
"Assalamualaikum ma ,pa" ucap Alvan begitu memasuki kediaman orang tuanya.
"Wa'alaikumsalam ,tumben sekali anak mama satu ini pulang kerumah" jawab dan goda sang mama.
Alvanpun menyalami tangan papa dan mama nya begantian.
"mama ini ,anaknya pulang kerumah komentar ,anaknya gak pulang bawel" celetuk sang papa
Cyntia menyipitkan matanya dengan dahi bekerut menatap Rinaldy.
"udahlah pa ,ma gak usah ribut" ujar Alvan menahan tawa melihat kelakuan kedua orang tuanya
"yasudah ,kamu mandi dulu sana lalu nanti kita makan malam bersama yaa"
"aku ke atas dulu yaa ma" sahut Alvan lalu langkahnya terhenti dan menoleh kembali ke arah orang tuanya
"oia ,dimana Dimas ma"
"dia sedang keluar ,mungkin rindu dengan negaranya ini ,sebentar lagi juga pulang sepertinya ,kenapa Van" jawab Cyntia
"oo.. yasudah Alvan ke kamar dulu"
Setelah obrolan tadi siang dimobil dengan Alisha ,hari ini Alvan memutuskan pulang kerumah untuk memberitahukan keluarga tentang hubungan nya dan Alisha pada keluarga nya ,tentunya setelah dia mengantarkan Alisha ke rumah sewanya.
Alvan memasuki kamarnya ,membuka jasnya lalu memasuki kamar mandi ,dia sudah merasa lengket disekujur tubuhnya ingin segera menyegarkan tubuhnya di bawah guyuran shower.
tok.. tok.. tok..
"Van ,ayo kita makan malam dulu sayang" ucap Cyntia dibalik pintu
"iyaa ma ,sebentar lagi "
" yasuda ,mama tunggu dibawah yaa ,kakak kamu juga sudah pulang"
"yaa ma.."
Beberapa saat kemudian Alvan pun keluar dari kamar nya ,menyusul sang mama menuju meja makan.
"nah ,ayo kita makan jarang jarang sekali kita bisa makan malam bersama begini" ucap bahagia Cyntia
Cyntia menyendoki nasi untuk kedua putranya tak lupa juga dengan sayur dan lauk pauk nya.
"hmm ,klo sudah ada anak anaknya ,papa seperti terlupakan" celetuk Rinaldi
"papa bisa tiap hari mama siapin segalanya ,tapi anak anak kita ini yang super sibuk tidak bisa selalu mama manjakan seperti ini"
Cyntia pun mengambilkan nasi dan lauk pauk serta sayur nya untuk sang suami.
"iyaa papa mengalah untuk kalian"
"masa papa cemburu sama anak sendiri" goda Dimas
Dimas dan Alvan pun tertawa melihat tingkah sang papa yang seperti anak kecil ,walaupun mereka hanya bercanda.
"sudah sudah ,jangan kalian goda terus papa kalian ,makan dulu tidak baik makan sambil berbicara"
Mereka pun makan dengan hening ,sampai makanan mereka habis diatas piring ,selesai acara makan malam keluarga ini beranjak menuju ruang keluarga ,karna pasalnya ada yang ingin Alvan sampaikan pada keluarganya.
Cyntia sudah meminta kepada salah satu ART nya untuk menyiapkan teh hangat dan beberapa camilan untuk menemani mereka berbincang bincang.
"jadi ada kabar apa van" tembak Rinaldi
"mama harap ini kabar yang sangat bahagia untuk kita dengar van"
"Ekhem.. Alvan mau minta restu untuk hubungan Alvan ma ,pa"
"cewe mana yang bisa naklukin hati es lu van" goda Dimas sang kakak
"rese lu bang" sergah Alvan
"jadi anak mama sudah punya calon menantu untuk mama" tanya Cyntia dengan mata berbinar
"siapa gadisnya van" tanya Rinaldi yang sudah penasaran
" papa dan mama pun sudah mengenalnya ,begitu juga lo bang"
"Alisha.." seru Dimas
Rinaldi dan Cyntia menatap Dimas lalu beralih menatap Alvan yang tengah tersenyum mendengar ucapan kakaknya.
"benar kamu menjalin hubungan dengan Alisha van" tanya Cyntia
Alvan menganggukan kepalanya dengan kedua sudut bibir yang terangkat sempurna.
"wah.. mama sudah mengira kamu punya rasa yang melebihi dari seorang pimpinan kepada sekertarisnya"
"mama senang sekali rasanya aah ,segera menikah sajalah kalian kalau begitu" seru sang mama
"ma ,gak harus buru buru begitu" sergah Alvan
"kita adakan pertemuan keluarga dulu ma ,semuanya harus diatur tidak bisa seinstan itu" ucap Rinaldi
"kita jadwalkan makan siang bersama keluarga Alisha van" lanjut Rinaldi
"nanti Alvan bicarakan dulu sama Alisha"
"Alisha hebat ,bisa naklukin cowo es kaya lo Van" ucap Dimas
"lu ngajak ribut emang bang"
"gua pikir gak akan ada cewe yang bisa bikin es batu cair hahaha"
"nah ,adik mu sudah kasih mama calon menantu ,kamu kapan mau bawa calon mu ,untuk dikenalkan sama papa dan mama Adimas"
"mamam lu bang" ucap Alvan dengan satu sudut bibir terangkat
"biar Alvan dulu aja ma ,baru nanti Dimas" sahut Dimas
"kamu selalu begitu"
Mereka pun larut dalam obrolan nya ,sampai tak terasa waktu menunjukan pukul sepuluh malam ,mereka bergegas menuju kamar tidurnya masing masing.
***
Dilain tempat seorang wanita tengah bimbang ,karna pasalnya sang kekasih masih belum menghubunginya ,bagaimana respon keluarga nya terhadap hubungannya dengan Alvan.
drrtt
drrtt
drrtt
Suara getaran ponsel Alisha terdengar membuat wanita itu segera menyambar ponselnya ,berharap Alvan yang menghubunginya.
"hallo Alishaaa"
"hmm..ada apa kak ray" sahut Alisha kecewa ,karna bukan Alvan lah yang menghubunginya ternyata sang kakak Raya
"kayanya lagi nunggu panggilan dari seseorang nii" goda Raya ,dia tau nada kecewa sang adik dibalik panggilannya
"apa si kak ,ada apa kak"
"kaka sama Reysa mau kerumah Ayah weekend nanti ,kamu ikut gak"
"weekend ,ikuuuuut kak.." antusias Alisha
"oke ,nanti kakak sama Reysa nginep dirumah kamj yaa ,biar kita berangkat bareng jadi gak ribet"
"oke kak"
"buru buru amat si Sha ,lagi nungguin telpon siapa si hahaha"
"apaan si kak ,udah ah gue tutup telponnya BYE"
Alisha mengakhiri panggilannya dengan sang kakak ,tidak bisa dia pungkiri pasalnya dia memang sedang menunggu seseorang menghubunginya ,siapa lagi kalau bukan Alvan.
Apa Alvan lupa untuk memberi kabar pada Alisha ,lama sekali Alisha menunggu tapi Alvan tak juga memberi kabar ,sampai Alisha terlelap dan berakhir di alam mimpinya.