
Alisha merias dirinya di depan meja rias nya ,dia hanya memoles wajah nya dengan *make u*p yang natural tapi tak mengurangi pesona kecantikan nya ,wanita cantik itu telah siap dengan dress berwarna peace dibawah lutut tanpa lengan nya dengan rambut yang dibiarkan tergerai indah
Dia sudah siap dengan heels 5cm membuat nya begitu terlihat elegan nan saksi juga sangat cantik
"Alvan ko belum datang juga yaa" gumam nya
Alisha yang kecepatan atau memang Alvan yang telat ,dia melihat jam yang melingkar di lengan nya masih menunjukan pukul enam tiga puluh menit ,sedangkan acara nya mulai pukul Delapan Malam ,oh Alisha yang terlalu semangat ini
Karena jarak restoran dan rumah sewa Alisha hanya menempuh waktu dua sampai tiga puluh menit saja ,Alisha mulai gugup dan selanjutnya terdengar ketukan pintu
tok.. tok.. tok..
Dengan segera Alisha membuka pintu rumah nya
"Al kok lam.." ucapan Alisha terpotong ketika melihat bukan Alvan lah yang mengetuk pintu nya
Kening Alisha mengkerut melihat sosok di depan nya ,sosok yang sama sekali Alisha ingin hindari
"kin-kinara"
"hai ,sudah lama kita gak ketemu lagi yaa"
"mau apa kamu kesini!"
"ouh beginikah cara menyambut tamu yang berkunjung... gerak cepat sekali yaa lo ,segitu nya mau jadi Nyonya Pradipta hah!!"
"apa maksud lo" sudah tidak ada lagi kata aku-kamu sudah tak ada lagi yang perlu Alisha hormati dan hargai oada wanita macam Kinara ,dia berharap Alvan segera datang dan mebawa nya pergi dari sini
"gak usah munafik lo ,gue tau lo itu sama aja kaya mereka mereka yang hanya menginginkan harta nya Alvan dan menginginkan kemewahan ngaku aja lo gal usah MUNAFIK"
"ck, gak salah denger gua lo nilai gua apa nilai diri lo sendiri"
"berani yaa lo"
"emang itu kenyataan nya kan Mba Kinara"
Kinara geram dengan ucapan Alisha
"gue peringatin lo ,jangan sampai lo terima lamaran Alvan kalo lo masih mau hidup lo tenang"
"siapa lo berani ngatur ngatur hidup gua hah!!"
"ngelunjak yaa lo" Kinara melayangkan tangan nya pada pipi Alisha tapi tangan nya terhenti setelah satu tangan kekar menahan nya
"Al-Alvan" ujar Alisha
"apa apan sih Ra ,berani berani nya lo mau namoar calon istri gua hah!!"
"ish ,lepasin gak Van"
"maksud lo apa mau nampar Alisha hah!!" bentak Alvan pada Kinara
"dia gak pantes Van buat kamu ,dia gak akan bisa jadi seorang Nyonya di keluarga Pradipta"
"siapa lo berani menilai siapa yang pantas dan tidak nya seseorang buat jadi pasangan gua"
"hah.. liat aja kamu bakalan nyesel udah giniin aku Van"
"dan lo cewe gak tau diri ,awas lo" ancam Kinara ,lalu dia pun pergi meninggalkan Alvan dan Alisha
Alvan langsung memeluk tubuh mungil Alisha yang bergetar
"sudah engggak apa apa sayang ,ada aku disini enggak usah kamu pikirin omongan nya Kinara ,anggap aja dia gak pernah ada" Alvan menenangkan Alisha sembari mengelus lembut punggung Alisha
Alisha mengangguk di balik dada bidang Alvan
"yasudah ,kita berangkat sekarang yaa ,Papa sama Mama udah nunggy kita disana ,begitu juga dengan Papa dan Kak Raya mereka sudah sampai" ajak Alvan lalu melerai pelukan mereka
Alvan mengenggam jemari Alisha lalu melangkah menuju mobil Sport putih nya
"yang.." panggil Alvan
"hmm" jawab Alisha lalu menatap Alvan
"kenapa Kinara bisa ada di rumah kamu"
"lain kali lihat dulu siapa yang ketuk pintu jangan main buka buka aja"
"iyaa ,tadi kan aku mikir nya kamu soalnya kamu lama banget"
"ciee yang gak sabar mau dilamar sama aku ciee ciee" goda Alvan
"apaan si Al ,fokus aja nyetir aku gak mau mati muda"
"Astagfirullah ucapan nya ih horor amat"
"makan nya yang bener nyetirnya jangan banyak ngomong" kesal Alisha
"siap Nyonya!!"
