I Change The Genre From Romance To Fantasy

I Change The Genre From Romance To Fantasy
Episode 19.



Baik putra mahkota maupun Emersyn telah jatuh dalam alur permainannya.


Itu semua dikarenakan kemunculan anak haram yang baru dia ketahui 3 tahun yang lalu. Kecantikan yang begitu memikat benar-benar telah membuat Eldorado berada puncak kenikmatan dunia. Tetapi belum sempat semuanya terwujud, istana pasir yang telah dia bangun susah payah dengan bantuan putrinya kini telah diterjang air.


Malam itu.


Dihadapan semua orang.


"Aku akan membatalkan pertunangan ini, kalian suka atau tidak aku tidak perduli akan pendapat itu, jadi... Apa ada yang protes dengan keputusanku?."


BRAK.


Semuanya hancur sudah, tidak menyusahkan apapun disana. Wanita muda yang telah menatap rendah semua orang dalam ruangan megah dimana seluruh bangsawan dari seluru penjuru kekaisaran Harper berkumpul telah mengumandangkan satu kalimat yang tidak terbantahkan oleh siapapun.


"Ini adalah hadiah ulang tahunku untuk putra mahkota tercintaku...."


Tatapan matanya itu begitu menghina, baik kearahku maupun kearah putra mahkota, aku ingin melawan.


"TUNGGU SEBENTAR NONA EMERSYN!, ANDA TIDAK BISA MEMBATALKAN PERTUNAGAN ANDA BEGITU SAJA!," Teriakku tanpa sadar. Benar ini semua untuk mengembalikan situasi, aku tidak boleh goyah atau jatuh dalam perangkapnya.


"Pffft-." Aku melihatnya tertawa mencemoohku. Sabar... Ini semua demi rencana hebatku. Aku tidak ingin menyerah begitu saja, sebagai bangsawan yang akan memimpin diharper aku harus melakukan semuanya yang kubisa untuk mengembalikan situasi keadaan semula tapi.


"Memangnya kamu siapa?, Apa telingamu bermasalah?, Aku bilang aku tidak perduli akan pendapat kaliankan."


"HAAACK-!... PELACUR INI!.


"Kaisar saja tidak protes kenapa orang dari keluarga asing berani menentang keputusan Emersyn."


"Aku bukan keluarga asing, aku adalah pemimpin kelurga Rabatra, Eldorado Rabatra... Bahkan jika kami-."


"Rabarta?."


Ekspresi diwajahnya berubah dari datar menjadi tersenyum misterius. Ada yang salah... Apa itu???. Aku bertanya-yanya dalam hatiku setelah melihat senyuman licik dari rubah hitam itu.


Setelah beberapa saat berdebat dalam hati akhirnya aku paham. Aku melihatnya. Aku melihat itu, matanya yang berwarna merah didominasi hitam melihat kearah putra mahkota yang diam membisu sama sepertiku.


"Aku ingat sekarang." Tatapanya melihat kearah Putra Mahkota Aslan tetapi ucapanya diarahkan kepadaku. "Duke Rabatra... Anda punya putri yang sangat cantik...." Bola mata yang memandang Aslan seketika dialihkan kearahku sambil menyeringai.


"Tidak...!"


Deg deg deg...


Kumohon jangan bilang- ... DIA TAHU...! DIA TAHU...! DIA TAHU...!!!


"Putri yang memikat hati seseorang...."


TIDAK JANGAN...!!!!!


Wanita berbisa itu tersenyum semakin lebar ketika melihat kearahku seakan-akan dia telah mengali rahasia terdalam yang telah kusembunyikan dengan sempurna. JANGANNN!!!


"Termasuk As-."


"JA-."


"AKU MENERIMANYA."


Aku ingin segera berteriak tetapi suara dari podium tertinggi satu tingkat dibawah kaisar menghentikanku.


Putra Mahkota menerima pembatalan pertunagan sebelum Ira Emersyn mengungkapkan kebenaran. "Aku akan membatalkan pertunagan ini jika itu yang di inginkan putri Emersyn." Dari kalimat itu aku sadar bahwa bukan hanya aku saja yang marah tetapi dia juga sama.


"Hooo... Jadi, kamu menerima hadiah ulang tahun dariku?."


PELACUR INI...!!!. Sampai akhirpun dia terus menertawakan dan mempermalukan kami didepan semua orang yang hadir.


"Iya... Aku menyukainya, ini adalah hadiah ulang tahun terbaik yang pernah kamu berikan padaku Nona Ira." Putra mahkota terlihat tenang namun aku yakin bahwa kemarahan sedang berkobar dalam dirinya.


"YANG MULI-." Ketika aku hendak protes pada kaisar tiba-tiba sekujur tubuhku merinding, bukan hanya aku tetapi seluru bangsawan yang hadir.


