I am a devil

I am a devil
chapter 16



Saat hendak masuk ke gua itu tanpa disadari ada sesosok hewan iblis yang amat besar menjaga di dalam gua tersebut


"hei... apa ini alasan kenapa kau menyuruhku menghemat energiku" ucapnya pelan


"tentu saja" ucap jamur langit


"hei jamur kau sudah tau akan ada monster disini kan kenapa kau tidak memberitahuku" ucapnya pelan


"ya aku memang sudah tau.. tapi kenapa kau berbicara sangat pelan" ucap jamur langit santai


"pelankan suaramu bagaimana jika monster itu bangun" ucapnya


"tinggal hajar saja kau kan sudah berada di tingkat sadistic akhir dan kau juga menguasai beberapa teknik pedang tingkat tinggi" ucap jamur langit


"walaupun aku sudah berada di tingkatan sadistic akhir tapi aku tidak pernah mencoba menggunakan kekuatanku kalau menggunakan pedang aku ahlinya" ucapnya


"kalau begitu gunakan teknik pedangmu dan kalahkan monster itu" ucap jamur langit


"aku tidak membawa pedang" ucapnya


"oh yasudah kalau gitu bukankah kau tidak pernah mencoba kekuatanmu kenapa tidak dicoba sekarang lagian kan disini ada bahan percobaan" ucap jamur langit santai


"bahan percobaan apanya itu monster.. monster kau tak lihat badannya saja sangat besar bahkan sebesar gua itu dan aku hanya tau beberapa teknik dan tidak pernah mempraktikannya" ucapnya kesal


"ya sudah kau praktikkan saja sekarang jangan bilang kalau kau takut dengan hewan iblis itu" ucap jamur itu sengaja membuat pangeran yandong marah


"siapa yang takut aku akan menunjukkan padamu betapa kuatnya aku" ucapnya


Pangeran yandong pun mengerahkan kekuatannya untuk melawan hewan iblis itu


"hyaa... teknik badai petir... sambaran kilat.. ledakan api" walaupun pangeran yandong mengerahkan kekuatannya tetap saja hewan iblis hanya terluka sedikit karena kulitnya yang lumayan tebal dan keras dan hewan iblis itu berada di tingkatan yang lebih tinggi dari pangeran yandong


"baiklah jika tidak bisa dengan kekuatan maka harus menggunakan keahlianku" ucapnya menyengir


Pangeran yandong pun mengeluarkan belatinya dan berlari mengarah ke hewan iblis tersebut lalu melompat mengarah ke kepala hewan iblis itu dan kemudian menancapkan belati itu tepat di mata kanan hewan iblis itu yang mengakibatkan matanya berdarah dan tidak bisa melihat karena matanya kesakitan hewan iblis itu pun mengamuk dan menyerang pangeran yandong menyebabkan luka goresan di tangannya


"heh... berani sekali kau mencari masalah denganku" ucapnya tersenyum dingin


Pangeran yandong menyerang hewan iblis itu dengan belatinya menggoresnya dengan belati yang berada ditangannya dan menikamnya menyebabkan darah bercucuran dimana-mana dan kemudian menusuk dan mencongkel mata hewan iblis itu dan jrengg... karyanya membuatnya puas


Jamur langit yang melihatnya terdiam tidak menyangka jika pangeran yandong bisa menjadi sebuas ini


"kenapa kau terdiam bukankah kita akan mengambil persik merah" ucapnya tersenyum


"oh.. iya..." ucap jamur langit terkejut


Jamur langit itu merasa senang karena pangeran yandong memiliki sisi yang kejam dan juga sadis


"dimana letaknya" ucapnya


"aku akan mengambilnya sendiri" ucap jamur langit


"sepertinya aku tidak salah memilihnya" ucap jamur langit dalam hati


Jamur langit masuk dan mengambil persik merah kemudian memakannya untuk mengembalikan kekuatannya


