
Alvan sudah berada di depan rumah sewa Alisha ,menunggu kekasihnya dan kedua kakak gadisnya yang masih bersiap siap di dalam rumahnya
Seperti janjinya bahwa hari minggu ini mereka akan berkunjung kerumah Papa Alisha
"Sha ,Alvan udah dimana" tanya Raya
"gak tau ,bantar aku telpon dulu"
Alisha pun mulai membuka ponselnya mencari kontak kekasih nya lalu mulai menghubunginya
"Assalamualaikum Al ,kamu udah dimana"
"waalaikumsalam ,aku udah didepan rumah kamu dari tadi"
"hah!!" Alisha pun berjalan menuju jendela depan untuk melihat apalah benar kekasihnya itu sudah berada disana
"loh kok kamu gak masuk ,ngapain nunggu di mobil"
"udah siap belum" bukannya menjawab Alvan malah balik bertanya
"bentar lagi ,masih nunggu kak Rey dia masih rapih rapih ,yaudah kamu masuk dulu sini gak sumpek apa nunggu dimobil"
"aku nunggu dimobil aja"
"keras kepala banget si ,yaudah terserah" Alisha pun mematikan sambungan telepon nya
"dia udah di depan kak" kata Alisha pada Raya
"loh ,kenapa gak disuruh masuk"
"nunggu dimobil aja katanya ,kak Reysa masih lama gak sih" oceh Alisha
Raya hanya menggidikkan bahu nya tak tahu sembari memasukan makanan yang mereka masak ,juga beberapa makanan instan dan daging daging untuk sang Papa tak lupa camilan u tuk mereka selama perjalanan
"kak Rey ,masih lama gak" sedikit teriak Alisha memanggil Reysa yang masih anteng didalam kamar
"sebentar lagi ,sabar ih" jawabnya dari dalam kamar
Alisha hanya bisa membuang nafasnya kasar "huft.."
Lima menit kemudian Reysa pun keluat dari kamar
"udah selesai ayo berangkat" ajak nya pada sang kakak dan adik
"lama banget kak lo udah kaya mau kondangan aja" omel Alisha
"yaa maap ,emang Alvan udah dateng yaah"
"udah dari tadi!! yaudah ayo berangkat" ajak Alisha pada kedua kakak nya
Malam nya setelah Alisha tiba dirumah dan juga kedua kakak nya sudah berada dirumah sewa Alisha ,Alisha menceritakan bahwa Alvan akan ikut ke rumah sang Papa ,ada yang mau pria itu bicarakan pada sang Papa juga kedua kakaknya
Jadinya kedua kakak nya mengetahui Alvan akan ikut bersama dan mereka akan berangkat menggunakan mobil Alvan ,tenang kali ini Alvan tidak membawa mobil sport nya kali ini dia membawa mobil mewah porsche macam 2.0 berwarna metalik
"bawain dong ,masa gua yang bawa semua si" keluh Raya
Reysa dan Alisha pun mengambil masing masing satu paper bag untuk mereka bawa
Mereka bertiga berjalan menghampiri Alvan yang setia menunggu didalam mobilnya
Alvan yang menyadari kedatangan ketiga wanita itu pun bergegas keluar mobil dan berjalan menghampiri ketiganya
"nunggu lama yaah Al ,maaf yaah" sesal Alisha
"gak apa apa ko ,barangnya simpan dibagasi mobil aja Sha" ucap Alvan lalu berjalan menuju belakang mobil dan membuka bagasi belakangnya
"paper bag yang dibawa Reysa biar disimpen di depan aja ,isinya camilan buat kita di mobil" kata Raya memberitahukan
Alisha pun mengambil paper bag ditangan Raya dan membawanya menuju bagasi dengan cepat Alvan mengambil alih paper bag yang Alisha bawa dan menyimpannya di bagasi
"udah semuanya ,yaudah masuk mobil kita berangkat sekarang" ucap Reysa
"o-iy-iyaah kak" jawab Alvan sedikit gugup
Reysa dan Raya pun tersenyum simpul melihat tingkah Alvan yang berbanding terbalik dengan yang diceritakan oleh sang adik Alisha
Merekapun berjalan menuju mobil ,Reysa dan Raya mereka duduk di kursi belakang sedangkan Alisha di depan menemani Alvan menyetir
