I Love You My Secretary

I Love You My Secretary
Pesan Papa..



"Alvan om" ucap nya


"yaudah ayo masuk aku pegel Pa berdiri di depan gini" keluh Reysa


Akhirnya mereka pun masuk dan duduk di atas kursi kayu disana ,Raya membawa semua bawaanya menuju dapur dan merapihkan nya disana


"jadi Alvan ini siapa" tanya Nino pada kedua putri nya yanh tersisa disana karena Raya sedang ada di dapur


"dia..." ketika Alisha akan berucap Alvan lebih dulu memotong nya


"saya kekasih dari putri om ,Alisha" ucapnya dengan begitu percaya diri


Nina membulatkan matanya lalu setelahnya menganggukan kepalanya paham


"jadi.." tanya Nino


Alvan menjadi deg degan sendiri ,harusnya biarkan saja Alisha yang memperkenalkan nya tadid


"Pa ,orang baru sampe udah ditanya tanya si" sergah Alisha


Untuk sesaat hanya ada keheningan yang tercipta diruangan ini selanjutnya Nino berucap


"Sha ,tolong buatkan Papa minum juga untuk tamu kita" titahnya pada Alisha


"dan Reysa kamu bantuin kakak kamu rapihkan barang bawaan kalian di dapur sana" suruhnya pada Reysa


Tanpa bantahan mereka berdua pun beranjak dari duduk nya lalu berjalan menuju dapur ,sebelum nya Alvan sudah menatap Alisha begitupun Alisha seakan memyalurkan enerho positid untuk Alvan bahwa semuanya baik baik saja


Sampai akhirnya hanya tinggal Alvan dan Nino disana


"ekheem" suara deheman Nino membuat jantung Alvan berdegup lebih cepat ,Alvan tersenyum kikuk ketika irisnya bertemu dengan iris Nino


"jadi apa tujuan kamu datang kemari" tanya Nino to the point


"sa-saya ingin me-lamar Alisha" ucap nya terbata bata


"gak usah gugup gitu santai saja" mendengar ucapan Nino yang santai membuat Alvan sedikit menghilangkan rasa gugupnya


"huhh.. saya mau melamar anak om ,kedua orang tua saya pun ingin bertemy dengan om mereka ingin mengadakan pertemuan keluarga untuk membahas semuanya"


Untuk sejenak Nino berpikir


"kapan pertemuan keluarganya"


Alvan sedikit terkejut mendengar ucapan Nino tak percaya ,ternyata calon mertuanya itu tipe yang to the point sekali pokirnya


"sesuai jadwal om saja"


"apa kamu benar benar menyayangi Alisha ,putri kecip saya"


"sangat om"


"kamu bisa buat dia bahagia"


"akan saya buat dia bahagia selalu om"


"dia putri kecil saya ,meskipun paling kecil tapi dia sudah bekerja demi keluarga ini ,dia sudah bekerja keras sedari muda dan diapun kehilangan kasih sayang seorang ibu dari usianya masih kecil"


"jadi saya harap kamu bisa membahagiakannya ,selalu melimpahi nya dengan banyak kasih sayang ,jangan sampai ada air mata dia yang menetes setetes pun ,saya harap kamu bisa menjaga nya membahagiakannya lebih dari saya"


"semoga dia bisa bahagia setelah menikah nanti dan bisa menikmati kehidupan nya" ucap Nino dengan mata yang berkaca kaca


"apa kamu bisa memenuhi nya?" tanya Nino


Tanpa ada rasa ragu Alvan menganggukan kepalnya


"saya berjanji akan selalu membuat putri kecil om selalu bahagian dan dilimpahi begitu banyak kasih sayang ,saya tidak akan membuatnya menangis saya berjanji om"


"saya pegang janji kamu anak muda" ucap Nino


***


Di dapur sana Alisha sedang membuatkan minuman untuk sang Papa juga Alvan ,sedangka Raya dan Reysa sedang menata makanan yang mereka bawa tadi


