I Love You My Secretary

I Love You My Secretary
Monday..



Pagi hari yang cerah menyambut Alisha ketika membuka matanya dari alam mimpinya ,hari senin back to work again untuk nya ,Alisha bergegas bangun dari tempat tidurnya berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Selesai ritualnya di kamar mandi Alisha membuka lemari mengambil kemeja berwarna navy dengan rok span abun selutut ,dia memoles sedikit wajahnya dengan bb cream dan sedikit bedak juga menggunakan lipstik nude nya.


tin.. tin.. tin..


"siapa pagi pagi udah bikin rusuh" gumam Alisha ,seraya berjalan menuju jendela dan mengintip siapa yang membunyikan klakson secara terus menerus itu.


"Alvaaan"


Alisha membuka pintu kosannya ,dan berjalan mendekati mobil Alvan


"berisiiiik Al.. masih pagi ini" omelnya pada Alvan


"pagi pacar" sapa Alvan setelah turun dari mobilnya dengan senyum yang merekah ,lalu memeluk gadis didepannya


"aaaaah aku rindu sayaang.." ucap Alvan masih memeluk Alisha dengan wajah yang dia benamkan diceruk leher Alisha dan menghirup aroma gadisnya yang khas itu.


"Al ,lebay banget sih kaya anak abg tau gak" sahut Alisha


"aku mau siap siap dulu Al ,lepasin dong" lanjut Alisha ,yang tidak digubris oleh Alvan yang masih memeluk tubuh mungil gadisnya itu


"alvaaaan!" pekik Alisha


"hmm" Alvan berdehem seraya melerai pelukannya


"tunggu ,aku pakai sepatu dan ambil tas dulu" ucap Alisha lalu berjalan kembalai masuk kedalam rumah ,mengambil tas nya lalu memakai sepatunya dan berjalan kembali pada Alvan yang sudah menunggunya di mobil.


Alvan membuka pintu sisi penumpang untuk Alisha ,dan mempersilahkan gadisnya itu masuk ,setelah melihat Alisha nyaman dengan posisinya Alvan menutup pintu mobil lalu sedikit berlari memutari depan mobil membuka pintu sisi kemudi ,setelahnya menggunakan safety belt Alvan menginjak pedal gas lalu berjalan menuju kantor.


"udah sarapan kamu" tanya Alvan


"kamu datang sebelum aku sarapan"


Alvan tersenyum mendengar jawaban Alisha ,mengambil bungkusan yang berada di dashboard dan memberikannya pada Alisha


"Roti coklat dan susu coklat" gumam Alisha


"belum sarapan kan"


"kamu tau aku suka coklat" tanya Alisha


"yaah tau lah kamu kan calon istri aku ,bukan calon nya si jongkok"


"HAH.. JONGKI ALVAN BUJAN JONGKOK ih rese.." teriak Alisha


"bidi imit ,mau jingkik jongkok yang jelas kamu punya aku" kekeh Alvan


Alisha menautkan alisnya melihat tingkah Alvan yang masih cemburu sepertinya.


***


"pagiiii Alishaaaaa" sapa caca yang baru saja tiba dipintu lobby


"pagiii cacaaa " jawab Alisha ,yaah Alisha turun didepan gedung tidak ikut dengan Alvan karna pasti banyak yang akan menjadi wartawan dadakan nantinya


"CACAAA.. ALISHAAA.. TUNGGU!!" teriak seseorang dibelakang mereka


"ya ampun tika ,lo udah kaya dihutan tau gak berisik gila" omel Alisha ketika Tika telah berada didepan nya juga Caca


Tika menampilkan deretan giginya.


"cus ah" tika mengapit kedua tangan temannya membawa mereka berjalan menuju lift


"eh kalian tau gak sih" rusuh Tika


"apaan niih miss gibah pagi pagi" jawab Caca


"eh enak ajah ,ini buka sekedar gibahan belaka ,kalian harus tau itu" ucapnya


"teruus ,ada apa sih ?" Alisha yanh sedikit penasaran pada apa yang akan diucapkan oleh Tika


"kaka nya pak Alvan ,baru sampe Indo aaah ,dia gak kalah tampan kaya bos kita ,tapai bedanya dia lebih ramah gak dingin kek si bos" ucapnya antusias


