I am a devil

I am a devil
chapter 9



"ok sekarang kita berada di laboratorium agma dimana berbagai pil dibuat disini" ucap hella


Ketika itu tiba-tiba tanda di tangan pangeran yandong mulai bersinar segera pangeran yandong menyembunyikannya dan segera pergi ke tempat lain


"bu hella saya izin pergi ke wc sebentar" ucap pangeran yandong


"ya silakan, tapi kalau kamu masih bisa bertahan sebentar lagi kita akan melewati wc jadi kita bisa pergi bersama agar kamu tidak tersesat" ucap hella


"tidak perlu bu saya akan mencarinya sendiri" ucap pangeran yandong kemudian berjalan pergi


Sesampainya di tempat sepi pangeran yandong pun membalut tangganya dengan kain untuk menutupi tanda tersebut


"bagaimana bisa aku lupa dengan tanda ini untung saja tidak ada yang melihatnya" ucap pangeran yandong menghela nafas


Kemudian pangeran yandong pergi menuju ke gerombolan siswa tersebut namun di tengah perjalanan pangeran yandong melihat sebuah pintu yang bentuknya sangat aneh dan membuatnya penasaran di pintu tersebut tertulis terlarang saking penasarannya pangeran yandong pun memutuskan untuk memasuki pintu tersebut. Pangeran yandong berjalan ke arah pintu itu dan kemudian menyentuhnya tapi


"arrrggh... apa ini sengatan listrik kenapa pintu ini mengeluarkan listrik" ucap pangeran yandong penasaran


"sangat aneh aku harus menyelidikinya"


Selagi pangeran yandong berurusan dengan pintu itu bu hella dan para murid lainnya sedang berkeliling dan menunggu pangeran yandong


"apa pangeran yandong sudah kembali" ucap bu hella


"belum, mungkin saja dia tersesat" ucap putri yana mengejek


"sebaiknya kita menunggunya sebentar lagi lagian kita akan segera melewati wc" ucap hella


Sementara mereka menunggu pangeran yandong. Pangeran yandong sedang berusaha membuka pintu itu dengan mengerahkan seluruh kekuatannya namun pintu itu sangat sulit terbuka


"ada yang aneh seberapa kuat pun aku menyerangnya tidak ada yang mempan sama sekali bagaimana mungkin, rasanya seperti pintu ini menyerap kekuatanku dan menjadi semakin kuat" ucap pangeran yandong kemudian dia tersenyum menyengir


"hmm.. sepertinya aku tau cara kerjanya baiklah jangan salahkan aku kalau gitu" ucap pangeran yandong sinis


"hyaa...... aku akan menyerap listrikmu hingga habis jadi jangan salahkan aku"


Pangeran yandong pun menyerap listrik dari pintu itu perlahan-lahan listrik di pintu itu mulai terkuras


" ternyata aliran listriknya sangat murni ini sangat cocok untuk perkembanganku apalagi untuk melatih teknik kilat" ucapnya sambil menyerap listrik itu


Semakin diserap semakin terkuras pintu itu pun perlahan mulai terbuka


"akhirnya.. terbuka juga, kalau begitu ayo masuk" ucapnya sambil berjalan masuk


"hmm... ternyata dalamnya lebih luas dari yang kuduga, banyak juga bukunya pasti buku-bukunya tingkat atas semua makanya sangat sulit untuk masuk kesini" ucapnya sambil melihat-lihat buku


-Teknik pedang jiwa-


-Pedang pembelah-


-pedang langit-


-pedang pemusnah-


"disini terdapat banyak buku mengenai teknik pedang sangat cocok untukku, jadi sekarang aku bisa mendapatkan kemampuan berpedangku lagi" ucapnya tersenyum


"kalau dipikir-pikir sudah lama aku disini mereka pasti mencariku sebaiknya aku kembali dulu nanti aku akan datang lagi" ucapnya


Pangeran yandong pun bergegas untuk kembali ke rombongan siswa sesampainya disana para murid sudah selesaui berkeliling dan akan memasuki kelas mereka masing-masing


"maaf saya telat" ucapnya dengan santai


"kemana saja kamu, semuanya sudah selesai berkeliling saat kami melewati wc juga tidak menemukanmu" ucap hella


"saya ketiduran di bawah pohon tadi karena anginnya sangat menyegarkan" ucapnya


"kamu ini benar-benar ya sudah cepat masuk yang lainnya sudah dikelas" ucap hella terheran-heran


"kelas saya dimana" ucapnya


"kelasmu di dilantai 3 paling ujung" ucap hella


Pangeran yandong pun pergi kekelasnya dengan menaiki tangga yang amat banyak dan akhirnya sampailah di depan kelasnya


.


.


.


.


.


.


chapter 9 selesai