"Papa lagi ngajakin calon mantu ngobrol" celetuk Reysa


"ngobrol apaan" tanya Raya ,Reysa pun mengedikan bahun nya tak tahu


Selesai acara membuat minum nya Alisha pun berjalan menghampiri kedua pria yang berbeda usia itu ,sebelum sampai disana Alisha sedikit mendengar ucapan sang Papa ,itu membuat nya meneteskan air mata tanpa dia sadari


Terasa menyentuk dihatinya sehingga air matanya begitu saja lolos dari matanya


Alisha pun memutuskan untuk kembali ke dapur dan menumpahkan nya disana


"lo Sha kamu kenapa" tanya Raya yang menyadari lebih dulu kehadiran Alisha dengan berurai air mata


Alisha semakin terisak disana


"Sha ,hey lo kenapa ko nangis gini sih" kali ini Reysa yang bertanya ,Alisha tetap diam dengan tangis harunya


Raya pun menarik tubuh adiknya dan memeluk hangat tubuh sang adik dengan tangan yang dia elus eluskan di punggung kecil sang adik


"aku hiks sayang kalian hiks" ucapnya pada kedua kakak nya disana


Reysa dan Raya saling melempar tatapan


"kakak juga sayang kamu sha" ucap Raya


"lo kenapa Sha?" tanya Reysa


Alisha hanya menggeleng kan kepala nya ,lalu mendongak menatap kedua kakak nya dengan seulas senyum


"gak apa apa aku cuman terharu aja sama obrolan Papa dan Alvan" Alisha pun mengelap sisa sisa air mata di pipi nya


"yaudah aku ke depan dulu anterin minuman nya" ucap Alisha


"bentar ,niih sekalian bawa camilan nya" ucap Raya seraya menyimpan beberapa toples diatas nampan yang dibawa Alisha


Setelah nya Alisha pun berjalan menuju ruang tamu


"minuman nya dataaang" seru Alisha


"lama banget kamu bikin minuman nya ,Papa udah seret nii" oceh Nino


Alisha tersenyum lalu memeluk sang Papa setelah menyiapkan minuman dana toples makanan di atas meja


"Alisha sayang Papa" ucap nya ,Nino pun tersenyum lalu membalas pelukan sang putri tercinta


"Papa juga sayang kamu putri kecil Papa" ujar nya


Alvan yang melihat itu sedikit terharu pasalnya tadi Nino menceritakan smeua tentang Alisha dan juga tentang sang Mama ,itu membuat Alvan ingin memeluk sang kekasih dengan erat menyalurkan segala kasih sayang padanya


"udah dong ,masa di depan calon suami manja gini" goda sang Papa


"ih Papa apaan si" cicit Alisha


"panggilin kakak kakak kamu suruh kemari" titahnya dan langsung di lakukan oleh Alisha


Alisha pun berjalan menuju dapur dan memanggil kedua kakak nya


"kak dipanggil Papa" Raya dan Reysa pun beranjak dari duduknya meninggalkan pekerjaan nya lalu berjalan menghampiri sang Papa


Mereka sudah duduk nyaman diatas kursi kayu disana


"ada apa Pa?" tanya Reysa


"besok kita akan bertemu dengan keluarga Alvan ,siapkan semuanya terutama untuk kamu Alisha"


Raya dan Reysa sedikit bingung tidak mengerti situasi ini ,seolah mengerti Nino menjelaskan nya


"adik kalian ini sudah dilamar oleh Alvan lebih tepatnya akan diresmikan lamarannya besok ketika pertemuan keluarga jadi Papa harap kalian bisa siap siap"


"APA!!" pekik Reysa


"kenapa Rey" tanya Nino


"gak apa apa kaget aja aku Pa hehe" kata nya


"oh jadi ini alasan nya Alvan ikut kita ketemu Papa" ucap Raya


Alisha dan Alvan pum tersenyum mendengar penuturan Raya


"jadi kita ketemu dimana nanti" tanya Raya


"di Restoran Belgia kak" ucap Alvan


"oh oke" jawab Raya


"yasudah kalian masak sekarang untuk makan siang kita" titah Nino pada putri putri nya


Dan mereka pun langsung melaksanakan perintah sang Papa tanpa bantahan