I am a devil

I am a devil
chapter 17



~ASRAMA AGMA~


"hei.. tidakkah kau lelah kenapa tidak berhenti saja" ucap lian'e


"tidak, aku harus menjadi lebih kuat lagi" ucapnya


Melihat pangeran yandong yang terus berlatih tanpa henti lian'e pun memutuskan untuk membantunya


"sudahlah istirahatlah dulu besok aku akan membantumu meningkatkan kekuatanmu" ucap lian'e


Mendengar perkataan lian'e pangeran yandong langsung berhenti


"bukankah besok kita akan sangat sibuk" ucapnya


"bukankah besok adalah saat yang tepat kau bisa sekalian berlatih kan" ucap lian'e


"baiklah kalau begitu aku akan tidur" ucapnya


Pangeran yandong langsung berbaring dan menutup sekujur tubuhnya dengan selimut


Saat pangeran yandong tengah tertidur lian'e berusaha untuk meningkatkan kekuatannya


Keesokan paginya


Pangeran hyunje terbangun dan melihat jam seketika dia langsung berteriak


"waaa...ini sudah siang hei...bangun pemalas kita sudah telat" teriak hyunje


hyunje menarik selimut di kasur pangeran yandong


"hei.. cepatlah bang... kemana perginya dia berani sekali mempermainkanku" ucap hyunje kesal


"aaaa... aku terlambat..." ucap hyunje


Hyunje bergegas berlari ke kelas


Sebelumnya


Saat langit masih gelap pangeran yandong terbangun dan bersiap-siap


lian'e yang sedang tertidur terbangun karena mendengar suara


"hmm... kenapa berisik sekali" ucap lian'e


Lian'e membuka matanya dan bangun


"hoaamm... apa yang sedang kau lakukan pagi-pagi begini matahari bahkan belum terbit" ucap lian'e


"bukankah kita akan pergi ke lembah kematian" ucapnya


"ooh.... ya aku hampir melupakannya ayo bersiap-siap" ucap lian'e


Lian'e bergegas bersiap-siap dan dengan tidak sabarnya ingin pergi kesana


"ayo cepat" ucap lian'e tak sabaran


"iya..." ucapnya


Mereka pun pergi ke bawah pohon ditempat mereka berjanji akan bertemu


Disana rey sudah menunggu mereka dengan tidak sabaran karena saking senangnya bisa pergi keluar dengan temannya dia datang lebih awal dari yang dijanjikan


"kau sudah siap" ucapnya


"ya tentu aku sudah menunggumu daritadi" ucap rey


"kau sudah ada disini dari tadi? apa kau tidak tidur?" ucapnya


"dilihat dari wajahnya sih begitu" ucap lian'e


"ya.. aku tidak bisa tidur karena tidak sabar akan pergi kesana" ucap rey


Mereka pun pergi ke lembah kematian dengan memanjat tembok menelusuri jalan di sebuah kota dan sampailah di lembah kematian


Saat mereka sampai disana matahari sudah bersinar


"waa... jadi ini lembah kematian banyak sekali yang datang" ucapnya keriangan


"ya ayo kita mengambil misi" ucapnya


"misi? apa untuk masuk perlu mengambil misi" ucap rey


"tentu saja" ucapnya


Perempuan yang bertugas sebagai pengurus pendaftaran melihat pangeran yandong yang di lembah kematian ini menggunakan nama devil cortnes dan menyapanya


"tuan devil apa anda kesini untuk mengambil misi lagi" ucap perempuan itu


"ya saya kesini untuk menyelesaikan misi" ucapnya


Rey yang mendengar pangeran yandong dipanggil tuan devil terheran-heran


"hei.. kenapa dia memanggilmu tuan devil" bisik rey


"aku menggunakan nama samaran disini" bisiknya


"apa dia anggota barumu" tanya perempuan itu


"dia temanku dan dia sangat ingin kesini jadi aku mengajaknya" ucapnya


"halo apa kabar" ucap rey


"saya baik, ternyata anda memiliki teman yang baik dan ramah" ucap perempuan itu tersenyum


"ya saya akan segera pergi" ucapnya


"baik hati-hati tuan saya harap kalian kembali dengan selamat" ucap perempuan itu


"ya.. terimakasih" ucapnya


Mereka pun berjalan pergi meninggalkan perempuan itu mengarah ke lembah kematian dan saat berjalan pangeran yandong berhenti dan berbalik badan


"siapa namamu" ucapnya


"saya?" ucap perempuan itu


"ya kamu emangnya siapa lagi" ucapnya


"nama saya letiana" ucap perempuan itu senang


"ok sampai jumpa letiana" ucapnya


"ya tuan sampai bertemu lagi" ucap letiana


Letiana merasa sangat senang karena rasanya seperti ada seseorang yang muncul dalam kehidupannya dan memberikannya perasaan yang mendebarkan menantikan kepulangannya seperti memiliki seseorang yang penting


"bagaimanapun kau harus pulang dengan selamat tuan devil" ucap letiana


Pangeran yandong dan rey pun pergi ke lembah kematian


"hei kenapa kau tidak memperkenalkanku dengannya" ucap rey


"tidak perlu" ucapnya


"kau dingin sekali" ucap rey


"sudahlah kalian berisik kita sudah mau sampai" ucap lian'e


Saat melihat tempat itu pangeran yandong dan rey sangat terkejut dan tidak menyangka-nyangka


"wa... ini gua" ucap rey


"ya ini sangat bagus dan nyaman" ucap lian'e


"apa kita akan bermalam disini nanti" ucap rey


"bagaimana kau bisa tau ada tempat seperti ini" ucapnya


Tentu saja pangeran yandong penasaran sementara lian'e adalah tumbuhan yang berada di daerah tanaman beracun dan dia terlihat tidak bisa kemana-mana sebelum menjalin kontrak