"Pangeran Aslan... Ikuti Aku Segera." Kaisar bangkit dari kursinya lalu pergi meninggalkan ruangan sesaat setelah Ira Emersyn meninggalkan pesta.


"Apa yang terjadi...?"


"Apakah pestanya telah berakhir?."


"Ini berita hebat... Bukankah akan ada perpecahan besar-besaran sekarang?."


Bisik demi bisiknya mulai bergumul diruangan megah tertutup itu. "Huaa... Ini cukup menarik untuk dilihat, kira-kira siapa yang akan kamu dukung?."


"Tentu saja Emersyn... Aku tidak yakin kalau memihak pada putra mahko-."


"KALIAN GILA!." Telingaku menjadi panas. "BAGAIMANA KALIAN BISA BERBICARA SEPERTI ITU DISAAT PALING MENGERIKAN INI?!," Teriakku.


Semuanya terdiam.


"APA KALIAN TIDAK-."


"Duke Rabatra... Kenapa anda begitu marah?, Kami tahu Anda mendukung putra mahkota dengan sepenuh hati anda tetapi Anda juga harus memikirkan posisi bangsawan yang memihak pangeran lain."


Kata 'Pangeran Lain' yang terdengar seperti Sambaran petir ditelinga Eldorado.


Tidak... Tidak... Tidak... Jangan Ada Kata Pangeran Lain... Apakah Mereka Yang Sekarang Ini Sedang Menjilat Kakiku Beralih Pada Pihak Yang Lain!.


Di penglihatan Eldorado mata para bangsawan terlihat seperti haina yang lapar akan bangkai dari mangsa yang ditinggalkan oleh predator. Persetan...!!!


Kenapa semuanya menjadi kacau seperti ini!!!. Dia merasa bahwa semua tatapan lapar itu haus akan hartanya.


Setelah kejadian itu selama beberapa bulan Eldorado Rabatra mengalami depresi yang membuatnya kesulitan untuk tidur dan selalu berhalusinasi akan para bangsawan yang melihatnya dengan tatapan angkuh setelah kejatuhannya.


Putra mahkota yang telah mengumumkan batalnya pertunangannya menjadi kesulitan untuk tetap mempertahankan tahta.


Semua orang yang dulu pernah mendukungnya kini tak terlihat entah dimanapun, mereka semua segera beralih mendukung calon pendukung yang lain yang memiliki kekuatan yang lebih besar seperti 'Pangeran Ketiga' yang merupakan putra pertama Putri kekaisaran Harper adik dari Kaisar Ayah putra mahkota.


Pangeran Ketiga yang tidak kalah hebat jika dibandingkan dengan putra mahkota, ditambah lagi Pangeran Ketiga memiliki darah Emersyn yang berasal dari bibi generasi keempat Emersyn. Satu-satunya garis keturunan yang menikah dengan keluarga kekaisaran namun kini menjadi seorang Caunt setelah kalah dalam perebutan tahta dari putra mahkota yang dulunya adalah tunangan dari Ira Emersyn.


Dan tentu saja, setelah mengetahui bahwa putra mahkota yang berasal dari keluarga bangsawan biasa kehilangan dukungan dari Emersyn kini segera terus terang menunjukan perubahan sikap mereka secara derastis.


Untungnya pangeran Aslan telah menduduki tahta putra mahkota, mendapat sisi baik masyarakat beserta cinta kasih dari kuil dewa perlindungan sehingga menjatuhkannya tidak akan mudah meski Pangeran ketiga memiliki semua dukungan dari seluru penjuru Harper.


Tapi, masih ada satu masalah besar. Keluarga Emersyn masih belum menunjukan tanda-tanda akan bertindak sehingga keresahan dan depresi terus menghantui Eldorado Rabatra setiap saat, takut akan diserang dari segala arah oleh kekuatan yang mampu menghancurkan Harper dengan mudah.


Kembali ke masa kini.


Tangan Eldorado yang menyeka air mata putrinya semakin lembut. Aku harus mengunakan anak ini lebih banyak lagi... Jika bukan karena wajah cantiknya dan cinta putra mahkota maka aku sudah membuang sesuatu yang tidak berguna seperti ini. Mata Eldorado yang memandang kearah putrinya begitu dingin namun dia menyembunyikan dengan sangat baik.


Tersenyum.


Eldorado tersenyum hangat.


"Putriku yang manis... Percaya saja pada Ayah dan Putra Mahkota."


"Untuk saat ini aku akan menunda pertunaganku dengan putrimu."


"Apa? Tapi Kenapa Pangeran-."


"Situasi saat ini sedang tidak baik... Benua selatan sedang menyiapkan armada perang diam-diam jadi akan buruk dimata masyarakat jika aku tiba-tiba mengumumkan pertunanganku kembali setelah berpisah dari Ira.


"Jangan khawatir aku akan mengurus segalanya sehingga kami bisa menjalani kehidupan tenang tanpa ada gangguan." Kata putra mahkota saat itu.