I Love You My Secretary

I Love You My Secretary
Alvan Nyebelin



Alvan Pradipta ,anak kedua dari keluarga Pradipta pemilik CHINWA GROUP ,memiliki satu kaka laki-laki Adimas Pradipta ,dia memegang perusahaan CHINWA juga yang berada di Paris ,itu membuatnya tinggal disana dan jarang bertemu dengan sang adik yang berada di Indonesia.


Alvan tinggal disebuah apartemen mewah di ibu kota Nirvana Garden ,dia sedang duduk dimeja kerjanya menatap berkas berkas pembukaan hotel terbaru nya minggu ini.


drrtt..


drrtt..


drrtt..


getaran ponsel alvan diatas mejanya membuat dia mengalihkan pandangannya dan meraih ponselnya ,dia geser tombol hijau diponselnya.


"halo anak mamaa.." sapa sang ibu disebrang sana


"halo ma ,bagaimana liburannya" tanya alvan


"lancaar sayang ,kamu belum tidur nak" tanya sang mama


"masih ada berkas yang harius alvan bereskan ma, ada apa ma ?" tanya alvan


"minggu ini mama dan papa pulang ke indo ,kamu bisa kerumah mama dan papa kan"


"emm ,ada apa ma"


"kita makan malam ,dan bawalah calon menantu untuk mama dan papa" ucap sang mama


"jika sudah waktunya ,al akan ajak seseorang bertemu dengan kalian" sergah alvan


"kamu itu bikin curiga mama saja al" keluh sang mama


"curiga ,apa si ma" kesal


"jika kamu masih seperti ini mama dan papa akan jodohkan kamu saja" ancam sang mama seraya mengakhiri panggilannya..


Alvan menundukan kepalanya dengan kedua tangan yang menangkup dan mengacak frustasi rambutnya ,setelah menerima panggilan dari sang mama.


yaa ,kedua orang tuanya selalu berfikir anak keduanya itu tidak menyukai perempuan ,karna setiap ditanya tentang pasangan hidup al selalu menjawab 'belum waktunya' .


'apa ini saatnya untuk gue menyatakan perasaan pada alisha' gumamnya


Alvan pun beranjak menuju kamar dan menidurkan dirinya di kasur king size miliknya ,dia menutup matanya untuk menghilangkan rasa bimbang dihatinya.


***


Hari ini jadwal alvan untuk berkunjung ke hotel CHINWA yang akan segera dibuka beberapa hari lagi.


"pa kita akan berangkat jam 9 nanti menuju hotel" ucap alisha dengan senyumnya yang manis


"dan setelah makan siang bapa ada meeting bersama GARNIS Company ,perusahaan yang ingin bekerjasama dengan CHINWA GROUP" lanjut alisha ,alvan melirik jamnya sesaat


"kita berangkat sekarang!" tegas alvan


"baik pa ,saya akan meminta pa slamet untuk bersiap" jawab alisha seraya menundukan kepalanya .


"alisha.." panggil alvan


alisha pun menghentikan langkah kakinya dan berbalik menatap alvan


"ada apa pa ?" tanya alisha.


"tidak jadi ,lanjutkan saja pekerjaan mu" jawab alvan


"hmm.. " 'dasaaar es batu' gumam alisha


Mereka bersiap menuju CHINWA HOTEL ,disana sudah berjajar manager dan petinggi hotel lainnya menyambut kedatangan sang pemilik hotel ,


"selamat datang pa alvan" sapa Rian yang tak lain adalah manager hotel CHINWA nanti dengan membungkukan badannya.


"apa semuanya sudah rampung ,tidak ada masalah" tanya alvan seraya berjalan mengitari hotel dan diikuti oleh rian dan alisha juga beberapa orang lainnya dibelakang alvan


"sudah selesai semua pa ,untuk rangkaian acarapun sudah rampung dikerjakan" jawan rian


"baiklah ,saya tidak mau ada masalah sedikitpun ketika hari H nya tiba semua harus sempurna sesuai dengan apa yang sudah di rencanakan" tegas alvan


"baik pa" jawab rian seraya menundukan kepalanya


Alvan dan alisha pun berkeliling melihat kesiapan hotel ini ,jam menunjukan pukul dua belas siang ,mereka bergegas meninggalkan hotel dan akan bertemu Tuan Jacob pemilik GARNIS Company untuk membicarakan tentang kerjasama yang akan mereka lakukan.