Selama perjalanan hanya ada keheningan ,Raya yang tertidur dan Reysa yang sedang bermain ponsel Alisha dia hanya menatap kosong pada jalanan didepan sana dan Alvan dia fokus menyetir karena terlalu gugup baginya untuk memulai pembicaraan
Sampai tak terasa mereka sudah tiba disalah satu rumah sederhana bernuansa putih ,dengan pagar putih di depan nya tak lupa taman yang indah karena begitu banyak nya bunga yang di tanam disana
Alvan memarkirkan mobilnya di depan pagar putih itu ,Alisha mengerjapkan mata nya menyesuaikan penglihatan nya ,karena tadi pun dia tertidur di mobil
"euugh.. udah sampe Al" tanya Alisha
"udah yang ,kamu nyenyak banget tidur"
Bagaimana Alvan tau jalan menuju rumah Papa Alisha karena sebelum nya ,Alisha sudah memberi tahukan arah jalan nya dan dengan sekali ingatan Alvan langsung mengesave nya
"kak.. bangun udah sampe nii" ucap Alisha membangunkan kedua kakaknya yang masih tertidur di belakang
Sedangkan Alvan sudah turun duluan dan berjalan menuju bagasi untuk mengambil barang bawaan mereka tadi
"kakaaak!! bangun" pekik Alisha karen kedua kakak nya tak kunjung bangun
"eumm udah sampe Sha" tanya Raya
"udah ,ayo turun bangunin kak Rey juga"
Raya mengguncang tubuh Reysa untuk membangunkkannya taka butuh wakti lama Reysa pun menggeliat dan membuka matanya
"aahhh.. udah sampe yaa"
"udah ayo turun" ajak Raya
Alisha pun keluar dari mobil dan disusul oleh kedua kakaknya , Alisha berjalan menghampiri Alvan dibelakang mobil
"udah semua Al"
"udah.. biar aku aja yang bawa" pinta Alvan ,Alisha pun mengangguk lalu berjalan terlebih dahulu dengan Alvan yang mengekor dibelakang
"ayo masuk" ajak Raya
Mereka pun berjalan menuju pintu utama rumah ini ,suasana rumah yang tenang dan nyaman juga sejuk karna dikelilingi oleh tumbuhan juga banyak nya bunga bunga yang tertanam disana membuat nya menjadi lebih cantik
tok.. tokk..
"Assalamualaikum" salam Raya sembari mengetuk pintu
Tak lama terdengar suara berat dari dalam sana yang sudah di pastikan itu adalah Papa mereka
"Waalaikumsalam" ucapnya lalu tak lama pintu pun terbuka menampilkan seorang lelaki paruh baya dengan raut wajah yang sedikit seram mungkin seram sekali bagi Alvan ,tapi untuk ketiga putri nya itu adalah wajah terhangat yang mereka lihat
"PAPA!!" teriak ketiga anak gadis nya lalu berhambur memeluk sang papa
Nino pun dibuat kaget oleh kehadiran ketiga putri nya ini ,pasalnya mereka tidak memberi kabar akan berkunjung ,lalu Nino pun membalas pelukan ketiga putri nya dengan erat menyalurkan kerinduan mereka
"kalian kenapa gak kasih kabar dulu kalau mau ke rumah papa"
"kejutan dong pa" jawab Reysa
"kalian ini ,kalian sehat kan putri putri papa"
"Alhamdulillah kita sehat Pa" jawab Alisha
"putri kecil Papa ,sini sayang" ucap Nino pada Alisha lalu memeluknya
"maaf Papa suka merepotkan kamu" ucapnya pada Alisha disela sela pelukannya
"Papa ngomong apa sih ,aku gak ngerasa direpotkan ko" jawab Alisha
Nino pun merelai pelukannya dan beralih menatap Alvan dia baru menyadari adanya Alvan diantara ketiga putrinya
"siapa dia?" tanya Nino dengan muka tak bersahabat nya
Raya ,Reysa dan Alisha pun beralih menatap Alvan dengan segera Alisha menghampiri Alvan
"dia Alvan Pa" kenalkan Alisha pada sang Papa
Alvan berjalan mendekat pada Nino lalu menyalimi tangan Nino
"Alvan om" ucap nya dengan raut wajah gugup