I am a devil

I am a devil
chapter 4



Pangeran yandong yang duluan sampai di asrama berberes-beres dan segera pergi membersihkan diri agar bisa beristirahat


~ASRAMA AGMA~


"ah.. akhirnya sudah sampai di asrama yosh.. waktunya berberes-beres dan membersihkan diri" ucap deon


Sembari membersihkan diri terdengar suara seseorang membuka pintu. Pangeran yandong yang sudah membersihkan diri pun keluar dari kamar mandi sekalian melihat siapa teman seasramanya


"siapapun itu selamat datang semoga kita bisa berteman dengan... baik" ucap deon tenang dan kemudian datar saat melihat pangeran hyunje


"hei.. bagaimana bisa kenapa aku sekamar denganmu" ucap pangeran hyunje berteriak


"hei pelankan suaramu aku juga tidak tahu" ucap pangeran yandong acuh


"aku tidak mau sekamar denganmu aku akan meminta paman untuk menyiapkan kamar yang lain" ucap pangeran hyunje


"sudah terima saja, lagian pamanmu tidak akan mendengarkanmu" ucap pangeran yandong


"huh.. jangan senang dulu hanya karena pamanku membelamu tadi" ucap pangeran hyunje kesal


"sikapmu benar-benar seperti anak kecil mirip seperti adikku saja" ucap pangeran yandong


"siapa juga yang mau jadi adikmu emangnya kau punya adik bukannya kau anak tunggal" ucap pangeran hyunje dengan tatapan menyebalkan


"ya.. aku punya adik tiri" ucap pangeran yandong sedikit sedih


"ooh.. begitu" ucap pangeran hyunje yang merasa sedikit bersalah karena membuat pangeran yandong teringat pada adiknya. Walaupun pangeran hyunje sangat menyebalkan dan suka menyombongkan diri tetapi sebenarnya pangeran hyunje memiliki sikap yang baik dan perhatian dia juga penurut seperti saat dia dimarahi oleh pamannya dia langsung menuruti kata-kata pamannya saat disuruh untuk meminta maaf karena ya dia memang paling menurut sama pamannya walaupun juga ada sedikit rasa takut saat melihat pamannya itu marah


"sebaiknya kau pergi membersihkan diri dulu" ucap pangeran yandong datar


"ya aku tau aku juga mau pergi mandi huh" ucap pangeran hyunje


"haa... sudah lama tidak bertemu denganmu frincon bagaimana keadaanmu sekarang, apa kau sudah cukup kuat dan bisa melindungi dirimu sendiri" ucap deon tanpa sadar airmatanya menetes


"tapi kalau dipikir-pikir siapa yang membunuhku? dia pasti tahu tentang hal yang ingin aku sampaikan ke raja siapa tuannya apa mungkin itu raymond saat itu dia sangat antusias untuk pergi ke kerajaan tapi saat itu hanya aku dan ayah yang tahu hal yang akan disampaikan ke kerajaan karena ayah memberitahuku secara rahasia dengan telepati lalu bagaimana orang itu bisa tahu dia pasti memiliki kekuatan yang sangat besar.. ah lebih baik sekarang aku fokus pada kehidupanku ini lagian kalo mau balas dendam juga ga bisa karena ga mungkin bisa kembali lagi kan yang penting sekarang aku harus berlatih dan menjadi kuat" ucap deon dalam hati frustasi


"hei.. apa yang sedang kau pikirkan" ucap pangeran hyunje penasaran


"tidak aku hanya berpikir kenapa pamanmu bisa punya keponakan sepertimu" ucap pangeran yandong mengejek


"apa maksudmu, pamanku itu sangat senang punya keponakan sepertiku saat aku berusia 3 tahun dia mengajariku cara menggunakan pedang dan dia selalu memujiku karena aku memiliki bakat yang luarbiasa" ucap pangeran hyunje bangga


"ya.. terserah padamu aku tidak ingin mendengar kisah masa kecilmu. Aku ingin tidur" ucap pangeran yandong


"aku ingin tidur di kasur atas" ucap pangeran hyunje


"ya silakan aku tidak masalah tidur dimanapun" ucap pangeran yandong


.


.


.


.


.


.


chapter 4 selesai