
~KELAS C~
Sesampainya dikelas semua mata mengarah padanya seolah-olah mereka mengatakan 'kau tidak diterima berada dikelas ini'
"kenapa mereka ngeliatin aku sampai segitunya" ucap pangeran yandong dalam hati karena merasa risih dengan tatapan mereka
"hei kau, disini sudah tidak ada kursi yang kosong sebaiknya kau duduk dilantai saja" ucap salah satu murid kepadanya
"ya jika kau suka kau saja yang duduk dilantai, lagian apa kau buta bukannya jelas-jelas disana ada kursi kosong" ucap pangeran yandong menunjuk kearah kursi di pojokan belakang dekat jendela
"hei kau beraninya, hanya anak selir rendahan beraninya kau menghinaku apa kau tidak tau siapa aku hah" ucap murid itu kesal
"hah.. harusnya kau bisa membedakan yang mana menghina dan tidak, kau itu routby anak dari keluarga bangsawan croust" ucap pangeran yandong
"kalau kau tau harusnya kau tidak asal bicara asal kau tau ayahku dekat dengan kepala sekolah sewaktu-waktu kau bisa dikeluarkan dari sekolah ini jika aku mau" ucap routby meninggikan dirinya seolah-olah dia punya hak untuk itu
"heh.. sepertinya kau terlalu percaya diri lagian kepala sekolah bukanlah orang yang akan menuruti perkataanmu hanya karena ayahmu dekat dengannya" ucap pangeran yandong menyeringai
"kau dasar anak selir rendahan beraninya kau bicara seperti itu" ucap routby kesal dan segera mengarahkan tinjunya tepat mengenai wajah pangeran yandong
Serentak murid-murid di kelas bersorak 'hajar... hajar saja, dia memang harus diberi pelajaran' karena kesal dengan mereka pangeran yandong menyeringai dan berkata
"aku tidak mempermasalahkannya tadi karna aku masih bisa menahan diri tapi sekarang kau terlalu kelewatan" ucap pangeran yandong sambil mengelap darah yang keluar dari bibirnya
"tenang saja aku akan memperlakukanmu dengan baik kok" ucap pangeran yandong tersenyum dengan tatapannya yang memancarkan niat membunuh
Semua orang terdiam dan tiba-tiba suasananya menjadi sunyi mereka semua terkejut dan merasa diselimuti oleh kekuatan yang sangat besar sehingga mereka tidak bisa bergerak maupun berbicara walau hanya sepatah kata. Melihat tatapan pangeran yandong yang kejam itu routby pun gemetaran dan merasa seakan-akan bertemu dengan iblis sesungguhnya yang bahkan lebih kejam dari iblis, dan tiba-tiba seseorang datang
"sedang apa kalian, apa kalian hanya akan terdiam saja disitu" ucap seorang guru yang mencairkan suasana tegang dikelas itu
"tidak ada apa-apa kami hanya sedang bersenang-senang" ucap pangeran yandong tersenyum
"sepertinya kalian semua berteman dengan baik nah semuanya silakan duduk ditempat kalian masing-masing" ucap guru itu
Semua murid duduk di tempat duduk mereka, banyak siswa perempuan yang terpanah melihat wajah rupawan guru itu
"apa kau tidak bisa melihat situasi, bagaimana bisa dia bilang kami berteman baik setelah melihat ekspresi wajah kami" ucap routby dalam hati kesal dengan guru itu
"wahh pak guru nama anda siapa"
"berapa nomor telepon guru"
"pak guru tampan banget kyaa..."
Para murid perempuan yang terpesona berdesakan memberikan pertanyaan kepada guru rupawan itu
"cih.. dasar gadis murahan apanya yang tampan lagian lebih tampan aku " ucap routby dalam hati jutek
"ok semuanya karena banyak dari kalian yang ingin tahu nama saya, saya akan memperkenalkan diri terlebih dahulu pertama-tama nama saya rustky aldrel dan mulai hari ini saya akan menjadi wali kelas kalian setiap hal yang berhubungan dengan kalian akan bersangkutan dengan saya jadi tolong perhatikan sikap kalian ya" ucap pak rustky
"wahh... jadi berapa umur anda oh tidak berapa nomor anda"
"iya apa anda sudah punya pacar"
"bagaimana jika saya mentraktir anda makan nanti katanya ada toko makanan yang baru dibuka dan sangat ramai"
Para murid perempuan itu kini sudah tidak peduli dengan kejadian yang terjadi tadi dan mereka semua sibuk mencari tau berbagai hal mengenai pak rustky yang tampan itu
"saya rasa pertanyaan itu tidak ada hubungannya dengan pelajaran kita jadi sebaiknya sekarang kita membahas hal yang penting saja" ucap pak rustky dingin membuat semua murid perempuan yang ribut itu menjadi diam
Ternyata pak rustky yang rupawan itu sangat dingin para murid perempuan tidak menyangka dia akan memiliki sikap yang dingin padahal gurunya terlihat ramah
.
.
.
.
.
.
chapter 10 selesai