
Tap..tap..tap.. suara hentakan kaki terdengar
"ada penjaga bagaimana mungkin apa mereka menyadari pintu itu sudah terbuka" ucapnya
Penjaga sedang berpatroli untuk menjaga keamanan dan kemudian penjaga tersebut berjalan ke arah lainnya
"ok dia sudah pergi aku harus bergegas" ucapnya
Pangeran yandong pun bergegas secepat mungkin menuju pintu tersebut dan segera masuk ke dalam pintu terlarang
"huh.. akhirnya sekarang aku harus mencari tau tentang tanda ini" ucapnya
Pangeran yandong berkeliling dan melihat satu persatu buku yang ada disana namun belum juga ketemu namun sebaliknya yang ditemukannya adalah buku yang lain
/legenda pedang bermata/
Karena tertarik dengan judulnya pangeran yandong pun membuka buku itu dan membacanya namun..
"tunggu.. bagaimana mungkin ini kan pedangku yang selalu kugunakan dulu kenapa bisa ada gambarnya disini" ucapnya kaget
Pangeran yandong pun membacanya untuk menghilangkan rasa penasarannya dan sampailah pada halaman dimana terdapat bagian yang membuat penasaran
"dahulu kala pedang ini dimiliki oleh seseorang yang sangat kuat namun karena hasrat yang tidak pernah puas dia membunuh banyak orang hingga suatu saat dia sampai dititik dimana dia mulai lelah membunuh dan kemudian dia ingin melepaskan pedang bermata namun pedang ini mulai mengendalikannya dan membuatnya melakukan apapun yang diinginkan oleh pedang bermata ini"
"hmm.. agak aneh pedang bermata mengendalikannya namun pedangku tidak pernah mengendalikanku dan kenapa nama pedangnya pedang bermata padahal nama pedangku itu pedang kematian ugh... menyebalkan" ucapnya kesal
"tunggu disini juga terdapat teknik menggunakan pedang ini hmm.. beberapa teknik ini sudah pernah kukuasai keliatannya tidak jauh berbeda dengan teknik-teknik di tempatku berasal dulu, karena disini terdapat buku tentang sejarah pedang kematian maka berarti terdapat pedangnya disini" ucapnya
Pangeran yandong kemudian membolak balik buku tersebut dan membacanya dengan teliti untuk menemukan dimana pedang itu tersimpan namun hasilnya tidak ditemukannya sama sekali karena tidak menemukannya dibuku pangeran yandong mencarinya disekitar ruangan tersebut setelah sekian lama berkeliling untuk mencari pedang tersebut betapa kesalnya pangeran yandong karena tidak dapat menemukan letak pedang tersebut
"argh.. kenapa tidak ada bagaimana mungkin hanya ada bukunya saja dimana sebenarnya pedang ini disembunyikan hmm.. coba berpikir tempat dimana seharusnya pedang yang begitu langka disimpan apa mungkin di gudang pedang tapi sepertinya tidak mungkin" ucapnya
Sambil berpikir dan berjalan-jalan pangeran yandong tidak sengaja menyengol sebuah patung dan alhasil patung itu bergeser dan tiba-tiba keluarlah sebuah kotak dimana didalamnya terdapat sebuah buku kemudian pangeran yandong mengambil buku itu untuk melihat buku apa itu
/Rahasia Kehidupan/
"rahasia kehidupan, apa buku ini menceritakan tentang bagaimana menjalani hidup atau tentang hidup seseorang" ucapnya menerka
Pangeran yandong pun membuka buku itu dan membacanya ternyata kata-kata yang terdapat di dalam buku itu sangat bermakna dan berguna bagi perkembangan dan kehidupannya karena pangeran yandong merasa buku itu sangat berdampak pada kehidupannya maka dia mengambil buku itu dan kemudian merapikan kembali patung tersebut setelahnya pangeran yandong pun kembali ke asramanya dengan membawa kedua buku yang diambilnya tadi
~ASRAMA AGMA~
Sesampainya di asrama pangeran yandong pun meneliti buku rahasia kehidupan yang diambilnya didalamnya terdapat banyak teknik dan cara bertahan hidup di berbagai tempat di belahan dunia ini dan pangeran yandong pun memutuskan untuk berlatih lebih giat lagi agar dapat menjadi semakin kuat. Semalaman pangeran yandong berlatih tanpa henti hingga matahari pun mulai terbit
"ha.. lelahnya aku sangat mengantuk saatnya untuk tidur" ucapnya kemudian berbaring di kasur
Baru saja pangeran yandong hampir tertidur dan menuju alam mimpi namun si pangeran hyunje malah membangunkannya
"gedebuk gedebuk hei bangun" ucap hyunje melemparkan bantal tepat ke arah wajah pangeran yandong
