I Love You My Secretary

I Love You My Secretary
Adimas Pradipta..



Setelah acara lamaran sang adik di restoran tadi ,sekarang di ruangan bercat putih dengan harum maskulin yang menyeruak di seluruh ruangan Dimas tengah terduduk di atas sofa dengan kepala yang di senderkan pada senderan sofa dan mata yang terpejam


"gak mungkin harus bersaing dengan adik sendiri" gumam nya pada diri sendiri


Terdengar nada frustasi dari ucapan Dimas ,yaah gadis yang dia cintai secara diam diam adalah Alisha Calon Istri adik nya Alvan ,mungkin pria tampan itu harus rela dengan status nya nanti yang hanya sebagai Kakak ipar bagi wanita yang dia cintai dan tidak bisa lebih ,karena mau bagaimana pun Alisha dan Alvan akan segera menikah


Tapi Dimas tidak bisa memendam perasaan nya ini ,dia harus memberitahu Alisha tentang perasaan nya ,tidak ada niat untuk merebut Alisha dari Alvan hanya saja dia tidak bisa memendam rasa nya ini sendiri ,setelah berfikir cukup lama akhir nya Dimas meraih benda pipih hitam milik nya lalu membuka aplika whatsapp nya dan mulai mengetikan pesan untuk Alisha


Me


Sha ,bisa kah kita bertemu besok di Restoran dekat kantor


Adimas


Setelah mengirimkan pesan nya pria tampan itu pun menghela nafas panjang dan membuangnya kasar ,lalu beranjak dari duduk nya dan berjalan memasuki kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya ,karena setelah dari Restoran tadi Dimas tidak langsung bersih bersih dia memilih untuk merenung sejenak


***


Alisha baru saja keluar dari kamar mandi ,setelah acara lamaran tadi dia langsung diantar pulang oleh kekasih nya Alvan ,Alvan pun memilih untuk langsung pulang agar Alisha bisa langsung istirahat ,Alisha berjalan menuju kasur nya dengan rambut yang masih terbungkus handuk putih kecil


Alisha melirik ponsel nya menandakan ada notif masuk ,dengan segera dia mengambil benda pipih berwarna silver milik nya lalu membuka aplikasi whatsapp dan melihat siapa yang mengirimkan nya pesan


Alisha sedikit mengkerutkan kening nya melihat nomor tak dikenal yang mengirmkan nya pesan ,tak ingin larut dalam rasa penasaran wanita manis itu pun membuka pesan tersebut


+62188 xxxx xxxx


Sha ,bisakah kita bertemu besok di Restoran dekat kantor


Adimas


"Kak Dimas!!" ujarnya pelan


Me


Ada apa yaa Kak ?


Alisha mengirim pesan kembali pada Dimas tak lupa diapun mengesave nomor Dimas ,perihal menanyakan untuk apa Dimas ingin bertemu dengan nya tak lama pun terdengar bunyi notif masuk


tring..


Kak Dimas


Ada yang mau saya bicarakan ,bisakah besok jam makan siang kita bertemu ?


Me


Baik ,besok aku ke Restoran bersama Alvan


Kak Dimas


kita berdua saja dan tidak usah beritahu pada Alvan ,bisa kan ?


Alisha menjadi aneh sendiri dengan calon Kakak ipar nya ini ,tapi dia tidak ingin menaruh curiga pada Dimas ,mungkin ada sesuatu yang ingin dia sampaikan tentang Alvan pada diri nya


Me


oke kak


Setelah membalas pesan terakhir dari Dimas ,Alisha menyimpan ponsel nya di atas nakas lalu tangan nya beralih mengeringkan rambut nya yang basah dengan handuk putih nya


drrtt.. drrtt.. drrtt..


Alisha melihat ponsel nya dan tertera nama Alvan disana ,dengan segera Alisha meraih ponsel nya lalu menggeser icon hijau pada ponsel ke samping


"Assalamualaikum Calon istri"


"Waalaikumsalam Calon Suami" Alisha merasa geli sendiri dengan ucapan nya barusan


"hah.. apa yang coba ulangi aku gak denger tadi" ujar Alvan yang merasa terkejut dengan ucapan Alisha tadi


"kamu mah begitu ,apaan yang coba ulangi please!!" mohon Alvan agar Alisha mau mengulangi ucapan nya lagi


"aku matiin yaa Al!!" ancam Alisha karena geram dengan Alvan


"eh eh jangan dong yang ,kamu mah ambekan"


"bodo amat!! kenapa nelpon?"


