IMAGE

IMAGE
11



"Kerja bagus. oh satu lagi pastikan tidak ada jejak apapun."


Seungho meletakkan ponselnya diatas meja, tangannya dia letakkan untuk menompang dagunya. Sorot matanya begitu tajam dan detik berikutnya dia terkekeh menahan tawa.


Drtt..drt..


Ponselnya bergetar, sorot matanya melirik ponselnya yang menyala.


"Ada apa?"


Seungho berdiri dan keluar dari ruangannya beberapa orang mengikutinya dari belakang sambil menerima telepon, Seungho menunjuk jarinya agar orang di belakangnya berhenti mengikutinya. Orang-orang itu membungkuk saat Seungho sudah masuk kedalam mobilnya dan pergi dari sana.


"Apa yang?! Aishh!"


Seungho menjauhkan ponselnya dan mengatur nafasnya, matanya melihat kearah depan irisnya mendapati mata sopir pribadinya tengah melihat kearahnya. Seungho berdehem sebentar dan memposisikan ponselnya kembali ketelinganya.


"Ya, kerjakan dengan benar! Auh! Ya kau tau ada jalanan didepan rumahnya pastikan kau lumpuhkan CCTV aku ingin dia tertidur,  kau mengerti?!"


Klik..


"Aaah menyebalkan!"


Seungho melihat keluar jendela dan melonggarkan sedikit kerahnya.


"Ohh tuan Park-ssi."


Seungo berhenti dan membalikkan badanya kearah sopirnya, Tuan Park melihat kearah Seungho. Seungho tersenyum kearahnya.


"Semoga harimu menyenangkan."


Tuan Park membungkuk pada Seungho, setelah mengatakan itu Seungho pergi masuk kedalam rumahnya.


"Haaah.."


Tuan Park menghela nafasnya, dia menghentikkan mobilnya saat lampu merah menyala. Jalanan semakin sepi, dia melirik jam tangannya dan menguap.


"Aishh lama sekali."


Dia mirik kaca spion mobilnya dan melihat sebuah truk dari arah belakang. "Apa--"


Brakk..


Truk itu menabrak mobilnya, mobil itu tergeser cukup jauh dan menabrak pembatas jalan. Seseorang yang mengemudikan truk itu keluar melihat keadaan tuan Park hanya untuk memastikan dia sudah mati atau belum. Setelah itu dia masuk kembali dan pergi mengendarai truk itu.


***


"Hmmm.. kerja bagus."


Seungho mematikan ponselnya dan melanjutkan acara mandinya dan tersenyum senang. Setelah hampir 30 menit, Seungho menyudahi acara mandinya dengan menggunakan baju handuk sambil mengeringkan rambutnya. Seungho berjalan kearah kamarnya dan tempat penyimpanan baju saat Seungho membuka lemari pakaiannya pantulan seseorang dibelakang Seungho membuat dia terkejut dan menutup kembali lemari itu, dia melihat kearah cermin dan benar saja seseorang tengah mengawasinya.


Seungho segera berbalik, dia menelusuri ruangan itu dengan matanya. Nihil tidak ada orang, dia berjalan kearah orang itu berdiri dan menyibakkan tirai jendelanya tidak ada siapapun. Dia mengacak rambutnya dan tertawa.


"Ya, psikopat brengsek!"


Seungho melihat kearah belakang dan..


Bughh..


"Aarhh, sialan!"


tubuh Seungho linglung dan terjatuh, seseorang sudah ada dihadapannya dan berjongkok. Orang itu menutupi wajahnya, Seungho meludah dan terkekeh.


"Kau tersenyum hah? Psikopat gila!"


Plakk..


Satu tamparan mengenai pipi Seungho dan membuat dia mengeram marah, orang itu menatap tajam Seongho.


"Ya, kenapa kau membunuh Park Kang Jun? KENAPA?! JAWAB! YAH..kau juga membunuh supir pribadimu. Psikopat!"


Orang itu mengambil jeda dan mengehela nafasnya menahan amarah, dia mengangkat tubuh seungho dan memukulnya beberapa kali.


