
"sekarang kita akan memilih ketua kelas jadi apa ada yang ingin mengajukan diri menjadi ketua kelas" ucap pak rustky menatap murid-murid di kelas secara bergantian
"saya" ucap routby percaya diri
"apa ada lagi yang ingin mengajukan diri dengan sukarela" ucap pak rustky
"sa..ya.." ucap seseorang mengangkat tangannya
"wah itu bukannya rey yang dibilang rajin itu ya"
"dia kan penerus kerajaan ergrey"
"katanya dia pintar tapi kemampuannya tidak begitu bagus makanya dia masuk ke kelas ini"
"iya ya percuma saja pintar tapi lemah mana mungkin kerajaannya bisa berkembang jika dipimpin olehnya"
"apa yang sedang kalian ributkan ini" ucap pak rustky memukul meja meredakan keributan
"jika tidak ada lagi maka akan diputuskan siapa yang menjadi ketua kelas, kalau begitu kita akan mengambil suara terbanyak dari kedua perwakilan ini jadi siapa yang ingin routby menjadi ketua kelas" ucap pak rustky serius
Banyak yang mengangkat tangan saat nama routby disebutkan namun saat pak rustky menyebut nama rey hanya beberapa yang mengangkat tangan kecuali pangeran yandong dia tidak memilih siapapun
"jadi sudah diputuskan routby yang akan menjadi ketua kelas, baik sampai disini dulu kalian boleh istirahat nanti kita lanjutkan lagi" ucap pak rustky
Disaat istirahat ada yang kekantin ada yang menetap dikelas ada yang ke perpustakaan mereka semua berada di tempat yang mereka inginkan mengelilingi sekolah. Pangeran yandong memanfaatkan waktu istirahatnya untuk ke kantin mengisi energinya baru memutuskan akan melakukan apa setelahnya, pangeran yandong mengambil makanan dan duduk di sebuah meja sendirian disaat itu pula ada yang datang menghampirinya
"boleh... aku duduk disini" ucap rey penerus kerajaan ergrey
"ya tentu" ucap pangeran yandong datar
"terimakasih, kau tau semua orang terus memandangi kita namun kau tidak perlu merasa cemas hal ini sudah biasa jadi tenang saja aku akan menjadi temanmu dan melindungimu" rey duduk di depan pangeran yandong dan mengucapkan kata-kata itu dengan polosnya
"kau tidak perlu mengkhawatirkanku aku bisa menjaga diriku sendiri sebaiknya kau mengkhawatirkan dirimu sendiri" ucap pangeran yandong
"ya aku tau itu terimakasih sudah perhatian denganku aku akan menjaga diriku dengan baik dan aku akan berusaha menjadi lebih kuat lagi jadi aku juga bisa melindungimu" ucap rey tersenyum polos
"atas dasar apa kau ingin melindungiku kau seharusnya tidak bersikap baik dengan orang yang baru kau temui kau bisa saja dimanfaatkan oleh seseorang karena kepolosanmu itu" ucap pangeran yandong menasihatinya
"kau tidak bisa menilai sesuatu dari sampulnya lagian aku tidak seperti yang kau bayangkan" ucap pangeran yandong dingin
"iya aku tau itu jadi... apa sekarang kita berteman" ucap rey berharap dengan wajah memelas
"ya terserah" ucap pangeran yandong
"hmm... dia terlalu polos dan mudah dimanfaatkan entah kenapa tapi aku tidak merasa risih dengan kehadirannya, mengingatkanku pada frincon saja walaupun dia tidak semudah itu dimanfaatkan oleh seseorang namun dia sama polosnya dengan rey tiba-tiba saja aku merindukannya apa dia baik-baik saja sekarang semoga tidak ada yang mengganggunya" ucap pangeran yandong dalam hati sedih
Rey yang melihat pangeran yandong yang sedang termenung namun masih dengan wajah yang datar penasaran kenapa dia hanya termenung dan tidak menyentuh makanannya padahal sebentar lagi makanannya dingin
"hei.. kenapa kau termenung apa kau tidak lapar sebentar lagi makanannya akan dingin" ucap rey melambai-lambaikan tangannya di depan wajah pangeran yandong
"ah iya aku hanya sedang memikirkan sesuatu" ucap pangeran yandong dan kemudian memakan makanannya segera karena dia tidak suka makanan yand sudah dingin
"setelah makan kau mau kemana" ucap rey
"aku mau ke perpustakaan" ucap pangeran yandong
"aku juga mau kesana ayo kita pergi bersama" ucap rey dengan ekspresi senang
Setelah mereka selesai makan mereka pun pergi ke perpustakaan bersama
.
.
.
.
.
.
chapter 11 selesai