
Mereka berbincang-bincang dan memakan makanan hari raya.
Di tengah perbincangan, Alora mendapat pesan dari Erlang.
...********************************...
Saat Alora mendapat pesan dari Erlang, tidak di sengaja kakaknya Zeera melihat pesan tersebut, dan membuatnya bertanya-tanya tentang hubungan Alora dan Erlang.
"Kamu deket sama Erlang?"
Tanya Zeera dengan berbisik
"Enggak juga"
Jawab Alora dengan berbisik
"Ooh... Kirain deket banget, soalnya- nggak jadi" Ucap Zeera yang membuat Alora penasaran dengan apa yang ingin di ucapkan nya (Zeera)
Alora cukup terdiam dan tidak membalas ucapan kakaknya barusan. Alora memang terdiam, tetapi dalam hatinya tidak.
Dalam hati Alora terus berkata dan bertanya-tanya dengan apa yang terjadi pada hari ini
"Ada apa? Kenapa tidak jadi bicara? Lalu kenapa tiba-tiba Erlang mengirimkan pesan seperti ini? Apakah ada yang ayah ibu sama tante Zahira dan almarhum om Aghastya rahasiakan sebelum kami (Alora dan Erlang) beranjak dewasa? Kenapa firasatku tidak enak? Ada apa ini?"
Alora terus di hantui dengan pertanyaan yang membuatnya sangat penasaran. Saat Alora melihat Kaivan dan Jean berbicara dengan serius, dia merasa (firasat) yang mereka bicarakan itu bukan soal pekerjaan, melainkan membicarakan tentang dia (Alora) dan Erlang. Karena Kaivan terus melihat Alora dengan tatapan dingin, maka dari itu Alora merasa mereka berdua membicarakan tentang di luar pekerjaan.
...--------------------------------...
8 menit yang lalu
"Jean, ayo duduk di sana" Ucap Kaivan berbisik dengan memberi isyarat kepada Jean
Respon Jean "Ok."
Saat mereka berdua sudah duduk, Kaivan langsung bertanya kepada Jean
"Itu Alora ya?"
"Iya"
"Ooh... Masih ingat beberapa tahun yang lalu?" Ucap Kaivan dengan dingin dan cuek
Jean menjawab "Masih, kenapa emang?"
"Bentar, kita bicara dengan suara lirih, agar orang-orang tidak terdengar apa yang kita ucapkan" Ucap Kaivan memberitahu
Respon Jean "Ok"
"Ok, langsung aja. Jadi, begini... Gua pernah di ceritain sama Liam kalau Erlang dan Alora pernah satu kelompok, dan satu kelompok itu cuman dua orang, jadi hanya mereka berdua yang kelompok. Jadi, ini pertama kalinya Erlang satu kelompok dengan perempuan, dan perempuan itu adik lu, Alora. Kata Liam juga, adik gua itu pas deket sama Alora bawaannya seneng gitu, padahal ini pertama kalinya mereka deket, dan Erlang juga jaga pandangan, tapi pandangan Erlang gak mau lepas sama Alora. Gua yakin, pasti ada apa-apa sama Erlang, cuman dia nggak mau cerita"
Ucap lirih Kaivan panjang lebar
Jean merespon perkataan Kaivan
"Iya, feeling kita sama. Tapi, lu udah di ceritain belum sama Liam pas Erlang ngajak Alora ke mall?"
"Udah, udah di ceritain"
Respon Jean "Ooh... Ok"
......................................
Di saat Alora mendapat pesan dari Erlang, dan sedikit berbicara dengan kakaknya Zeera, tiba-tiba Erlang datang dan menghampiri Kaivan.
"Kak, pinjem hp bentar" Ucap Erlang sembari duduk
Kaivan menjawab "Buat apa?"
"Ada lah, pinjem bentar"
"Yaudah, nih"
Saat Erlang datang, seketika Jean dan Kaivan berhenti bicara tentang Erlang dan Alora, melainkan langsung mengganti topik tentang pekerjaan.