"Aku pasti akan membunuhmu dan membongkar identitasmu yang sebenarnya karena itu--" orang itu menunduk menatap wajah Seungho yang babak belur namun masih bisa tertawa, sorot mata orang itu begitu dingin manatap wajah Seungho. "Nikmati sisa hidupmu dan juga permainan gilamu sebelum kau mati ditanganku."


Sorot mata Seungho marah menatap tajam orang itu, seungho mengepalkan tangannya. Orang itu tersenyum. "Kenapa? Kau marah brengsek? Kau ingin membunuhku? Bunuh aku kalau begitu sebelum aku membunuhmu psikopat sialan!"


Orang itu pergi, Seungho memukul lantai beberapa kali dan berteriak menyalurkan amarahnya karena perkataan orang itu.


"Siapa kau?! Aku akan membunuhmu aarghhhh!"


Kedua tangan Seungho berdarah beberapa orang yang mendengar teriakan Seungho menerobos masuk kedalam kamarnya dan terkejut melihat keadaan bosnya.


***


3 hari kemudian


"Haahh.."


Jieun mengehala nafasnya dan berdiri untuk mengambil segelas air, kantor masih dalam keadaan duka karena meninggalnya atasan mereka Park Kang Jun. Para karyawan tetap melaksanakan tugasnya masing-masing begitu juga dengan Jieun, Jieun menekan pelipisnya merasa pening dia memikirkan perkataan dosennya.


"Aishh sial professor tua itu kenapa dia selalu memerintahku seenaknya! Apa katanya aku harus secapatnya menyerahkan tugasku! Ya geure aku sedang mengerjakannya tua bangka! Aishh!"


Cukup keras suara Jieun membuat semua karyawan melihatnya tidak suka, Jieun membungkuk meminta maaf dan berjalan kearah meja kerjanya dengan kesal.


"Apa Daehyun belum kembali juga? Kenapa lama sekali dia?"


Tepat saat ingin menelepon Daehyun, Jieun melihat Daehyun bersama Chang Wook mereka tengah berbicara serius membuat Jieun mengerutkan dahinya merasa aneh. Jieun menatap sendu kearah Chang Wook, perbincangan selesai Chang Wook menyuruh Daehyun kembali. Mata Chang Wook melirik kearah Jieun, iris keduanya saling bertubrukan Chang Wook memutuskan kontak mata itu secara sepihak dan masuk kedalam ruangannya. Sedangkan Jieun teralihkan dengan suara Daehyun yang menyapanya.


Jieun melihat kearah pintu ruangan Chang Wook dan mengehala nafasnya.


"Hmm aku merasa pening terus memikirkannya, kakak juga harus jaga kesehatan kalau begitu aku tutup."


Klik..


Jieun melatkkan ponselnya, Daehyun melihat kearah Jieun sambil mengambil supnya.


"Siapa?"


Jieun mengunyah nasinya terlebih dahulu sebelum menjawab pertanyaan Daehyun.


"Kak Hana."


Daehyun mengambil tisu membersihkan sisa makannya diujung bibirnya. "Saudara kandungmu?"


Jieun tersenyum dan menggelengkan kepalanya, Daehyun terdiam melihat raut wajah Jieun. "Teman kuliahku."


Daehyun hanya mengangguk dan melihat kesegala arah kantin kantornya. "Wah banyak sekali orang hari ini."


Jieun tidak menanggapi perkataan Daehyun, Daehyun melihat kearah Chang Wook yang tengah mengambil makanan di kawal oleh satu orang bodygurd. Daehyun terkekeh melihat raut wajah Chang Wook yang terlihat kesal.


"Bodoh untuk apa kau menjaga orang yang jago berkelahi."


"Apa?"


Jieun melihat kearah Daehyun saat dia kira Daehyun sedang berbicara padanya, Daehyun berdehem dan menggelangkan kepalanya sambil melihat kearah Jieun dan tertawa. Jieun melihat kearah dimana Daehyun melihat, Jieun terdiam dan milirik Daehyun sekilas.


"Kau sudah selesai? ayo."


Jieun hanya mengangguk dan mengikuti langkah Daehyun, setelah perginya mereka berdua Chang Wook melihat kearah Jieun dan berdecak sebal kearah Daehyun.


"Bocah itu."


