
Pria tampan dengan menggunakan stelan kemaja putih ,dibalut jas berwarna hitam pekat dipadukam dengam dasi hitam dengan motif garis putih menyamping ,sedang pergi bersiap ke pesta ulang tahun temannya ,dia adalah Alvan Pradipta pria berusia tiga puluh tahun ,seorang CEO diperusahaan milik keluarganya CHINWA GROUP ,didampingi seorang wanita cantik ,berbalut longdress berwarna merah tanpa lengan dengan rambut yang dibiarkan tergurai panjang ,membuat penampilannya begitu elegan dan anggun ,wanifa cantik itu adalah Alisha Maharani Sekertaris nya kantor.
**
Mereka berdua pun turun dari mobil sport Hitam Lykan Hypersport milik alvan ,dan berjalan beriiringan memasuki gedung tempat pesta berlangsung.
Begitu alvan masuk semua mata kaum hawa tertuju padanya ,dia berjalan menghampiri sang pemilik pesta Kanaya Putri.
"thanks van udah nyempetin datang ke pesta gue" ucap kanaya seraya mengulurkan tangannya ,alvan pun membalas uluran tangan kanya seraya tersenyum "it's okeh nay ,hadiahnya nyusul yaa"
"gua tunggu hadiahnya ,lo dateng sama siapa van" tanya kanaya yang tidak menyadari adanya alisha dibalik tubuh alvan
"ditemenin sekertaris gua" seraya meminggirkan tubuhnya agar kanaya melihat alisha
"hey alishaaa ,sorry gua gak ngeh abis ketutup badannya alvan ,gimana kabar lo sha" tanya kanaya
"baik mba kanaya" jawab alisha dengan seulas senyum.
"oia ,silahkan dinikmati hidangannya ya van ,sha ,gue tinggal dulu yaah ,yang nyaman yaa kalian" ucap kanaya seraya berjalan menyabut para tamu yang berdatangan.
Tepat tengah malam acara pestapun selesai ,alvan dan alisha pun bergegas untuk pulang ,karna besok hari senin dimana mereka akan disibukan dengan pekerjaannya dikantor.
***
Senin pagi alisha masih tertidur pulas diatas tempat tidurnya ,sedikit menggeliat dan membuka matanya ,betapa terkejutnya alisha ketika melihat jam menunjukan pukul delapan.
"mampuus!! telat gua aaarrrgh kenapa bisa kesiangan gini sih" gerutu alisha seraya berjalam ke kamar mandi mencuci muka dan menggosok giginya ,diapun bersiap dengan blouse coklat susu dipaduka dengan rok span hitam selutut dan rambutnya yang dikuncir kuda.
Alisha berlari menuju halte busway ,beruntungnya karena begitu tiba di halte ,buswaypun baru tiba ,tak lama alishapun tiba digedung yang begitu luas CHINWA GROUP ,dia berlari menuju lift menunggu beberapa saat sampai lift terbuka dan memasukinya lalu menekan angka tujuh ,tak lama terdengat dentingan menandakn bahwa lift telah sampai ,pintu lift pun terbuka alisha bergegas lari menuju meja kerjanya.
"alisha tumben banget lo telat ,jam segini baru nongol" ujar Tika teman satu kantornya ,alisha hanya memsangkan senyum pepsodentnya dan berlari menuju mejanya.
"uuuuhh.." dia lihat ruang CEO melalui jendela didepan meja kerjanya dan disana sudah ada sosok pria dingin tengah duduk dikursi kebesarannya
"matii gue ,si bos udah didalem"
triing
triing
Suara panggilan telpon dimeja alisha terdengar menandakan sang Bos memanggilnya ,alisha menekan tombol dan terdengar suara bariton dari balik panggilan itu.
"masuk keruangan saya!!" perintah sang bos
"ba-bbaaik pa..." jawab alisha dengan jantungnya yang terpacu seraya mengetuk pintu.
tok tok tok..
"masuk!!" perintah dari dalam ruangan ,alisha memegang handle pintu dan menariknya secara otomatis pintu terbuka alisha pun masuk ke dalam ruangan.
"a-aada yang b-biisa saya bantu pa" tanya alisha dengan gugup
"kamu telat setengah jam! Nona Alisha Maharani!!" tegas alvan dengan wajah dinginnya
"ma-maaf pa ,saya kecapean" jujur alisha
"saya ridak menerima alasan apapun!! sekarang ke pantry dan siapkan sarapan saya" perintah alvan
"ii-iiyaa ,ba-baaik pa" jawab alishan seraya berjalan keluar
'dasar es batu' gumam alisha pelan tapi masih terdengar oleh alvan
"ALISHA MAHARANI!!"