Bunda dan ayah ibu Alora terus berbicara dan bercerita, Alora dan Zeera cukup mendengar pembicaraan orang tuanya, sedangkan Erlang, Kaivan, dan Jean fokus terhadap handphonenya masing-masing.
...--------------------------------...
Beberapa menit kemudian...
"Haha iya... Oh sudah jam segini, aku pamit pulang dulu ya, kapan-kapan kita cerita lagi" Ucap Fariza berpamitan untuk segera pulang
Zahira menjawabnya "Iya... Tunggu sebentar ya, aku ke dapur dulu, sebentar aja kok"
"Iya, aku tunggu"
2 menit kemudian...
"Ini, aku kasih, banyak banget oleh-oleh yang di bawa Kaivan setelah ke luar negeri" Ucap Zahira memberikan makanan terhadap Fariza
Respon Fariza "Eh? Kok repot bangett"
"Udah nggak apa-apa, ambil aja, masih banyak kok di dalem"
"Yasudah, makasih ya Za, kapan-kapan aku ke sini lagi, kita cerita-cerita lagi" Ucap Fariza dengan nada lemah lembut dan perasaan yang senang
"Iya, sama-sama, aku juga nanti ke rumah ya kalau ada waktu"
"Iyaa... Kalau begitu aku sama keluarga pulang dulu ya, assalamu'alaikum"
"Waalaikumsalam" Jawab Erlang, Kaivan, dan Zahira (bunda)
...********************************...
Singkat cerita, hari sudah malam. Erlang dan Kaivan pergi keluar ke tongkrongan sebentar, untuk berkumpul sebentar dengan anak-anak.
Sesampainya di tongkrongan...
"Maaf telat, tadi ada gejala" Ucap Kaivan.
"Oh iya, nggak apa-apa, ini juga baru sampai" Ucap Raven.
Lalu, mereka semua berbincang-bincang dan memakan hidangan yang mereka pesan.
"Btw, gua mau nanya, perempuan itu sukanya apa ya?"
Mendengar pertanyaan Erlang, seketika semuanya kaget. Karena seorang Erlang yang tidak suka perempuan, tiba-tiba menanyakan hal tentang perempuan.
"Hm? Kenapa diam aja? Aku kan bertanya, masa' nggak ada yang jawab"
Ucap Erlang dengan wajah cemberut...
Lalu, Rio menjawabnya
"Cewek tuh sukanya diperhatiin, dikasih coklat, dikasih bunga, dikasih hadiah, ya kayak gitu lah pokoknya"
Respon Erlang "Ohh gitu... Oke, makasih"
"I-iya, sama-sama"
Setelah Erlang bertanya seperti itu, seketika semua menjadi canggung dan merasa kikuk, karena aneh saja tiba-tiba Erlang bertanya tentang perempuan yang secara terang-terangan dia sudah banyak menolak ajakan kencan dan tidak terlalu dekat dengan perempuan.
Dengan suasana canggung dan membuat mereka semua menjadi terdiam hening, dengan sigap Kenzo mengajak berbicara untuk meluruskan suasana agar tidak canggung lagi.
"Oh ya, ngomong-ngomong, gua ada barang yang mau gua beli, tapi sebelum gua beli, gua mau minta saran dari kalian. Apa barang yang mau gua beli ini barang dan warnanya cocok sama kamar gua? Soalnya, takut kurang cocok kalo gua udah beli tapi belum minta pendapat dari kalian"
Ucap Kenzo sembari menunjukkan barang tersebut di handphone (Untuk membuat suasana tidak canggung)
"Menurut gua barangnya cocok dan bagus, tapi saran gua, warna yang lu pilih jangan warna ungu, karena barangnya barang keperluan kamar lu kan, jadi kalo bisa jangan warna ungu"
Saran Rio
"Loh? Kenapa?"
"Ya, karena kamar lu serba warna ungu anj*r, sekali-kali warna yang lain kek, kalo bisa pink juga gak apa-apa, bagus itu"
"Ya... Gimana... Orang gua suka banget sama ungu, dan lagian gua cowok, masa' warna pink"
"Lu bukan suka, tapi obsesi, lagian apa salahnya cowok suka warna pink?"
