I Love You My Secretary

I Love You My Secretary
Kinara..



Setelah mereka resmi menjadi sepasang kekasih ,beberapa hari ini mereka terlihat selalu bersama sama ,dan alvan selalu menjeput alisha setiap berangkat kerja dan mengantarkannya pulang.


Saat ini alisha tengah berada di meja kerjanya yanh berada di ruang divisi gedung utama ini.


"sha.." panggil caca


"emm"


"mau denger gosip gak" ajak caca yang terduduk dimejanya


"gosip apa sih" saut Dana ,cowo satu ini memang suka sekali dengan gosip


"sini,, sinii.. " ujar caca pada teman satu ruangannya ,seketika Tika ,Dana ,Willi dan shana pun berjalan menuju meja caca


"gue dapet info dari ,sarah dia ada didivisi gedung manager.. "caca menatap wajah teman temannya bergantian ".. pak bos kita kedapatan lagi jalan sama cewe" ucap caca dengan mata hang di bulatkan


"ommoooo.. "ucap mereka semua dengan tangan menutupi mulut


"daaaan... " jeda caca


"daan apaan" tanya tika


"...sayaang nya muka cewenya gak keliatan" sesal caca


"aaaah..klo gosip tuh harus lengkap dong" cecar Willi


"uuuhh.." alisha menghembuskan nafasnya


"ngapa lu non" tanya danu yang menyadari itu


"hahh.. ga-gak apa apa ,kecewa ajah gosipnya gak lengkap hhee.." ujar alisha


"bubaar barisanlah udah" ucap tika seraya berjalan menuju mejanya.


***


Hari minggu acara pembukaan Hotel CHINWA ,seluruh karyawan disibukan dengan berlangsungnya acara ini.


"sha ,tetap berada disampingku ,jadilah pendampingku jangan jadi sekertarisku" ucap alvan lembut ,dengan kedua tangannya mengenggam tangan alisha ,alisha tersenyum seraya menganggukan kepalanya.


Mereka berjalan menuju tempat berlangsungnya acara ,alvan berjalan beriringan dengan alisha mereka duduk dikursi depan dengan meja bundar ditengah dan dikelilingi empat kursi.


"hai alvan ,apa kabar" tanya seorang wanita seraya mendudukan dirinya dimeja alvan dan alisha


"huh.. kinara ,kabar baik" jawab alvan dengan wajah kagetnya


"udah lama banget kita gak ketemu van" ucap kinara dengan mata sayunya ,alisha yang menyadari ada sesuatu diantara mereka dia segera beranjak pergi ,tapi alvan mengetahui gerak garik alisha lalu menahan lengannya


"mau kemana sha" tanya alvan lembut


"a-aku mau ke meja caca sebentar" bohong alisha


"duduk sha.." titah alvan


"siapa dia van ?? " tanya kinara


"dia calon istri ku!!" jawab alvan tegas


seketika kinara membelalakan matanya tak percaya ,lalu dia memasang wajah malaikatnya dan memberika selamat


"congrat yaah untuk kalian ,oia bagaimana kabar om marthin dan tante sabrina?" tanya kinara ,dengan tangan yang sengaja dia letakan diatas punggung tangan alvan


Tak lama terdengar suara MC sedang membuka acara ini ,dan sesaat kemudian memanggil alvan untuk memberikan sambutannya kepada para tamu yang datang ,alvan pun berjalan ke arah podium ,ketika alvan sedang memberikan kata kata sambutannya ,menjadi waktu kinara untuk mencecar alisha yang menurutnya tidak pantas bersanding dengan alvan ,manta kekasihnya.


"sudah berapa lama bersama dengan alvan" telisik kinara pada alisha ,


alisha yang kaget mendengar pertanyaan tiba tiba kinara hanya berdehem "hmmm.."


"hmm ,kamu itu gak cocok sama alvan ,kamu hanya sebatas sekertarisnya gak lebih!! kamu fikir tante cyntia dan om rynaldi mau terima kamu sebagai menantunya ,jangan mimpi!!" ucap kinara pada alisha dengan penuh penekanan.


"maksud anda apa yaah, mba kinara" kesal alisha


"gak usah pura pura polos ,saya tau tante dan om lagi liburan di liar negeri dan mereka pasti belum tau anaknya seorang pewaris CHINWA GROUP mengencani seorang sekertaris ,hah mereka gak akan mau terima!!" ujar kinada kembali.


Alisha hanya bisa menahan rasa sakit dihatinya dan air mata yang ingin segera keluar dari kedua matanya.


"ingat yah ,hanya saya yang cocok bersanding ,dengan seorang ALVAN PRADIPTA!!" setelah mengatakan hal itu kinara bergegas pergi dari meja alvan dan alisha kembali menuju mejanya.


***


Beberapa hari setelah kejadian itu ,alisha seperti sedikit menjaga jarak dari alvan ,itu membuat alvan bingung dengan sikapnya yang begitu.


triing


triing


suara earphone dimeja alisha berdering menandakan alvan memanggilnya dari ruang CEO ,alisha menekan tombol dan terdengar suara bariton alvan


"masuk ke ruangan aku sekarang" titah alvan


alisha tidak menjawab dan segera berjalan menuju ruangan alvan ,setibanya didepan pintu alisha sedikit ragu untuk mengetuk pintunya ,dia tidak ingin menemui alvan tapi satu sisi diapun merindukan sosok pria didalam sana.


"hmm huuuuh.."alisha menarik nafasnya dalam dalam dan mengetuk pintu didepannya


tok.. tok.. tok..


"masuuk" titah alvan dari dalam sana


Alisha memegang handle pintu dan menariknya seketika pintupun terbuka dsn alisha berlenggang masuk kedalam dengan persaan yaang tak menentu ,setibanya alisha diruangan ,alvan mengambil remot memencetnya dan seketika jendela diruangan ini tertutup otomatis.


"ada apa sama kamu sha" tanya alvan seraya memegang bahu alisha dengan kedua tangannya ,alisha masih terdiam tidak menjawab pertanyaan alvan


"sha ,jangan buat aku bingung ,ada apa sama kamu? "


"aku tidak apa apa al ,hanya banyak yang hal yang harus aku kerjakan" bohong alisha ,alvan menghela nafanya dalam dalam ,dia tahu alisha sedang berbohong padanya ,karna pada saat kinara mengajak alisha berbicara alvan melihatnya.


"hmm ,apa yang kinara katakan padamu" tanya alvan ,dahi alisha mengkerut seraya menatap alvan


"aku tahu ,kinara telah mengatakan sesuatu padamu ,katakan padaku apa yang dia katakan!" tanya alvan tegas


seketika alisha menangis dan memeluk alvan menyembunyikan mukanya dibalik dada bidang alvan


"hiks hiks.. aku gak mau kalau hiks.. harus kehilangan hiks.. kamu al ,hiks hiks..aku.." alisha menjeda perkataannya


"..aku merasa tidak cocok bersanding denganmu ,tetapi hiks hiks..aku gak mau jauh jauh dari kamu hiks hiks.."


"sha ,aku sudah memilih kamu ,aku sudah menaruh hatiku padamu ,hatiku sudah menetap dihati kamu sha ,jangan pernah berfikir seperti itu" ucap tegas alvan dengan menatap pada mata alisha ,dan menarik tubuh alisha lalu memeluknya dengan erat ,alisha membalas pelukan alvan tak kalah eratnya.


"jangan pernah berpikir seperti itu lagi sha ,aku menyayangi dan mencitai kamu dengan ketulusan hatiku sha" lirih alvan .