
"kamu mau pesan apa Alisha?" tanya lembut Cyntia ,seraya membuka daftar menu
Saat ini mereka tengah sampai disalah satu restoran yang akan menjadi tempat makan siang mereka sekarang.
Alisha membuka buku menu ,dia sedikit gugup akan makan siang bersama Cyntia dan juga Alvan ,lebih tepatnya dengan Cyntia karna ini untuk yang pertama kalinya dia makan siang bersama Cyntia setelah menyandang status kekasih dari anaknya.
"aku pesan steak ajah tan" jawab Alisha dengan senyumannya
"aku juga steak ajah ma" ucap Alvan tanpa menunggu Cyntia bertanya
Cyntia memanggil waiters untuk memesan makananya
"steak tiga porsi dengan minumnya es lemon tea juga tiga" pesan Cyntia pada waiters
"steak tiga porsi dan lemon tea tiga porsi ,ada lagi bu ?" ulang dan tanya waiters
"itu aja dulu"
"baik ,ditunggu yaah bu" jawab ramah sang waiters
Cyntia tersenyum hangat menatap Alisha.
"Alisha ,boleh tante bertanya" ucap Cyntia
Alisha memandang Cyntia ,lalu sejenak melirik pada Alvan.
"o-oh iyah tan boleh ,mau tanya apa" jawab Alisha gugup
"kamu cantik ,pintar ,sopan emm apa kamu belum punya kekasih atau calon suami" tanya Cyntia yang membuat Alvan tersedak air liurnya hingga terbatuk batuk.
Cyntia menatapa Alvan yang bereaksi seperti itu ,dan juga reaksi Alisha yang mengkerutkan jidatnya serta alisnya yang saling bertautan ,belum sempat Alisha menjawab pertanyaan Cyntia ,pesanan mereka pun telah tiba dimeja.
"kita makan dulu aja yaa ma" ujar Alvan mengalihkan permbicaraan
Alisha mengehela nafasnya panjang ,dia bersyukur karna makanan nya tiba disaat yang tepat ,sekarang jantungnya berdebar memikirkan jawaban apa yang akan dia berikan pada Cyntia
"Alisha ,ayo dimakan dulu cantik" ucap Cyntia sembari mengelus punggung tangan Alisha lembut
Alisha terkesiap dengan ucapan Cyntia ,lalu tersenyum dengan kepala mengangguk.
"iyaa tan"
Mereka pun terdiam disela sela makan siangnya ,hanya terdengar suara dentingan garpu dan pisau yang beradu pada piring ,dan mereka pun selesai dengan acara makan siangnya.
"jadi.. bagaimana sha" tanya Cyntia
Alisha menautkan alisnya ,dia melupakan sesaat pertanyaan Cyntia tadi padanya.
"a-aa iyaa aku udah punya pasangan tante" jawab Alisha gugup ,pasalnya dia takut jika saja Cyntia bertanya siapa pasangannya ,apa yang harus dia jawab apakah harus jujur bahwa dirinya tengah menjalin hubungan bersama anaknya ,atau ah ntahlah saat ini Alisha sedikit bimbang.
"oh kamu sudah punya pasangan ,apa hubungan kalian serius ,apa dia sudah melamar mu Alisha ,atau adakah kemungkinan kamu pu.." belum sempat Cyntia melanjutkan ucapannya ,terpotong dengan suara Alvan yang tersedak minumannya mendengar ucapan mama nya.
"kamu ini kenapa si Van ,daritadi tersedak terus" omel Cyntia
"berucap apa van ,mama hanya bertanya pada Alisha"
"tapi pertanyaan mama itu privasi nya Alisha ma" sahut Alvan
"loh ,Alisha saja tidak keberatan dengan pertanyaan mama kenapa kamu jadi yang ribet ,atau jangan jangan kam.."
"a-apa si ma ,jangan jangan aku apa"
Alisha menatap bingung pada anak dan ibu dihadapannya ,yang sedang beradu mulut
"eheeem" deheman Alisha berhasil membuat keduanya berhenti dan beralih menatap Alisha
"gak ada yang salah ko dengan ucapan tante Cyntia Al ,aku gak keberatan dengan pertanyaan tante"
"dengar kan Van ,Alisha biasa aja dengan pertanyaan mama kenapa kamu yang seperti gugup dengan apa yang mama tanyakan pada Alisha"
Cyntia tidak mengetahui pasalnya Alisha pun tengah dilanda rasa gugup seperti yang Alvan rasakan.
"ma.. Alvan dan Alisha harus kembali ke kantor" potong Alvan
"hmm baiklah ,lain kali kita berbincang lagi yaa cantik ,yasudah kalau gitu kalian kembali ke kantor nanti mama minta pa Diman untuk jemput kesini ,kalian hati hati yaa"
"aku pamit duluan yaa tante ,tante hati hati juga"
"iyaah cantik" jawab Cyntia lembut dam hangat
***
Mereka berdua sudah berada didalam mobil ,menuju ke kantor Alisha mentap lurus ke depan memandangi jalanan yang dipenuhi kendaraan Alvan tengah fokus menyetir.
"Sha.."
Alisha menoleh menatap Alvan.
"bagaimana kalau tante Cyntia tau tentang hubungan kita Al ,atau keluarga kamu tau tentang kita" tanya Alisha tanpa mengalihkan pandangannya
"aku akan ceritakan semuanya sama mama Sha ,apa kamu keberatan"
Alisha menoleh menatap Alvan ,apa dia serius dengan ucapannya ,kenapa hatinya menjadi gusar mendengarnya.
"apa semuanya akan baik baik saja Al"
"tenang Sha ,mama sepertinya menyukai kamu dia akan sangat senang mendengar bahwa kamu ada kekasih dari Alvan Pradipta ,kamu tidak usah khawatir dengan semua pikiran kamu ,keluarga aku akan sangat senang dengan hubungan kita"
"tapi aku gugup Al ,aku.."
Tangan kiri Alvam terulur menggenggam tangan Alisha lalu mengelus punggung tangan Alisha dengan ibu jarinya
"kamu percaya kan sama aku semuanya akan baik baik saja ,I Promise" ucap Alvan dengan senyum yang manis
Alisha mengaanggukan kepalanya menatap hangat kekasihnya ,Alisha hanya menjadi tidak percaya diri dengan status dirinya ,dia teringat ucapan Kinara yang lalu membuat pikirannya tak tenang ,tetapi dia harus percaya pada Alvan ,dia tidak akan membuatnya kecewa.