada yang berbeda, tak lama kemudian ia pun tersadar dengan penampilan ibu nya, Fadil pun langsung menyuruh ibu nya untuk meninggalkan ruangan itu, akan tetapi Reza malah memperbolehkan ibu nya untuk ikut bergabung dengan mereka, Reza sudah menebak dengan karakter bu Rita yang mata duitan pasti dia akan memaksa Fadil untuk ikut serta dalam proyek yang akan di bangun oleh Reza.


Setelah semua nya duduk Reza pun memulai obrolannya, awalnya ia ber basa-basi dahulu, namun setelah beberapa waktu ia pun membicarakan hal inti dari pertemuan itu.


"Jadi kedatangan saya ke sini untuk mengajak Fadil bergabung dengan proyek yang akan perusahaan kami jalani, dengar dengar kamu lulusan desain interior bukan?"


Fadil menganggukkan kepala nya dan fokus mendengarkan pembicaraan Reza, mendengar kata proyek mata bu Rita langsung berbinar.


"saya ingin mengajak kamu bergabung dan mengatur desain interior untuk gedung itu, jika kamu setuju maka segera beritahu Zoya dan Zoya akan memberitahu kami kemudian kamu tinggal buat desain yang menurut kamu cocok untuk gedung itu"


"Soal pendapatan kamu tenang saja, perusahaan akan memberikan beberapa persen keuntungan untuk kamu, dan jika gedung itu banyak di sukai oleh orang maka perusahaan kami akan memberikan sebuah bonus yang besar untuk kamu, bagai mana apakah kamu berminat?"


Mendengar tawaran yang menggiurkan Fadil pun tanpa berpikir panjang langsung menyetujui penawaran dari Reza, ia pun langsung menandatangani beberapa berkas yang sudah di siapkan oleh Reza, tanpa membaca nya terlebih dahulu, saat Fadil selesai menandatangani semua berkas itu terlihat wajah Reza yang berseri.


"Baik lah kalau begitu saya pamit undur diri dulu, karena waktu sudah mulai gelap, Zoya saya pamit dulu" Reza pun beranjak dari tempat duduk nya dan pergi ke arah luar, bu Rita segera menyuruh Zoya untuk mengantarnya sampai depan, ia tidak tahu jika Zoya dan Reza sudah saling kenal sejak kecil, bu Rita pun memiliki rencana untuk menyuruh Zoya mendekati Reza agar dapat lebih mudah mendapatkan uang.


"Ibu gak usah khawatir, perusahaan tempat aku kerja gak akan mungkin merugikan Fadil, di tambah keahlian Fadil dalam mendesain sangat bagus kan, jadi ibu jangan khawatir mereka akan memberikan bonus besar jika proyeknya berjalan dengan lancar" jelas Zoya.


"Jadi mulai kapan proyek akan di bangun?" tanya Fadil.


"Proyek sudah mulai di bangun, kamu siapin aja dulu desain interior yang cocok dengan tema gedung itu, besok kamu bisa ikut aku ke perusahaan untuk melihat ke lokasi"


Fadil pun menganggukkan kepala nya, saat ini ia hanya membayangkan betapa banyak nya uang yang akan ia dapatkan, Fadil melupakan apakah keahliannya dalam mendesain masih sebagus dulu atau tidak, saking tergiur nya dengan tawaran yang di berikan oleh Reza, Fadil melupakan bahwa semua ini ada yang janggal, ia tidak memikirkan mengapa Reza malah mengajak nya padahal Fadil belum berpengalaman dalam melakukan pekerjaan itu, walaupun ia lulusan dari desain interior akan tetapi Fadil tidak pernah menerima pekerjaan sebesar itu, karena setelah ia lulus Fadil selalu mengandalkan uang milik Zoya.


Keesokan pagi nya Fadil dan Zoya pun bersiap siap untuk pergi ke kantor, Zoya terpana oleh penampilan Fadil yang memakai pakaian formal, dengan memakai kemeja putih dan di balut dengan jas berwarna hitam tak lupa juga ia memakai dasi yang sangat macing dengan jas nya, kali ini Fadil benar benar terlihat sangat berwibawa.


"Kamu udah siap?" tanya Zoya.


Fadil hanya mengangguk dan kemudian pergi keluar dari kamar nya, Zoya pun mengerutkan kening nya, ia tak habis pikir dengan sikap Fadil yang belum jadi apa apa saja sudah bersikap sombong padanya, apalagi jika sudah menjadi seorang desainer terkenal.


"Baru gitu aja udah berlaga seperti orang penting" batin Zoya kemudian meraih hand bag nya dan pergi menyusul Fadil yang sudah ada di ruang makan.


setelah selesai sarapan Zoya dan Fadil pun berpamitan pada bu Rita, bukannya memberi restu dan mendoakan yang baik baik, bu Rita malah meminta uang pada Zoya, karena tak ingin ribut Zoya pun memberi nya uang dan langsung pergi menuju mobil.


"Aku heran deh sama ibu kamu, kenapa sih kalo soal duit aja selalu nomor satu" protes Zoya.


Fadil yang sedang fokus menyetir pun langsung melirik Zoya, kemudian ia memalingkan wajahnya kembali, sebenarnya Fadil juga merasa bahwa ibu nya sangat keterlaluan jika mengenai uang, karena saat Zoya memberikan uang pada Fadil, bu Rita pasti selalu meminta bagian ke Fadil dan akhirnya dengan terpaksa Fadil pun memberikan separuh uang itu untuk ibu nya, Fadil tidak tahu jika Zoya juga selalu memberi uang pada ibu nya, karena bu Rita selalu beralasan pada Fadil jika Zoya tidak pernah memberinya uang.


"Fadil kamu harusnya lebih tegas sama ibu, aku capek tau cari uang sendirian, gajian kemarin aja abis cuma buat ngasih kalian berdua, belum lagi ibu minta di bayarin hutang nya"


"Kata ibu, kamu gak pernah ngasih uang lagi sekarang, kamu jangan coba-coba mencuci otak aku agar membenci ibu ya" tuduh Fadil.


"enak aja, kemarin saat aku gajian aja udah ku kasih lima juta, itu pun sisa nya di ambil lagi sama ibu, kamu tuh jangan asal tuduh aja dong" ketus Zoya.