***
"yang di tunggu tunggu dateng juga ,dari mana dulu si lo" tanya Adimas Kakak Alvan
"macet" jawab nya singkat
"alibi lo"
"yasudah engga usah berantem ,sini sayang duduk" sergah Cyntia lalu menyuruh Alisha duduk ditempat yang sudah disediakan
"maaf nunggu lam" ucap Alisha
"aah engga ko sayang ,kita nya saja yang kecepetan" ucap Cyntia
"ayo kita makan dulu ,pasti sudah lapar kan"
"jadi Pak Nino tinggal sendiri sekarang?" tanya Martin Papa Alvan
"begitulah Pak ,setelah anak anak dewasa mereka memutuskan bekerja di Ibu kota dan lebih memilih tinggal sendiri sendiri ,saya tidak bisa meninggalkan rumah yang penuh kenangan kebersamaan saya dengan Almh Istri saya juga masa kecil mereka" ucap Nino Lirih
"tapi Pak Nino harus bangga semua putri Bapak sudah bisa membuktikan mereka bisa sukses dan itu menjadi suatu kebanggan tersendiri untuk Pak Nino tentu nya"
Nino mengangguk menyetujui ucapa Martin yang memang begitu adanya
"yaa saya bangga pada mereka meskipun tumbuh tanpa sosok seorang Ibu mereka tetap bisa saling menyayangi satu sama lain dan bisa saling menjaga satu sama lain nya"
"hmm saya yang sangat bangga Pak Nino karena bisa mendapat kan menantu seperti Alisha" ucap Cyntia
Nino tersenyum mendengar penuturan calon besan nya
Mereka sudah selesai dengan acara makan nya ,saat ini mereka kan langsung pada acara inti malam ini
"jadi malam ini saya selaku Papa dari Alvan ingin melamar Putri Pak Nino untuk anak Kami Alvan ,apakah lamaran kami diterima maksudnya lamaran Alvan" ucap Martin
"saya serahkan pada putri saya Alisha biar dia yang menjawab"
Nino menatap Alisha lalu menangkup jemari nya ,dan menganggukan kepala nya ,Alisha teesenyum pada Nino
"aku terima lamaran Alvan Pa" ucapa nya tersipu
Semua yang berada disana pun tersenyum senang ,lalu setelah nya Alvan berdiri mengahmpiri Alishs lalu berlutut di hadapan Alisha dan mengeluarkan kotak bludru berwarna biru lalu mengeluarkan cicin emas putih dengan permata yang terbuat dari diamond
Alvan meraih jemari Alisha lalu menyematkan cicin tersebut di jari manis Alisha ,dan setelah nya Alisha pun menyematkan cicin yang sama hanya beda model saja di jari manis Alvan
Mereka berdua tersipu setalahnya
"jadi kita akan adakan acara penikahan nya bulan depan" ucap Cyntia semangat
"tiga minggu lagi?" ucap Raya kaget
Cyntia tersenyum seraya menganggukan kepalanya "yaa lebih cepat lebih baik kan"
"baik saya ikut saja bagaimana baik nya" ucap Nino
"kita serahkan semua nya pada Mama saja" ucap Alisha
"baiklah sayang" jawab senang Cyntia