
Keesokan paginya pangeran yandong terbangun dan terkejut karena terdapat tanda yang aneh padanya
"apa ini, aku belum pernah melihatnya apa tanda ini muncul karena aku sudah berada di tingkatan sadistic akhir tapi belum pernah terdengar jika akan muncul sebuah tanda saat naik tingkat sepertinya aku harus pergi ke perpustakaan dan mencari tau" ucap pangeran yandong
Pangeran hyunje pun terbangun, segera pangeran yandong menyembunyikan tangannya agar pangeran hyunje tidak melihatnya
"sedang apa kau" ucap pangeran hyunje
"tidak, aku akan pergi mandi" ucap pangeran yandong berjalan ke kamar mandi
"huh dasar aneh sangat mencurigakan" ucap pangeran hyunje penasaran
~KAMAR MANDI~
curr... pangeron yandong sedang mandi dengan air yang mengalir di tubuhnya yang sixpect bagaikan malaikat dan tiba-tiba tandanya bersinar
"huph.. apa ini kenapa tandanya bersinar ini sangat aneh tapi kalau dilihat-lihat bentuknya seperti naga tapi bukan naga hanya sayapnya yang mirip seperti naga bentuk badannya bulat, ekornya seperti panah dan tanduknya seperti iblis apa ini hewan iblis yang langka" ucap pangeran yandong yang pusing memikirkannya
Setelah selesai mandi pangeran yandong bersiap-siap untuk pergi ke kelasnya sementara pangeran hyunje sedang mandi
"seragamnya bagus juga hanya saja warnanya putih ini akan mudah kotor, kalau begitu aku pergi dulu kau bersiap-siap saja" ucap pangeran yandong lalu pergi
"heii kau beraninya kau meninggalkanku sendiri kau pikir kau itu siapa ha, apa kau mendengarku apa ada orang diluar huh sepertinya aku sudah gila ngomong sendiri" ucap pangeran hyunje kesal
~RUANG KEPALA SEKOLAH~
"kalau begitu saya akan pergi untuk mencari tau kebenaran dari bakat hitam itu" ucap kepala sekolah
"memangnya kemana kau akan mencarinya ha, sedangkan berita tentang bakat hitam ini bersifat rahasia jadi tidak ada yang akan tau" ucap meart
"ada, ada satu orang yang pasti tau, kalau dia pasti tau tentang hal ini karena dia adalah satu-satunya yang mengerti tentang berbagai hal di dunia ini" ucap kepala sekolah
"apa maksudmu apa benar ada orang seperti itu" ucap meart tidak yakin
"tentu saja ada" ucal lexa
"siapa... itu" ucap meart
"dia adalah orang yang sangat penting dan yang paling dihormati baik di kerajaan maupun di berbagai benua" ucap lexa
~LAPANGAN AGMA~
"oke hari ini kita akan tur keliling sekolah terlebih dahulu agar kalian lebih mengenal sekolah ini dan tidak tersesat saat berkeliling" ucap hella kepada murid-murid baru
Mereka pun berkeliling dan melihat berbagai hal yang menakjubkan di academy agma ini banyak hal yang tidak diketahui oleh orang luar karena sekolah ini bersifat rahasia jadi hanya murid-murid dari sekolah ini yang tahu tentang berbagai hal mengejutkan yang terdapat di sekolah ini mulai dari taman academy agma yang mengembangkan berbagai spesies tanaman langka bahkan para ilmuwannya berusaha untuk menciptakan tanaman langka yang belum pernah ada di dunia ini
~TAMAN AGMA~
"jadi anak-anak yang kalian lihat ini adalah taman agma di mana para ilmuwan mengembangkan berbagai jenis tanaman yang langka disini sekolah kita membudidayakan tanaman yang langka dan berusaha memperbanyak spesies agar tidak punah" ucap hella serius
"jadi kalau begitu itu artinya tanaman ini sangat dibutuhkan untuk membuat sebuah pil yang berada di tingkatan atas" ucap marvis dari keluarga count
"ya beberapa tanaman memang sangat bermanfaat dalam pembuatan pil tingkat atas tapi ada juga yang tidak dapat dijadikan pil untuk peningkatan" ucap hella
"lalu apa gunanya tanaman yang tidak bisa digunakan itu palingan cuma dijadikan hiasan" ucap bright
"jika tanaman itu jatuh ke tangan orang yang tidak bisa menggunakannya maka tanaman itu tidak akan berguna dan hanya akan menjadi hiasan tapi sebaliknya jika orang itu tau tentang kegunaan berbagai tanaman langka ini maka itu akan menjadi sesuatu yang sangat berharga" ucap pangeran yandong sambil memerhatikan tanaman-tanaman langka tersebut
"ya itu benar seperti yang dikatakan pangeran yandong sesuatu akan menjadi berguna jika berada di tangan orang yang tepat" ucap hella
"kalau begitu kita pergi ke tempat selanjutnya" ucap hella
.
.
.
.
.
.
chapter 8 selesai