"hei kau jangabn mengganguku aku baru saja mau tidur sebaiknya kau tidur lagi saja sana" ucap pangeran yandong menguap dan menarik selimut menutupi wajahnya
"tidur apanya hei.. ini sudah pagi matahari sudah terbit dan bersinar" ucap hyunje berteriak
Mendengar perkataan hyunje pangeran yandong langsung bangkit dari tempat tidurnya dan kemudian bergegas agar tidak terlambat menuju kelas, sesampainya di kelas pangeran yandong terlihat kekurangan tidur di matanya terdapat lingkaran hitam
"ha ha ha matamu itu apa kau habis dikerjai teman sekamarmu" ucap rey tertawa
"hei apa kau tidak bisa membedakan yang dikerjai dan tidak" ucap pangeran yandong dingin
"ohh.. jadi kau kurang tidur.. apa yang kau lakukan di malam hari hingga terdapat lingkaran hitam di matamu hm.. apa kau diam-diam mengintip ke asrama perempuan" ucap rey mengoda
"bisakah kau diam dan enyahlah dari hadapanku" ucap pangeran yandong dingin dengan wajah kesalnya itu
"kenapa kau begitu tega dengan aku tidak kah kau lihat wajah tampanku ini telah ternodai oleh pukulanmu" ucap rey memelas
"enyahlah" ucap pangeran yandong tajam
"huh.. kau menyebalkan" ucap rey kesal
Pak rustky pun datang ke kelas dan selama pelajaran itu pula pangeran yandong tertidur dan tidak memerhatikan penjelasan pak rustky. Pak rustky yang melihat pangeran yandong tertidur pun menegurnya
"hei kau.. kenapa kau tertidur di saat pelajaran berlangsung" ucap pak rustky
...
Pangeran yandong masih saja tertidur dan tidak mendengar teguran pak rustky, kemudian pak rustky mengeluarkan segelas air dan memercikannya ke wajah pangeran yandong
"hmm... ada apa ini kenapa basah" ucap pangeran yandong
"bangun dan jangan tidur apa kamu tidak tidur semalaman hingga tertidur di kelas" ucap pak rustky
"oh.. pak saya izin ke wc untuk mencuci wajah" ucap pangeran yandong selow
"kau.. ya sudahlah silakan cuci wajahmu dulu" ucap pak rustky penuh kesabaran
Pangeran yandong berjalan pergi meninggalkan kelas tapi bukannya ke wc untuk mencuci wajah ia malah duduk di bawah pohon
"hah... disini sangat nyaman akan lebih tenang bila tidur disini" ucapnya
Pangeran yandong pun berusaha untuk tidur namun dia sudah merasa tidak mengantuk seolah ada yang menghilangkan rasa ngantuknya dan memulihkan tenaganya
"hmm... rasanya aneh bukankah tadi aku sangat mengantuk yasudah lebih baik aku berlatih saja" ucapnya penuh semangat
Saat sedang berlatih semua terasa lancar seakan-akan ada yang membantunya untuk mempermudah proses pelatihannya tanpa terasa pangeran yandong berlatih hingga sore dan melewatkan berbagai pelajaran di kelas
"yosh.. karena beberapa teknik sudah dapat kukuasai lebih baik sekarang aku pergi ke luar untuk melihat sekeliling kota ini siapa tau aku bisa menemukan informasi" ucapnya
Pangeran yandong pun diam-diam keluar meninggalkan academy untuk mencari informasi di kota tanpa disadari dia berjalan hingga sampai di sebuah jalan dimana dipenuhi orang-orang yang sedang berjualan berbagai macam makanan dan kebutuhan lainnya. Sambil mencari informasi pangeran yandong pun bersenang-senang dan menikmati aneka ragam makanan yang ada disana
"ini sungguh luarbiasa sepertinya tidak sia-sia aku bolos dari pelajaran pak rustky yang membosankan itu" ucapnya sambil menikmati makanan yang dibelinya
Karena wajahnya yang tampan banyak yang menawarkannya untuk mencoba berbagai macam makanan yang baru saja dibuat dan tentu saja pangeran yandong tidak menolak karena dia sangat suka menikmati makanan yang diberikan secara gratis jadi dia bisa lebih menghemat uangnya untuk keperluannya nanti saat sedang memakan sebuah makanan yang rasanya tidak asing pangeran yandong pun teringat akan makanan di tempatnya dulu
"hmm... ini tidak jauh berbeda rasanya hanya bentuknya saja yang berbeda tapi jika ditambahkan sedikit bumbu lagi pasti akan menjadi sangat enak" ucapnya
Tanpa terasa pangeran yandong mendapatkan sebuah ide untuk mengumpulkan uang agar dapat bebas membeli kebutuhan pelatihannya tanpa rasa khawatir uangnya akan kurang
.
.
.
.
.
.
chapter 14 selesai