"ii-iiiyaa pa" alisha sedikit berlari keluar .
tanpa alisha sadari alvan tersenyum hangat melihat tingkah alisha yang menurtunya menggemaskan.
"ngapa tuh muka ,kek baju belum disetrika kucel bet hahaha" goda Danu teman kantor alisha yang sedang berada di pantry
"bos elu tuh harus buru buru dikasih betinanya biar kaga beku mulu hatinya" omel alisha
"lo yang paling tau si bos gimana ,hadepin aja si sha ahahha" ucap danu dengan nada menggoda
"rese lo emang ,kesel banget gua ih keheul aing" gerutu alisha pada temannya
"bae bae lu kesel kesel jatuh cinta lagi ahahah" sergah caca yang baru tiba di pantry dan mendengar gerutuan alisha
"ih mitamit cabang baby" ucap alisha sekenanya
"udah sono nanti kena semprot lagi lu" ucap caca
"hmm ,gua duluan" jawab alisha
tok.. tok.. tok..
"masuk" perintah alvan
"saya permisi pa" ucap alisha seraya berlalu keluar
"hmm" jawab alvan tanpa menoleh. 'makasih alisha ,sama sama pa' gumam alisha menyenangkan hatinya.
Hari ini alisha disibukan dengan setumpuk berkas untuk acara pembukaan Hotel CHINWA hari minggu nanti ,sampai dia melewati makan siangnya ,dia merenggangkan tangannya dan melihat jam yang melingkar ditangannya.
"ya ampun udah sore ,gue belum makan siang pantes cacing diperut pada demo" keluhnya.
dia melirik keruangan CEO
"mau balik si bos masih anteng aja" gerutunya
"sha balik gak lu" ledek caca
"niih sandwich sama susu coklat ,lo gak makan siang tadi" ucap Tika
"thank kyuuu bebs ,terbaik mmuach" ucap alisha seraya tersenyum lelah kearah temannya
"lembur" tanya caca
alisha menggelengkan kepalanya dengan mulut yang mengunyah sandwichnya penuh
"trus ,ngapain kagak balik lu" tanya caca
"noh.." jawab alisha dan menunjuk kearah ruangan bosnya dengan dagunya.
"sue banget dah nasib lo" ledek caca dan tika
alisha mendelikan matanya sambil meminum susu coklatnya
"yaudah kita duluan yaah sha ,by" ucap kedua temannya
"hmm.. by" jawab alisha
Waktu terus berjalan hingga jam menunjukan pukul tujuh malam ,alisha berjalan menuju pantry menyiapkan coklat panas untuk sang bos.
tok tok tok..
"masuk" perintah suara bariton dari balik ruangan
alisha masuk dan menaruh coklat panasnya diatas meja alvan ,
"sudah selesai semua persiapan untuk pembukaan hotel?" tanya alvan
"sudah 85% pa ,besok jadwal bapa untuk pengecekan langsung ke hotel" jawab alisha
"yasudah kamu boleh pulang" perintah alvan
"waah ,serius pa ,tumben biasa saya harus nunggu bapa sampai beres" celetuk alisha polos
"Alisha Maharani!!" tegas alvan dengan wajah dinginnya
"a-aah kalau begitu saya pulang duluan permisi pa" pamit alisha sambil sedikit berlari keluar.
Alvan tersenyum kembali melihat tingkah alisha yang menggemaskan baginya.
***
"aaaah lelahnya hari ini" keluh alisha begitu tiba dirumahnya dan mendudukan dirinya di atas sofa dengan kepala yang dia senderkan pada senderan sofa.
drrtt..
drrtt..
drrtt..
satu panggilan masuk pada ponsel alisha.
"hallo kak ray" sapa alisha dengan nada lemas
"lemes banget kamu ,baru sampe rumah? " tanya Raya kaka pertama alisha
"hmm ,ada apa ka? " tanya alisha
"kenapa kamu gak resign ajah sih sha ,bos kamu itu makin hari makin jadi ajah si" omel sang kaka
"nanti ka belum waktunya"
"maaf yaah sha ,udah buat kamu harus selalu bekerja keras begini" sesal sang kaka
"apaan sih ka ray ,udah ah aku mau mandi mau istirahat by ka raya" sergah alisha seraya mengakhiri panggilannya.
Meskipun alisha anak paling kecil ,tapi dia sudah bekerja keras dari usia muda ,karena ulah sang ayah yang terjerat hutang pada rentenir dan mengharuskan dia selalu bekerja keras ,sang kaka yang masih kuliah saat itu ,alisha mempunyai dua kaka perempuan Raya dan Reysa.