Pintu lift terbuka mereka berjalan keluar menuju mejanya masing masing


"HAH serius lo tik ,duh gue harus nyalon ,siapa tau kan dia jodoh nya gue aaahh" jawab Caca tak kalah antusias nya


"Hah ,kakak nya Al eh maksud gue pak Alvan" bingung Alisha


"ya ampun sha iyaah ,kakaknya pak Alvan ,Dimas Pradipta ,inget kan lo sha?" tanya Caca


"ya-yaaah i-inget maksud gue ko.. ah udahlah"


"kenapa si sha" tanya Tika bingung


"hehe.. gak apa apa" jawab Alisha


Mereka menuju mejanya masing masing ,Alisha berjalan menuju mejanya didepan ruang CEO ,duduk disana dengan otaknya yang tengah memikirkan sesuatu.


***


"Selamat siang mba Alisha" sapa seorang wanita paruh baya


Alisha mengangkat kepalanya untuk melihat siapa yang menyapa nya ,Alisha langsung berdiir ketika melihat wajah cantik terawat meski usianya sudah tak muda ,dia Cyntia


Cyntia tersenyum memandang Alisha ,Alisha yang kebingungan pun bersuara.


"emm.. mau bertemu Pak Alvan ,mari bu saya antar" ucap Alisha


"o-ooh a yaah saya mau bertemu Alvan" jawab Cyntia setelah tersadar dari lamunannya


Alisha tersenyum dan mengajak Cyntia ke ruangan Alvan


"mari bu"


*tok tok tok


"masuk*" perintah suara bariton dari dalam


Alisha menarik handle pintu dan membukakan pintu untuk Cyntia


"terimakasih cantik" ucap Cyntia


"aah sama sama bu" jawab Alisha dengan pipi yang merona


"loh ma ,ada apa tumben ke kantor" tanya Alvan dengan mata yang tertuju pada Alisha yang terlihat dibalik jendela ruangannya ,Cyntia menyadari tatapan Alvan pun menggodanya


"Alisha cantik yaah van" tanya Cyntia


"iyaah cantik.. " tanpa Alvan sadari


"mama mau dia jadi menantu mama van"


Alvan yang tersadar dari lamunannya karna saat irisnya saling bertemu dengan iris Alisha yang membulatkan matanya.


"aa-apa ma ?" tanya Alvan bingung


"mama bilang Alisha cantik ,mama mau dia jadi menantu mama hmm"


"mama "


"kenapa ,bisa kan" goda mama kembali


"aah.. mama ada apa kemari?" tanya Alvan mengalihkan pembicaraannya


"kamu ini memang paling bisa mengalihkan pembicaraan yaah" sahut Cyntia


"kita makam siang saja diluar ma" tawar Alvan


"emm.. boleh dengan mengajak Alisha makan siang bersama bagaimana ?"


"dengan Alisha" beo Alvan


"iyaah ,mama ingin makan siang dengannya juga tak masalah kan"


"aku akan tanyakan dulu pada Alisha nya"


Alvan menekan tombol earphone nya untuk tersambung pada Alisha.


"..."


"masuk ke ruangan saya"


"..."


Tak lama terdengar ketukan dibalik pintu


tok tok tok


"masuk" perintah Alvan


Alisha masuk kedalam dengan perasaan yang tak menentu karna disana berada Cyntia mamanya Alvan.


"ada yang bisa saya bantu pak" tanya Alisha


"kita makan siang bersama mau kan Alisha" sahut Cyntia


"hah.."


"mama ingin makan siang bersama dengan mu Alisha apakah kamu bisa" jelas Alvan yang melihat raut kebingungan juga kegugupan dari wajah kekasihnya itu


"makan siang" beo Alisha


"iyaah ,kamu mau kan sha makan siang sama tante dan Alvan" ajak Cyntia


"i-iyaah bu" jawab Alisha


"gak usah gugup gitu ,dan panggil saja aku tante biar tidak terlalu formal kan yaah" ucap Cyntia


Alisha tersenyum kikuk sambil menganggukan kepalanya.


"yasudah ayo kita berngkat" ajak Cyntia dengan tangan yang dikaitkan pada lengan Alisha


"iyaah tante" jawab Alisha dengan rasa gugupnya.


Mereka bertiga berjalan menuju lift yang akan membawanya ke basemant dimana mobil Alvan terparkir disana dan berjalan menuju restoran.