"walaupun tidak begitu pulih tapi lumayan setidaknya sekarang dengan kekuatanku yang sudah semakin membaik lihat saja jika kekuatanku kembali lagi aku pasti akan membalas dendam" ucap jamur langit


Jamur langit keluar dari gua itu dan terkejut saat melihat pangeran yandong sedang memotong-motong tubuh hewan iblis itu


"apa yang sedang kau lakukan" ucap jamur langit


"aku sedang memotongnya" ucapnya santai


"aku juga tau itu.. tapi apa yang akan kau lakukan dengan tubuhnya" ucap jamur langit


"aku akan menjualnya karena tidak memiliki ruang penyimpanan jadi aku memotongnya, walaupun tidak utuh setidaknya ini masih bisa dijual" ucapnya


Pangeran yandong selesai memotong hewan iblis itu dan kemudian membungkusnya dengan kain


"apa uang begitu penting bagimu" ucap jamur langit


"tentu saja, jika aku punya banyak uang aku bisa membeli berbagai barang untuk meningkatkan kekuatanku" ucapnya


"kau tau aku bisa memberitahumu cara untuk mendapatkan barang yang bisa membuatmu menjadi kuat tanpa menggunakan uang" ucap jamur langit


"ya terserah tapi kita perlu uang untuk membeli bahan-bahan herbal untuk digunakan" ucapnya


"ya.. itu memang benar karena disini tidak terdapat begitu banyak tanaman herbal yang bagus" gumam jamur langit


Mereka pun berjalan menjauh dari gua itu


"hmm.. ngomong-ngomong siapa namamu" ucap jamur langit


"aku... devil cortnes" ucapnya


"namaku lian'e" ucap jamur langit


"lian'e... nama yang bagus" ucapnya


"apa yang akan kau lakukan sekarang" ucap lian'e


"aku harus menyelesaikan misiku dan mencari beberapa barang yang berharga" ucapnya


"baiklah ayo cepat cari dan segera keluar dari sini" ucap lian'e


Mereka pun pergi mencari barang-barang yang dibutuhkan dan segera keluar dari lembah kematian


"ini" ucapnya menyerahkan misinya


"wah... ini kan.. kristal 7 malam" ucap perempuan itu terkejut


Semua yang mendengarnya terkejut karena kristal itu sangat sulit didapatkan dan jarang ditemukan mereka berkerumun untuk melihat kristal itu


"it.. itu kristal 7 malam bagaimana bisa kau mendapatkannya"


"tanpa tim hanya sendiri bagaiman caranya .. dari asosiasi mana dia"


Mereka semua membicarakan pangeran yandong


"apa aku bisa mengambil hadiahnya sekarang" ucapnya


"ya.. tentu silakan masuk ke dalam pintu itu" ucap perempuan itu menunjuk pintu yang berada di sebelah tempat pendaftaran


"baiklah terima kasih" ucapnya pergi menuju pintu itu


Dia membuka pintu dan masuk ke dalam untuk mengambil hadiah


"apa kau yang berhasil menemukan kristal 7 malam" ucap seorang pria yang sedang duduk


"iya.. apa aku bisa mengambil hadiahku" ucapnya


"ya tentu, namaku lhaskbry kudengar timmu hanya terdiri dari dirimu sendiri apa kau tidak berniat memasukkan seseorang" ucap lhaskbry


"tidak, aku kesini untuk mengambil hadiah bukan untuk mencari tim jadi bisakah kau memberiku hadiahnya aku masih punya urusan lain tuan lhas" ucapnya


"oh tentu" ucap lhaskbry segera memberikan hadiahnya


"terima kasih aku akan pergi" ucapnya


"kuberitahu jika kau membutuhkan bantuan aku bisa membantumu dengan senang hati" ucap lhaskbry tersenyum


Pangeran yandong segera pergi meninggalkan tuan lhaskbry dan pergi ke pasar untuk menjual daging hewan iblis yang dibunuhnya tadi