"Ya aneh aja, bukannya warna pink menandakan berbi (Barbie)? Soalnya berbi sukanya warna pink"
"Hahh.... serah lu deh, suka-suka lu, capek gua"
Jawab Rio dengan pasrah
Kegaduhan Kenzo dan Rio berhasil membuat suasana tidak canggung lagi. Lalu, setelah Kenzo dan Rio berbincang-bincang atau bergaduh, tiba-tiba Erlang bertanya lagi.
"Ngomong-ngomong, perempuan suka ini gak?"
Tanya Erlang sembari menunjukkan gambar di handphonenya
"E-emm... S-suka aja sih... Cuman... B-buat apa?"
Jawab Liam dengan kaget
"Buat kasih ke dia"
Ucap Erlang
"Dia siapa?" Tanya Kaivan dengan tegas
"Yaa... A-ada lah pokoknya" Jawab Erlang dengan gugup
"Cieeee... Udah punya lu, Lang?" Ucap Rio dan Kenzo
"E-enggak... Cuman mau ngasih aja, k-ke temen! I-iya ke temen"
Jawab Erlang dengan gugup
"Temen? Cewek? Emang punya? Sejak kapan deket? Perasaan sama gua sama Rio aja di kampus"
Ucap Liam dengan memancing Erlang
"Y-ya... Kalian gak tau. Cuman gua, malaikat, dan Allah SWT yang tau"
Jawab Erlang
Seketika semua (kecuali Erlang) dengan kompak bertatapan dan di iringi senyuman penuh makna. Dengan makna tatapan itu adalah "𝗣𝗔𝗦𝗧𝗜 𝗔𝗟𝗢𝗥𝗔" dan dengan makna senyuman itu adalah "𝗦𝗧𝗔𝗧𝗨𝗦 𝗣𝗗𝗞𝗧 𝗡𝗜𝗛"
Dalam hati Kaivan berkata : "Gua sebagai kakak kalah sama adik sendiri, ga mau tau, pokoknya gua dulu yang nikah. Eh- tapi gua juga males nikah, apalagi nih bocah (Erlang) kuliah masih semester lima, masih lama juga. Jadi, gua masih ada kesempatan buat nikah, tapi sama siapa ya? Tapi males juga nikah di umur muda begini, terlalu dini nikah di usia 25, ntar jadi kelapa rumah tangga repot, rumit masalahnya. Eh- kepala rumah tangga maksudnya...."
Setelah berpikir keras tentang adiknya, Kaivan memutuskan untuk pulang terlebih dahulu, untuk menenangkan pikirannya.
"Eh- gua pulang dulu, banyak pikiran nih gua, agak kacau. Dan takutnya di ruangan gua masih ada berkas yang kosong, jadi gua mau cek-cek dulu."
Ucap Kaivan dengan sikap dingin
"Oh oke, hati-hati" Respon Jean
"Lang, kakak pulang duluan, nanti juga langsung pulang, jangan keluyuran kemana-mana, gua bilangin bunda ntar"
Ceramah Kaivan terhadap Erlang
Respon Erlang
"Iya iya... Yaudah hati-hati, kak"
......................................................
Singkat cerita, Kaivan sudah sampai di rumah. Ketika ia memasuki rumah, ia di buat kaget dengan kedatangan Omnya.
"Assalamu'alaikum.... Loh.... Om kenapa kesini malam-malam begini?"
Ucap Kaivan sembari bersalaman dengan Omnya
"Waalaikumsalam.... Gapapa, om cuman mau bersilaturahmi sama ponakan-ponakan om, memang nggak boleh ya?"
"Bukan nggak boleh, cuman kenapa malam sekali? Kan bisa besok. Kalau om datang kesini malam-malam, berarti ada yang ingin om bicarakan sama saya. Ada apa, om?"
"Ekhem-..... Bisa kita bicarakan di ruang kantor saja? Disini terlalu terbuka, dan ajak bundamu juga, panggil dia di dapur, dia sedang membuat minuman untuk om. Om tunggu di ruang kantor" Ucap om Kaivan dan Erlang dengan penuh kecurigaan
Respon Kaivan "Baik, om."
To be continued...