"galak banget si yang" rengek Alvan


"abis nya kamu nyebelin"


"yaudah maaf ,abis aku kaget aja kamu bilang begitu untuk yang pertama kali nya"


"itu kamu denger ,tadi katanya enggak denger"


"hehe.. kamu belum tidur?" tanya Alvan


"aku baru beres mandi mau tidur kamu telepon"


"oh yaudah tidur gih ,besok aku jemput yaa sayang"


"iyaa Al ,good night Al"


"good night Calon Ibu dari anak anak aku" Alisha tersenyum mendengar ucapan Alvan


"yaudah aku matiin bye"


Alisha mengakhiri panggilan nya karena kedua pipi nya sudah memanas dan sudah di pastikan bahwa sekarang warna nya sudah seperti tomat yang kelewat matang ,wanita itu pun menutup mata nya dan seperti nya dia akan bermimpi indah malam ini


***


Seperti janji nya kemarin Siang ini Alisha akan bertemu dengan Adimas di Restoran dekat kantor ,untung saja Alvan tadi sedang di sibukan dengan setumpuk berkas jadi dia memilih makan siang di kantor dan Alisha bisa keluar tanpa harus berbohong pada Kekasihnya


Alisha berjalan menuju Restoran yang jarak nya hanya 100 meter dari kantor ,tak butuh waktu lama Alisha sampai di deoan Restoran dia pun masuk ke dalam dan mencari sosok yang sudah mengajak nya bertemu ,iris mata nya menangkap sosok pris yang dia cari dengan segera langkah nya pun membawa nya pada pria yang terduduk di kursi dengan kemeja merah maroon dan lengan yang dilipat sampai sikut


"maaf Kak nunggu lama yaa" ujar Alisha saat sudah berada di depan Dimas


Dimas mendongak menatap Alisha lalu tersenyum " enggak kok Sha ,ayo duduk"


"mau pesan apa Sha"


"samain aja Kak"


Dimas pun memesan makanan dan minuman pada waiters untuk nya dan juga Alisha ,setelah memesan mereka menunggu beberapa saat sampai pesanan pun datang


"mau bicara apa Kak" tanya Alisha


"makan dulu aja Sha" jawab Dimas karen dia tahu pasti Alisha akan terkejut dengan penuturan nya nanti


Mereka pun mulai memakan makanannya sampai tak tersisa hanya menyisakan beberapa suap lagi


"jadi saya mau menyampaikan sesuatu sama kamu Sha" ujar Dimas dengan sedikit rasa guguo


Alisha mengkerutkan kening nya "apa yang mau Kakak sampaikan ,sepertinya sangat serius"


"aku cinta kamu Sha" seketika bola mata Alisha pun membulat dan tubuh nya mendadak kaku seperti ada yang memaku nya dengan susah payah Alisha menelan saliva nya


"ma-maksud ka-Kak Dimas?" tanya Alisha bingung dengan situasi ini


"saya suka kamu ,sejak pertama saya melihat kamu di kantor dan dengan beriring nya waktu rasa suka saya tumbuh menjadi cinta dan saat ini saya sayang kamu Alisha ,saya tidak ada maksud untuk membuat hubungan kamu dan Alvan renggang karena itu tidak akan pernah saya lakukan karena saya tahu kamu dan Alvan saling mencintai dan menyayangi satu sama lain juga karena Alvan adalah adik saya satu satu nya yang saya punya dan saya sayangi ,saya hanya ingin mengungkapkan perasaan saya yang sudah lama tertanam di dalam hati saya ,dan saya harap setelah ini hubungan kita akan tetap seperti biasa ,kamu tidak perlu sungkan dan merasa terbebani dengan perasaan saya dan saya mohon Alvan jangan sampai mengetahui hal ini saya mohon Sha" tutur Dimas pada Alisha ,yang membuat wanita itu terpaku sendiri


"apa bisa Sha?" ucap Dimas kembali


Masih dengan rasa bingung nya Alisha menganggukan kepala nya pelan menjawab pertanyaan Dimas


Adimas pun tersenyum pada Alisha begitupun Alisha yang memaksakan senyumnya pada Dimas