Chang Wook tersenyum tipis setelah itu.


**FLASHBACK**


"Apa? Kau masih belum bisa melacak orang itu?"


Chang Wook menatap Woon Hu tidak percaya, Daehyun menghela nafasnya melihat reaksi Chang Wook. Woon Hu melihat kearah Chang Wook.


"Apa kau tidak bisa tenang? Dari tadi hanya memarahiku dan menyuruhku saja, aishh! Aku juga tidak tahu padahal sistemku selalu berhasil menangkap wajah orang sekaligus."


Woon Hu mengumpat membuat Daehyun menutup telinganya saat mendengar pertengkaran kedua hyungnya itu.


"Aishhh Ya! berisik! Auhh kalian ini."


Daehyun melihat kearah mereka berdua, Woon Hu dan Chang Wook berhenti mengumpat satu sama lain. Chang Wook duduk disofa, Daehyun menggelengkan kepalanya melihat tingkah Chang Wook.


"Ya kak, tidak bisakah kau tenangkan dirimu? Biarkan kak Woon Hu bekerja dengan tenang, dan kau fokus saja pada misimu kak--"


Chang Wook mencengkram kerah baju Daehyun dan menatap tajam mata Daehyun.


"Kau bicara seperti itu karena kau tidak tahu bagaimana nasib gadis itu yang sebenarnya!"


"Aku tahu semuanya! Dia-Jieun aku tahu karena itu kak kau tidak perlu khawatir aku yang akan menjaganya untukmu kak, kau harus percaya padaku kak."


Chang Wook terdiam dengan perkataan Daehyun dan menepis kasar tangan Daehyun, Chang Wook pergi begitu saja.


"Ya Ya! Ji Chang Wook maafkan aku! aku akan segera menemukan orang itu kau tenang saja ya?"


Daehyun mendelik sebal kearah Woon Hu, dan menutup telinganya mendengar suara Woon Hu yang berteriak tepat di sampingnya.


"Kenapa? Kenapa dengan wajahmu huh? Ya jaga sikapmu bocah!"


Woon Hu melototkan matanya pada Daehyun dan mencodongkan tubuhnya menubruk bahu Daehyun pelan.


"Ckk..dasar bodoh."


Daehyun pergi kekamarnya meninggalkan Woon Hu yang berteriak marah karena ucapan Daehyun.


**FLASHBACK END**


"Jieun-ah apa minggu ini kau kosong?"


Daehyun menggeser kursinya menabrak kursi Jieun, Jieun tidak memperdulikan ucapan Daehyun dan tetap fokus pada tugas mengetiknya. Daehyun memanyunkan bibirnya tidak adanya reaksi dari Jieun, mata Daehyun menelusuri meja Jieun dan menaikkan alisnya tak kala matanya menangkap bingkai foto yang terpajang tepat dimeja Jieun. Mata Jieun menangkap basah tangan Daehyun yang dengan lancang mengambil bingkai foto itu membuat Jieun membulatkan matanya.


"Siapa mereka--."


Perkataan Daehyun terpotong mendapati tatapan tidak suka Jieun terhadapnya, Daehyun tersenyum menampilkan deretan giginya kearah Jieun.


"Mereka keluargaku."


Daehyun terdiam bahkan dia tidak jadi kembali ke meja kerjanya, Jieun melihat kearah Daehyun dan tersenyum padanya.


"Kata kak Hana dulu aku mempunyai ibu, ayah dan saudara meski mereka adalah saudara tiriku. Kak Hana tidak memberitahu semuanya padaku karena aku waktu itu masih dalam proses pengobatan, aku depresi dan harus mengonsumsi obat-obatan yang membuatku hilang ingatan akan kehidupanku dulu, Aku ingin bertemu mereka Daehyun-ah."


Daehyun terdiam mendengarkan cerita Jieun, hari mulai gelap begitu juga dengan beberapa karyawan yang mulai pulang. Daehyun melihat kearah Jieun dan tersenyum padanya mengelus puggung Jieun dengan lembut.


"Tidak apa-apa Jieun-ah, kau pasti menemukan mereka."


"Tapi tidak dengan ayahmu, beliau sudah benar-benar pergi darimu." Batin Daehyun.


