
~RUANG KEPALA SEKOLAH~
"pak kepala sekolah..." teriak meart sambil membanting pintu
"kau tidak perlu berteriak kepala sekolah belum pikun" ucap hella terkekeh
"terdapat retakan pada pintu dan lantainya lecet total ganti rugi sekitar 3000 yuan dipotong dari gajimu" ucap lexa datar
"tunggu, apa!! kenapa aku harus ganti rugi kau sekretaris tidak berperasaan aku hanya membanting pintu dan tidak merusaknya lantai itu emang lecet saat kepala sekolah menyeret meja dan pintu itu retak karena wakil kepala sekolah sering mendobraknya apa hubungannya denganku lagian gajiku tidak seberapa jika kau memotong gajiku aku harus makan apa" ucap meart menggila dengan kecepatan tarikan napas per detik seperti mengerap
"cukup kalian sudah dewasa masih saja seperti anak kecil sekarang bukan saatnya untuk kalian menggila sebaiknya kita membahas tentang bakat berwarna hitam itu" ucap exart serius
"ya itu benar prioritas kita saat ini adalah kenapa kristal air suci memancarkan warna hitam yang belum pernah muncul selama ini" ucap hella penasaran
"kepala sekolah bagaimana menurutmu tentang bakat hitam i...." ucap meart terhenti saat melihat kepala sekolah tertidur lelap di kursinya
"bagaimana bisa dia tidur di tengah keributan yang kita buat" ucap meart berteriak kesal
Lexa mengambil segelas air di meja dan menyiramnya ke kepala sekolah seketika kepala sekolah bangun karena mengira hujan
"oh tidak hujan pakaianku belum diangkat" ucap kepala sekolah terkejut
"hahahah.... apa kau takut dimarahi oleh istrimu" ucap hella tertawa
"sudah kembali ke topik utama, jadi bagaimana menurut kepala sekolah tentang bakat hitam tersebut" ucap exart serius
"bakat hitam... ya itu aku tidak tau" ucap kepala sekolah santai
"bagaimana bisa kau tidak tau bukannya kau ini si jenius no.1" ucap lexa malas
"hmm... walaupun aku si jenius no.1 tapi tetap tidak bisa dipungkiri jika aku tidak tau tentang bakat hitam ini. Bakat ini belum pernah ada sebelumnya jadi tidak bisa dipastikan apa maksud dari bakat ini" ucap kepala sekolah serius
"ya.. uhuk uhuk itu benar berita ini pasti akan menggemparkan dunia ini ditambah lagi pasti banyak orang yang akan mencari keributan, terutama para ilmuwan gila itu pasti akan berusaha untuk meniliti bakat hitam itu" ucap kepala sekolah grogi
"jadi dengan kata lain kita tidak boleh membiarkan berita ini bocor, pertama-tama kita harus membungkam para murid agar tidak menyebar. Aku yang akan mengurus hal ini sisanya kalian yang urus" ucap lexa berjalan pergi
"jadi sekarang kita akan menentukan dia akan masuk ke kelas mana bagaimana jika kelas A" ucap hella
"tidak ini akan semakin membuat para murid penasaran" ucap kelala sekolah
"sebaiknya kita tempatkan di kelas C itu akan lebih baik dan tidak akan ada yang curiga, ada yang keberatan" ucap exart tajam
"ya.. aku setuju" ucap hella dan meart bersamaan karena merasa tertekan dengan tatapan exart
"kalau begitu segera umumkan itu" ucap exart
Disisi lain lexa pergi mencari erno si penyihir untuk membuat para murid tidak mengingat jelas mengenai bakat hitam tersebut dan membungkam mereka agar berita itu tidak bocor
.
.
.
.
.
.
chapter 6 selesai