Disebuah ruang VIP Kanjina Resto ,seorang penjaga membukakan pintu dan mempersilahkan alvan serta alisha masuk keruangannya seraya menundukan kepalanya.


"selamat siang Tuan Pradipta" sapa jacob dengan tangan yang dua julurkan


"selamat siang Tuan Jacob ,maaf menunggu lama" jawab alvan dengan tangan yang menyambut uluran tangan jacob


"mari silahlan duduk Tuan Pradipta dan Nona Alisha"


"terimakasih tuan ,semoga kerjasama kita bisa berjalan lancar" ucap jacob


"sama sama tuan jacob ,sudah mempercayakan kerjasama dengan CHINWA GROUP" Jawab alvan dengan senyum ramahnya .


Saat ini jam menunjukan pukul empat sore mereka kembali ke kantor.


"alisha ,alvan ada diruangannya" tanya Raga yang tak lain adalah Manager Alvan sekaligus sahabat alvan


"pa raga ,pa alvan ada didalam"


"okeh saya masuk dulu yaah" ucap raga dengan seulas senyum ,alisha membalas senyumnya seraya menundukan kepalanya.


"oy bro serius amat" tanya raga ,alvan hanya melirik sekilah pada raga dan kembali memfokuskan diri pada berkas dihadapannya


"gimana acara ,makan makam nanti mau bawa siapa lo" tanya raga tanpa ragu


"hmm.." alvan menarik nafas dalam dalam


"lagian jadi cowo berani dikit dong ,keburu alisha diembat orang lain baru tau lu" ucapa raga


"gua bingung ,klo gua nyatain cinta sama dia trua ditolak mau ditaro dimana muka gua" keluh alvan


"muka elu tetep disimpen disitulah mau pindah kemana emang ,pantat" ledek raga


"kampret lu"


"saran gua ,ajak ajah alisha jalan jalan biar dia ngerasa nyaman sama lo" saran raga


"jalan jalan" tanya alvam bingung


"yaelah ajak doi jalan besok ,cuti sehari doang kaga rugi lu ,ada gua ini dikantor" beo raga


"gimana gua ngomongnya" tanya alvan dengan wajah polosnya


"otak pinter elu dikemanain sih bos" kesal raga


"pertama buat gua ngajak cewe jalan ini" sergah alvan


"pikir pake otak elu yang jenius itu" omel raga ,dan berdiri meninggalkan alvan diruangannya sendiri.


"kampret ,maen pergi ajah" oceh alvan seraya melemparkan pulpen kearah raga


"sakit kunyuk.." omel raga lagi


Alisha membungkukan badannya ketika melihat raga keluar dari ruangan alvan ,alvan pun membalas dengan senyuman dan menundukan kepalanya.


***


Didalam ruangannya alvan sedang berpikir ,bagaimana caranya apakah alisha akan menerima ajakan nya atau menolaknya ,seketika dilema menyerang hati alvan ,jam menujukan pukul lima sore ,alvan beranjak dari kursi putarnya dan berjalan keluar.


ceklek


suara pintu terbuka ,alishan mun segera berdiri dan membungkukan badannya.


"bapa sakit?" tanya alisha bingung


"engga ,kenapa kamu nanya gitu" tanya alvan balik


"tumben ajah jam segini udah keluar" jawab alisha polos


"Alisha Maharaniii!!"


"hehehe.. " seraya menunjukan jari telunjuk dan jari tengahnya


"hmm ,besok temanin saya ke taman hiburan jam 9 jangan sampai telat!"


"mau ngapain pa ,besok kan hari kerja ,lagian ke taman hiburan kaya anak kecil ajah bapa" ucapa alisha dengan dahi mengekerut


"Alisha Maharani !! ,kamu itu bisa gak sih gak usah jawab mulu" kesal alvan


"besok saya jemput kamu ke kosan ,jam 9"


alisha hanya diam tidak menjawab alvan


"kamu denger gak si Maharani" kesal alvan


"ih dengerlah pa saya kan punya kuping" ujar alisha


"terus kenapa gak jawab"


"jiih , kan kata bapa gak usah jawab mulu gimana si plin plan" ketus alisha


Alvan pun menghampiri alisha dan mendekatkan wajahnya pada wajah alisha ,tanpa bisa alisha hindari alvan mengecup bibir alisha singkat.