I am a devil

I am a devil
chapter 1



Deon sedang berada di kediaman cortnes dan berlatih pedang di tempat latihan bersama adiknya frincon


Deon menaikkan pedang dan mengarahkannya tepat di leher frincon, frincon tidak berdaya karena tidak dapat mengelak


"Seperti biasa kamu selalu hebat dan cekat kak, sulit bagiku untuk mengalahkanmu" ucap frincon sambil memanyunkan bibirnya


Deon menurunkan pedangnya dan merangkul adiknya frincon "haha.. kamu ini harus banyak berlatih dan berusaha suatu saat kamu pasti akan menjadi lebih hebat dari kakak"


Deon yang digosipkan dingin dan tidak berperasaan itu sangat ramah dan baik kepada adiknya tentu saja karena dia sangat menyayangi adiknya baginya adiknya lebih penting dari apapun di dunia ini


Seorang penjaga datang untuk menyampaikan pesan


"hormat tuan muda, tuan muda ketiga dan tuan muda kelima dipanggil ayah tuan untuk berkumpul di meja makan, mohon tuan muda segera kesana" ucap penjaga


"Baik terima kasih sampaikan pada ayah saya dan frincon akan segera kesana"


"Baik tuan muda saya segera sampaikan, saya pamit undur diri tuan"


Deon dan frincon pun pergi menemui ayah dan keluarganya, sesampainya di meja makan


"Deon nanti kamu pergi ke kerajaan untuk menyampaikan pesan" ucap ayah deon


"Pesan apa kenapa tidak saya saja yang menyampaikannya lagian saya sudah lama tidak kesana dan bertemu pangeran"ucap raymond tuan muda kedua


"Jaga bicaramu kamu harus lebih memberi kesempatan untuk adikmu agar dia bisa lebih mendapatkan banyak pengalaman" ucap ayahnya


Raymond yang merasa tidak senang karena ayahnya selalu membela deon


"Ayah yang penting bagimu hanya deon apa kau akan menjadikannya penerus nanti, aku tidak bisa tinggal diam aku harus melakukan sesuatu tunggu saja kau deon aku tidak akan membiarkanmu menjadi penerus berikutnya" ucap raymond dalam hati


"Siapa kau beraninya kau menyerangku apa kau tidak takut mati kau pikir siapa kau sehingga berani menyerangku" ucap deon


"heh. kau tidak perlu tahu siapa aku karena kau akan segera mati apa gunanya orang yang mati mengetahui namaku" ucap orang berjubah hitam


Deon pun berkelahi beradu pedang dengan orang berjubah hitam karena orang itu terlalu kuat dan menggunakan ilmu yang tidak diketahui maka deon pun kalah dan tergeletak di tanah dalam keadaan sekarat


"Si..siapa..ka..uu sia...siapa yang me..nyu..ruhmu uhuk uhuk untuk membunuhku untuk a..pa kau uhuk uhuk membunuhku" ucap deon yang lemah tak berdaya


"haha.. dimana kesombonganmu itu kau itu hanya anak tidak berguna kau tidak akan bisa mengalahkanku kau bahkan tidak berhak mengetahui nama tuanku, matilah kau" ucap pria berjubah hitam dan hendak menusuk deon dengan pedangnya


"haha.. apa ini takdirku Tuhan apa aku akan mati secepat ini aku bahkan belum menyampaikan pesan dari ayahku aku juga tidak bisa memenuhi janjiku untuk menemani frincon berlatih lagi hahaha... aku pikir aku yang terkuat ternyata aku mati sia-sia hari ini dengan mudahnya oleh orang yang entah darimana ini maaf.. adik kakak tidak bisa menemanimu lagi tidak bisa melindungimu lagi.." ucap deon dalam hati dengn matanya yang digenangi oleh airmata


Dan deon pun mati karena tertusuk oleh pedang orang berjubah hitam tentu saja orang berjubah hitam itu entah siapa dan siapa tuannya apa itu tuan muda kedua.. itu masih menjadi misteri..


.


.


.


.


.


.


chapter 1 selesai