
Alisha mengerjapkan matanya karena terganggu oleh sinar mentari pagi yang menyelusup masuk kedalam ruang melalui celah celah jendela ,dia menggeliatkan badannya yang terasa remuk dengan perlahan membuka matanya menyesuaikan pandangannya.
"aargghh.. pantesan sakit badan ,gue ketiduran di sofa aaahh" diapun bangkit dan berjalan menuju kamar mandi ,bersiap untuk berangkat ke kantor ,kini dia sudah siap dengan kemeja berwarna merah maroon serta rok span hitam nya ,lalu sedikit memoles wajahnya didepan cermin ,selesai dengan ritual nya alisha berjalan menuju dapur mengambil selembar roti lalu mengolesinya dengan selai coklat untuknya sarapan ,dia mengecek ponselnya masih tak ada notifikasi dari kekasihnya.
"alvan kemana sih" gerutunya dengan wajah yanh ditekuk ,lalu melihat jam sudah puku 06.30 "ko tumben juga dia gak jemput huuh" alisha semakin gusar perasaannya karena alvan masih belum juga memberinya kabar ditambah lagi dia tidak datang menjemputnya pagi ini.
Dengan berat hati alisha berjalan menuju halte ,dengan langkahnya yang lemas ,hanya butuh waktu beberapa menit agar dia tiba dikantornya.
Alisha berjalan menuju lift ,dia ingin sekali segera sampai di atas ,sesaat pintu lift terbuka alisha masuk dan memencet tombol angka tujuannya ,sat terdenhar dentingan alisha keluar tanpa semangat sedikitpun.
"ALISHAAAA!!" teriak seseorang
"ya ampun kaget gua ,gak usah teriak teriak kali" oceh alisha pada Tika
" ya elo abisan gue panggilin daritadi kaga nengok nengok ,ngelamun lu yaah",
"mana ada gue ngelamun ngaco"
Mereka berdua berjalan menuju meja nya masing masing ,hari ini alisha berada di meja depan ruangan CEO ,dia menatap pintu ruangan yang masih tertutup "kayanya dia belum dateng" gumam nya pada diri sendiri
Alisha memutuskan untuk ke pantry ,seperti biasa menyiapkan teh hangat untuk alvan dan beberapa camilannya ,tanpa berlama lama alisha berjalan menuju ruangan alvan dia langsung saja masuk ke ruangan itu tanpa mengetuknya karena pikir dia ruangan itu masih tetap kosong.
Tanpa dia sadari ada sepasang mata yang tengah menatapnya dengan intens ,sampai sebuah deheman menyadarkannya.
"eheeem" alisha terperanjat mendengar nya ,untung saja nampan yang dia bawa tidak terjatuh.
"Astagfirullah" sebutnya dengan mata yang membulat sempurna
"kamu ngelamunin apa hm" tanya alvan tanpa dosanya ,alisha hanya menyipitkan matanya lalu membuang mukanya kesembarang arah ,diapun menyimpan cangkir tehnya dan piring kecil berisi cake dimeja alvan ,tanpa berkata apapu alisha berjalan kembali keluar ruangan.
"sayang" panggil alvan
"sayaang" alisha masih berjalan menuju pintu
"yang" dan pintu pun tertutup
Alvan menatap alisha bingung ,kenapa gadinya tidak berkata apapun dan merespon nya ,alvan yang gemas dengan tingkah alisha pun berniat menghubunginya lewat earphone tapi sudah dipastikan alisha tidak akan menjawabnya.
Alvan beranjak dari duduknya lalu membuka pintu dan berdiri diambang pintu ,dengan raut wajah yang dia buat buat seperti sedang serius.
"alisha ,masuk ruangan saya" ucap alvan tegas ,lalu dia berbalik dan berjalan kembali menuju ruangannya
Alisha menatapanya lalu beranjak dari duduknya dan berjalan menyusul alvan keruangannya.