"Maaf Daehyun-ah aku harus berbohong padamu, sebenarnya aku tidak pernah melupakan kejadian dimana ibu dan saudara tiriku pergi meninggalkanku tepat dihari kematian ayahku." Batin Jieun.


.


.


"Aku menemukannya!"


Chang Wook dan Daehyun langsung mendekati Woon Hu karena mendengar teriakan Woon Hu.


"Min Yongguk 35 tahun, dia tinggal di ×××."


"Ok!"


Chang Wook dan Daehyun menganguk mengerti saat melihat wajah Min Yongguk, Woon Hu tertawa senang dan menggerakkan tangannya seperti pistol tepat di depan layar komputernya.


"Dorr aku mendapatkanmu."


Chang Wook merenggangkan otot-ototnya, Daehyun dan Woon Hu tersenyum melihat Chang Wook.


"Kau senang?"


Daehyun mengambil perlengkapan mereka berdua dibantu oleh Woon Hu.


"Aku ingin tahu kenapa siberengsek itu mengincar Jieun dan siapa orang yang telah memberi perintah padanya."


Daehyun memakai jaket hitamnya dan topinya, Woon Hu melemparkan masker kearah mereka berdua.


"Kalian berdua berhati-hatilah, aku sudah mengatur semuanya jadi fokus saja menangkap orang itu."


"Terimakasih kak."


Chang Wook dan Daehyun berlalu pergi, mereka berdua menuju bagasi.


"Kau berhati-hatilah Daehyun-ah."


Daehyun mengangguk dan melajukan motornya, Chang Wook masuk kedalam mobil dan melajukan mobilnya.


(Kilasan rencana)


"Min yongguk dia biasanya pergi tempat-tempat seperti bar, kedai makanan dekat timpat tinggalnya. Kurasa dia membatasi kepergiannya karena diawasi seseorang yang memerintah dirinya. Bar ini terkenal mahal dan hanya orang-orang kalangan atas yang bisa memasuki bar ini."


"Wah kenapa dia bisa memasuki bar ini?"


Daehyun melihat kearah Woon Hu, Woon Hu tersenyum miring. "Tentu saja dengan koneksinya."


Daehyun mengerutkan dahinya belum paham, tapi dia urungkan niatnya untuk bertanya lagi.


"Pakai ini jika kau ingin masuk."


Woon Hu memperlihatkan sebuah kartu, Daehyun mengambilnya dan merasa takjub.


"Wah kak kenapa kau bisa memilikinya?"


Woon Hu tersenyum bangga. "Tentu saja, apa yang tidak aku punya didunia ini huh? Tidak kan?"


Chang Wook tersenyum sinis dan mencibir. "Ya dia bisa mendapatkannya karena seseorang membantunya."


Senyum diwajah Daehyun pudar digantikan wajah datar. "Pantas saja."


"Aishh kau ini merusak reputasiku!"


Woon Hu menyikut lengan Chang Wook Dan mengumpat.


"Sudahlah, pokoknya kau Chang Wook-ah awasi apartement dia tinggal, jika ada sesuatu hubungi aku. Pergilah."


(Kilasan selesai)


Mereka berdua pergi menuju tempat yang berbeda untuk menangkap Min Yongguk.


"Dia tidak ada di bar ini, aku sudah mencarinya dan menanyakan pada salah satu karyawan."


"Hmm..aku sudah berada dilokasi, belum ada tanda-tanda dari dia. Kak apa kau bisa melacak dia?"


Chang Wook mengawasi lingkukan disekitar apartement itu, Woon Hu begitu fokus melihat layar komputernya.


"Aku sedang berusaha, kau fokus saja."


Chang Wook memakai topinya. "Aku akan masuk kedalam."


Chang Wook membuka pintu mobilnya dan melihat kesegala arah. Tepat sebuah mobil datang memarkirkan mobilnya, Chang Wook berhenti untuk sekedar memperhatikkan mobil itu. Seseorang keluar dari mobil itu menggunakan jaket merah. Mata Chang Wook mengamati wajah orang itu detik berikutnya dia mempercepat langkahnya.


"Aku menemukannya--YA MIN YONGGUK? BERHENTI!"