"hans cari tau tentang anak itu" ucap lhaskbry


"baik tuan" ucap hans kemudian pergi


~PASAR KOTA~


Pangeran yandong mengeluarkan kain yang berisikan daging hewan iblis


"apa saya bisa menjual ini" ucapnya


Pedagang itu melihat kain yang terbungkus dan penasaran apa yang berada didalamnya


"biar saya lihat dulu" ucap pedagang


Pedagang itu membuka kainnya dan terkejut melihat daging yang berasal dari hewan iblis


"ini adalah daging hewan iblis yang sangat besar apa kau mengalahkannya sendiri" ucap pedagang


"ya apa aku bisa menjualnya" ucapnya


"ya tentu aku akan membelinya" ucap pedagang


"ini uangnya" ucap pedagang


"terimakasih" ucapnya kemudian pergi meninggalkan toko pedagang itu


"ya setidaknya lumayan menguntungkan harganya lebih tinggi dari yang kukira ditambah dengan hadiah yang kudapat aku tidak perlu begitu khawatir" ucapnya


"kau terlihat senang" ucap lian'e


"ya tentu saja" ucapnya


"setelah ini kita akan kemana" ucap lian'e


"kembali ke asrama" ucapnya


"asrama... kau sekolah" ucap lian'e


"ya aku sekolah di academy agma" ucapnya


~ASRAMA AGMA~


Rey melihat pangeran yandong yang berjalan menuju ke asrama langsung menghampirinya


"kau dari mana saja, lihat bajumu kotor sekali penuh dengan darah" ucap rey


"aku habis bersenang-senang" ucapnya tersenyum


Rey yang mendengar perkataan pangeran yandong langsung terkejut


"tunggu kau membunuh seseorang ya" ucapnya


"ya aku membunuh tapi bukan manusia" ucapnya


"lantas apa yang kau bunuh" ucap rey


"aku habis membunuh hewan iblis" ucapnya


"benarkah!! kau pergi kemana bagaimana bisa bertemu hewan iblis" ucapnya


"diamlah nanti ada yang dengar" ucapnya


"ok tapi kau harus menberitahuku darimana saja dan apa yang kau lakukan" ucap rey


"baiklah ayo ikut aku" ucapnya


Mereka pergi ke sebuah tempat yang sepi dan tenang


"duduklah" ucapnya


"ngapain kita disini" ucap rey


"bukannya kau ingin mendengar ceritaku" ucapnya


Pangeran yandong menarik rey hingga rey terjatuh


"kyaa.. apa yang kau lakukan" teriak rey


ucapnya


"habisnya kau disuruh duduk susah sekali" ucapnya


"lagian kau cerita saja kenapa harus kesini kan bisa ditempat lain" ucap rey


"disini lebih nyaman lagian pohon ini dapat menghilangkan rasa lelah dan menambah energi" ucapnya


"benarkah" ucap rey


"tentu saja apa kau tidak merasa jauh lebih tenang dan nyaman" ucapnya


Rey yang duduk di bawah pohon bersama pangeran yandong merasakan angin yang bertiup dan kenyamanan saat berada di bawah pohon itu


"ya benar juga tapi jika ketauan kita pasti dimarahi oleh guru" ucap rey


"tenang saja tidak ada yang akan tau kita ada disini lagian guru" tidak pernah kesini" ucapnya


"bagaimana kau tau" ucap rey


"tentu saja aku tau, sudahlah bukankah kau ingin mendengar ceritaku" ucapnya


Rey pun teringat akan tujuan awalnya dan tidak sabar mendengar cerita pangeran yandong


"baiklah aku akan memperlihatkan sesuatu padamu dulu" ucapnya


"apa itu" ucap rey penasaran


Pangeran yandong mengeluarkan sesuatu dari kantong bajunya


Rey yang melihatnya matanya langsung berbinar-binar dan terpaku pada jamur langit


"wah.. apa itu peri" ucap rey takjub


"dia jamur" ucapnya


"hei.. aku bukan jamur sudah kubilang aku jamur langit namaku lian'e" ucap lian'e kesal