"ya... aku tau dari para hewan iblis lewat saat itu mereka berbicara tentang gua ini" ucap lian'e


"bukankah ini sangat mencurigakan bagaimana mungkin kau bisa memahami apa yang dikatakan hewan iblis walaupun bisa apa hewan iblis akan bergosip saat berjalan" ucap rey


"ya apa kau perlu tau yang penting tempatnya sudah ada" ucap lian'e kesal


"ya terserahlah" ucapnya


"lebih baik kita berberes-beres saja" ucap rey


Sambil berberes mereka berbincang-bincang namun ada satu hal yang membuat rey bingung sedari tadi


"heii.... yandong kenapa kau menggunakan nama samaran" ucap rey


"tentu saja agar tidak ada yang tau kalau aku pangeran" ucapnya


"apa akan terjadi masalah jika ada yang tau kau pangeran bukankah lebih baik jika mereka mengetahui identitasmu jadi tidak ada yang akan mencari masalah" ucap rey


"kau sangat bodoh" ucap lian'e


"justru akan sangat bermasalah jika ada yang tau kalau kita pangeran sebaiknya kau menggunakan nama samaran juga" ucapnya


"benarkah... tapi kalau dipir-pikir sepertinya seru" ucap rey


"apanya yang seru kau kira sedang bermain" ucap lian'e


"sebaiknya nama apa yang aku gunakan ya..." ucap rey


"terserah kau" ucapnya


"hmm.. nama yang kau gunakan devil.. jadi namaku anvil saja" ucap rey


"namanya itu devil cortnes kenapa kau tidak menggunakan devil anvil saja" ucap lian'e


"jadi itu nama panjang yang kau gunakan tapi bukankah terlihat aneh jika devil anvil" ucap rey


"kalian sangat ribut gunakan saja devil rey" ucapnya


"bukankah itu sama saja hanya menambahkan devil" ucap rey


"ya setidaknya tidak ada yang akan tau" ucapnya


"baiklah..." ucap rey


"berarti lian'e jadi devil lian'e dan nama grup kita devil" ucap rey tertawa


"sungguh menyebalkan seperi anak kecil saja.. tapi tidak buruk juga" ucapnya dalam hati


Mereka selesai berkemas dan segera pergi untuk mencari berbagai benda langka yang berharga


"hei.. perhatikan langkahmu dia ada disebelah sana" ucap lian'e


"sabarlah aku sedang berusaha" ucap rey


"kau menangkap kelinci saja tidak bisa" ucap lian'e


"kya.. aku menangkapnya dia lucu sekali" teriak rey


Pangeran yandong yang melihat rey memegang kelinci pun langsung bergegas berteriak


"lepaskan itu!! rey lempar" ucapnya


"ha? kenapa aku harus melemparnya" ucap rey


Dalam sekejap kelinci itu berubah menjadi besar!! ternyata itu adalah hewan iblis jenis attack yang sangat lincah dan handal dalam menyerang


"wa... kenapa kelinci yang imut berubah menjadi besar? sama sekali tidak imut!" ucap rey


"itu balasanmu karena bermain-main!!" ucap lian'e


Pangeran yandong segera mengeluarkan belati dan bersiap untuk menyerangnya


Saat kelinci itu menyerang pangeran yandong langsung menghindarinya dan melemparkan serangan dari belakang


Petir langit... serangan itu mengenai kelinci itu dan membuat kelinci itu semakin marah


Rey pun ikut membantu menyerang


ledakan tornado... api kemarahan... akan ku jadikan kau kelinci bakar


Dengan penuh semangat mereka bertarung dengan kelinci itu


Sementara....


Lian'e sedang asik bersantai dan memakan buah sambil melihat mereka bertarung seakan-akan dia sedang menonton pertarungan di arena


Mereka kewalahan karena kelinci itu memiliki pertahanan yang kuat tapi walaupun begitu mereka tetap tidak menyerah dan berusaha sekuat tenaga


"kau tembakan api halilintar saat dia kesakitan aku akan menusuknya dari belakang" ucapnya


"ok aku akan melakukannya ayo bersiap" ucap rey


Mereka pun melanjutkan aksi penyerangannya debgan seengit disamping itu ada seseorang yang sedang mengawasi mereka dari atas pohon


"reya menurutmu bagaimana"


"apanya?"


"pergerakannya bagus tapi pengaturannya kurang pas sepertinya dia hanya handal menyerang dan tidak cocok untuk memimpin"


"benarkah? tapi menurutku itu adalah strateginya"


"strategi? apa sekarang penglihatanmu semakin berkurang bagaiman mungkin itu dinamakan strategi dia hanya menghindar menyerang begitu terus hingga lelah pada akhirnya energinya akan habis"


"kau salah perhatikanlah dengan saksama"


Disaat itu pangeran yandong dan rey tanpa sengaja membentuk suatu formasi


"apa maksud.. tunggu bukannya itu"


"ya itu memang formasi pressure"


"bagaimana bisa dia menggunakannya"


"sepertinya dialah yang kita cari"


"kau terlihat sangat yakin ruth"


"tentu saja apa kau mau bertaruh"


"lebih baik kita segera melapor lagian mereka akan segera selesai"


Mereka lekas pergi meninggalkan pertarungan dan tanpa mereka sadari pertarungan itulah yang menjadi titik tumpu dimana bencana akan terjadi


.


.


.


.


.


.


chapter 17 selesai