Orang itu berhenti dan berdecak kesal dia berlari menuju mobilnya yang terparkir, Chang Wook berlari kearah Yongguk.


Citt..


Chang Wook melihat mobil yongguk pergi dia buru-buru memasuki mobilnya.


"Aku menemukannya dia MIN YONGGUK aku akan mengejarnya."


"Kak Chang Wook! Tunggu jangan sembarangan aku akan kesana."


"Tidak ada waktu lagi."


Chang Wook membuang handfreenya dan melajukan mobilnya cepat mengikuti kemana mobil Yongguk.


"Sial."


Daehyun segera keluar dan melajukan motornya menuju lokasi Chang Wook.


"Kak dimana posisi ka Chang Wook beritahu aku, cepat!"


Mobil Chang Wook terus mengejar mobil Yongguk, Chang Wook membelokkan mobilnya saat mobil Yongguk menabrak sebuah mobil didepannya.


"Aishh."


Chang Wook melajukan kembali mobilnya yang sempat terhenti, orang-orang berteriak saat Chang Wook melajukan mobilnya kembali.


"Sial!"


Yongguk melirik kaca spionnya dan berdecak sebal saat melihat mobil Chang Wook terus mengikutinya. Mobil Yongguk memasuki gang, mobil yongguk menabrak semua yang mengalangi jalanan membuat Chang Wook mengerang kesal. Chang Wook membanting strinya dan menacap pedal gas mobilnya mereka melawan arus, bunyi klakson terdengar nyaring dijalanan membuat seluruh penjalan kaki mengurungkan niatnya untuk menyebrang bahkan beberapa mobil hampir menabrak satu sama lain.


"YA! MIN YONGGUK BRENGSEK!"


BRAKK..


Tepat dipertigaan jalan mobil Yongguk ditambrak sebuah mobil dari arah samping membuat mobilnya hilang kendali, Chang Wook mengerem sekuat tenaga dan melihat mobil yongguk terbentur bahu jalan membuat asap mengepul dari mobilnya. Dengan sekuat tenaga yongguk berusaha keluar dari mobilnya. Chang Wook keluar dari mobil  begitupun orang yang menabrak mobil yongguk, orang itu menggunakan masker hitam dia berjalan dengan cepat kearah Yongguk, Chang Wook yang melihat yongguk berusaha kabur dia berteriak kearah yongguk.


"YA BERHENTI MIN YONGGUK."


BRAK..


Mereka berdua berhenti saat melihat tubuh Yongguk tertabrak sebuah mobil, tubuh yongguk terbaring diatas jalanan. Mobil itu berhenti sebentar dan melajukan kembali mobilnya.


Chang Wook membulatkan matanya tidak percaya melihat kejadian didepan matanya dan berlari mengejar mobil itu sambil berteriak.


"YAAA! ARGHHHH SIALAN HAAHH!"


Chang Wook melihat kondisi tubuh Yongguk yang sudah tidak bernyawa dia mengacak rambutnya merasa kesal. Orang yang tadi menabrak mobil Yongguk hanya melihat kondisi tubuh Yongguk sekilas dan berbalik untuk pergi dari sana.


"Siapa kau huh? kau mengincarnya juga?"


Orang itu berhenti dan melihat kearah samping lalu pergi begitu saja melajukan mobilnya tanpa memperdulikan teriakan Chang Wook.


"Kak, ap--apa yang terjadi?"


Chang Wook melihat kearah Daehyun, Daehyun turun dari motornya dan menghampiri Chang Wook.


"Daehyun-ah seseorang juga mengincar Yongguk."


Daehyun tidak mengerti apa yang Chang Wook katakan, Chang Wook berjalan kearah jasad Yongguk. Daehyun terkejut melihat kondisi Yongguk.


"Aku yakin dia mengetahui semuanya."


Daehyun melihat kearah Chang Wook, Chang Wook menghela nafasnya kasar sebelum pergi menjauh dari jasad Yongguk.


"AAARHH!"


.


.


.


TBC..


Cerita ini tinggal 3-4 Chapter lagi menuju END. Apa nambah? Wkwkwk.


JANGAN LUPA LIKE AND KOMEN 😄.


See you~~