"duduk" titah alvan pada alisha
Alisha pun patuh dan duduk di sofa depan alvan ,alvan beranjak dari duduknya lalu berjalan menuju alisha dan duduk disamping gadisnya itu ,menggenggam tangan alisha lalu menatap gadisnya lembut.
"kamu kenapa hm" tanya alvan lembut pada alisha ,gadisnya masih tetap terdiam tanpa berniat menjawab alvan
"hemm.. kamu kenapa sayang ,aku ada salah"
Alisha menatapnya dengan mata yang mulai berembun ,menahan agar cairan bening disana tidak lolos keluar membasahi pipinya ,alvan menyadari itu lalu mendekat pada alisha dan mengelus pucuk kepalanya.
"kamu jahat al hiks" tanpa bisa dia bendung lagi akhirnya keluar lah cairan bening yang sedari tadi dia tahan tahan agar tidak keluar.
"loh ko nangis si yang ,aku jahat kenapa" alvan menarik lembur tubuh mungil gadisnya lalu memeluk nya dengan tang kanan yang dia elus eluskan pada punggung alisha
"kamu kenapa gak kasih kabar sih sama aku"
"oh karena itu ,udah dong jangan nangis gini udah gede juga malu dong kalo ada yang liat" ledek alvan
"gak ada yang akan liat juga hiks hiks"
"sekarang jelasin kenapa kamu gak kasih kabar ke aku kemaren dan hari ini juga kamu gak jemput aku ,jujur sama aku apa keluarga kamu gak setuju sama hubungan kita al" cecar alisha dengan air mata yang masih mengalir
Alvan menundukan kepalanya ,seperti seorang yang sedang menyesali sesuatu.
"al.." panggil alisha
"maaf yaah sha" tanpa alvan sadari mata alisha semakin banyak mengeluarkan cairan beningnya
"aku hiks gak apa apa hiks hiks ,semoga kamu hiks hiks ba-bahagia hiks hiks" tutur alisha dengan segukan
"hei ,aku minta maaf udah bikin kamu sedih nunggu kabar aku ,aku minta maaf juga karena kamu harus selalu berada disamping aku ,dan aku hanya akan bahagia sama kamu Ny Pradipta" tutur alvan dengan menahan tawanya
"maksud kamu apa al" tanya alisha bingung
"papa sama mama pengen ketemu sama keluarga kamu ,mereka pengen ada pertemua keluarga"
"alvaaan.. kamu jahat!! tega kamu" pekik alisha dengan tangis yang semakin kencang
"udah dong sha jangan nangis terus ,jelek tau kalo nangis gitu"
"aku gak peduli" sahut nya dengan masih menangis dan memukul lengan alvan
"auuw sakit sayang ,kamu mah belum apa apa udah KDRT ih sama aku"
"maksud kamu apa bikin aku khawatir gak jelas"
"duh kamu khawatir niih" goda alvan
"tau ah nyebelin kamu"
"sini sini aku peluk" alisha pun memeluk alvan dengan erat
"aku takut ,aku khawatir klo mereka gak setuju sama hubungan kita aku gak mau harus kehilangan kamu ,aku gak mau jauh jauh dari kamu al" lirih alisha
"sha ,denger yaah apa yang kamu rasain sama hal nya dengan apa yang aku rasain ,dan aku pasti akan memperjuangkan agar kamu selalu berada di sisi ku ,agar kita selalu bersama sama ,aku gak akan pernah melepaskan kamu dari hidupku kamu adalah wanita yang sangat bearti untuk hidup aku ,hanya ada dua wanita yang berarti dalam hidupku yaitu kamu Alisha Maharani dan mama.. jadi mulai sekarang jangan pernah mengkhawatirkan hala hal yang tidak perlu kamu khawatirkan lagi ,karena aku pasti akan selalu berada disisimu dan memperjuangkan kamu untuk selalu berada disampingku Ny Pradipta"
"Alvaan" sahut alisha dengan menatap manik alvan
"aku sayang kamu Alisha" ucap alvan lalu mencium kening alisha dengan dalam dan hangat ,alisha menutuo matanya merasakan kehangatan yang alvan berikan.