"jamur langit.. lian'e.. dimana kau bertemu dengannya" ucap rey penasaran


"ceritanya panjang awalnya..." ucapnya


Rey pun menceritakan apa yang terjadi saat dia bolos hingga berada di lembah kematian


Setelah mendengar cerita pangeran yandong rey sangat takjub dan ingin pergi kesana


"kau pergi ke lembah kematian!! kenapa tidak mengajakku" ucap rey


"aku akan mengajakmu nanti" ucapnya


"jadi... dimana persik merah yang kalian dapat aku ingin melihatnya


Mendengar ucapan rey pangeran yandong langsung teringat akan persik merah yang membuatnya harus bertarung


"oh iya.. aku sudah melupakannya saat itu jadi apa kau mengambilnya lian'e" ucapnya


"ya aku sudah mengambilnya" ucap lian'e


"jadi dimana persik merah itu berikan padaku" ucapnya


"aku sudah memakannya" ucap lian'e tersenyum


Pangeran yandong terkejut mendengar lian'e telah memakan persik merah begitu saja yang susah payah didapatkannya


"apa!! kau memakannya aku bahkan hampir mati hanya untuk mendapatkannya" ucapnya kesal


"bukannya kau bersenang-senang lagian aku menyuruhmu mencari persik merah memang untukku makan" ucap lian'e


Pangeran yandong yang mendengar perkataannya sangay kesal


"kau benar-benar.. bukannya kau bilang untuk mengetahui fungsi tanda itu harus menggunakan persik merah kenapa kau malah memakannya" ucapnya


"aku tidak bilang untuk mengetahui fungsi tanda yang ada ditanganmu itu harus menggunakan persik merah" ucap lian'e


"tunggu tanda... tanda apa yang kalian bicarakan di tanganmu ada tanda" ucap rey


Mereka berdua tidak mempedulikan apa yang dikatakan rey dan terus berdebat


"lalu kenapa kau menyuruhku mencarinya" ucapnya


" tentu saja untuk kumakan" ucap lian'e


"seharusnya kau bilang jika kau lapar saat itu aku membawa beberapa bekal jadi kita tidak perlu mencari persik merah" ucapnya


"aku bukan memakannya karena lapar tapi untuk meningkatkan kekuatanku" ucap lian'e


"emangnya persik merah bisa meningkatkan kekuatan" ucapnya


"tentu saja kau pikir persik merah yang dijaga oleh hewan iblis hanya untuk mengeyangkan perut" ucap lian'e


"lantas kenapa kau tidak membarikannya kepadaku" ucapnya


"kenapa aku harus memberikannya kepadamu lagian aku lebih membutuhkannya" ucap lian'e


"kan aku yang bertarung untuk mendapatkannya" ucapnya


Rey yang kesal melihat mereka berdebat karena mengabaikan ucapannya langsung memukul mereka berdua


"aw... kenapa kau memukulku" ucap lian'e


"ini salah kalian sendiri daritadi mengabaikanku aku bertanya tanda apa yang sedang kalian bicarakan" ucapnya kesal


"tentu saja tanda yang ada di tangannya bukankah kau temannya bagaimana mungkin kau tidak tau" ucap lian'e


"kau tidak pernah menceritakannya kepadaku bukankah aku temanmu" ucap rey


"aku berencana memberitahumu saat waktunya tepat" ucapnya


"bilang saja jika kau tidak ingin memberitahuku" ucap rey


"sudahlah ngak usah ngambek segala kalian ini seperti pasangan yang berantem saja" ucap lian'e


"apa katamu!! aku tidak akan pernah mau dengannya" serentak mereka mengatakannya


"hahaha.. kalian ini benar-benar sangat cocok" ucap lian'e tertawa


Mereka bersenda gurau dibawah pohon yang rindang itu dan terlihat sangat bahagia


.


.


.


.


.


.


chapter 16 selesai